Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
148


__ADS_3

"gapapa kan mbak Cindy kalau Radika nginep disini?"


"kok tanya nya gitu sih Mel, gimanapun juga Radika masih sah sebagai menantu ku "


"tuh Bunda aja masih mengakui aku sebagai menantunya" Radika membisikan kata-kata itu di telinga Senja, Senja hanya diam saja tidak menanggapi Radika, mau seperti apapun Senja menolaknya itu tidak akan berguna saat semua orang mendukungnya.


"mama pulang ya sayang, mama berharap kalian kembali bersama, beri Radika satu kali lagi kesempatan untuk memperbaiki segalanya ya sayang"


"oke, ini semua demi mama, aku akan memberikan satu lagi kesempatan untuk Radika bersama Senja, Senja harap semuanya akan membaik setelah ini" akhirnya Senja setuju memberikan satu kali lagi peluang untuk Radika. Radika sangat bahagia mendengarnya.


"terimakasih ya sayang tetap mau menjadi menantu mama, mama tidak bisa membayangkan jika kamu benar-benar pergi dari kehidupan mama dan Radika. semua orang pernah melakukan kesalahan, memberikan kembali kesempatan memperbaiki segalanya adalah suatu kebaikan yang sangat berharga, jika memang dengan ini Radika masih tidak berubah maka mama benar-benar akan menyuruh kamu berpisah dengan Radika, itu janji mama sayang"


"iya mah Senja akan berusaha melupakan semuanya dan memulai dari awal"


"makasih ya mah" Radika


"iya sayang, ya sudah mama pulang ya jaga diri kalian baik-baik "


"iya mah"


Melinda bersama Rio akhirnya pulang.

__ADS_1


"makasih ya sudah memberikan aku kesempatan lagi" Radika menarik tangan Senja setelah semua orang masuk ke dalam rumah.


"kamu dengar sendiri kan aku melakukan itu untuk mama"


"untuk siapapun aku nggak perduli, yang penting aku kembali sama kamu"


"terserah "


......................


Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, saat semua orang sudah masuk ke kamar masing-masing, Senja dan Radika masih di depan TV. Sebenarnya Senja bingung, apa dia benar-benar harus satu kamar dengan Radika langsung. Maksudnya secepat ini tanpa ada pendekatan dulu?


"ayo ke kamar, aku ngantuk" Radika


"kamu duluan aja, aku masih mau nonton ini"


"ya udah aku temenin" Radika tidur dan menaruh kepalanya di pangkuan Senja


astaga kenapa Radika gini sih (Senja)


"Ja"

__ADS_1


"hm"


"kamu nggak kangen sama aku?" Radika mulai berbicara, meskipun matanya tertutup tadi dia masih terjaga


"enggak" Senja berbohong? tentu saja


"beneran nggak kangen? ya gapapa sih, tapi aku kangen banget sama kamu, rasanya separuh hidupku udah pergi waktu kamu keluar dari apartemen kita"


Senja tidak menjawab dan mendengarkan apa saja yang Radika bicarakan. Radika melingkarkan tangannya di perut Senja, wajahnya dia sembunyikan persis di perut Senja. Senja juga sebenarnya sangat merindukan Radika.


"maafin aku ya, sekali lagi maafin aku"


"aku udah lupain semuanya" Senja mengelus rambut Radika


"makasih ya, jauh dari kamu benar-benar bikin aku tersiksa, kita sudah bersama selama ini, mendadak kamu pergi karena kesalahan yang aku buat, aku benar-benar tidak menyangka akan sesakit ini berpisah jauh dari kamu, Sumpah aku menyesal sudah melakukan hal bodoh di hubungan kita"


"lalu sebenarnya apa yang kamu rasakan saat kamu melakukan hal itu di belakang ku?"


"entahlah, aku mohon jangan tanyakan itu lagi, aku merasa sangat bodoh jika mengingat nya"


"baiklah, aku juga sudah lelah menahan semua ini di hatiku"

__ADS_1


__ADS_2