
Puas mendaki bukit yang tidak begitu tinggi, kini akhirnya mereka harus pulang. Mereka harus terbang jam delapan malam nanti.
Radika melihat jam tangannya.
"udah setengah lima sore sayang kita balik ke penginapan sekarang?" Radika
"iya"
Mereka akhirnya pulang ke penginapan terlebih dahulu untuk mandi dan bersiap menuju airport untuk penerbangan pulang.
......................
Radika melihat Melinda melambai-lambai ke arahnya, segera Radika menggandeng tangan istrinya untuk menghampiri orang tuanya.
"aaaa mama kangen banget" Melinda mencium anak menantunya dengan gemas
"ayo kita pulang" Rio
Mereka berempat pulang tapi sebelumnya mereka akan makan dulu, sebenarnya jam makan malam sudah jauh terlewati, tapi karena Senja sama sekali tidak mau memakan makanan di pesawat dan itu membuat Radika cemas takut Senja masuk angin, jadi mereka memutuskan untuk makan terlebih dahulu.
__ADS_1
Senja terlihat lahap memakan seafood yang sudah di hidangkan. Radika sangat suka melihat Senja makan, apalagi jika sangat lahap seperti sekarang ini. Itu membuat Radika puas, karena sejak awal mereka kenal Radika memang sangat suka dengan cara makan Senja. Senja bukan tipe orang yang pilih-pilih makanan, semuanya dia suka, apalagi nasi yang di bungkus dengan kertas makanan, itu adalah favoritnya.
Radika ingat dulu waktu mereka masih sama-sama SMA, Senja yang memang kesiangan waktu itu, dia membawa bungkusan makanan masakan Bunda yang di bungkus dengan kertas makanan dan bukan dengan kotak bekal atau sterofom. Hari itu di sekolah ada acara outbound ke puncak.
Semua orang berkumpul lebih pagi dari biasanya, karena semuanya harus berkumpul dahulu sebelum berangkat ke tempat outbound. setelah sampai di tempat outbound, Senja memakan bungkusan makanan yang dibawanya dari rumah di bawah pohon, dengan lahapnya. Dan lucunya senja menggunakan karet gelang pembungkus nasi untuk mengikat rambutnya.
senja memang gadis yang polos dan apa adanya, dia bukan tipe gadis yang seperti pada umumnya. Kepribadiannya yang menyenangkan dan ramah membuat banyak orang suka berteman dengan Senja, begitu juga Radika, Radika sangat menyayangi senja.
"enak banget ya sayang? "
Senja hanya mengangguk dan tetap melanjutkan makannya.
Cindy tersenyum melihat kelakuan senja yang baginya itu lucu, Cindy berinisiatif untuk memesan lagi makanan yang Senja makan.
"Mama pesan lagi? " Senja
"buat kamu sayang, mama lihat kamu lapar banget "
"hah buat Senja? ini banyak banget loh mah kalau Senja habisin sendiri pasti nggak bisa "
__ADS_1
"aku bantuin kamu habisin sayang " Radika
"kita lomba? " Senja
"oke! siapa takut "
Cindy hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak juga menantunya.
ring ring ring
Ponsel Rio berdering, setelah melihat di layar ponselnya siapa yang menelepon, Rio kemudian meminta izin untuk mengangkat telepon dan menjauh dari Cindy, Radhika, juga Senja.
"ha ha ha "
Tawa Radhika senja dan Cindy menggema di ruangan VIP restoran, itu terdengar jelas oleh Rio yang berada di luar ruangan. Beberapa saat kemudian Rio kembali ke dalam ruangan dan melanjutkan makan bersama keluarganya.
"siapa yang telepon pah? "
"klient mah "
__ADS_1
"kamu kebiasaan deh kalau udah di luar kantor masih aja ngurusin kerjaan "
"ya mau gimana lagi, kita kan harus profesional "