
"eh udaaah Meg, Miko. sekarang gini deh di depaqn gua sebagai saksi, Miko lu ajakin Mega jadian sekarang"
"oke ayo"
Senja sengaja menantang Miko agar mau melakukan apa yang Mega inginkan. Ya begitulah wanita, semua harus di perjelas entah itu soal apapun.
Senja urung memasuki mobilnya, Senja bersandar sambil melipat tangannya di dada
"ya udah ayo" Senja kembali memprovokasi Miko untuk menyatakan keinginannya untuk bersama Mega.
"iya " Miko menghampiri Mega dan memegang kedua tangannya.
Miko menunduk kemudian mengangkat pandangannya tepat ke mata Mega. Mega tersipu tapi masih bisa menguasai dirinya.
"sebelumnya sorry kalau aku tidak se dewasa apa yang kamu harapkan dari seorang pasangan, tapi aku mau belajar tentang itu, melihat kamu dan Kenzo sangat membuatku senang, apalagi Kenzo juga menerima ku hadir di antara kalian. Kenzo anak yang pintar dan baik, aku ingin bersamamu membesarkan Kenzo sampai dia dewasa, Mega aku tahu kita belum terlalu lama saling mengenal, tapi aku tidak bisa menebak apa yang akan terjadi padaku kepadamu, seiring mengenalmu membuatku ingin menjagamu, menggantikan posisimu sebagai seorang tulang punggung karena sejatinya kamu adalah tulang rusuk. Mega, disini, di tempat parkir ini bersama Senja aku memintamu secara khusus untuk mau bersama ku mulai saat ini sampai selamanya"
Setelah mengungkapkan panjang lebar apa yang menjadi keinginan dan juga harapan Miko, mereka berdua saling menatap, ada perasaan haru yang mereka rasakan. Mega seketika memeluk Miko dan menangis di pelukan pri gagah di hadapannya.
Senja tidak luput dari perasaan haru yang mereka berdua ciptakan, diam-diam Senja juga menangis bahagia melihat Miko yang tulus pada sahabatnya. Senja mendekat ke arah dua sejoli itu.
__ADS_1
"udah kek pelukannya, nggak kasihan apa sama obat nyamuk" Senja mencoba mencairkan suasana agar mereka berhenti menangis.
Mega melepas pelukan Miko dan berganti memeluk Senja.
"always happy, always smile and always be better " Mega mengangguk mendengar ucapan Senja.
selesai berpelukan mereka tertawa bersama.
"awas lu bikin dia nangis, gua orang pertama yang akan nyari elu"
"gua nggak janji Ja "
"karena gua akan bikin dia menangis bahagia "
"Yee dasar lu gombal mulu" Senja meninju lengan Miko
"ih Senja jangan gitu kan kasian ayank" Mega berlagak manja melihat Miko di tinju oleh Senja
"idih"
__ADS_1
"yang mana yang sakit ayank?" Mega berpura-pura meniup-niup lengan Miko
"ini ayank ini yang sakit" Miko mengimbangi sandiwara Mega
Mereka berdua berlagak seperti sepasang ABG yang bucin
"astaga nyesel gua bikin kalian berdua jadian, gua mau balik bisa-bisa mata gua ternodai melihat ini "
"mangkanya jangan jomblo ha ha ha " Mega tertawa puas menggoda sahabatnya itu
Senja berlari kembali ke mobilnya dan segera masuk.
"dasar bucin kalian berdua" Senja masih sempat mengatakan hal itu saat mobilnya melewati Mega dan Miko yang masih di luar kendaraan mereka.
Perjalanan pulang...
Beberapa kali Senja tersenyum sendiri mengingat apa yang baru saja di lihat. Mengingat dulu Miko sangat mengejar Senja, tapi tidak ada yang tahu hati akan memilih siapa, buktinya sekarang Miko bersama Mega.
Senja memudarkan senyumnya, teringat akan nasib dirinya dan percintaannya. Dia yang menyukai Radika sejak lama, meskipun sempat menikah tapi Senja masih merasa tidak pernah sama sekali mendapatkan cinta Radika sampai saat ini.
__ADS_1