
Aku mengingat apa yang telah terjadi padaku, begitu aku sadar, aku sedang berbaring di rumah sakit yang masih dalam perbaikan ini, dengan noel dan rin di sisiku.
“Tesa !”
“Syukurlah Tesa ! kau telah sadar !”
“.….Rin….Noel ?”
Aku mengetahuinya, semua ini….mimpi buruk ini pun terjadi lagi, aku tau kalau aku pasti akan di tempat seperti ini setelah Todoroki menyerang ku, bahkan Iblis itu ! juga membunuh kedua pasukan tentara zenexter di depan mataku ! Tapi….
“Kau baik - baik saja tesa ?”
“Apa masih ada yang sakit ? biar Noel coba periksa ?”
“.………………..”
Rin dan Noel pun sepertinya sangat menghawatirkan ku ! kurasa benar saja, Rasa yang masih sedikit nyeri ini di pundakku ini. Pasti mereka melakukan operasi padaku ! ini benar - benar bencana ! Tapi…
“Tesa ?”
“Ada apa ? kenapa kau melamun ?”
“.………..Ughhhh, TIDAK !!”
“Ehh ?!”
“Ehh ?!”
Tapi kenapa ! setelah hal mengerikan yang ku alami ini ! aku malah lebih memikirkan apa kata - kata ka Pandora yang menyuruhku segera melakukannya dengan Ao ! wajahku pasti sangat me-merah dan pasti ini sangat memalukan !
“T-tesa ?!”
“Apa masih ada yang sakit ?! Biar noel segera sembuhkan ?”
“hik…hik….Rin…..Noel….aku harus bagaimana ?”
“(SOAL APA ?!)”
“(SOAL APA ?!)”
Aku pun menceritakannya pada mereka berdua, kalau ka pandora menyuruhku untuk segera melahirkan keturunan dari Ao, pasti mereka memiliki saran yang bagus untuk masalah ini.
“.…………hohoho…Selamat ya Tesa !!”
“.…………hohoho…Selamat ya Tesa !!”
“SARAN ! YANG KU BUTUHKAN ADALAH SARAN ! BUKAN UCAPAN SELAMAT !”
Mereka pun malah cengar - cengir tidak karuan
“Tapi bukankah itu hal bagus Tesa ? kau kan selama ini menahannya bukan ?”
“Yaa, Noel juga sadar ko, kenapa tidak bilang saja ke Ao masalah ini ?”
“Kalian berdua kan harusnya sudah tau, kalau kita sudah berjanji untuk mencari jalan akhir dari dunia ini bersama - sama bukan ?! Ao bahkan yang bilang hal seperti itu bukan ? kalau dia tidak menerima dunia yang seperti ini, Lalu, apa kalian pikir dia akan menerima hal ini begitu saja ?! aku takut dia jadi malah memikirkan hal ini dan aku malah merepotkan nya !”
“Hemm, kurasa kau benar juga ! Ao memang bersikeras untuk mencari jalan akhir dunia ini dulu !”
“Kan ?! Kan ?! Noel juga setuju kan ?”
“Ahhh, Tesa ! Bagaimana kalau Eren untuk nama bayi laki - laki nya ?!”
“NO….E….L !!!”
Setelah kami banyak membahas hal ini, rin pun menanyakan hal apa yang terjadi padaku, aku pun menjelaskan semuanya, kalau aku memang di serang todoroki saat itu, kejadiannya terjadi sewaktu aku membawa makanan untuk tahan kita Hana, selagi aku membawa makanan dan menghampiri Sel tahanan hana, Todoroki pun sedang membunuh ke 2 penjaga itu, aku pun yang menyadarinya dan berkesimpulan kalau aku tidak mungkin menang melawannya, berusaha lari darinya, tapi dia malah melempar pisau nya dan pisau itu menancap di pundak ku, selagi aku jatuh dan merasakan nyeri di tempat ku tertusuk itu, yang ada kemungkinan kalau pisau nya sudah di beri Racun, di depan ku pun datang Suzaku yang menolongku, dan saat itu lah sepertinya aku pingsan.
“Hemm, Baiklah, dengan laporan mu ini, sudah di pasti kan kalau pelakunya adalah Todoroki dan bukan Rion”
“Yaa, kalau itu Todoroki, dia pasti dengan mudahnya menyelinap masuk ke Zenexter bukan ? sama seperti kejadian dia menyamar menjadi adikmu Rin”
“kurasa kau benar, kita harus lebih waspada lagi terhadapnya ! tapi tenang saja, aku sudah mengirim laporan ini ke ka Alice, dia pasti segera melaporkannya ke ka pandora !”
“.….Baiklah !”
“sekarang…tinggal hubungi Ao !”
“Emm ?”
“Emm, Nomer Ao…”
“T-TUNGGU RIN !”
Aku pun langsung menahan tangan Rin agar tidak menelfon Ao
“Waaa ! hati - hati dong, HP ini tinggal satu - satu nya, kalau ini jatuh dan rusak aku tidak akan punya lagi !”
“KENAPA MALAH KAU MAU MENELFON AO ?! KAU TIDAK DENGAR CERITAKU YANG BARUSAN ?!”
“iya tau, kau yang di serang Todoroki kan ?”
“YANG SEBELUMNYA RIN !”
“Ahhh…benar juga”
“Tapi tesa, noel yakin Ao juga khawatir terhadapmu, dia pasti sangat senang kalau melihat kau sudah sadar bukan ?“
“A…aku tau itu…Tapi..”
Aku hanya, tidak tau harus bersikap seperti apa terhadap Ao nantinya, entah itu gelisah, Malu…atau pun…
“yasudah, aku akan menelfon nya di luar saja !”
“Ehh ?! t-tunggu, itu sama saja kan ?”
__ADS_1
“noel, ayo temani aku menelfon Ao, (entah kenapa ini jadi terlihat menarik kan Noel ?)”
“(hoho…benar juga !)”
“AKU DENGAR ITU ! TIDAK ADA GUNANYA BISIK - BISIK DI DEPAN ORANG NYA !”
“hehe, siap - siap ya Tesa !”
“kami menghubungi Ao dulu ya Tesa, tetap lah di sini !”
Noel dan Rin pun keluar ruangan ini, mereka pasti benar - benar menghubungi Ao, aku harus bagaimana ini
“Ughh….Aghh !!”
Aku pun menarik selimut saja dan kembali berbaring sambil bersembunyi di balik selimut
“(b-bagaimana ini ? Ao akan datang ! aku harus bersikap seperti apa ?)”
Aku pun mendengar suara Rin yang sedang menghubungi Ao di luar ruangan ini, pada dasarnya rumah sakit ini masih dalam perbaikan, dan ada beberapa lubang di ruangan ini yang belum di perbaiki
“(DIA SUDAH MENELFON NYA ! GAWATT ! BERFIKIR TESA ! BERFIKIR !)”
Tak berapa lama pun, aku mendengar ada yang lari - lari di lorong rumah sakit ini,
“(Itu pasti Ao ! g-gawat !)”
Mereka pun sepertinya berbicara di depan pintu, lalu beberapa saat setelah bicara
BRAKKK
“TESA !!”
Dengan gedoran pintu, Ao pun masuk ke ruangan ini, aku pun mengambil keputusan untuk tetap di dalam selimut ini
“Aku dengar kalau kau sudah sadar tes-Emm ? Tesa ?”’
“.……………….”
aku sangat tau kalau saat ini wajahku pasti sangat memerah, dengan hanya suara Ao saja, aku langsung memikirkan kembali kata - kata ka Pandora !
“(Ughh…ini salah ka Pandora !!!)”
“Tesa ? Kau tidak apa - apa ?”
Aku harus menjawab nya.
“I-iya, tenang saja !”
“tapi kenapa kau masih bicara di balik selimut ?”
“Emm ? I-itu…”
Aku harus cari alasan.
“Tesa ! jangan sungkan di depan ku !”
“(DASAR TIDAK PEKA !)”
“sudahlah, Ayo keluar !”
“Ahh !”
Dia pun manarik selimutnya, dan pasti dia melihat ku yang wajahnya sangat merah ini
“Syukurlah kau tidak apa - apa, Tapi wajahmu merah ? apa jangan - jangan kau kena demam ?”
“t-tidak apa - apa ko, Sungguh ! (aku tidak menyangka dia akan menarik selimut ku )”
“baguslah, Sebentar ya ?”
“Ehh ?”
Dia pun mengecek beberapa kondisi tubuhku, dari suhu tubuhku, dan juga beberapa kali dia melihat ke arah mataku
“sepertinya kau memang baik - baik saja, Syukurlah !”
“.……(aku malah berasa di tatap dengan sangat aneh )”
“Maaf kan aku Tesa !”
“Ehh ?”
“aku tidak ada saat kau butuh bantuan ku, dan kau terluka lagi !”
“.………..Ao”
Kenapa dia malah minta maaf, ini juga bukan kesalahan nya, tapi melihat wajahnya yang cukup kecewa itu, aku pun malah tersenyum dan mengusap kepalanya yang sedang menunduk itu.
“kau tidak salah Ao, kau itu bukan manusia super atau demi God yang bisa selalu melindungi semua orang, kau sudah berusaha sebisamu, dan lagi, kau kan juga sedang menjalankan misi !”
“tapi, alasan ku berlatih selama ini adalah untuk tidak melihat teman - teman ku terluka lagi ! tapi aku malah melihat yang terparah, yaitu kau yang terbaring terluka dan tidak sadarkan diri tesa !”
“Sudah sewajarnya terluka di dunia yang seperti ini ! dan lagi, aku tau kau sudah berhasil membawa dokter savria bukan ? Rin juga menjelaskan semuanya tadi saat kita bicara !”
“TESA !”
“EHH ?!”
Tiba - tiba Ao pun memeluk ku, saat aku sudah bisa kembali tenang dengan membicarakan hal lain ! aku malah jadi teringat lagi hanya karena pelukan ini
“E-EHH ?! T-tunggu Ao, Aku belum siap dengan hal in-”
“SYUKURLAH KAU TIDAK APA - APA, TESA !”
__ADS_1
“.……..Ehh”
Dia pun, tubuhnya bergemetar, aku bisa merasakannya.
“Aku baik - baik saja Ao, kau berlebihan !”
“Kumohon, tetaplah selalu di sisiku Tesa !”
“EHH !!! A,o-ok”
Kata - kata Ao pun, aku jadi teringat kata - kata Ao itu terus menerus, hingga beberapa hari pun berlalu, besok pun kata dokter aku sudah bisa kembali bertugas, luka dari todoroki ini pun sudah tidak sakit lagi, aku merasa….ada hal yang harus ku lakukan
“.…Emm ?”
Aku pun terbangun di tengah malam, dan melihat kalau noel tertidur di sebelah ku, dan Ao juga yang tertidur di sofa !
“(Noel….Ao…) padahal besok aku sudah bisa pulang, mereka malah menjaga ku terus !”
Tiba - tiba pintu kamar ini terbuka dan yang datang ternyata Rin
“Ahh, Rin”
“Emm ? apa aku membangunkan mu ?”
“Tidak, aku terbangun duluan tadi”
“Begituya”
Dia pun memberikan ku air dan kami pun sedikit mengobrol di sini
“Ao dan noel tidak karu - karuan menghawatirkan mu, padahal besok kau sudah bisa keluar dari rumah sakit !”
“ahaha, kurasa aku malah merepotkan mereka, dan juga kau Rin !”
“Hem, bayarannya cukup kalau aku melihat mu keluar dari rumah sakit dengan sehat Tesa"
“Yaa, tenang saja, aku sudah merasa baikan !”
“Jadi….apa kau juga sudah mendapat kan jawaban mu ? dengan orang yang sedang tertidur di sofa itu ?”
“Begitulah, aku sudah siap dengan tekad ku saat ini ?”
“Kau yakin ?”
“Yaa, apa wajah ku terlihat meragukan ?”
“.…………..”
Rin pun melihat wajahku yang aku yakin kalau tidak ada keraguan di wajah ku ini.
“Hem, kalau begitu…Aku pun sangat percaya padamu Tesa !”
“Heh…kau serahkan saja padaku !”
Pagi pun datang, semuanya sedang pulang untuk mengambil persiapan, aku pun juga sedang melepas baju rumah sakit ini, dan memakai baju tempur ku yang di bawakan rin
“.…………..”
Selagi memakai semua baju ini, aku teringat kembali kalau aku juga adalah bagian dari Savior ! aku…juga memiliki misi yang sama dengan Ao.
“.…Hem, Baiklah !”
Tok tok
“Tesa, aku masuk ya !”
Itu suara Ao, dia pun masuk dan melihat ku dengan pakaian savior yang lengkap ini
“Ahhh, Kau sudah siap rupanya ya ?!”
“.……Hem”
Aku pun berbalik dan menatap ke arah Ao, Sambil tersenyum
“Pasukan Savior ! Teresa ! Siap kembali bertugas !”
Aku memiliki misi yang harus di selesaikan, dan akan ku lakukan hal itu bersama Ao sampai akhir !
To be continue….
---Extra----
“Emm ?”
“.……hohhh……”
“Genbu ? ada apa ?”
“Ahh, Seiryu, kenapa kau ada di tempat seperti ini ?”
“Harusnya aku yang tanya gitu, kenapa kau ada di tengah malam begini dan malah sendirian berdiri di tengah lapangan ini ?”
“.….....Itu”
“Emm ? (kalau tidak salah, tadi juga dia menatap ke langit ? ) ada apa dengan langi-Ahh ?!”
“…….Kau, menyadarinya kan Seiryu ?”
“.……….kau juga ya ? apa itu sudah dibilang cukup dekat ?”
“Masih cukup jauh, tapi cepat atau lambat, itu akan terjadi !”
“.…..kurasa kau benar, Sepertinya, kita tidak memiliki banyak waktu lagi”
__ADS_1