Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
Secret Path #3


__ADS_3

Perjalanan kami berlanjut untuk sampai ke teman – teman kami, setidaknya kami sudah berjalan sekitar 20 menit dari serangan Mother Zoa tadi.


“Ao ! Batre hp ku tinggal 10 persen !”


“hem….akan buruk jika Hp nya mati, ayo istirahat sebentar dan biarkan Hp nya mendapat energi dari sinar matahari”


“Ok !”


Kami mencari tempat yang mendapatkan sinar matahari dan mengisi Batre Hp milik Tesa agar mendapat Energi dari sinar matahari


“kita sudah berjalan cukup jauh ya ! Tesa, Berapa lama lagi kita sampai di tempat teman – teman ?”


“sekitar 5 Km lagi, mereka sepertinya tidak melacak kita langsung karna Hp kalian hilang dan Hp milikku juga mati”


“sepertinya begitu, ka Iris pasti mengambil langkah untuk ke tempat utama terlebih dahulu karena akan memakan waktu lama untuk mencari kita tanpa GPS yang menyala !”


“apa di tandanya mereka menuju kesini ?”


“kurasa mereka sedikit bergerak tadi, dan sekarang berhenti sejenak !”


“begituya….sepertinya mereka merencanakan sesuatu dan memang menunggu kita ! begitu Hp nya memiliki 30 persen energi ! ayo kita lanjutkan perjalanan kita !”


“Baik !”


“Ok !”


Kami beristirahat dan sejenak aku mengeluarkan botol minumku untuk mengisi dahaga agar tidak kehausan


“emm…Ao ?! kau bawa botol minum ?”


“Ehh ?! apa kalian tidak membawa air ?”


Mereka berdua menggelengkan kepala mereka.


“begituya ! ini masih setengah, minumlah dan bagi dua dengan Yuna !“


“Baiklah !”


“(bagi dua ? tunggu ! bukanya itu ciuman tidak langsung dengan Ao ?!”


“fyuhhh ! segar sekali ! ini Yuna, Minumlah !”


“….…Makasih….tapi sekarang aku sedikit lapar !”


“ini memang sudah menjelang siang ! tapi lebih baik jangan mengisi perut dulu sampai kita bertemu teman – teman”


“kenapa ?”


“kita sedang tidak dalam kondisi kritis, dan mungkin saja kita akan menghadapi beberapa Zoa yang berkeliaran di sekitar sini, jadi sebisa mungkin jangan terlalu mengisi perut kalian karna akan memperlambat aliran darah pada tubuh kalian !”


“(dia sampai tau hal seperti itu !)”


“kau tau banyak ya Ao !”


“di dunia seperti ini, pengetahuan dan imajinasi sangat dibutuhkan untuk bertahan hidup ! itulah kata ka Iris yang dia beritahukan padaku !”


“……..(ka Iris ya)”


“begituya ! sepertinya ka Iris memang mengajarimu banyak hal !”


“begitulah !”


“……..Ao !”


“emm ? ada apa Yuna ? kau masih haus ?”


“se…seperti apa tipe wanita idaman mu ?”


“……eh ?”


“……eh ?”


“Ti..Tidak Apa – apa kan membicarakan itu ! dan terlebih lagi kita memang sedang menunggu sesuatu ! jadi jawab saja Ao !”


“(Yuna……)”


“emmm…Tipe wanita idaman ku ya…kurasa…Cantik, Bisa memasak, dan selalu tersenyum. Kurasa itu saja….Oh ! dan mungkin sedikit Pemberani akan bagus juga !”


“heh….tidak kusangka kau sedikit pemilih Ao ?!”


“hem….pada dasarnya aku juga laki – laki ! pasti setiap laki – laki memiliki tipe wanita yang membuat mereka tertarik !”


“be..begituya”


“(apa…Yuna…tertarik pada Ao ?)”


“hem…”


Tiba – tiba aku mendengar suara yang semakin mendekat ke arah kami


“kalian ! siapkan senjata kalian ! sesuatu mendekat !”


“ehh ?”


“Zoa kah ?!”


Suara dari semak - semak itu semakin mendekat ke arah kami dan tiba – tiba sesuatu melompat dari semak – semak itu menuju ke arah kami !


“YUNA ! TESA ! KALIAN BAIK – BAIK SAJA !”


“Ka Narmaira !”


“Ehh !?”


“(ohh…ka narmaira ya )”


Aku menghindar dari pelukan ka narmaira dan dia meluncur ke arah yuna dan Tesa dan menabrak mereka sampai mereka jatuh dan hampir pingsan


“YUNA ! TESA ! KALIAN TERNYATA BAIK – BAIK SAJA YA ! KAKA MU INI KHAWATIR SEKALI TAU !”


“e…ehhh…”


“kepalaku….pusing…”


“ka narmaira ! jangan memeluk mereka se Erat itu ! nanti mereka pingsan ! emm…."


Sepertinya aku mendengar suara Rin dan Noel yang berteriak – teriak nama kami dan benar saja teman – teman ku muncul dari semak – semak tempat ka Narmaira melompat tadi


“Ao !”


“Ao !”

__ADS_1


“Rin ! Noel ! dan Teman – Teman juga !”


Rin dan Noel langsung berlari ke arah ku dan memelukku dengan Erat !


“aku Khawatir sekali Ao ! apa kalian baik – baik saja ?!”


“benar ! kau membuat Noel Khawatir tau ?!”


“tengang lah kalian berdua ! aku baik – baik saja ! tapi mereka sepertinya dalam bahaya !?”


“AHHH !!! Ka Narmaira ! berhenti memeluk Tesa dan Yuna !”


Rin berusaha menghentikan ka narmaira yang terus – terusan memeluk Tesa dan Yuna


“Ao ! gimana kondisimu ?”


“cukup baik ka Iris ! mereka berdua juga baik – baik saja !”


“sepertinya kau cukup keras kepala ya Ao !”


“begitulah Ao yang ku kenal !”


“Ka Krau ! Erick ! senang melihat kalian juga baik – baik saja !"


“Eh ?! Ao ! Lengan mu !?”


“Emm ?!”


Saat aku mengecek lenganku karna Noel berteriak sesuatu terjadi dengan lengan ku, ternyata aku tidak menyadari lenganku mengeluarkan darah ! sepertinya ini akibat serangan mother zoa tadi


“ahhh…ini pasti luka sewaktu aku melawan Mother Zoa itu !”


“……coba perlihatkan lengan mu !”


“Emm ?”


Aku menunjukkan lengan ku yang terluka kepada Noel, Noel pun langsung memasukan 2 jarinya ke mulutnya dan mengoleskan lukaku dengan Air liurnya dan langsung menutupnya dengan tangannya.


“Noel !”


“Tenang saja…lihatlah….”


Setelah dia membuka tangannya…seketika lukanya hilang dan bahkan tidak meninggalkan bekas apapun….ke anehan ini pun juga membuat ka Narmaira terhenti dan dia berjalan ke arahku karna penasaran


“lu…lukanya !”


“sekarang sudah tidak apa – apa Ao ! Noel sudah menyembuhkannya !”


“jadi itu kah kekuatan dari Norn ?”


“begitulah Ka iris ! Sebenarnya bisa saja disembuhkan dengan cara Ao berada di dekat Noel saat Noel Pingsan atau pun tidur ! tapi itu akan sedikit memakan waktu ! cara ini mungkin lebih cepat !”


Dengan kekuatan Norn itu…noel bisa menyembuhkan luka dengan sangat cepat dan bahkan tanpa menimbulkan bekas…ini benar – benar kekuatan yang hebat


“Terimakasih Noel ! Aku Tertolong !”


“hehehe…sama – sama Ao !”


“baiklah ! mungkin kau mau menceritakan apa yang terjadi padamu Noel ! ayo kembali ke titik awal dan dirikan tenda untuk istirahat sejenak !”


“BAIK !”


“apa tubuhmu merasakan sedikit perbedaan ?”


“iya…tubuh ini lebih ringan dan tidak mudah terkena penyakit ! namun ada kalanya Noel terkadang mengalami seperti kelelahan untuk waktu tertentu, sampai terkadang Noel Pingsan !”


“apa pingsan itu yang terjadi sewaktu Tendo Agami datang ?”


“entahlah…mungkin saja Noel memiliki sedikit kaitan dengan Tendo Agami ! sebenarnya walaupun tidak pasti ! Noel mengira Tendo Agami lah yang memberitahukan semua tentang Norn di mimpi Noel”


“kau kurang yakin kalau dia yang memberitahu mu ?”


“begitulah ! sekilas yang dimimpi Noel sedikit berbeda dengan yang Noel lihat di hadapan Noel waktu itu ! karna Tendo Agami yang di mimpi noel wajahnya tidak pernah kelihatan”


Begituya….sepertinya Noel memang miliki petunjuk terkait dengan Tendo Agami. Kita harus mencari tau lebih lanjut


“…………..emm”


“ada apa Noel ?”


“ka….kalau kalian merasa ketakutan karna sosok Noel disini….Noel…akan perg-“


“hentikan Noel !”


Baru aku mau menghentikan Noel bicara begitu tapi sepertinya Tesa terlebih dahulu menghentikannya


“tidak mungkin kami takut padamu ! kau bahkan menyembuhkan ku dan Ao ! tidak ada alasan kami takut akan dirimu bukan !?”


“tapi....”


“benar apa yang dikatakan Tesa ! kau itu sangat dibutuhkan oleh kami dan apapun yang terjadi padamu…ingatlah kalau kau berada di sisi teman – temanmu saat ini !”


“ka Iris.....emm…Baiklah ! Terimakasih karna teris mau berada di sisi Noel”


“Aku juga mau disembuhkan Oleh Noel ! Noel lihat lukaku ini ! tolong sembuhkan dong !”


“ehh ! ba...baiklah !”


Saat Noel ingin memegang tangan ka Narmaira, Rin langsung saja menggenggam tangan ka Narmaira


“Ehh !”


“Luka seperti ini ! siram saja dengan Alkohol seperti ini !”


“GYAAA !!! RIN !! ITU PERIH !!!”


“Ahahaahah”


Itu benar Noel…apapun yang terjadi padamu kau tetapla teman kami yang berharga ! tidak akan ada yang merubah fakta itu.


Setelah kami selesai istirahat sejenak, kami melanjutkan misi kami yaitu menuju tenpat yang dilihat Noel di batu hijau itu. Dan sepertinya kami terhenti di sebuah Ruin yang sudah tua


“inilah tempat yang kita tuju !”


“Ruin !?”


“Ruin ? apa itu Ao ?”


“sejenis lorong persembunyian tua yang terpapar beberapa akses sejarah di tembok – temboknya…ya kalau dibilang seperti persembunyian museum tua !”


“benar ! dan ada beberapa Zoa yang keluar dari Ruin ini, kami sudah mengatasi beberapa Zoa itu dan memutuskan untuk masuk setelah menunggu kalian !”

__ADS_1


Aku mendekat ke salah satu tembok pintu masuk Ruin itu dan mengecek kualitas tembok Ruin ini


“sepertinya ini dibuat dengan baik ! apa kau tau sesuatu ka krau ?”


“entahlah ! aku belum pernah melihat bangunan ini ! pasti ini baru !”


“baru ?! kurasa itu tidak mungkin karna tembok ini saja kelihatan cukup tua !”


“pokoknya ! ayo kita masuk dan tetaplah berhati – hati !”


“Baik !”


Kami memasuki Ruin ini sambil menyalakan senter karna tidak ada penerangan sama sekali di Ruin ini dan Gelap gulita


“nyalakan 2 Senter saja untuk penerangan ! yang berjalan di paling depan dan paling belakang !”


“Baik !”


“Noel ! kau mau pegang senternya ?”


“Boleh !”


Kami terus melanjutkan perjalanan kami menjelajahi Ruin ini….ternyata Ruin ini cukup panjang


“lumayan panjang juga ya !”


Tak tak tak tak tak


“Berhenti ! sesuatu mendekat !”


Dari depan terdengar suara langkah yang cukup banyak, pasti akan ada zoa yang mendatangi kami


“itu Zoa ! persiapkan senjata kalian !”


Begitu zoa – zoa itu terlihat oleh kami…kami menembakan serentak dan membunuh semua zoa yang berlari ke arah kami..dan akhirnya ada 11 mayat Zoa disini


“sepertinya berada di Ruin yang lumayan sempit ini sedikit menguntungkan”


“tidak ! ada kalanya ini menguntungkan dan merugikan ! jika mereka berhasil merusak formasi kita, kita akan sulit untuk menghindar dan juga kabur ! jadi tetap siaga dan buka mata kalian !”


“Baik !”


Kami berjalan dan menemukan jalan yang bercabang ke arah kiri dan kanan


“dua jalan ya ! mana yang akan kita ambil ?”


“……sebentar ! jangan ada yang bersuara !”


Ka iris menyoroti senternya ke 2 jalan itu, lalu menembakan revolver miliknya ke arah kiri lalu 9 detik kemudian kembali menembak ke arah kanan


“……..yang kanan jalan buntu ! yang kiri jalan sebenarnya !”


“begituya ! memanfaatkan suara gema ya !”


“ya…itu bisa dilakukan karna kita berjalan di lorong seperti ini, suara yang terus berdengung jauh akan menandakan lorong yang jauh dan panjang ! catat itu Ao !”


Aku mengeluarkan buku catatan ku dan mencatat setiap yang dibicarakan ka iris


“gema membantu saat di lorong ! baiklah !”


“(rajin sekali Ao !)”


“(apa itu harus di catat ?)”


“(kenapa dia bawa – bawa catatan di saat seperti ini ?!)”


“berarti kita akan ke kiri ya !”


“tidak ! ayo cek kanan terlebih dahulu ! jika kita diserang dari belakang akan sangat berbahaya !”


Kami berjalan ke arah kanan dan kami menemukan ruangan yang bau sekali


“Ugh ! ruangan apa ini !”


“tutup hidung kalian ! akan ku dobrak pintu ini !”


Saat ka iris mendobrak pintu itu ! kami terkejut karna ada banyak tulang di ruang ini...dan yang mengerikan adalah, ini semua tulang manusia


“UGhh !! AGHHH !!!”


“Ugh !! aku juga tidak kuat !!”


Yuna dan Tesa langsung muntah di pinggir tembok setelah melihat semua ini


“begituya…ini tempat makan mereka ! berapa banyak tulang manusia disini ! yang tidak kuat berjaga saja di luar !”


Kami memeriksa tempat ini dan beruntungnya kami menemukan Peta Ruin ini


“ini peta bukan ?!”


“penemuan yang bagus Erick ! bagaimana yang lain ?!”


Semuanya termasuk aku menggelengkan kepala karna yang kami temukan hanyalah tumpukan tulang – tulang saja


“baiklah ! Ayo segera keluar dari sini !”


Kami keluar dari tempat ini dan kembali menutupnya dan berjalan ke persimpangan jalan tadi, sebisa mungkin kami menjauhi ruangan itu karna tidak tahan dengan baunya


“kejam sekali ! berapa banyak orang yang mati disitu !”


“sepertinya….mayat – mayat itu….”


Aku melihat ke arah ka krau dan yuna, dan sepertinya mereka menyadari sesuatu


“ya…mayat sebanyak itu pasti tidak lain adalah para penduduk desa kami, dan mungkin saja….orang tua kami ada diantaranya….”


“UGH !!! Berani sekali para zoa itu menjadikan keluarga kami makanan mereka ! akan kubunuh para zoa itu !”


“tenanglah yuna ! jangan terbawa emosimu ! itu akan membebani yang lain nanti !”


“…….kau benar ! Sebisa mungkin aku harus tenang !”


“menurut peta ini….sepertinya Ruin ini tidak terlalu besar ! dan janan ke kiri ini memang jalan yang tempat !”


“begituya ! baiklah ! ayo kita temui para pemakan manusia itu ! dan menghabisinya !”


“Baik !”


Kami pun melanjutkan perjalanan kami menyelusuri lorong kiri ini, dengan emosi yang sangat menumpuk


to be continue.....

__ADS_1


__ADS_2