
"seminggu Bunda" Senja
"dua Minggu Bun" Radika
"terserah kalian lah mau seminggu atau dua Minggu pokoknya sekarang kita makan dulu"
......................
"bye..."
"jaga kesehatan ya sayang"
"tungguin gua sama Senja ke Bali ya Bang nanti kita ketemu di sana "
"ok lah" Rendra dan Radika berpelukan tanda perpisahan
Rendra masuk ke mobil kemudian berangkat ke bandara.
Malam sebelum Rendra kembali bertugas....
Senja dan Radika tiba di rumah Radika sekitar pukul sembilan malam.
Semua orang masih berkumpul di ruang tengah membicarakan banyak hal.
"malem semuanya" Radika
"eh anak mama datang"
Melinda antusias memeluk Senja dan menciumi kedua pipi Senja, setelah berpelukan Melinda menggiring Senja untuk duduk bersamanya diantara dirinya dan Rio.
"mah Radika nggak di sambut? mama kebiasaan banget sih pasti aku di lupakan kalau udah ketemu menantunya"
"pah anakmu tuh minta di manjain" Melinda malah menyuruh Rio menghampiri anak laki-laki bontotnya itu.
"Abang jadi balik besok?"
"iya Ja"
"hati-hati ya Bang"
__ADS_1
"iya Ja, oh ya katanya kalian mau honeymoon ke Bali?"
"rencananya sih "
"seminggu lagi Bang kita berangkat" Radika
"kabar-kabar ya kalau nyampek sana"
"iya Bang"
"mama tadi bikin brownies enak banget kamu harus coba ya sayang, tunggu sini biar mama ambil"
"Senja aja mah, mama duduk aja"
Senja ke dapur untuk mengambil brownies buatan sang mama mertua.
"lihatlah pah menantu pilihanku sangat sopan dan peka, tanpa di suruh di mau mengambil alih tugas ku" Melinda
"iya mah Senja memang kesayangan kita semua, dia dididik oleh keluarga yang baik dan harmonis, dan juga kita mengenal dia sejak masih belia hingga tumbuh dewasa, bagaimana sifat dan sikap dia kita semua tahu sejak awal"
"wah kayaknya enak banget ini" Senja berjalan dengan menciumi aroma brownies yang masih hangat
"enak mah, kok Radika nggak tahu kalau mama pintar bikin kue"
"tadi coba-coba lihat di YouTube kok kayaknya gampang jadi mama coba, beneran enak?"
"iya mah ini enak" Rendra ikut setuju dengan asumsi Radika
......................
"hai..." Senja menoleh ke sumber suara, Rendra tersenyum ke arahnya kemudian duduk di sebelah Senja
"kenapa masih disini?"
"gapapa Bang belum ngantuk, Abang juga belum tidur besok kan harus bangun pagi"
"ada mama yang bangunin aku lagian kalau di pesawat aku lebih banyak tidur"
"hmmm" Senja tidak menjawab hanya tersenyum dan kembali memandang jauh ke depan
__ADS_1
"Radika mana?"
"keluar Bang"
"jam segini kemana dia?"
"ketemu sama Angel"
"astaga..." Rendra melipat kedua tangannya di depan dada, Rendra menyenderkan punggungnya ke belakang
"are you okay?" Rendra
"gapapa Bang santai aja"
"kok bisa si Radika kayak gitu sama kamu"
"mereka berdua kan memang pacaran Bang, disini ceritanya aku yang pelakor"
"pelakor apaan? "
"Abang beneran nggak tau pelakor itu apa?"
"nggak tahu"
"pelakor itu perebut laki orang"
"ha ha ha ada-ada aja kamu"
"ye ketawa, di bilangin malah ngakak"
"sorry-sorry habisnya Abang nggak ngerti bahasa anak gaul jaman sekarang "
"he he"
"Ja mau Abang bikinin coklat panas?"
"boleh anget aja nggak coklatnya?"
"sesuai permintaan sang putri " Rendra beranjak meninggalkan Senja
__ADS_1