
"no no no ini urusan internal bukan eksternal, mending gua aja yang berusaha dengan kemampuan gua membuat orang tua Miko terkesan dan akhirnya suka sama gua dan menerima gua sebagai mantu mereka"
"gitu kek dari tadi, pesimis mulu, oh iya by the way Senja di kantor aman kan?"
"aman gimana?"
"ya aman-aman aja kan? biasanya banyak yang nyamperin ke kantor buat makan siang sama Senja "
"tuh salah satunya, dulu Miko sering tuh nyamperin Senja ke kantor "
"sekarang kecantolnya sama elu ha ha ha"
"iya juga sih"
"gua serius Meg"
"serius apa sih?"
"serius gua tanya sama lu, ada yang bolak-balik nyamperin dia nggak?"
"sekarang ini kayaknya nggak ada deh, tapi kapan hari gua pernah lihat ada cowok ganteng, penampilannya oke dan kayaknya sih kaya, dia ngajakin Senja makan "
"Aldo?"
"nggak tahu gua, tapi kayaknya cuma sekali itu deh soalnya gua nggak pernah lagi lihat dia ke kantor"
"ya iyalah"
"emangnya kenapa? jangan-jangan lu ngancam dia ya?"
"sedikit "
"pantesan Senja masih sendiri, orang ada yang jagain "
"tugas lu jagain dia kalau gua nggak sama dia"
__ADS_1
"kagak ah, nggak mau ikut campur urusan lu"
"tega lu Meg, gua masih sayang banget sama dia Meg "
"nyesel lu sekarang? lagian kebanyakan tingkah si lu, pecicilan "
"terus aja pojokin gua lu "
"ya emang lu salah yeee"
"hai Radika, apa kabar?" Miko menghampiri Mega dan Radika yang dia lihat sangat asyik mengobrol dari tadi.
"baik Mik, kalian beneran lagi deket sekarang?" Radika berbasa-basi
"he he iya Dik " Miko terlihat sungkan, mengingat dulu dia pernah di hajar oleh Radika di depan banyak orang gara-gara jalan dengan istrinya
"gua doain jodoh kalian berdua"
"aamiin thanks ya"
"mana Kenzo?"
"dia bocah yang tampan dan pintar, ya udah gua ke sana dulu ya"
"oke"
Radika menuju ke arah Kenzo yang sedang tertawa bersama dengan mama dan juga bundanya.
"Senja, bagi pinjam kereta e, uncle Amar nak datang ambil anak di airport "
"oh iya aunty, ada driver di sana, aunty bisa minta tolong driver antarkan ke airport "
"oh iye ke, okelah macam tuh "
Fauziah mengantarkan suaminya menuju keluar menemui sopir Cindy yang Senja maksud. Sebelumnya Cindy sudah memberitahu kepada sopirnya untuk mengantarkan Amar ke bandara menjemput anaknya.
__ADS_1
"mereka teman Bunda?" Radika menghampiri Senja, dia urung menghampiri mama dan bundanya
"iya, mereka seperti saudara, mereka yang membantu Bunda dan Ayah di KL"
"mereka mau kemana?" Radika mulai kepo
"menjemput anak mereka di bandara "
"anak mereka akan tinggal disini juga?"
"iya untuk beberapa hari, aku mau bakar jagung " Senja meninggalkan Radika
Radika sudah terlanjur penasaran dengan teman Bunda itu, Radika mengikuti Senja ke perapian.
"anak mereka umur berapa?"
"nggak tahu Dik, kata Bunda sih udah mapan"
"cowok?"
"iya"
"kok boleh sih tinggal di sini?"
"emangnya kenapa?"
"kalau gitu aku juga nginep di sini"
"enggak-enggak udah penuh kamarnya"
"aku tidur sama kamu"
"nggak ada"
"Bunda aku nginep sini yah" Radika malah berteriak meminta persetujuan dari Cindy
__ADS_1
"terserah kamu Dika"
"tuh Bunda udah setuju, pokonya aku nginep di sini"