
Ka Pandora dan Tendo Agami mulai memasuki benteng ini, para tentara yang tadinya menghalangi kami ikut mundur karna mereka juga ketakutan dengan apa yang terjadi pada tentara – tentara di luar tadi
“heh…jadi kau ya ? yang mengumpulkan para manusia dan menyelamatkan mereka ya Pandora ? "
“be…benar, aku sebisa mungkin membuat team penyelamat dan menyelamatkan orang – orang yang masih di luar sana”
“………pemikiran bagus !”
Tendo Agami itu mulai mendekati kami dan sepertinya setelah apa yang terjadi di luar sana, semua orang disini ketakutan dengannya
“para manusia ku ! izinkan aku memperkenalkan diri, Aku Tendo Agami ! aku adalah Dewa kalian yang memegang kehendak dunia ini ! salam kenal dan patuhlah padaku !”
Jika dia memperkenalkan diri ke semua orang disini, Apakah itu berarti mereka semua sudah menjadi seorang Pendengar ? tidak ada waktu untuk itu, sekarang aku harus fokus menghadapi yang di depan kami ini
“hemm....sepertinya mereka takut padaku ? apa kau tau sesuatu Pandora ?”
“emmm…ku…kurasa, mereka memang takut akan kuasa anda Tendo Agami !”
“ya…itu bagus mereka takut padaku, sebab nyawa mereka memang ada ditanganku”
“lalu…apa yang sang dewa mau lakukan disini ?”
“emm….tidak ada….hanya menyapa para manusia ku saja ?”
“ehhh ?”
Jadi dia kesini benar – benar ingin menyapa saja ? sebenarnya apa yang dia mau lakukan ?
“emm ! Kau !”
Ehh !? dia menunjuk ke arahku ?
“kau yang bernama Arby ! kemari !”
“ehh ?! aku ?”
Ternyata orang di belakangku ya…apa yang dia mau dari dia
“dengarkan apa katanya dan majulah Arby !”
“Ba..Baik”
Arby berjalan maju setelah diperintahkan oleh ka Pandora dan Tendo Agami itu
“A…ada apa ya ?”
“apa yang kau pikirkan tentangku tadi ?”
“ehh ? a…aku…tidak memikirkan apapun ?”
“hemm….Pembohong ! Matilah !”
“A…Agh!! AGHH ! UGHH!!!”
Sama seperti sebelumnya, setelah Tendo Agami menjentikkan jarinya, Arby seketika mengeluarkan darah dari mulut dan matanya dan tewas seketika
“!!!”
“astaga !”
“Apa – Apaan itu !”
Para kerumunan disini mulai tambah ketakutan, mereka melihat seseorang mati hanya dengan satu jentikan jari
“aku tidak suka Pembohong…apa lagi memikirkan ku yang tidak – tidak ! manusia yang seperti itu lebih baik mati saja ! kalian sudah paham bukan !?”
Kami harus ber hati – hati disini, sepertinya dia mampu membaca pikiran kita. Aku tidak boleh berfikir yang aneh – aneh
“Pandora !? emm…ada apa dengan mu ? "
Ka Pandora badannya bergetar dan dia mengepalkan tangannya sampai tangannya memerah
“ughhh….a….aku mohon padamu, Tolonglah berhenti membunuh manusia disini…kami akan lakukan apapun sesuai keinginan mu ”
“..…kau….apa semenakutkan itu melihat mereka mati ? aku bisa membaca pikiranmu dan melihat kalau kau sangat frustasi melihat mereka mati….”
“Begitulah…Makanya ku mohon padamu agar memaafkan mereka !”
“…..aku suka sifatmu Pandora ! tapi sayang sekali, Aku tidak bisa memaafkan para manusia yang menghina dewa nya bukan ? aku adalah dewa kalian disini ! jika kalian menghinaku maka kematianlah yang kalian dapat !”
“ughh….”
“tapi ! pada dasarnya aku ini seorang yang pemaaf ! jadi mungkin aku akan memaafkan kalian jika kalian mau bertunduk padaku ! dengar Pandora….”
Tendo Agami mendekat ke arah ka Pandora, namun dia tiba – tiba menghilang dan muncul di belakang ka Pandora dan membisikan sesuatu di kupingnya
“ehh !!”
“buat mereka semua tunduk di hadapanku…kau dengar….SEMUANNYA!”
“…..ba….Baik !”
Apa yang dia bisikan ke ka Pandora sampai ka Pandora keringat dingin begitu, tapi kejadian tadi….dia bisa memindahkan diri secepat itu, apa itu sihir ?
“Buat Alarm pemanggilan Seluruh penduduk untuk ke sini ! bilang ini atas perintahku dan mereka harus datang ke sini !”
“Ba….Baik !”
Pengumuman Skala besar dilakukan oleh tentara itu ! dia mengumumkan kalau semua orang yang ada di Benteng ini harus berkumpul di sector 1 atau mereka akan mendapat hukuman yang berat
“Lalu…kalian semua yang ada disini…..tu….Tunduk lah pada Tendo Agami !”
“Tu…Tunduk ?”
“lakukan saja kumohon ! aku tidak ingin ada yang mati lagi !”
Setelah bicara pada kerumunan kami, ka Pandora berbalik menghadap Tendo Agami dan menundukkan badannya, sepontan kami semua menundukkan badan kami juga dan Tunduk kepada Tendo Agami
“hemm…Bagus ! ini Bagus ! beginilah seharusnya manusia ! tuntung kepada sang penguasa ! emm ?”
Aku kaget ternyata ka Krau masih saja berdiri tegak di kerumunan orang yang sedang bertunduk ini
“ehh ? Krau ! apa yang kau lakukan ?!”
“Aku tidak sudi bertunduk seperti itu ! Tuan Putri Pandora ! Bukalah matamu ! Kita tidak seharunya Tunduk Padanya !”
“Sudahlah lakukan saja Krau ! apa kau mau mati !?”
“Aku tidak akan melakukannya ! aku lebih baik ma- !!”
DORRRRR !
Suara tembakan melesat dari arah ka Pandora, Ternyata Ka Pandora menembakan Desert Eagle nya ke arah ka Krau dan membeset pipi ka krau hingga mengeluarkan darah !
“….Ehh !?”
“aku tidak masalah kau mati Krau ! tapi jika kau tidak menundukkan kepalamu kepada Tendo Agami ! aku yang akan membunuhmu disini !”
“…….ba….baiklah !”
Ka krau akhirnya menunduk kan badannya, Setalah itu aku melihat ke arah ka Pandora dan memberikannya kontak mata. Ka Pandora yang melihatku langsung menggelengkan kepalanya yang menandakan kita tidak mempunyai harapan apapun kecuali mematuhi apa kata Tendo Agami jika kita ingin hidup
“maaf atas kelancangan anggota ku, Tendo Agami !”
“inilah yang aku tidak mengerti dari kalian para manusia ! kalian saling melindungi dan berbuat sejauh itu untuk menolong satu sama lain ! aku akan menunggu 5 menit disini, dengan waktu yang kuberikan, semua orang harus bertunduk padaku disini !
“……..te..Terimakasih !”
Waktu pun terus berjalan, sekerumunan orang berdatangan dan bertunduk kepada Tendo Agami. sebenarnya apa tujuan nya datang kesini, Membuat kami bertunduk padanya di tengah hujan yang membasahi kami ini.
Lalu, 5 menit pun sudah berlalu
“baiklah ! sudah lima menit ! mari kita cek !”
Dia menjentikkan jarinya lagi dan angin kecil keluar dari jarinya, anginnya berhembus ke seluruh area Negara ini
“…..Pandora !?”
“i…iya ?”
“ada 782 orang disini ! "
“Ehh ! ku…kurang 1 orang !?”
Kurang 1 orang ? gawat ! apa jangan – jangan ada yang belum datang ? Noel dan Tesa seharusnya sudah datang karna mereka berdua ! siapa 1 orang ini, ini bisa menjadi gawat !
“Akan segera ku cari !”
__ADS_1
“ohhh, tidak usah ! dia sedang berjalan pelan ke sini….tapi sayang sekali dia melanggar perintahku. Dia akan mati begitu sampai sini !”
“Ugh….”
Kuharap orang itu tau apa yang dia pikirkan, lebih baik lari selagi bisa dari pada mati saat sampai ke sini
“baiklah ! aku masih punya waktu…sambil menunggu orang itu, aku sedikit merasa kesal disini ! jadi ayo bermain sebentar !”
Gawat ! permainan apa yang dia mau mainkan disini.
“emm…ohh ! kau, Kemarilah !”
Dia menunjuk ke arah ka Narmaira, Gawat ! kenapa harus ka Narmaria dari orang sebanyak ini
“A…Aku !?”
“iya ! kau Narmaira ! maju ke depan !”
“………….”
Ka narmaira maju kedepan, menghadap di depan Tendo Agami.
“A…apa yang bisa aku bantu ?”
“untuk pertama – taman ! buka sepatuku yang sebelah sini !”
“ba…Baik !”
Ka narmaira membukakan sepatu sebelah kiri milik Tendo Agami ! apa yang dia mau sebenarnya
“Su…Sudah !”
“emm…anak pintar ! Sekarang, Ciumlah kaki ku !”
“Ehh !!”
“kau suka perempuan bukan ? karna aku juga perempuan, maka mencium kakiku akan menjadi kebahagian mu bukan ?”
“…………”
aku tidak tau apa yang dipikirkan ka Narmaira sekarang ! tapi mungkin tidak ada pilihan lain selain melakukan apa yang Tendo Agami perintahkan
”ada apa ? cepat lakukan ?”
“Maaf……”
Ka Narmai pun berdiri dari posisi berlutut nya tadi
“aku tidak bisa melakukannya ! apa lagi bukan dengan orang yang kusukai !”
Apa yang kau bicarakan ka Narmaira ! kau malah membuat suasana hatinya tambah kacau
“begituya……hemmm….Mana yang namanya Rin !?”
“ehh ?”
Kenapa dia malah memanggil rin ! apa dia membaca pikiran ka Narmaira dan Mengetahui kalau ka Narmaira dan Rin cukup dekat ?
“yang namanya rin cepat kemari atau akan ada yang mati disini !”
“…….aku disini, aku datang !”
Rin mengajukan diri dan berjalan menuju Tendo Agami
“Tunggu ! jangan Rin kumohon, Baiklah ! aku akan mencium kaki mu….karna itu jangan lakukan apapun pada Rin !”
“kau terlambat, Aku sudah menawarkan mu tapi kau menolaknya ! sekarang aku mempunyai sesuatu yang lebih seru lagi !”
“ada yang bisa aku bantu ?”
“namamu rin ya ? sepertinya di pikiran narmaira, banyak terulas tentang dirimu !”
“Benarkah !? Apa yang kau pikirkan terhadap ku ka Narmaira ? apa kau merencanakan sesuatu ?”
“Rin…..”
Begitu ya….rin sekarang tenang sekali dan ingin membuat suasana menjadi kembali tenang
“ahahah, kau orang yang menarik rin ! ini menjadi semakin menarik saja !”
“E….ehh…Aku ! tidak bisa bergerak”
Syukurlah sepertinya Tendo Agami tidak membunuh mereka ! namun apa yang terjadi dengan rin ? dia bilang dia tidak bisa bergerak
“Ugh…badanku ! tidak mau digerakkan !”
“tidak ada yang boleh mengganggu kami bertiga disini ! diam saja dan lihatlah pertunjukannya ! jika ada yang ikut campur ! dia akan MATI !”
Setelah mengancam kami, Tendo Agami tiba – tiba berpindah tempat ke belakang ka Narmaira secara cepat
“narmaira….siapa yang ada di belakang mu ini”
“...….ri…..Rin !?”
“ehh !?”
Ka Narmaira bertindak Aneh ! dia seperti Terhipnotis dengan kata – kata Tendo Agami
“benar ! aku rin ! lalu….apa yang ada disebelahmu itu?”
Ka narmaira melihat ke arah Rin dengan tatapan yang kosong dimatanya
“….Mo….Monster !?”
“Hah ?!”
Sepertinya Tendo Agami membuat Rin terlihat seperti Monster di mata Ka narmaira !
“Benar ! Rin takut nih ! Karna itu…..Tolong lah Bunuh Monster itu !”
“Ehh !?”
“baik ! Rin !”
Ka Narmaira membuka pisaunya dan berjalan ke Arah Rin
“KA NARMAIRA ! BUKALAH MATAMU ! AKU INI RIN ! BUKAN MONSTER !”
“Narmaira ! tusuk bahu Monster itu agar dia tidak menyerang mu !”
“Baik ! Rin !”
“AGHHH !!!”
Benar saja ka Narmaira mengayunkan tangan kanannya, dan menusukan pisau itu ke bahu Rin dan Rin langsung Berteriak kesakitan
“Bagus Narmaira ! Benar ! Seperti itu !”
“KA….NARMAIRA ! BUKALAH MATAMU….A…AKU RIN !”
“….egh….emm…”
“sayang sekali….saat ini yang didengar Narmaira adalah hanya suaraku ! apa pun yang kalian katakana tidak akan berpengaruh terha- !!! Emm ?!”
“Ka…Narmaira !?”
“!!!”
Apa yang terjadi disini…Tangan kiri ka narmaira berusaha menahan tangan kananya yang mau menusuk pisau itu lebih dalam, Tangan kirinya memegang mata pisau dan berusaha menariknya keluar sehingga tangan kiri ka narmaira mengeluarkan banyak darah juga.
“Ka narmaira”
“…..ma….maaff…..kan....aa……aku…."
Ka narmaira meneteskan air matanya dan darah di tangan kirinya mulai berceceran karna tangan kirinya mengepal mata pisau dengan sangat kuat
“ini lah yang paling aku takuti dari kalian para manusia…apa yang kalian lakukan sampai melukai diri kalian sendiri untuk orang lain…Cukup Narmaira ! cabut pisaumu dan Bunuh dia !”
“ba….baik….Rin !”
“Ughh !”
Ka Narmaira mencabut pisaunya nya dan kini dia mengayunkan nya ke leher Rin ! jika pisau itu menancap di lehernya ! tamat sudah Riwayat Rin !
“KA NARMAIRA !!”
DUAKKK
__ADS_1
Saat pisaunya hampir mengenai leher Rin ! tiba – tiba ka Pandora memukul Narmaira hingga ka Narmaira terpental jauh
“hah…hah….hah..”
“Ka Pandora !?”
“kau baik – baik saja Rin ?”
“y...yaa, Sedikit….”
“apa yang kau lakukan Pandora ? kau tidak dengar yang mengganggku ku akan mati huh !?”
Sepertinya suasana hatinya makin memburuk…ini gawat !
“Maaf kan aku ! aku tidak kuat melihat yang seperti itu ! aku akan membalasnya dengan nyawaku !”
“tentu saja ! kau akan mati bersamaan dengan orang yang akan datang kesini !”
Ughh ! Aku harus melakukan sesuatu ! tapi….aku sudah janji kepada Ka Pandora untuk sebisa mungkin mengurangi korban jiwa ! jika aku gegabah, maka yang akan mati juga akan semakin banyak !
“MA….MAAF KAMI TERLAMBAT !!”
Akhirnya orang itu datang…sayang sekali, dia datang untuk mengunjungi kematiannya. Seharunya dia lari saja !..........Tunggu ?! ITU !
“Tesa dan Noel !”
“maaf kami terlambat ! aku harus membantu Noel untuk berjalan ke sini…Emm !?”
“maaf ya…..aku demam dan malah merepotkan semu- Ehh !? kenapa semuanya menunduk seperti itu !?”
Akupun segera berteriak ke mereka berdua supaya lari !
“NOEL ! TESA ! LARI DARI SINI !?”
“ehhh ?”
“ehhh ?”
Tiba – tiba ! Tendo Agami muncul di depan mereka berdua seketika.
“ehh ?!”
“aaa….annu ?"
“……….KAU !"
Tesa berpindah dan berdiri ke depan Noel dan sepertinya dia melindungi Noel
“Apa Maumu !?”
“MINGGIR KAU !”
Tendo Agami itu memegang kerah baju Tesa dan mengangkat Tesa ke atas dan dia melempar tesa ke arah kami. Aku bergegas berlari menangkap Tesa
“KYAAA !”
“TESA !!! AGHH !!”
Karna lemparannya kuat sekali….walaupun aku berhasil menangkapnya, aku juga terhempas ke belakang beberapa meter
“Ao ! Terimakasih !”
“Ughh ! itu tidak masalah”
“Gawat ! Bagaimana dengan Noel ?”
“Celaka !”
Kami melihat ke arah mereka berdua dan sepertinya mereka berdua masih diam saja
“a....anu…..ada apa ?”
“….Kau….Apa – apaan kau ini ! makhluk apa kau sebenarnya !?”
“ehh ?”
Tunggu ! apa yang dibicarakan Tendo Agami, sepertinya dia jadi aneh
“Ma….makhluk ?”
“cihh ! mati kau !”
“NOEL AWAS !”
Click…..
Tendo Agami menjentikkan jarinya ke arah Noel, Kukira noel sudah tidak bisa diselamatkan lagi….tapi sepertinya tidak terjadi apa – apa kepada noel
“….em ?”
“apa ini ! Order ku tidak bekerja padanya ! jadi kau memang- !!”
SRATTSS
Tiba – tiba ka misa muncul dan menebas Tendo Agami itu ! dia pun berubah jadi butiran air dan menghilang
“Cih ! gagal ya !? kemana dia ?”
Tiba – tiba dia muncul kembali di depan sector 1, tempat dimana rin, ka Pandora dan Narmaira berada
“………Apa yang telah kalian perbuat manusia ? sampai membuat Monster seperti itu ?”
Apa yang dia bicarakan ? kenapa dia menganggap Noel sebagai Monster ?
“Pandora ?! apa kau yang melakukan itu ?”
“ehh ? melakukan apa ?”
“…..begituya….kau juga tidak tau rupanya…..”
Tiba – tiba hujannya semakin mereda, tinggal beberapa rentikan hujan yang menetes saja
“sepertinya waktu ku habis…kalian para manusia benar – benar sangat tidak aku mengerti….mungkin aku harus melakukan sesuatu pada kalian…”
Setelah dia bilang seperti itu….tiba – tiba dia menghilang bersamaan dengan awan mendung dan juga hujan ini. langit yang cerah dan matahari yang menyilaukan menyinari kami yang ada di lapangan ini
“….be…berakhir sudah ?”
“sepertinya begitu…..”
“Ughhh !”
“Rin !”
Sepertinya ka Narmaira sudah kembali sadar
“Rin ! Maafkan aku ! aku…aku melukaimu ! aku…aku…”
Rin memegang tangan kiri ka narmaira yang terluka itu
“hebat sekali ka narmaira melawan Perintah Tendo Agami itu !”
“Tentu saja ! aku….aku tidak mungkin bisa melukaimu kan ?”
“Terimakasih karna mau melindungiku ka Narmaira !”
“Bicaranya nanti saja ! ayo kita sembuhkan lukamu !”
“Baik ! ayo ke Rungan pengobatan !”
Sepertinya mereka baik – baik saja, tunggu….kemana Tesa ?
“Ao !”
“Tesa ?!”
Aku menghampiri tesa yang sepertinya dia sedang memeluk Noel yang pingsan
“Ao ! Noel tidak sadarkan diri !”
“……....tenanglah ! dia hanya pingsan saja ! sebaiknya kau bawa juga dia ke Ruang Pengobatan ! aku akan membantu di sekitar sini dulu !”
“baik !”
Tesa pun membawa Noel ke Ruang Pengobatan…dan sepertinya, kami berhasil melewati bencana yang mendatangi kami….walaupun kami kehilangan beberapa Orang….Tapi, Tendo Agami....Kenapa kau menyebut Noel sebagai Monster.…pasti ada sesuatu dibalik kejadian ini….
to be continue......
__ADS_1