
Radika datang dengan air dingin dan nasi satu piring.
"makan ayam sambel ijo kamu tuh" Senja menerima piring berisi nasi dan menaruhnya di depannya.
"lah masa gua makan sendiri?"
"ya sama gua lah"
Radika dan Senja sama-sama pecinta pedas dan sambal adalah makanan wajib bagi mereka berdua.
"gua kulitnya Dik"
"iya-iya gua tahu, yang boleh makan kulit ayam cuma lu doang "
"ha ha ha bener banget"
Mereka berdua makan semua apa yang sudah mereka beli tadi sampai kekenyangan.
separah apapun rasa sakit hati yang aku rasakan terhadapmu akhirnya akan tetap musnah, karena sakit itu tidak kalah besar dari rasa cintaku padamu Radika (Senja)
......................
Hari dimana mereka akan ke Bali tinggal menunggu jam saja, semuanya sudah tertata rapih dan tinggal menunggu Bunda yang akan ikut mengantar ke airport.
"jadi si Angel nggak jadi ikut?" Senja
"enggak"
__ADS_1
Senja berbalik membelakangi Radika, senyumnya merekah mendengar kabar bahwa Angel tidak jadi ikut ke acara honeymoon mereka ke Bali.
"Ja" Radika memeluknya dari belakang
"kenapa?" Senja menyentuh tangan Radika yang ada di perutnya
"bentar" Radika mencium leher Senja dan menghirupnya dalam-dalam
"kenapa sih?"
"sebenarnya gua masih marahan sama Angel"
"soal apa?"
"gara-gara di mall waktu itu"
"ehemm nggak sabar banget kayaknya pengen berduaan aja" Melinda tiba-tiba datang ke kamar anaknya yang pintunya terbuka
"Dik malu ah ada mama tuh"
"biarin gapapa kan mah?"
Melinda tersenyum melihat tingkah anaknya
"dasar anak nakal, sayang... Bunda kamu udah datang mau berangkat sekarang?"
"iya mah, ih udah lepas ada Bunda juga " Senja menepuk-nepuk tangan Radika agar melepaskannya, Radika mengalah dan melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Mereka semua turun menemui Cindy yang sudah duduk di ruang tamu dan mengobrol bersama Rio.
"Bunda..." Senja duduk di sebelah Cindy kemudian Cindy mencium anak semata wayangnya itu.
Waktu keberangkatan masih sekitar dua jam lagi dan semua orang sudah berkumpul di ruang tamu.
"mama.... papa... Bunda... mumpung semuanya lagi ngumpul Radika sama Senja mau menyampaikan sesuatu " Senja
"menyampaikan sesuatu apa sayang?" Melinda mulai kepo
"gini mah rencananya setelah pulang honeymoon aku sama Senja mau tinggal di apartemen, gimana menurut mama, papa dan Bunda?" Radika
Semua orang diam, terlihat jelas tidak ada yang setuju dengan usul kedua anak mereka.
"Bunda... kita nggak jauh kok di daerah deket-deket sini aja" Senja mencoba meyakinkan Cindy
"mama nggak bisa melarang kalian karena kalian kan sudah berumah tangga dan menurut mama pilihan kalian bagus juga meskipun sebenarnya mama nggak begitu suka" Melinda
"Bunda juga sebenarnya nggak setuju tapi kalau itu membuat kalian berdua nyaman Bunda ijinkan, tapi kalian harus sering main ke rumah Bunda juga mama kamu ya"
"pasti dong Bunda..." Senja memeluk ibundanya dengan penuh kasih sayang.
"jadi kalian ini sudah punya apartemen sekarang?"
"kebetulan sudah pah" Radika
"ya sudah kalau gitu, papa cuma bisa mendoakan kalian bahagia akur-akur dan jangan sungkan meminta bantuan kepada papa, mama atau Bunda "
__ADS_1
"siap pah" Radika memberikan isyarat tangan hormat kepada sang Ayah.
Mereka semua berangkat ke airport untuk mengantarkan Senja dan Radika untuk bulan madu ke Bali.