Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
121


__ADS_3

"memangnya apa yang Radika katakan?" Cindy


Radika diam menunduk tidak berani menjawab


"Radika bilang kalau Senja akan menjadi gemuk kalau makan berat terus sama Aldo "


Radika mengangkat wajahnya mendengar penuturan Senja, ternyata Senja menutupi apa yang Radika lakukan padanya.


"cuma itu?"


Senja mengangguk


"astaga, hanya karena itu kalian sampai berteriak sepanjang pagi ini"


Cindy memijat pelipisnya, benar-benar tidak habis pikir dengan kedua anak di depannya.


ternyata mereka berdua masih anak-anak, kesalahan ku menikahkan anak-anak yang masih tidak bisa berpikir jauh ke depan (Cindy)


"sekarang kalian baikan, Bunda nggak mau ini di ulangi lagi"


"iya Bunda" Radika bangkit dari duduknya tapi malah duduk di lantai tepat di hadapan Senja.


"maafin aku" Radika memegang kedua tangan Senja


"iya iya nggak usah kayak gini" Senja


Radika berdiri dan tersenyum ke arah Senja


"pulang sana" Senja bangkit dan berjalan menuju tangga untuk masuk kembali ke kamarnya


"kamu nggak kerja? aku antar ya"

__ADS_1


"aku bawa mobil sendiri"


"sayang kamu di antar Radika aja yah, Bunda pinjam mobil kamu, mobil Bunda di bengkel"


"kenapa mobil Bunda?"


"service rutin aja, udah nggak enak banget di pake nya"


"tuh kan, ya udah aku tunggu disini"


"pulang sana Dik ah, ini masih jam lima pagi, aku ke kantor jam sembilan" Senja sebenarnya masih kesal dengan Radika


"gapapa aku nunggu di sini aja"


"Bun bilang Radika suruh pulang aku mau tidur lagi" Senja sudah naik ke kamarnya


Cindy menatap Radika


"janji ya Bun?"


"iya Radika"


......................


Jam sudah hampir pukul sembilan saat Senja turun dari kamarnya.


"Bunda.... Bunda.... Bunda anterin aku ke kantor dulu ya, Bunda...."


"nyonya sudah berangkat non"


"yah udah berangkat bik?"

__ADS_1


"iya non"


"Bunda aaaah pasti sengaja nih"


"ada Den Radika di depan non"


"Bunda nih pasti"


"ya udah makasih ya bik"


"iya non"


Senja keluar dari pintu dan melihat Radhika sudah stand by di depan rumahnya, Radika berdiri bersandar di mobilnya dengan mendekap kedua tangannya di depan dada. Senyum merekah saat melihat Senja keluar dari pintu, pasalnya sudah lebih dari satu jam Radika menunggu di sana, karena takut Senja akan berangkat sendiri dan tidak mau diantar oleh Radika.


"sebenarnya kamu tidak perlu menjemputku dan mengantarku ke kantor, aku bisa berangkat sendiri "


"Aku ingin menebus kesalahanku padamu "


"aku sudah melupakan semuanya dan tidak mempermasalahkan apapun lagi, jadi tidak perlu kamu repot-repot untuk melakukan hal ini"


"terserah apa yang kamu katakan, aku akan tetap mengejarmu sampai aku mendapatkanmu, Aku tahu kamu masih menyimpan rasa cintamu kepadaku selama ini"


"itu sudah berlalu aku tidak ingin membahas hal ini lagi, jika kamu memang ingin mengantarku cepat masuk ke mobilmu dan kita berangkat, tidak perlu membuat lagi"


"oke sayang"


Radhika membukakan pintu untuk Senja agar bisa dengan mudah masuk ke dalam mobilnya.


Radhika memutar musik kesukaan Senja, meskipun sebenarnya Radika tidak suka tapi dia menahannya agar Senja merasa terhibur dan betah berada di dalam mobilnya. Radika memutar beberapa lagu dari BTS yang memang menjadi idol kpop favorit Senja.


dan itu memang sukses membuat Senja tersenyum dan merasa terhibur, Senja bahkan ikut bernyanyi bersama alunan musik yang terdengar.

__ADS_1


__ADS_2