Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 96


__ADS_3

Dan rencana yang di sepakati antara Senja dan Mega gagal total, Senja harus pulang lebih dulu lantaran tiba-tiba Cindy menelepon dan memberi kabar bahwa dirinya tengah sakit.


Mega keluar dari kantor sudah hampir jam sepuluh malam, ada beberapa berkas yang Senja tinggalkan begitu saja, akhirnya Mega yang membereskan.


Mega celingak-celinguk menunggu taksi lewat, di aplikasi taksi online sama sekali tidak ada yang bisa di pesan, bahkan ojek online pun nggak ada. Tiba-tiba sebuah mobil merapat di depan Mega.


Mega kaget melihat Hendra turun dari mobil mewah itu, Mega berbalik arah dan ingin menghindar tapi sayang usaha Mega kalah cepat dari pergerakan tangan Hendra.


"lepaskan aku"


"aku akan bawa kamu pulang bersamaku"


"nggak Hendra lepaskan aku"


Saat mereka saling tarik menarik untuk masuk mobil Hendra, tiba-tiba seseorang datang membantu Mega melepaskan genggaman tangan Hendra dengan cara memukul tepat di wajah Hendra.


"lepaskan Mega "


"lu siapa? apa urusan lu sama dia? "


"siapapun gua itu nggak penting, lu pergi sekarang gua yang akan antar Mega"


"Mega pulang sama gua" Hendra kembali mencengkeram pergelangan tangan Mega.


"sakit Hendra lepasin"


"lu budek lepasin dia"

__ADS_1


Hendra sepertinya mulai kesal, Hendra melepas tangannya kemudian mengejar laki-laki itu yang ternyata adalah Miko. Hendra sudah mengambil ancang-ancang untuk membalas pukulan Miko, tapi Miko berhasil menghindar. Hendra melayangkan satu kepalan tangannya dan itu sukses mengenai wajah Miko. Miko meringis karena ujung bibirnya terluka.


"cukup! stop!" Mega berteriak sambil membawa batu di tangannya


"kalau kamu nggak mau pergi dari sini aku akan hantam batu ini di sini" Mega menunjuk kaca mobil mewah milik Hendra


Hendra dan Miko berhenti dan memandang Mega.


ah sial ! (Hendra)


Akhirnya Hendra melepaskan cengkraman tangannya di kerah kemeja Miko. Hendra meninggalkan Miko dan menghampiri Mega.


"aku akan membawa kamu dan anak kita pulang, tunggu saja" Hendra masuk ke mobilnya kemudian segera melesat meninggalkan Mega dan Miko.


Mega membuang batu di tangannya dan segera berlari menghampiri Miko.


"gapapa"


Miko mengusap darah yang mengalir di ujung bibirnya


"lah itu luka"


"anak cowok mah biasa, ya udah ayo gua anterin lu pulang"


"lu mau nganterin gua pulang?"


"iya, tadi Senja telpon gua kalau gua bisa dia mau minta tolong anterin lu balik"

__ADS_1


"astaga anak itu, kenapa merepotkan orang lain"


"nggak repot, lagian tadi kalau gua nggak kesini pasti lu udah di culik sama dia"


......................


Di dalam mobil Miko senyap dan sunyi, mereka berdua benar-benar canggung, akhirnya Miko memberanikan diri bertanya pada Mega perihal Hendra.


"hmmm By the way yang tadi siapa? mantan suami? mantan pacar? atau apa?"


"dia bukan mantan suami gua tapi dia bapak dari anak gua"


"maksudnya?"


"gua hamil di luar nikah sama dia, tapi dulu dia nggak mau ngakuin anaknya"


"jadi kesimpulannya sebenarnya lu belum nikah?"


Mega diam kemudian menggeleng, Miko manggut-manggut tanda mengerti.


"kenapa? hina banget ya kesannya? status belum menikah tapi sudah punya anak"


"gua nggak bilang kayak gitu, gua cuma memastikan "


"iya gua tahu, ngomong-ngomong thanks ya udah bantuin gua dan nganter gua sampai pulang"


"it's okay, gua suka di repotin he he"

__ADS_1


"dasar"


__ADS_2