
"bisa tolong lepaskan dia?" Radika mematung beberapa saat kemudian menoleh ke arah belakang punggungnya. Radika melihat sosok laki-laki yang dari tadi memancing emosinya "Aldo"
"ini bukan urusan lu bro, aku dan Senja sedang berbicara soal keluarga kita"
"semua orang juga tahu kalau kalian sudah bercerai" Senja mengintip dari balik tubuh Radika
"Aldo?"
"hai Senja" Aldo melambaikan tangannya pada Senja dengan senyum manis yang terpampang dari bibirnya
Radika menoleh ke arah Senja yang mengintip, tatapannya tajam dan tidak suka.
"lu bisa lepasin Senja?" Aldo kembali mengintimidasi Radika
"kenapa lu ikut campur urusan gua sama Senja?"
"gua nggak bermaksud ikut campur, tapi tadi gua denger Senja pengen lepasin diri dari lu bro tapi lu maksa dia"
"Aldo please ini masalah aku dan Radika, kita akan bicara nanti oke?"
"karena ini Senja yang minta, so gua nggak ikut campur lagi" Aldo kemudian balik badan meninggalkan Senja dan Radika di luar ruangan.
"ada hubungan apa kamu sama Aldo?" Radika
"nggak ada apa-apa"
"kenapa dia nurut sama kamu hanya dengan sekali ucap?"
__ADS_1
"ya mana aku tahu, kalau nggak ada yang penting lagi aku mau masuk dulu" Radika yang memang sedang lengang menjadi kesempatan Senja untuk menarik dan melepaskan tangannya dari Radika.
Senja kembali masuk dan duduk bersama teman-teman perempuannya, Senja akan berusaha agar tidak duduk sendirian, karena itu akan membuat Radika kembali mendekatinya.
......................
Aldo membuntuti Senja selama berjalan keluar menuju parkiran, Senja pulang sebelum acara selesai, Radika yang masih di dalam belum menyadari kepergian Senja dari acara.
"Ja" Aldo menyentuh pundak Senja yang sukses membuat Senja kaget bukan main
"Aldo? astaga, kamu ngagetin" mata Senja sedikit melotot ke arah Aldo
"he he maaf beneran nggak sengaja"
"ada apa?"
"kamu mau pulang?"
"aku boleh kirim pesan ke kamu secara pribadi?"
"ya silahkan aja"
"ok, ya udah hati-hati di jalan ya"
"oke"
Senja kemudian masuk ke dalam mobilnya dan melaju meninggalkan Aldo yang masih setia mematung melihat kepergian Senja.
__ADS_1
Senja sampai di rumah sudah hampir jam sebelas malam. Saat turun Senja sempat melihat ke arah jam tangannya.
Cukup melelahkan juga meskipun tidak ada kegiatan berat yang dia lakukan di tempat itu tadi.
......................
Senja tiba di kantor tepat jam sembilan pagi, setelah membuka pintu ruangannya, Senja mendapati seseorang duduk di kursinya dengan posisi membelakangi pintu. Tentu saja Senja heran dan tidak tahu siapa yang sedang menduduki kursinya.
"permisi bisa saya bantu?" Senja memulai percakapan agar orang itu menoleh ke arahnya, benar saja orang di kursi itu langsung memutar kursinya
"ada perlu apa?" raut wajah Senja berubah setelah melihat Radika lah orang yang sedang berada di ruangannya
"semalam kamu pulang tanpa bilang ke aku" Radika bangkit dan mendekat ke arah Senja
"aku ngantuk" Senja gantian berjalan menuju ke kursinya
"kamu sama Aldo ?"
"enggak" Senja duduk kemudian membuka laptopnya
"aku bisa ngajak kamu ke rumah? mama sakit"
Senja menghentikan jarinya yang tadi tengah sibuk mengetik ini itu
"mama sakit?" Senja mencari kebenaran di dalam mata Radika, dan ya tampak tulus semua perkataannya
lagian mana mungkin Radika berbohong soal mama (Senja)
__ADS_1
"nanti aku ke rumah sepulang kerja"
"aku jemput ya"