
Radika tengah duduk di lantai berlutut di hadapan Senja
"maafkan aku, aku ingin kita seperti dulu" Radika sudah berderai air mata bersimpuh di lutut Senja
"kita bisa seperti dulu, tapi tidak sebagai suami-istri tapi sebagai sahabat"
"enggak Ja, kamu cuma milikku, nggak ada yang boleh memiliki kamu selain aku, aku nggak mau hanya menjadi sahabat kamu, kamu istriku "
"jangan seperti ini Radika, kita memang tidak ditakdirkan bersama sebagai pasangan, hanya sebatas teman, aku mencintai kamu melebihi apapun, tapi kamu menyia-nyiakan aku selama ini"
__ADS_1
"aku tidak akan mengulangi lagi, aku sadar sekarang aku membutuhkan kamu"
Senja tertawa sinis
"biarkan aku sendiri Dik, mungkin dengan jauh dariku kamu akan bisa melupakan aku nanti, begitu juga aku"
Senja beranjak dari duduknya, Radika mengejarnya kemudian mendekap Senja dari belakang. Senja menitikkan air matanya tanpa mengeluarkan suara. Senja juga merasakan rindu yang teramat kepada Radika. Namun rasa sakit akan penghianatan Radika masih saja membekas di hati Senja.
Rumah tampak sangat sepi, tawa Melinda telah sirna bersama dengan terungkapnya insiden tentang Rio dan Angel. Kebahagiaan di rumah Rio benar-benar telah sirna, perempuan yang biasanya selalu menyambut kepulangannya dari bekerja, kini hanya diam saat melihatnya datang. Perempuan yang selalu menemani Rio makan saat pagi dan malam, kini hanya duduk tanpa ekspresi di seberang meja. Perempuan yang selalu menata pakaian hingga memasangkan dasi kepadanya, kini akan keluar kamar jika Rio telah selesai mandi dan akan bersiap.
__ADS_1
Keadaan yang tidak pernah sekalipun terbayang di otak Rio, istrinya yang dulu sangat ceria dan ramai, kini telah berubah 180°. Rio sampai tidak lagi pernah menemukan tawa Melinda. Jangankan tawa, senyum pun Melinda benar-benar enggan.
Benar kata pepatah, wanita adalah jantung rumah tangga. Jika jantungnya terluka maka seisinya juga akan terluka. Rio merasakan kesunyian yang mendalam di dalam hidupnya.
POV Melinda
Rasanya tidak ada lagi yang harus aku pertahanan di dalam rumah ini, kedua anakku sudah sukses dan aku pun tidak lagi membutuhkan biaya yang besar untuk hidupku sendiri. Aku akan berpisah dengan mas Rio.
Hari ini aku melihat rasa sakit yang sama dari mata menantuku "Senja" . Aku malu terhadap kelakuan anak dan suamiku, mereka bahkan berhubungan dengan satu wanita. Memalukan. Tapi aku bisa apa? aku harus menguatkan diriku di hadapan anak-anak ku. Senja adalah pilihan ku dan juga mas Rio. Radika pun juga tidak menolak, malah dia sendiri yang menginginkan menikah dengan Senja. Jika aku menyerah dengan pernikahan ku lalu bagaimana aku akan menguatkan Senja agar bertahan dengan pernikahannya?
__ADS_1
Aku seorang wanita, pun Senja. Kami merasakan kesedihan juga kekecewaan yang sama, jika aku tidak kuat aku akan lebih susah mempertahankan Senja menjadi menantu ku. Dia gadis yang baik, dari keluarga yang baik dan terhormat. Aku harus tetap tegar dan menjalani hidupku seperti biasa, meskipun dalam hati benar-benar susah untuk menepis kekecewaan ku pada mas Rio, tapi aku akan berusaha seakan-akan semua masih baik-baik saja.
Radika dan Senja harus kembali bersama, aku akan membuat mereka berdua kembali dan saling mencintai sepenuh hati seperti dahulu. Meskipun aku juga harus berbohong dengan perasaan ku yang sebenarnya sudah terlanjur sakit.