
Radika menarik Senja ke pelukannya dan berdiam sejenak di tepi pantai.
"wow sangat-sangat romantis sekali, suami istri duduk berdua di temani angin yang sejuk dan deburan ombak. Very Perfect " suara itu berasal dari belakang Radika dan Senja
Mereka berdua menoleh dan mendapati Angel mendekati mereka.
"Angel?" Radika
"kenapa? nyesel lihat aku disini juga?"
"kok kamu bisa tahu kita disini?" Radika
"aku bisa tahu apa saja yang aku ingin tahu"
Senja berdiri meninggalkan Radika
"Ja" Radika mengejar Senja dan menggapai tangannya
"lu urus urusan lu dulu" Senja melepaskan tangan Radika dan memutuskan lebih dulu kembali ke penginapan.
Senja mandi kemudian memakai body lotion, Senja menyeduh coklat hangat kemudian dia menikmatinya di depan penginapan, sendirian.
Hari sudah malam, Senja melirik ponselnya dan melihat jam, sudah hampir jam sembilan malam. Setelah menghabiskan coklatnya Senja masuk dan menutup pintu tapi tidak menguncinya.
Senja akan tidur duluan.
......................
Senja menggeliat karena di bagian perutnya terasa ada sesuatu yang berat, Senja melihat perutnya di peluk dengan erat tentunya oleh Radika.
Radika masih tertidur di sampingnya dengan memeluknya.
__ADS_1
aku harus apa? bahagia? marah? atau apa? pernikahan macam apa yang aku jalani saat ini? saat aku membiarkan suamiku bersama wanita lain hatiku benar-benar sakit dan hancur, lalu setelah itu dia akan kembali pulang menemui ku dan menjadi suamiku lagi. Sama sekali aku tidak bisa membencinya ketika perlakuannya kepadaku baik dan lembut, bagaimanapun Radika adalah suamiku. Aku ingin mempertahankan dia selayaknya aku mempertahankan suami sungguhan, tapi aku takut jika aku melakukan hal itu Radika akan membenciku atau menjauhiku (Senja)
"hey pagi-pagi udah ngelamun" Radika mencolek ujung hidung Senja
"kamu udah bangun?"
"udah tapi masih ngantuk"
Senja melihat jam dan sudah hampir jam sepuluh pagi.
"udah siang kamu masih ngantuk? emangnya semalam pulang jam berapa?"
"nggak larut kok"
"oh..."
"mau kemana kita hari ini?" Radika
"kok gitu ngomongnya? kita kan bisa jalan bertiga"
"kalian aja deh aku disini aja"
"ya nggak boleh dong ini kan honeymoon kita"
"gapapa aku ok kok kalau kamu mau jalan sama Angel?"
"yakin?"
"iya"
Senja beranjak dari ranjang mereka dan mandi.
__ADS_1
flashback on
Radika mengikuti ajakan Angel ke penginapannya yang ternyata tidak jauh dari penginapannya bersama Senja.
"kamu bisa tahu aku disini?"
"bahkan aku tahu kamu berciuman dengan istrimu"
Radika diam
"laki-laki memang semuanya br*****k"
Radika sama sekali tidak bergeming, dia hanya diam saja.
"kenapa kamu diam Radika?" Angel mencengkeram kedua bahu Radika dengan amarahnya
"apa yang salah? Senja istriku aku berhak melakukan apa saja dengan dia"
"oh wow sekarang kamu mengakuinya, dia istrimu dan kamu berhak melakukan apapun padanya. Lalu aku ini apa? "
Radika bingung, dia sadar dia salah mempertahankan Angel sebagai kekasihnya dan menyia-nyiakan Senja selaku istrinya.
Radika bangkit meninggalkan Angel.
"Radika! Radika! "
Radika tidak menghiraukan Angel dan terus saja berjalan keluar meninggalkan Angel.
seharusnya memang aku tidak mempertahankan Angel, tidak ada kebahagiaan yang aku dapatkan dengan mempertahankan dia, dia hanya bisa marah-marah dan marah-marah (Radika)
Radika sampai di penginapan sekitar jam sepuluh malam
__ADS_1