Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
141


__ADS_3

Ja it's okay, kamu lihat mama, seharusnya beliau lebih sakit hati di bandingkan dengan mu tapi nyatanya beliau mampu memaafkan bahkan masih menerima papa dengan ikhlas (Senja)


Senja berusaha meyakinkan dirinya sendiri agar bisa sepenuhnya memaafkan Radika.


"ayo Ja" Radika sudah membukakan pintu mobil untuk Senja tapi Senja malah bengong.


Setelah Radika memanggilnya barulah Senja sadar dan masuk ke dalam mobil.


"mah" Rio menyentuh satu tangan Melinda. Rio tengah menyetir, Rio melirik istrinya yang bibirnya melengkung menyimpulkan senyum manis


"mah papa akan berusaha memperbaiki segalanya"


Melinda melihat ke arah suaminya, mimik wajah suaminya terlihat serius. Melinda sama sekali tidak paham dengan apa yang di katakan Rio.


"papa akan membuat mama kembali seperti dulu, bahagia dan ceria, beri papa kesempatan ya mah"


Melinda tersenyum mendengarnya, Melinda menggenggam tangan Rio dengan erat.


"semua orang berhak di berikan kesempatan lagi asal mau bersungguh-sungguh dan benar-benar berusaha untuk tidak lagi melakukan kesalahan-kesalahan yang sama"


"terimakasih ya mah, setelah ini papa akan membantu Radika agar bisa kembali bersama Senja mah"

__ADS_1


"jangan dulu pah, biarkan Radika mengusahakan segalanya sendiri, toh yang paling memahami Senja adalah Radika"


"baiklah mah"


Rio, Melinda, Radika dan Senja segera menuju ke halaman belakang rumah saat mereka sampai di rumah Senja. Bau-bauan barbeque yang menggelitik hidung lah yang menuntun mereka menuju halaman belakang.


"Bunda" Senja memanggil bundanya untuk menemui Melinda.


"gimana kabarmu Mel?" Cindy memeluk Melinda dan mencium kedua pipi Melinda


"baik mbak Cindy, ini sebenarnya ada acara apa mbak kok nggak bilang ke aku mbak?"


"nggak ada yang spesial Mel, cuma Senja ingin berkumpul bersama keluarga dan teman dekat nya. Itu di sana ada temen Senja dengan calon suaminya" Cindy menunjuk Mega yang sedang memandangi Kenzo yang bermain dengan Miko


Rio hanya diam saja saat Cindy tidak mengajaknya berbicara, Rio hanya membuntuti kemana Melinda beranjak.


Radika menghampiri Mega


"Meg"


"eh elu Dik, lama kita nggak ketemu, gimana kabarnya?" Mega bersalaman dan saling cipika-cipiki

__ADS_1


"baik Meg, lu gimana? kayaknya Kenzo bakalan punya ayah baru, bener nggak?"


Mega tersipu mendengarnya


"belum se serius itu"


"masa?"


"iya lagian gua juga masih takut kalau orang tua Miko bermasalah sama status gua"


"gua kenal orang tua Miko, kami bekerjasama dengan baik, mereka modern kok ngga kolot tenang aja"


"se modern apapun, mereka akan berpikir ratusan kali kalau anaknya yang masih single menikah sama gua yang udah punya anak, kagak nikah lagi, nggak ada plus-plus nya"


"jangan berkecil hati wahai teman dari istriku, gua bersedia bantuin lu"


"no no no ini urusan internal bukan eksternal, mending gua aja yang berusaha dengan kemampuan gua membuat orang tua Miko terkesan dan akhirnya suka sama gua dan menerima gua sebagai mantu mereka"


"gitu kek dari tadi, pesimis mulu, oh iya by the way Senja di kantor aman kan?"


"aman gimana?"

__ADS_1


"ya aman-aman aja kan? biasanya banyak yang nyamperin ke kantor buat makan siang sama Senja "


"tuh salah satunya, dulu Miko sering tuh nyamperin Senja ke kantor "


__ADS_2