
"rencananya akhir Minggu ini Bu Senja"
Senja mengangguk tanda mengerti
"saya akan sangat senang jika Bu Senja dan Cindy mau meluangkan waktunya untuk datang dan menyapa karyawan kita dan juga kolega-kolega kita"
"tentu pak Daniel, saya dan Bunda akan datang di acara itu, di mana kira-kira acara itu di lakukan pak Daniel?"
"seperti tahun-tahun sebelumnya kita akan menyelenggarakannya di hotel xxx"
"oke kalau begitu saya berterima kasih sekali lagi atas semua bantuan pak Daniel, saya harus permisi terlebih dahulu"
"baik Bu Senja, kapanpun Bu Senja ingin bekerja disini saya akan selalu siap mendampingi Bu Senja "
"terimakasih pak Daniel"
__ADS_1
Senja akhirnya benar-benar bisa pergi dari kantor itu, dunia bisnis memang penuh dengan basa-basi yang melelahkan. Senja menyetir sendiri untuk pulang, badannya lelah dan lengket.
Bergelut di bidang yang tidak di kuasai memang sangat menguras tenaga, setidaknya itulah yang kini Senja rasakan. padahal sepanjang rapat dia hanya mendengarkan sambil mengangguk-angguk dan juga menyetujui ataupun menolak apa-apa saja yang disampaikan oleh pak Daniel kepadanya.
sebenarnya Senja sudah belajar sedikit mengenai dunia bisnis, namun kecintaannya terhadap dunia hukum tidak dapat dia sudahi. sampai kapanpun jiwanya masih tetap mencintai hukum dan juga keadilan. jika memang terpaksa dia harus masuk ke dalam dunia bisnis maka itu mungkin adalah jalan satu-satunya yang harus diambil.
Senja merupakan seorang hakim yang adil dan anti untuk disuap, rata-rata semua politikus dan juga pebisnis yang tidak ingin kasusnya mendapatkan hukuman pidana yang lama ataupun berat maka mereka akan memakai jalan pintas untuk menyuap para hakim.
Senja telah sampai di rumahnya, Senja sedikit kaget melihat pintu depan rumahnya terbuka dan juga ada sebuah mobil terparkir di halaman depan.
Senja melihat di kursi ruang tamu ada satu orang laki-laki dan satu orang perempuan, sepertinya mereka adalah suami istri.
"Senja duduk sayang, kenalin ini adalah teman lama Bunda dan Ayah, kami berteman semasa sama-sama di luar negeri "
"Senja " Senja memperkenalkan dirinya seraya menyalami tangan kedua orang di depannya
__ADS_1
"cantik sangat lah budak nih, name die pun cantik, Senja. macam nama-nama aktris lah"
logat khas negeri tetangga begitu saja keluar dari mulut wanita modis di depannya.
"kemudian macam mana? Korang berdua nak tidor di hotel ke? tidor sini je lah, low budget ha ha ha" Cindy mengimbangi dengan juga menggunakan bahasa Melayu
"mana boleh macam tu kakak, kite berdue nih nanti menyusahkan kakak lah" tolak sang laki-laki
"tak de lah macam tuh, saye tak merasa di susahkan, lebih-lebih saye happy ada yang temankan saye di rumah ni"
"jom lah husband, kita bermalam di rumah Kak Cindy lah, suke sangat lah aku dengan Senja, nak mengenal dia lagi jauh" istrinya merengek ingin menyetujui permintaan Cindy
"kite tak boleh susahkan kak Cindy lah my wife "
"no no, tak de lah saye merasa di susahkan, lebih-lebih saye merasa happy sangat, rumah ni sunyi lah bile Senja dah keluar untuk bekerja saye sorang-sorang je di rumah, boring lah"
__ADS_1
"you dengar tak cakap kak Cindy, die nak kita temankan lah, kesian lah kak Cindy sorang-sorang "