
"nggak boleh marah-marah nanti cantiknya hilang ya udah Bunda ke kamar dulu ya nanti jam 12 siang Bunda panggil kamu lagi untuk treatment. Sarapan kamu sama Radika nanti di antar "
"iya Bunda"
Senja kembali menutup pintu dan memutuskan untuk mandi dan keramas karena rambutnya terasa berat akibat hair spray kemarin.
Radika masih tertidur dengan nyenyak sampai tiba-tiba ponselnya berbunyi dan membuatnya terbangun dengan spontan. Terlihat di layar ponselnya tertera nama "Guardian Angel ❤️" dan cepat-cepat Radika mengangkatnya.
"hai sayang" suara habis bangun tidur Radika terdengar sangat khas
"kamu baru bangun? kamu semalam pasti gituan sama Senja kan ? kamu bohong aaaaa kamu jahat"
"sayang dengar dulu jangan marah-marah aku sama sekali nggak ngapa-ngapain sama Senja, kamu bisa tanya Senja"
"bohong buktinya kamu baru bangun kan? kamu pasti kecapean habis gituan sama Senja"
"enggak Angel aku nggak ada yang kayak gitu"
"kita ketemu sekarang"
"nggak bisa sayang hari ini kan resepsi pernikahan aku sama Senja aku nggak boleh kemana-mana"
"aaaaa nggak mau tahu pokoknya kita harus ketemu, kalau kamu nggak bisa menemui aku berarti aku yang akan menemui kamu"
Telepon di matikan oleh Angel, Radika menggaruk-garuk kepalanya bingung menghadapi kekasihnya itu.
Senja keluar dari kamar mandi dengan rambut basah selesai keramas, Radika memandang sahabat yang sudah menjadi istri sahnya itu.
"kamu belum aku apa-apain udah keramas aja"
__ADS_1
"emangnya nunggu ngapa-ngapain dulu baru keramas? sana mandi habis ini mau ada MUA yang mau treatment aku"
"iya istriku sayang ha ha ha "
Senja mengeringkan rambutnya di depan cermin dengan hair dryer.
tok...tok...tok...
"layanan kamar..."
Radika membuka pintu dan terlihat mamanya bersama papanya membawa dua nampan makanan beserta minuman juga buah dan dessert.
"mama hwaaaah" Radika menguap
"eh baru bangun banget ya?"
Melinda dan Rio saling pandang dan tersenyum melihat putranya sendiri
"Senja mana?"
"tuh mah dia habis mandi Ja.... ada mama "
"huss kamu itu panggil istri kok Ja Ja aja yang mesra kek" Melinda memprotes
"he he kebiasaan mah, sayang.... ada mama nih nganterin sarapan buat kita"
Senja setengah berlari menuju pintu dengan rambutnya yang masih basah.
Melinda dan Rio saling senggol-senggolan dan tersenyum melihat anak mantu mereka dengan rambut yang basah di pagi hari.
__ADS_1
"mama kenapa repot-repot? kan ada pelayan" Senja mengambil satu nampan di tangan Melinda
"Dik ambil itu makanannya papa keberatan " Senja
"oh iya " Radika mengambil nampan dari tangan Rio
"ya sudah kalian sarapan ya habis ini MUA datang"
"iya mah"
Melinda menarik tangan Radika agar sedikit menurunkan telinganya karena Melinda akan membisikkan sesuatu
"bikin cucu yang banyak buat mama ya " Senja dan Rio sama-sama tidak mengerti apa yang Melinda bisikan kepada Radika.
Radika tersenyum tapi kemudian dia paham bahwa kedua orang tuanya telah salah arti melihat Senja dengan rambut yang basah.
"beres mah Radika bikinin sebelas biar rame"
Senja mengernyit tanda meminta penjelasan kepada Radika tapi Radika hanya tersenyum tanpa berkata apa-apa.
"mama sama papa siap-siap juga ya da..."
Melinda dan Rio berlalu meninggalkan Senja dengan tanda tanya besar di kepalanya.
"mama ngomong apa?" Senja
"kata mama minta cucu yang banyak dari kamu"
"nggak ada hal kayak gitu" Senja berlalu membawa masuk makanan dan menaruhnya di meja.
__ADS_1