Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 92


__ADS_3

Tanpa sadar Senja menitikkan air mata mengingat penghianatan Rio pada Melinda.


"Senja kamu kenapa sayang?" Melinda memeluk Senja yang semakin menangis sejadi-jadinya


"mama... " Senja tak mampu memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi di antara Rio dan Angel


"kenapa nak? apa Radika menyakiti mu? cerita sama mama sayang"


Senja benar-benar tidak sanggup mengatakan apa-apa, Senja hanya menggelengkan kepalanya kemudian mengusap air matanya.


"aku gapapa mah, dan Radika tidak menyakiti ku, aku hanya sangat tersentuh akan cinta mama ke papa, mama mau merawat papa yang sakit"


"tentu saja nak, papa adalah belahan jiwa mama"


"kenapa mah?" Radika


"mama juga bingung Dik, tiba-tiba Senja menangis, apa kalian bertengkar?"


"enggak mah"


"aku sama Radika gapapa mah, aku cuma kagum sama kasih sayang mama ke papa"


"yakin gapapa nak?"


"gapapa mah beneran"


......................


Melinda duduk terdiam sendirian di bangku belakang rumah.


"mama" Rio memegang kedua pundak istrinya


"eh pah"


"mama kenapa ngelamun?"


"mama mikirin menantu kita pah"


"ada apa dengan Senja mah?" ada sedikit perasaan gelisah di hati Rio


"kemarin waktu Senja dan Radika kesini jengukin kamu, tiba-tiba dia menangis"

__ADS_1


"ada apa? apakah Radika dan Senja sedang bertengkar?"


"mereka berdua sih bilangnya enggak, tapi Senja bilang dia hanya tersentuh melihat kesetiaan mama ke kamu pah, anak itu terharu katanya"


Rio menelan Saliva nya dengan susah payah


"aneh kan pah?"


"iya mah, apa jangan-jangan sebenarnya Radika dan Senja sedang ada masalah" Rio mencoba mengalihkan pembicaraan


"apa kita samperin mereka ke apartemen aja ya pah?"


"mama aja gimana? kalau sama papa takutnya Senja nggak nyaman, kalau ke mama kan sama-sama wanita "


"iya juga pah, ya udah besok mama akan ke apartemen mereka"


Rio sengaja tidak ingin ikut ke apartemen Senja, rasa takut akan ketahuan tabiat buruknya oleh sang Melinda menjadi alasan utama.


......................


"kamu selalu pakai cincin ini? ini cincin dari mana?"


"hadiah dari Abang Rendra"


"waktu kita semua makan disini pas ada Bunda juga "


"oh..."


Radika memainkan rambut Senja yang wangi, wangi favorit Radika.


"sayang" Radika


"hm?"


"yuk"


"enggak"


"kenapa?"


"aku capek"

__ADS_1


"aku pijitin deh"


"enggak Dik aku capek, aku cuma pengen tidur"


"ya udah "


Radika meninggalkan Senja di kamar sendirian, Radika mengambil ponselnya kemudian tiduran di sofa sambil memainkan ponselnya.


Senja melihat dari dalam kamar, Radika sibuk dengan ponselnya.


bagaimana kalau Radika kembali lagi menghubungi Angel dan bersamanya malam ini? seharusnya sebagai istri aku tidak boleh memberi kesempatan Radika dan Angel dapat bertemu, mungkin aku tidak bisa melarang mereka bertemu tapi setidaknya aku bisa mengahalau kesempatan mereka bertemu (Senja)


Senja menaruh laptopnya kemudian menyemprotkan parfum ke badannya, Senja menghampiri Radika di sofa kemudian duduk di tepi sofa.


"ayo"


"kemana?"


"katanya mau itu"


"tadi bilangnya nggak mau"


"sekarang mau"


Radika tersenyum, Radika bangkit dari tempatnya berbaring kemudian menjajarkan duduknya dengan Senja.


Radika mencium bibir Senja dengan lembut, Senja membalasnya kemudian mengalungkan tangannya di leher Radika.


"yuk" Radika


"tapi pijitin dulu ya"


"siap sayang"


Mereka masuk ke dalam kamar dan kalian akan tahu kelanjutannya seperti apa.


Hai reader semua...


seperti janji ku tempo hari, di tanggal 23 ini aku akan memberikan part ekstra untuk pembaca setia "sadari cintaku"


Yang pertama akan up siang dan yang ke dua akan up malam ini. Stay tune with "sadari cintaku"

__ADS_1


love you reader ku semua....


__ADS_2