Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
118


__ADS_3

PING


pesan masuk di ponsel Senja, Senja masih sibuk dengan laptopnya. Hari ini Mega tidak masuk dan itu sukses membuat pekerjaan Senja semakin banyak, bagaimana tidak jika biasanya Mega yang akan merangkum kasusnya tapi sekarang Senja sendirian, bukan tidak ada orang lain, tapi memang Senja hanya klop dengan Mega.


Saking sibuknya bekerja sampai Senja benar-benar lupa waktu. Seseorang mengetuk pintu ruangannya.


"masuk"


orang itu masuk, Senja melihat ke arah pintu


"ibu maaf ada tamu"


"siapa?"


"namanya pak Aldo"


"Aldo? suruh ke ruangan saya"


"baik ibu"


Senja menata duduknya, kedatangan seseorang yang tidak biasanya membuat Senja penasaran dengan maksud dan tujuan kedatangannya.


"siang ibu hakim" Aldo hadir di ruangan Senja dengan senyuman yang lebar


"bisa aja kamu, silahkan duduk"


Aldo duduk di depan meja Senja

__ADS_1


"ada perlu apa nih?"


"mau ngajak makan siang bisa?"


"makan siang?" Senja melihat jam tangannya, wanita itu menepuk jidatnya


"nggak kerasa udah jam makan siang aja"


"kamu terlalu sibuk sih"


"iya partner kerja aku hari nggak masuk, oh iya mau makan siang dimana?"


"terserah kamu aja, kamu bebas memilih "


"hmmm biar nggak bolak-balik gimana kalau di depan kantor aja, makanannya enak-enak "


"ok"


"kamu kirim pesan juga? sorry-sorry beneran nggak sempet cek hp "


"iya gapapa, yang penting kan sekarang aku udah di sini"


Senja tersenyum, mereka berdua berjalan kaki menuju cafe yang Senja maksud. Mereka berdua duduk berseberangan. Senja memesan spaghetti carbonara dan jus jeruk, Aldo memesan steak. Mereka makan sambil ngobrol menceritakan banyak hal. Senja tidak jarang tertawa mendengar cerita nostalgia mereka saat masih sama-sama sekolah.


"oh iya terus sekarang siapa yang ngurus perusahaan ayah kamu?"


"ada asisten Ayah dulu"

__ADS_1


"kenapa nggak kamu aja? "


"bentar lagi, aku lagi nyiapin diri dan belajar biar bisa memajukan perusahaan yang ayah tinggalkan, basic aku sebenarnya bukan di bisnis tapi demi ini aku rela belajar lagi dari awal"


"seru loh bisnis kalau kamu mau aku bisa ngajarin kamu "


"wiiih yang sekarang bisnisnya di mana-mana"


"eh enggak bukan gitu, ya daripada kamu belajar sama orang lain, aku bisa ngajarin kamu"


"sementara ini kayaknya nggak ada yang serius, semuanya terkendali, aku bisa belajar dengan cepat dan ternyata tidak serumit yang aku bayangkan"


"seru seru loh bisnis, apalagi kalau sudah tahu keuntungannya pasti bakalan nagih "


"iya juga sih, aku juga udah banyak masukkan dari temen-temen yang udah lebih dulu di dunia bisnis dan rata-rata mereka sukses"


"oh iya, by the way kamu sama Radika gimana?"


"gimana apanya? Aku sama Radika udah selesai"


"semudah itu Radika lepasin kamu?"


"sebenarnya dia belum tanda tangan surat perceraian kita, tapi bagiku semuanya udah berakhir "


"kalau boleh tahu apa yang terjadi di antara kalian?"


"hampir semua orang tahu tapi mungkin karena kamu nggak stay di Indonesia makanya kamu nggak tahu cerita tentang aku dan Radika"

__ADS_1


"aku udah dengar dari teman-teman kita, tapi aku masih pengen denger jelasnya dari kamu"


"aku nggak akan klarifikasi apapun, biarkan berita yang tersebar itu menjadi alasannya, dan aku tidak akan memperbaiki ataupun memperburuk apapun statement yang tersebar di luar sana"


__ADS_2