
Senja turun dari mobilnya, sesaat Senja memandangi rumah yang dulunya sering sekali dia singgahi, tapi sekarang bahkan butuh alasan untuk dapat datang ke rumah ini.
"Ja"
"Abang"
Senja memasang senyumnya ke arah mantan kakak iparnya itu, Senja menghampiri Rendra kemudian memeluknya sebagai salam pertemuan.
"gimana kabar kamu?" Rendra memegang pundak Senja
"baik Bang, Abang gimana?"
"Abang juga baik, ayo masuk, mama nungguin kamu"
Senja tersenyum seraya mengangguk, mereka berdua berjalan menuju kamar Melinda.
"Senja... hiks...hiks...hiks..." Melinda histeris melihat Senja yang baru saja datang ke kamarnya.
"mama" Senja duduk di tepi ranjang Melinda, memeluk wanita paruh baya yang semakin terlihat kurus itu.
"kamu marah sama mama nak?"
"enggak mah"
"kenapa kamu tidak menemui mama sayang?"
"maafkan Senja mah, sekarang Senja disini"
Melinda kembali memeluk Senja begitu erat
......................
Senja duduk sendiri di ruang tamu rumah Radika.
"kondisi mama semakin memburuk seiring waktu" Rendra datang membawa coklat hangat di tangannya
"nih"
"thanks Bang" Senja menerima gelas yang di ulurkan Rendra kepadanya. Rendra duduk di sebelah Senja
"gimana kerjaan kamu?"
"semuanya baik Bang"
__ADS_1
"Radika?"
"kenapa dengan Radika?"
"kamu sama Radika gimana?"
"nggak ada yang spesial, kita nggak berteman juga nggak bermusuhan"
"hmmm oke, perceraian kalian?"
"entahlah Bang, Radika bilang dia tidak pernah tanda tangan surat itu"
"anak itu" Rendra menggeleng
Tidak terdengar suara mobil ataupun pintu terbuka, tiba-tiba saja Radika datang dan menghampiri Senja di ruang tamu.
"gimana mama?" Radika bertanya dengan menatap Senja
"mama udah tidur"
"makasih ya kamu udah mau datang menemui mama"
Senja mengangguk kemudian menyeruput coklat hangat buatan Rendra.
"aku antar" Radika
"aku bawa mobil sendiri" Senja segera memotong ucapan Radika sebelum Radika mulai banyak bicara
"hati-hati ya Ja, thanks buat segalanya " Rendra berdiri kemudian mengantar Senja sampai depan mobil, Radika hanya melipat kedua tangannya sambil berdiri di tengah-tengah pintu menatap kepergian Senja.
Senja mengendarai mobilnya dengan santai, malam belum terlalu larut dan kendaraan di jalanan juga relatif lengang. Senja menghidupkan musik di mobilnya
Why do birds suddenly appear
Every time you are near?
Just like me, they long to be
Close to you
Why do stars fall down from the sky
Every time you walk by?
__ADS_1
Just like me, they long to be
Close to you
On the day that you were born the angels got together
And decided to create a dream come true
So they sprinkled moon dust in your hair of gold and starlight in your eyes of blue
That is why all the girls in town
Follow you all around
Just like me, they long to be
Close to you
On the day that you were born the angels got together
And decided to create a dream come true
So they sprinkled moon dust in your hair of gold and starlight in your eyes of blue
That is why all the girls in town
Follow you all around
Just like me, they long to be
Close to you
Just like me, they long to be
Close to you
Wa, close to you
Wa, close to you
Ha, close to you
La, close to you
__ADS_1
sambil bersenandung kecil tak terasa Senja sudah sampai di rumahnya.