Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
128


__ADS_3

"dor"


Rendra terperanjat sangat kaget karena seseorang menepuk punggungnya dengan keras.


"hi my rival" Rendra menoleh dan melihat gadis yang tadi di restoran


"Edna?" Rendra langsung mengenali siapa gadis muda di hadapannya itu


"kamu di Indonesia?" Rendra melanjutkan lagi perkataannya


"emangnya kelihatannya gimana? aku di sini" gadis itu berputar di hadapan Rendra


"wait wait ini sedikit aneh, apa yang membuatmu datang ke mari?"


"aku menerima tantangan dari seseorang"


"untuk?"


"menggeser mu dari posisimu sekarang"


Rendra terdiam


"mimpi, bersama siapa kamu ke Indonesia?"


"aku bersama koper dan paspor ku"


"kamu tinggal dimana?"

__ADS_1


"sayangnya aku tinggal di apartemen ini juga"


"sial, ya sudah ayo ke apartemen ku dulu"


"oke bisa bawa koperku?"


"dasar wanita aneh"


Edna lebih dulu berjalan di hadapan Rendra, padahal gadis itu sama sekali tidak mengetahui di mana mana letak apartemen Rendra. Rendra dan Edna berteman sejak mereka kuliah di luar negeri, mereka sama-sama menggeluti pekerjaan yang sesuai dengan passion mereka berdua. Edna dan Rendra adalah 2 diantara beberapa banyak mahasiswa yang memiliki otak yang cerdas dan juga nilai yang tinggi. itulah mengapa mereka berdua sangat sering bersaing di segala momen. jika bukan Edna maka Rendra, jika bukan Rendra maka Edna.


mereka selalu menjadi satu dan dua, bahkan mereka tidak jarang berada di posisi yang sama. itulah mengapa Edna menamai Rendra sebagai rivalnya. Edna selalu kesal jika Rendra lebih unggul darinya, tapi kenyataannya mereka berdua sebenarnya sama-sama pintar dan berpotensi tinggi untuk menjadi hakim yang sukses dan terkenal.


Edna berdiri menunggu Rendra di depan lift, karena Edna sama sekali tidak tahu lantai berapa yang akan mereka tuju untuk masuk ke apartemen Rendra.


"udah tahu bego, masih aja sotoy "mereka berdua masuk ke dalam lift secara bersamaan, Rendra menekan tombol sampai ke lantai 23.


"oh ya? "


"wait aku cek dulu"


Edna merogoh sesuatu di dalam tasnya yang dia jepit di antara ketiak dan tubuhnya, Edna mengeluarkan akses card dan membaca tulisan yang tertera di sana.


"bener kok 23" Edna


"ini persis di depan apartemen aku"


"wow seru nih bakalan, aku nginep di tempatmu aja gimana?"

__ADS_1


"nggak ada"


Mereka sampai di lantai tujuan mereka, setelah pintu lift terbuka mereka berdua menghambur keluar, Rendra masih setia menyeret koper milik Edna.


"ini apartemen aku, dan mungkin itu punya kamu"


"aku coba dulu deh"


Edna menempelkan kartu akses ke pintu dan benar itu terbuka


"yey beneran disini"


"welcome to Indonesia my rival"


"thank you, tunggu aku akan menggeser mu dari kedudukan mu saat ini"


"aku menunggu hal itu terjadi, aku masih penasaran siapa yang menantangmu untuk melakukan hal itu "


"sebenarnya itu hanya alasanku, Aku hanya ingin melawanmu dan menang darimu"


"aku menjadi lebih tertantang untuk meladenimu dengan semua cara-cara yang sudah kamu persiapkan untuk menggeserku dari posisiku saat ini. aku menunggu tindakanmu "


"jangan terlalu percaya diri akan kehebatanmu, aku sudah belajar lebih setelah kita sama-sama lulus, rasa-rasanya kamu benar-benar akan turun dari posisi itu dan membiarkan aku mendudukinya"


"aku menunggumu "


Rendra mengajak Etna masuk ke apartemennya sebentar untuk......

__ADS_1


__ADS_2