Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 60


__ADS_3

Entah sekedar membeli jajanan di street food atau toko swalayan, apa saja yang penting Senja harus jajan.


"mah aku keluar bentar yah" Senja


"kamu mau kemana sayang?"


"hmmm ada yang harus dibeli mah"


"kamu sendirian? Radika mana?"


"gapapa mah aku sendiri aja, Radika kan baru pulang pasti capek"


"kamu mau kemana?" tiba-tiba Radika turun dengan sudah mengenakan pakaian yang Senja siapkan


"Senja mau keluar, kamu anterin gih"


"ya udah ayo"


"nggak usah nggak usah aku sendiri aja gapapa kok"


"nggak boleh keluar sendiri, Radika antar istrimu"


"ayo" Radika melihat ke arah Senja


Senja berjalan keluar lebih dulu baru disusul Radika di belakangnya.

__ADS_1


"lu nggak usah ikut gua mau keluar sendiri" Senja


"lu mau kemana sih?"


"nggak kemana-mana cuma deket-deket sini aja, orang cuma mau jajan"


"gua temenin gua juga mau jajan belum makan gua"


Senja tidak bisa menolak lagi, Senja bersama Radika meluncur ke area street food yang biasa mereka kunjungi. Senja tidak perlu menunggu Radika untuk membeli apa yang dia inginkan tapi sepertinya semua terasa biasa aja dan nggak ada yang bisa menarik hatinya.


"mau beli apa?" Radika menghampiri Senja


"nggak tahu"


Senja berjalan menyusuri area street food yang kanan dan kirinya full jajanan, dari makanan berat hingga cemilan-cemilan murah semua ada.


"nih biar mood kamu balik"


Senja menerimanya kemudian memakannya sambil masih menyusuri jalanan. Benar saja Senja sedikit membaik, Senja berbelok ke kedai ramen, lanjut berjalan lagi dan berhenti di kedai ayam goreng sambel ijo, lanjut lagi dan Senja berhenti lagi di kedai serabi aneka rasa. Radika senang kalau Senja banyak jajan karena hal itu berarti mood Senja sedang baik.


Lanjut lagi Senja berjalan dan kembali Senja berhenti di pedagang dimsum, dan lagi Senja berhenti di kedai tahu bulat, terakhir Senja berhenti di kedai minuman alpukat kocok.


"udah?" Radika dengan sabar menemani istrinya


"udah, ayo pulang"

__ADS_1


Jam sudah lewat makan malam tapi belum terlalu larut. Sebelumnya Radika telah mengabari Melinda agar tidak menunggunya dan Senja untuk makan malam.


Mereka berkendara santai menuju rumah.


"Ja"


"hmm?"


"soal tadi siang di mall nggak usah lu pikirin ya, anggap aja kalau itu nggak pernah terjadi"


"ok"


Senja merasa hatinya kembali terasa sakit sekali. Bisa-bisanya Radika berkata seperti itu kepadanya?


Senja turun lebih dulu dengan makanannya ketika mobil sampai di depan rumah.


Senja menuju ke halaman belakang dan duduk di tepi kolam renang. Senja menjejer semua makanan di depannya.


nggak boleh mikirin apa yang Radika bilang, pokoknya aku harus makan makananku ini (Senja)


Tapi tanpa bisa di tahan lagi air mata Senja menetes bersamaan dengan mulutnya yang penuh dengan tahu bulat. Senja tetap melanjutkan mengunyah tanpa berhenti menangis.


Dadanya benar-benar sesak dan sakit, mengingat Radika menyuruhnya untuk melupakan ciuman yang tadi mereka lakukan secara sadar.


Senja menyeruput alpukat kocok untuk membantu tahu bulat masuk dengan sempurna ke dalam perutnya.

__ADS_1


"Ja" Radika duduk di depan Senja membawa mangkok, sendok serta sumpit untuk memakan ramen.


"yah udah duluan aja makan kamu aku baru aja ambil mangkok"


__ADS_2