Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Bab 72


__ADS_3

Angel menindih Rendra dengan tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun.


Angel kembali menciumi Rendra di berbagai area wajahnya. Angel meraba dada Rendra dengan jari jemarinya yang lentik dan terlatih.


Angel membuka satu persatu kancing baju Rendra, tapi sebelum benar-benar semua terbuka Rendra menghentikan tangan Angel.


"lakukan persyaratanku " Rendra


"baiklah sayang" Angel mengambil sebuah kain di laci dan memberikannya kepada Rendra. Angel duduk membelakangi Rendra kemudian Rendra menutup mata Angel dengan kain di tangannya.


"aku akan bercinta denganmu menggunakan sensasi yang baru" Rendra


"apa saja yang kamu mau sayang" Angel kemudian di giring Rendra ke atas ranjang dan menidurkannya.


......................


"sayang... aku jemput kamu habis ini, kamu udah selesai?" Radika


"udah Dika, oh iya malam ini kita makan malam di rumah Bunda, kamu nggak lupa kan?"


"nggak lupa Ja, habis jemput kamu kita langsung ke rumah Bunda apa balik ke apartemen dulu?"


"langsung ke rumah Bunda aja biar nggak bolak-balik "


"ya udah, aku lanjutin kerjaan ku dulu yah bye sayang..."


"bye...."

__ADS_1


Senja meletakkan ponselnya di atas meja lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


"haddeh pusing banget, kasus ini rumit banget"


Senja memijat pelipisnya


tok...tok...tok...


"masuk "


Seseorang berpakaian cleaning service masuk dengan membawa nampan di tangannya, ada sebuah cup berisikan moccacino dingin dan selembar kertas terselip di bawah nya.


"maaf Bu ini ada titipan minuman dari tamu yang di sana"


cleaning service itu menunjuk ke arah seseorang yang duduk di kursi agak jauh di depan ruangan Senja. Laki-laki itu duduk membelakangi ruangan Senja


"silakan Ibu lihat sendiri"


cleaning service itu keluar dari ruangan senja dan kembali menutup pintunya. senja membuka lipatan kertas yang terselip di bawah cup.


bagaimana kabarmu kakak? lama tidak memesan taksi online ku


"Miko? "segera senja keluar dari ruangannya dan mencari seseorang yang tadi ditunjuk oleh cleaning service.


"Miko?" Senja menepuk bahu laki-laki itu, tapi ternyata itu bukanlah Miko


"maaf pak saya salah orang" Senja kemudian mundur dan akan kembali ke ruangannya.

__ADS_1


Senja duduk di kursinya lagi kemudian mengambil ponselnya, mengutak-atik mencari nomor kontak seseorang, setelah ketemu Senja menekan tombol berwarna hijau tanda untuk melakukan panggilan telepon.


ring...ring...ring...


Terdengar deringan nada sebuah ponsel tapi bukan milik Senja. Seseorang mendorong pintu dengan lembut dari luar dan masuklah seorang laki-laki berpakaian rapi ke dalam ruangan Senja.


"hai kak"


"dasar kamu"


......................


Mereka berdua duduk di kursi taman sambil menikmati moccacino dingin yang tadi dikirimkan oleh Miko untuk Senja.


"gimana kabarmu? "


"tidak begitu baik setelah suamimu menghajarku tempo hari"


"oh iya aku minta maaf sekali lagi untuk kecerobohan Radika"


"itu wajar, jika aku yang ada di posisi Radika aku juga akan melakukan hal yang sama dengan apa yang ada Radika lakukan, istriku berjalan dengan laki-laki lain di mall dan aku melihatnya. Tentu saja aku akan menghajar laki-laki yang bersama istriku"


"iya tapi Radika sudah keterlaluan, seharusnya dia mendengarkan penjelasanku lebih dulu "


"sudahlah tidak perlu dibahas lagi, toh sekarang aku juga sudah tidak apa-apa, aku baik-baik saja dan sedang berada di depanmu dengan sehat"


"of course lah, oh iya apa yang kamu lakukan di kantorku?"

__ADS_1


__ADS_2