Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
140


__ADS_3

"gini mah, di rumah lagi ada temennya Bunda dari KL terus ada temen-temen Senja juga rencananya kita mau barbeque dan makan bareng di rumah, mama mau ikut?" Senja menatap mata Melinda penuh harap.


"sekarang?"


"iya mah"


"kamu sengaja jemput mama?"


"iya mah, Senja merasa jika ada mama pasti mama juga bisa bersenang-senang "


Melinda memeluk Senja merasa terharu atas perlakuan Senja yang masih peduli padanya.


"gimana mah? mama mau?"


"kalau mama ajak papa sama Radika boleh sayang?"


"boleh mah, mama boleh ajak siapa aja"


"ya udah mama siap-siap dulu ya sayang, ayo pah bantu mama ya, papa juga siap-siap"


"iya mah" Rio menggandeng istrinya ke kamar untuk mengganti pakaian dan mengambil tas


Senja tersenyum melihat mama dan juga papa mertuanya itu.

__ADS_1


"makasih ya" Radika duduk di depan Senja


"makasih untu apa?" Senja tidak melihat ke arah Radika


"makasih masih mau perduli sama mama"


"perpisahan hanya di antara kita, tidak dengan mama dan papa"


"kamu benar-benar menganggap kita sudah berpisah Ja?"


"memangnya belum?" Senja masih saja sinis terhadap Radika


"kamu tahu Ja rumah ini berubah 180° suasananya ketika perpisahan kita"


"bukan karena perpisahan kita Dik tapi karena hal yang kamu dan papa lakukan, lihatlah mama, mama adalah orang yang sangat periang dan sangat bisa membuat orang lain bahagia selama aku mengenalnya, tapi sekarang bahkan mama sangat kesulitan untuk membahagiakan dirinya sendiri, itu karena apa yang papa lakukan dan bodohnya kamu juga melakukan hal yang sama"


"sebenarnya aku sangat penasaran apa yang sebenarnya kamu cari dari tindakan kamu berselingkuh?"


"entahlah, aku juga tidak mengerti, aku hanya tidak ingin Angel meninggalkan ku tapi aku juga tidak akan pernah meninggalkanmu "


"lalu kenyataannya bagaimana sekarang? aku dan Angel sama-sama meninggalkan mu"


"aku tidak tahu jika Angel adalah wanita seperti itu Ja"

__ADS_1


"meskipun kamu tahu atau tidak kelakuan kamu itu tetap saja salah, tidak ada yang membenarkan perselingkuhan apapun alasannya "


"iya aku mengaku salah"


Baru hari ini setelah mereka berdua berpisah Senja mengutarakan apa yang ada di hati dan pikirannya.


kesal? benci? pastinya. Wanita mana yang rela di selingkuhi sampai berkali-kali, apa lagi Melinda yang sudah bertahun-tahun di selingkuhi dan tersimpan rapat.


"beri aku kesempatan kedua Ja" Radika menggenggam tangan Senja


"aku tidak akan menghalangi mu mengejar ku lagi, itu kan yang kamu minta tempo hari? aku sudah mengiyakan nya kok, kalau kamu memang sungguh-sungguh tidak akan sulit meluluhkan kembali hatiku, kamu paling tahu apa yang membuatku suka dan apa yang membuatku benci"


Sesi perbincangan ini lebih dominan Senja. Di bandingkan dengan beberapa waktu lalu, hari ini Senja lebih bebas mengatakan apa saja yang dia pikirkan.


"udah siap mah?" mimik wajah Senja berubah drastis saat melihat Melinda turun bersama Rio


"udah sayang, ayo kita berangkat"


"aku satu mobil sama kamu ya" Radika meminta kepada Senja


"iya biar papa sama mama berdua" Rio mengambil kunci mobil di tangan Radika


Senja sudah tidak bisa menolak lagi. Mereka semua keluar dari rumah dan memasuki mobil masing-masing.

__ADS_1


Ja it's okay, kamu lihat mama, seharusnya beliau lebih sakit hati di bandingkan dengan mu tapi nyatanya beliau mampu memaafkan bahkan masih menerima papa dengan ikhlas (Senja)


Senja berusaha meyakinkan dirinya sendiri agar bisa sepenuhnya memaafkan Radika.


__ADS_2