Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
Run....Save your life


__ADS_3

Pagi haripun datang, ini merupakan hari yang kami semua tunggu – tunggu, dimana team penyelamat akan datang menjemput kami, haparan yang selama ini kami tunggu kini akan terjujud.


“bagaimana keadaan kakimu rika ?”


“sudah membaik Ao ! lihat ! aku sudah bisa berjalan !”


“syukurlah !”


“tapi masih sedikit terasa nyeri, mungkin aku bisa berjalan tapi tidak untuk berlari”


“setidaknya kau bisa jalan saat team penyelamat datang !”


“ngomong – ngomong soal itu, tadi malam aku mendapat kabar lagi dari team penyelamat”


“BENARKAH !?”


“emmm…karena kalian lagi pada tidur, aku mengangkatnya saja dan dia bilang team penyelamat sudah dekat dengan lokasi kita”


“syukurlah !”


Berarti team penyelamat itu akan benar – benar datang, syukurlah mereka dapat diandalkan dan memberikan harapan.


“kalau begitu, aku akan memberi tau ke yang lain untuk siap – siap, kita tidak tau kapan mereka sampai. Jadi lebih baik bersiap – siap dulu !”


“benar juga ! yuppp ! aku ikut !”


Aku keluar dan memberitaukan seluruh siswa untuk bersiap – siap. Jadi saat team penyelamat datang kita bisa secepatnya berpindah dari sini.


“Ao !”


“bu maya ! ada apa ?”


“apa ada yang terjadi semalam saat kau berpatroli ?”


“tidak ada ! aku, leo dan hans berpatroli bergantian dan tidak ada yang aneh terjadi”


“syukurlah kalau begitu, kurasa kita akan segera bisa keluar dari sini !”


“kita tinggal menunggu kedatangan mereka saja, dan mimpi bukuk kita akan segera berakhir”


Kami menunggu team penyelamat sepanjang waktu, beberapa siswa sudah sangat kegirangan karna ini akan segera berakhir. Namun…kami masih tidak tau jam berapa mereka akan sampai, semoga saja mereka bisa lebih cepat.


“sambil menunggu ! makanlah dulu ! kita harus mendapat energy yang cukup !”


Sambil makan dan menunggu, tak terasa ini sudah 3 jam kami menunggu, dikarnakan kita mengharapkan sesuatu yang selama ini kita harapkan, kesabaran kita semua menjadi tidak terkendali dan terkadang menglontarkan keluhan kita.


“hey….ini sudah 3 jam ! apa mereka benum datang juga ?”


“sudah jam 10 nih ! kemana mereka !”


“aku sudah tidak sabar untuk segera pergi dari sini”


Beberapa siswa sudah tidak sabaran, aku tidak bisa menyela itu karna aku juga memikirkan hal yang sama dengan mereka ! aku ingin juga segera diselamatkan dari sini.


“tenanglah semuanya ! memang kita akan diselamatkan hari ini ! tapi kita tidak tau jam berapa mereka datang ! tetaplah bersabar dan menunggu kedatangan mer-“


DUAKKKKK !!!


“ehh ?”


“apa itu !?”


Terdengar suara seperti didobrak ! suaranya lumayan kencang dan sepertinya yang didobrak pintu yang dekat dengan kami.


“dari mana asal suaranya !?”


“kurasa dari pintu darurat !”


“Leo ! ayo periksa ! kalian semua tunggu disini !”


Aku dan Leo berlari ke arah pintu darurat. Memeriksa asal suara tadi.


“disini ya…”


“suara apa tadi ya, suarnya lumayan kenca-“


DUAKKKK !! BRAKKK ! BRAAKKK !!


“!!!”

__ADS_1


Pintu itu berkali kali di dobrak dan sepertinya pintunya semakin rusak !


“AO !”


“TETAP WASPADA !”


DUAKKKK !! BRAK !!!..................DRAKKKKK !!”


“HAH !”


Tidak kusangka ada zombie yang berhasil mendobrak pintu darurat ini. Namun ternyata aku mengambil kesimpulan terlalu cepat bahwa ternyata itu bukan zombie.


“a….apa itu !?”


Terlihat seperti monster sebesar gorilla namun kurus. Badanya putih dan matanya merah menyala, serta memiliki kuku yang tajam di tangan kirinya.


“a….Ao !”


“i….ini……moster yang dilihat oleh Mika !”


Monster itu tiba – tibe berlari ke arahku dan aku spontan langsung memukulnya dengan pemukul baseball ku ! naumun sepertinya dia hanya terpental ke belakang saja dan bangkit kembali.


“ti…tidak mempan !”


“Pakai senjata tajam !”


“ok !”


Aku mengeluarkan pisau milikku dan ingin menusuknya, namun tiba – tiba monster itu menendangku hingga aku terpental.


“AGHHHH !!”


“AO !”


“KYAAA !”


“!!!”


Tiba – tiba ada seseorang yang berteriak, dan ternyata…monter – monster itu bermunculan dari atap bioskop yang mereka lubangi.


“Ao ! kita harus menyelamatkan yang lain !”


“SIAl !”


“Makan Ini !”


Saat monster itu terkena cairan kimia itu, Kami langsung berlari meninggalkan monster itu dan pergi menghampiri teman – teman kami. Begitu sampai, ada 3 monster yang sama dan skenario terburuknya monster itu sudah membunuh beberapa teman kami.


“apa ini…..APA APAAN INI !”


“Ao ! tenanglah ! masih ada yang bertahan ! jangan kehilangan harapan !”


“Ughh ! Kita harus Lari ! Monter – monster ini terlalu kuat !”


“Baiklah !”


Leo berlari ke monster yang ingin menyekap rika dan beberapa murit disana, dia memukulnya hingga monster itu terpental dan melempar cairan kimia.


“sepertinya itu tidak mempan, tapi cukup untuk membuatnya diam sejenak !”


“Leo !”


“kalian tidak apa – apa ? kita harus lari dari sini !”


“kami mungkin bisa berlari tapi…..rika !”


“benar juga ! rika ! naik ke punggungku !”


“ehh…..tapi…..”


“kita tidak punya waktu ! cepat naik ke punggungku dan pegangan yang erat !”


“ba….baiklah”


Rika naik ke punggung Leo dan berpegang sangat erat di punggungnya.


“baiklah….Dada mu boleh juga ya…”


“KAU BILANG TIDAK PUNYA WAKTU KAN !”

__ADS_1


“HEYYY !!”


Aku berteriak ke seluruh siswa dan menyurunya data ke pintu masuk bisokop.


“CEPAT KESINI !!”


Sambil membuka satel besi pintu masuk, beberapa siswa berlari ke arahku.


“Ao ! kemana kita harus lari !”


“setidaknya keluar dari sini ! dan mengurung mereka disini !”


“Ao ! satel besi di parkiran !”


“benar juga ! ayo kesana !”


Kami berlari ke parkiran bawah dengan cepat, para monster itu mengejar kami dan berhasil menangkap seorang siswa.


“WAAA !! TOLONG AKU !!”


“Ugh ! SIAL !”


Saat aku ingin menyelamatkannya, tesa menghentikanku dengan cepat.


“Berhenti ! kau tau kan resikonya menolongnya ! Kau akan menghambat kami semua dan akan mati juga ! ”


“Ughhhh !!! SIALAN !!”


Kami melanjutkan lari kami dan berhasil sampai di parkiran, Syukurlah di luar satel besi itu tidak ada zombie yang berkerumunan, Hanya ada 2 zombi disana.


“tesa buka satelnya ! aku akan habisi yang didepan !”


Saat satel besinya dibuka, aku menghajar 2 zombie itu dan menyuruh semuanya keluar dari parkiran.


“Cepat keluar ! aku akan meuntup kembali satelnya !”


Karna satel besinya naik secara perlahan, Beberapa siswa merangkak keluar dari satel besi.


“Leo…turunkan aku ! aku sudah bisa berjalan disini !”


“baiklah, jangan terlalu paksakan dirimu ! Cepatlah !”


Saat siswa sedang berusaha keluar dari satel besi, ternyata para monster itu lebih cepat dari yang kami kira.


BRAKKKK !!


“Ao !”


“cihhh !”


Ada monster yang berhasil mengejar kami, monster itu sedang mencoba mendobrak pintu yang aku tutup tadi. Aku harus mengulur waktu sebisa mungkin.


“Leo, Tinggal berapa banyak bom kimia mu !”


“sisa tiga ! apa mau dipakai semua !”


“tidak ada pilihan lain ! berikan aku satu !”


Leo memberikan ku bom kimia milikya, Lalu tiba – tiba hans dan tesa datang ke arah kami.


“Ao aku juga akan bantu !”


“aku juga !”


“kalian berdua punya tugas lain ! tesa kau pastikan kalau di luar parkiran ini aman ! dan hans pergilah ke tuas satelnya dan tutup begitu seluruh siswa sudah keluar ! Teriaklah jika kau mau menutupnya”


“Baiklah !”


“jangan mati ok !”


Hans dan tesa meningalkan kita. Mereka juga punya sesuatu yang harus mereka lakukan.


“hanya berdua ya…kuharap aku masih selamat”


“aku mengandalkanmu Leo ! ayo kerahkan seluruh kemampuan kita !”


“boleh juga !”


Pintu itu berhasil terdobrak dan ada 4 monster yang mendatangi kami !

__ADS_1


“Baiklah….KESINI KAU MONSTER SIALAN !!”


to be continued......


__ADS_2