Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 32


__ADS_3

Semua berjalan dengan cepat, undangan, fitting baju pengantin, gedung, catering, semua hampir 100%


Hari ini Rendra pulang karena baru saja Rendra tahu tentang perjodohan Senja dan Radika. Rendra langsung menemui Senja tapi sayangnya Senja sedang keluar bersama Radika.


Senja, Radika dan Angel.


Mereka bertiga duduk bersama dalam satu meja, Senja bertanya-tanya dalam hati sebenarnya apa yang ingin mereka bicarakan.


Angel menggelayut di lengan Radika dengan mesranya. Senja duduk berhadapan dengan Angel dan Radika


"ada apa ini?" Senja


"sebelumnya gua mau minta maaf sama lu Ja, sebenarnya gua mau terima perjodohan ini karena Angel"


"tunggu gua nggak ngerti deh"


"iiih sayang kamu bertele-tele banget biar aku yang jelasin. Senja jadi ini tuh sebenernya kesepakatan gua sama Radika, Radika mau nikah sama lu karena dia mau selalu deket-deket gua, kan gua juga kerja di perusahaan lu jadi Radika mau ngejagain gua gitu"


lagi-lagi tentang Angel? astaga kenapa aku bisa lupa kalau Radika punya Angel. Seperti anganku yang sudah di puncak langit tiba-tiba saja terhempas begitu saja ke tanah. ha ha ha bodohnya aku (Senja)


"lu tenang aja gua juga terpaksa nikah sama dia, kalau nggak karena kesehatan Bunda nggak akan gua nikah sama dia"


Segera Senja pergi meninggalkan Radika dan Angel di meja mereka, Senja tidak mungkin mampu menahan air matanya di depan Radika jika sudah separah ini kejadiannya.

__ADS_1


"ok deh kalau gitu kan impas kamu dan Senja sama-sama terpaksa jadi nggak usah merasa bersalah ya kan sayang"


Radika hanya diam tak menanggapi perkataan Angel.


jadi hanya karena Bunda Senja mau nikah sama gua? lagian gua berharap apa? berharap Senja suka sama gua ? heh benar kata Angel ini impas (Radika)


......................


Beberapa saat kemudian mobil pesanan Senja merapat di hadapan Senja berdiri, segera Senja masuk karena dia sudah tahu itu adalah taksi online yang dia pesan.


"hiks....hiks...hiks.... " Senja menangis di dalam taksi tanpa perduli lagi dengan sang sopir yang terus memperhatikannya.


Sudah hampir sepuluh menit Senja menangis kemudian sang sopir mengulurkan kotak tisu di hadapan Senja


"tisu nya kak"


"mau ngopi dulu?"


"gapapa?"


"gapapa"


Mobil masuk ke area parkir cafe dan resto. Mereka berdua melenggang masuk dan memesan beberapa makanan dan minuman.

__ADS_1


"udah lama kita nggak ketemu ya"


"iya Ko, kamu apa kabar?"


"baik, aku nggak akan tanya kabar kamu "


Senja tersenyum sinis.


"kenapa selalu mobil kamu yang jadi tempat aku nangis? kebetulan banget"


"bukan kebetulan, aku mau kenalin diriku dengan benar sekarang biar nggak ada salah paham. Hai aku Miko, owner blue butterfly. Bukan kebetulan jika aku yang selalu nyetirin kamu tapi itu karena aku sengaja. Awalnya nggak sengaja sih tapi setelah itu aku sengaja selalu keep jika kamu yang pesan taksi online "


"terus yang katanya gantiin Ayah itu bagaimana?"


"sedikit drama gapapa lah, setimpal kok dengan tujuannya "


"emangnya tujuannya apa?"


"kenalan sama gadis cantik seperti kamu"


Senja menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tersenyum


"aku suka kamu dan aku memutuskan untuk mengejar kamu mulai hari ini"

__ADS_1


"eh cepet banget, sayangnya kalah cepet" Senja menunjukkan kelima jarinya dan Miko melihat dengan jelas ada sebuah cincin yang melingkar di jari manis Senja.


"sial"


__ADS_2