
Radika sudah keterlaluan, bagaimanapun yang istrinya adalah Senja bukan Angel, apa yang harus aku lakukan? apa aku harus ikut campur? tapi sepertinya Senja baik-baik saja, aku akan ikut campur jika Senja sudah merasa tidak baik-baik saja, sementara aku akan hanya memantau mereka. (Rendra)
"coklat hangat sesuai pesanan" Senja menerima cangkir dari Rendra, Senja memegang dengan kedua tangannya, merasakan kehangatan yang menembus dari cangkir yang terisi coklat hangat.
"punya Abang mana?"
"Abang mengurangi yang manis-manis"
"takut gendut ya Bang?"
"bukan, papa kan ada riwayat diabetes Ja dan Abang sebagai keturunannya enam kali lebih beresiko terkena diabetes juga jadi Abang jaga-jaga aja"
"Abang udah pernah cek ke dokter"
"sebenarnya belum sih Abang takut"
"Abang takut?"
Rendra mengangguk
"cek ke dokter itu perlu loh Bang biar kita bisa tahu kondisi tubuh kita seperti apa"
"iya deh besok-besok Abang akan cek"
"nggak boleh ingkar loh"
"iya adek Abang"
Mereka berdua bercerita panjang lebar, tak terasa waktu sudah sangat larut, hawa dingin sudah mulai terasa di lapisan kulit Rendra dan Senja. Senja menggosok lengannya beberapa kali.
__ADS_1
"masuk gih udah larut banget" Rendra
"tapi Radika belum balik Bang"
"biar Abang yang nunggu dia, ini udah lewat tengah malam kamu istirahat sana"
"beneran gapapa Bang?"
"gapapa Ja"
Di tempat lain....
Radika tengah melawan keinginannya untuk melanjutkan aktivitasnya.
Angel sudah bersiap dengan pakaian yang hampir semuanya telah tertanggal dari tubuhnya, Angel menyentuh bagian tubuh Radika yang sudah telanjang dada.
"Senja" dalam ketidak warasannya Radika menyebut nama istrinya dan itu sukses membuat Angel kesal.
"br*****k kenapa selalu Senja dan Senja apa istimewanya wanita itu? aku kekasih mu Radika" Angel sangat kesal dan mendorong tubuh Radika dari hadapannya, Radika jatuh ke lantai dari ranjang.
gua harus pulang (Radika)
Dengan sisa-sisa kesadaran yang masih ada Radika memungut kemejanya di lantai dan langsung meninggalkan Angel di apartemennya.
Pelan namun pasti Radika menyetir sampai ke rumahnya.
tok...tok...tok...
Rendra membuka pintu dan Radika ambruk di pelukan kakaknya
__ADS_1
"lu mabok?"
"enggak Bang, gua gerah Bang, Senja mana Bang?"
"di kamar"
Radika susah payah naik ke kamarnya menemui istrinya.
bruak !
Senja sangat terkejut sampai terbangun dari tidurnya, Radika langsung menghambur ke pelukan Senja, terasa sangat dingin tubuh Senja dengan keadaan tubuh Radika yang merasa kepanasan.
Radika mencoba memaksa Senja untuk melampiaskan nafsu dari efek obat yang sudah menguasai dirinya.
Rendra masuk kemudian menarik Radika dan menyeretnya ke kamar mandi, mendudukkan tubuhnya di dalam bathtub kemudian mengguyur kepalanya menggunakan shower.
Radika hanya diam merasakan hawa dingin menghampirinya membuatnya merasa nyaman, setelah di rasa cukup Rendra membiarkan Radika berendam beberapa saat.
"ada apa Bang?" Senja
"Radika diberi obat perangsang"
"dari mana Abang tahu?"
"sudah terlihat jelas kamu saja yang naif dan tidak tahu hal semacam ini"
"terus aku harus apa Bang?"
"biarkan dia beberapa saat di sana dulu, biarkan dia sadar"
__ADS_1
Senja mengangguk tanda mengerti.