Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 43


__ADS_3

Wedding singer tengah menjalankan pekerjaannya, melantunkan lagu-lagu populer pernikahan menambah meriah pesta resepsi pernikahan ini.


Teman-teman sanak-saudara semua bergembira dan ikut bernyanyi dan menari di tengah-tengah aula.


Acara demi acara berjalan dengan lancar hingga tiba di acara melempar bunga. Semua teman-teman Senja dan Radika sangat antusias karena kebanyakan dari mereka adalah jomblo.


Angel sebenarnya sangat bete dengan berbagai rangkaian acara tapi karena melihat Rendra di acara ini membuat Angel sedikit betah, Angel melihat ke arah Rendra yang menuju ke pintu keluar.


Angel mengejarnya dan melewati kerumunan orang-orang yang sedang menunggu ritual pelemparan bunga, ketika sedang berdesakan dengan banyak orang Angel sempat susah untuk berjalan dan beberapa kali hampir jatuh dan tanpa di sangka-sangka seikat bunga pengantin jatuh di badannya.


Riuh tepuk tangan meriah diiringi dengan candaan kepada Angel bahwa dirinya akan segera menyusul menjadi pengantin seperti halnya Senja dan Radika. Angel sama sekali tidak berniat untuk ikut menangkap bunga tapi ternyata malah bunga itu jatuh di dirinya.


MC menyuruh Angel untuk maju dan berfoto bersama kedua mempelai, tentu saja Angel kesal tapi tidak dengan Senja, Senja merasa terhibur melihat Angel mendapatkan karangan bunga itu.


ha ha ha jahat nggak sih kalau aku ketawa pas Angel lagi kesel ? (Senja)


Angel dengan muka manyun menuruti permintaan sang MC dan ikut serta berfoto dengan kekasih serta istri kekasihnya.

__ADS_1


......................


Senja sangat sulit membuka matanya, rasa lelah dan kantuk menjadi satu membuat Senja sangat tidak ingin bangun dari tidurnya. Pesta yang berlangsung sampai tengah malam tadi sukses menguras tenaga semua orang.


Hari ini di hotel hanya tinggal Senja dan Radika, keluarga lainnya sudah pulang lebih dulu. Senja memaksa dirinya agar segera terbangun untuk ke kamar mandi karena rasa ingin buang air, tidak mungkin Senja mengompol jadi mau tidak mau Senja bangkit dan berlari ke toilet.


Setelah buang air Senja kembali memasukkan dirinya kedalam selimut bersama Radika. Radika masih terlelap tak kalah capek dengan Senja.


Senja kembali tertidur.


Radika mengerjapkan matanya beberapa kali, disampingnya terbaring Senja dengan selimut menutupi hampir seluruh tubuhnya kecuali sang kepala. Radika mengambil ponselnya untuk melihat jam, ternyata hari sudah hampir siang bolong.


"Ja Ja kamu nggak bangun? makan yuk" Radika


"apa sih Dik ah aku masih ngantuk"


"ya udah"

__ADS_1


Radika memahami betapa lelahnya istrinya itu, memakai gaun yang berat dan riasan yang pastinya nggak nyaman di kenakan dalam kurun waktu yang lama.


Radika memutuskan segera mandi dan sudah memesan makan siang dari hotel. Setelah mandi Radika membuat teh dan menikmatinya di balkon. Radika sengaja tidak membangunkan Senja karena pasti masih capek.


Ting....tung....


Radika beranjak dari duduknya kemudian membuka pintu, room service datang dengan troli makanan di hadapannya. Ada banyak makanan yang di pesan Radika untuknya dan Senja.


"terimakasih"


Radika menggantikan posisi pengantar makanan dan mendekati Senja di tempat tidur.


"Ja bangun yuk makan dulu entar kalau masih ngantuk tidur lagi"


Senja bereaksi tapi kembali diam.


Nihil tidak ada respon. Radika mendekati Senja dan duduk di sampingnya di tepi tempat tidur. Radika salah fokus dengan dada Senja yang sepertinya tidak mengenakan pakaian dalam dan hanya tertutup oleh lingerie tipis dan sedikit tembus pandang.

__ADS_1


glek


Radika menelan Saliva nya dengan susah payah


__ADS_2