
"lu mau ketemu Angel?" Senja bertanya karena Radika terlihat bersiap-siap akan pergi
"iya"
"hmmm ok" Senja menarik selimutnya menutupi pundak kemudian berpaling membelakangi Radika.
Radika heran dengan Senja karena biasanya dia akan cerewet ketika Radika akan menemui Angel. Radika melihat Senja sudah meringkuk di dalam selimut membelakanginya.
kayaknya Senja beneran sakit, apa aku temenin dia dulu aja kali ya (Radika)
Radika melepas jaketnya dan mengganti pakaiannya kembali menjadi pakaian santai.
"Ja geser dong " Radika mendorong tubuh Senja dengan tubuhnya, dia ikut masuk ke dalam selimut yang Senja gunakan.
"nggak jadi pergi lu?"
"besok aja, sekarang Angel masih marah sama gua entar kalau gua kesana yang ada malah kena damprat lagi"
"oh" Senja tersenyum di balik selimut, ada perasaan bahagia di dalam hati Senja mendengar Radika tidak jadi pergi, entah apapun itu alasannya.
"tidur-tidur udah malem, udah mendingan kan perut lu?"
"udah"
Radika mengelus perut Senja dari belakang, itu membuat Senja merasa nyaman sekali. Dan akhirnya tidak lama Senja tertidur.
sebenarnya apa sih yang gua rasain ke Senja? gua selalu saja damai dan nyaman setiap kali disisi Senja, tapi dengan Angel gua merasa senang (Radika)
......................
Radika sudah rapi dengan baju kasual, rencananya pagi ini Radika akan menemui Angel, Senja sudah beraktivitas seperti biasa. Setelah mandi Senja turun menemui mama mertuanya di halaman belakang.
"pagi sayang?" Melinda lebih dulu menyambut Senja
"pagi mah"
"duduk sini kita ngeteh"
Senja duduk di seberang Melinda, Senja meracik sendiri teh yang ada di atas meja sesuai seleranya.
__ADS_1
"papa kemana mah?"
"papa pagi-pagi tadi udah ke pengadilan ada kerjaan katanya"
"pagi banget mah?"
"iya soalnya ada breakfast sama rekannya juga sayang"
"hmmm"
"suami kamu mana?"
"Radika mau keluar juga mah"
"kemana? bukannya urusan kerjaan udah ada yang ngurusin?"
"iya mah tapi Senja yang minta dia keluar buat beli pembalut"
"sweet banget sih Radika"
"he he iya mah"
"nggak ada mah"
"hmmm kamu udah baikan kan?"
"udah mah"
"ok gimana kalau kamu ikut mama arisan? mama akan kenalin kamu ke teman-teman mama dan nanti Bunda kamu juga akan ikut kok jadi kamu bisa sekalian ketemu sama Bunda "
"boleh "
"nanti siangan kita berangkat nya ya"
"iya mah"
"sayaaaang...." suara Radika menggema di seluruh ruangan
Radika menghampiri Senja di halaman belakang
__ADS_1
"aku berangkat dulu ya"
"iya hati-hati "
cup cup
Radika mencium pipi dan kening Senja di hadapan Melinda. ya memang hanya jika sedang di hadapan orang lain Senja dan Radika akan berperan layaknya suami istri sungguhan yang harmonis.
"dah sayang"
"dah"
"dah mah"
"dah hati-hati di jalan "
"ok"
Radika berlari keluar menuju mobilnya dan segera pergi menuju apartemen Angel.
......................
Angel membuka matanya, dia melihat sekeliling ruangan dan sadar bahwa dia tidak sedang di apartemennya.
Angel mulai mendapatkan kesadarannya kembali, dirinya tanpa busana satupun, tengkurap di atas ranjang king size yang sangat mewah. Dia baru ingat bahwa semalam dia melayani seorang pejabat negara yang lumayan kaya.
"pagi sayang..."
Angel menoleh ke sumber suara yang baru saja keluar dari kamar mandi
"hey..." Angel masih enggan meninggalkan kasurnya
"bagaimana tidurnya? nyenyak?"
"sangat nyenyak"
Laki-laki itu mendekati Angel dan mencium bibir wanita panas itu dengan lahap.
"boleh kita mulai lagi kegiatan kita semalam?"
__ADS_1