Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 59


__ADS_3

Senja banyak diam saat perjalanan pulang bersama Melinda. Melinda sampai heran dengan menantunya, biasanya Senja sangat periang dan aktif tapi sekarang dia lebih banyak diam.


"Senja ke kamar dulu ya mah"


Melinda mengehentikan Senja dengan memegang tangannya.


"kamu kenapa sayang? perut kamu sakit lagi?"


"bawaan datang bulan kali mah badanku rasanya capek-capek"


"oh ya udah kamu istirahat sana" Melinda terlihat lega mendengar penjelasan Senja.


seharian dia muter-muter di mall sendirian, dengan kondisi badan yang sedang datang bulan ya nggak heran sih kalau dia capek. Aku biarkan dia istirahat dulu biar badannya enakan. (Melinda)


Senja menutup pintu kamarnya kemudian rebah di atas kasur dan menyembunyikan wajahnya di bantal, Senja tidak dapat menahan kesedihannya lagi. Senja menangis tertahan, batinnya seperti sedang di permainkan. Sesaat lalu keadaan membuatnya bahagia dengan pengakuan Radika yang meskipun egois tapi sangat Senja sukai. Tapi setelah itu dengan kuat harapan yang terlanjur melambung tinggi tiba-tiba terhempas begitu saja ke tanah, dan itu rasanya sangat sakit.

__ADS_1


apakah aku terlalu meminta aneh-aneh padamu Tuhan? kenapa kebahagiaan ini sulit sekali aku dapatkan? berulang kali aku merasakan sakit dari orang yang sama (Senja)


......................


"pergi saja kamu dengan istrimu itu aku tidak sebanding dengannya kan?" teriak Angel kepada Radika


Setelah Angel melihat Radika marah karena mengetahui Senja bersama pria lain, Angel benar-benar marah besar, belum selesai urusan kemarin dan sekarang timbul masalah baru di hubungannya.


"terus aku harus diam melihat istriku berjalan dengan laki-laki lain di tempat umum?"


"lalu apa bedanya denganmu? kamu juga bersama ku di tempat umum, kamu bilang di antara kalian berdua tidak ada yang namanya cinta tapi apa ini? kamu cemburu Radika, kamu cemburu melihat istrimu bersama pria lain. Bulshit dengan persahabatan bodoh kalian berdua. Sekarang tinggalkan aku sendiri "


"bicara apa lagi? aku benar-benar muak dengan semua ini, pergi Radika pergi sekarang juga" Angel berteriak-teriak menyuruh Radika meninggalkannya sendirian.


Radika pergi dengan hati yang tidak karuan, kesal, benci, marah, bingung semua bercampur jadi satu.

__ADS_1


Jam sudah sore saat Radika sampai di rumah. Senja mencoba baik-baik saja di depan banyak orang. Senja membantu art menyiram tanaman di depan rumah, terlihat mobil Radika masuk ke area depan rumah sukses membuat Senja mengehentikan kegiatannya.


Senja bergegas masuk tanpa menyapa Radika, Radika yang masih di dalam mobil pun kembali kesal karena Senja mengacuhkannya.


"kenapa semua wanita merepotkan sekali ah sial" Radika sangat frustasi menghadapi wanita-wanita di sekelilingnya. Radika menarik nafas panjang dan menata ekspresinya se tenang mungkin di depan seluruh keluarga.


"sore mah"


"beli pembalut sampai se sore ini?" Melinda


"tadi Radika sekalian ketemu temen mah jadi baru balik tapi udah bilang ke Senja kok"


"jangan di biasakan kayak gitu, kalau sama teman langsung lupa waktu"


"iya mah"

__ADS_1


Melinda terlihat tidak suka dengan Radika yang telat pulang, ekspresi wajahnya tidak menunjukkan keramahan sama sekali. Radika naik ke kamarnya dan memutuskan segera mandi agar penat di kepalanya sedikit berkurang.


Mendengar Radika mandi, Senja menata pakaian ganti untuk Radika. Menaruhnya di atas kasur kemudian kembali keluar lagi. Senja ingin keluar menghilangkan penat.


__ADS_2