
Kami ber 3 pun berlari mendekat ke king zoa yang juga mendekat ke arah kami, sebisa mungkin kami harus membuatnya sibuk dan menghalaunya menuju tembok Zenexter ini
“Serangan datang ! Menghindar !”
Saat king zoa itu mengayunkan tangannya ke arah kami, kami menghindarinya dan benturan yang keras menghanam tanah
“ji..Jika kena serangan itu pasti tidak akan selamat ! serangannya benar – benar memiliki kekuatan yang bukan main !”
“lebih baik menghindar dari pada menahannya menggunakan katana kalian ! senjata kalian berdua pasti akan hancur !”
“Baiklah….walaupun dia cukup cepat, tapi karna dia besar jadi serangannya terlihat ! asalkan kita fokus dengan serangannya pasti akan baik – baik saja ! Ao dan aku akan mengecohnya ! Iris tolong atur jarak tembak dan sebisa mungkin pimpin para tentara untuk menembak dengan Roket anti-Tank jika ada kesempatan !”
“Baiklah ! kalian berdua hati – hati ya !”
“Baiklah ! Ayo Ao !”
“Aku di belakangmu !”
Kami berdua berusaha memancing king zoa agar sibuk dengan kami, selagi para tentara menyiapkan roket anti-tank mereka
“apa roketnya sudah siap ? berapa Roket yang kalian miliki ?”
“Roket sudah siap ! kami ber 3 disini, jadi kami memiliki 9 tembakan !”
“Persiapkan itu ! jika ada cela maka tembak ke arah king zoa itu ! aku juga akan membantu mereka dari sini !”
“Baik !”
Saat itu sepertinya di bawah sini sudah cukup terkendali, ka Pandora yang memikirkannya di atas benteng ini sepertinya merasa kalau ada yang tidak beres
“(…..Aku merasakan ada yang tidak beres disini….perasaan apa ini….tapi,aku harus fokus dengan zoa – zoa yang akan menggangu iris dan yang lainnya ! mereka sudah cukup kesusahan dengan king zoa itu ) Felicia ! laporkan Status !”
“[keadaan cukup terkendali……Tinggal menunggu para tentara menghancurkan Armor king zoa….]”
“kuharap mereka berhasil ! sepertinya keadaanya juga cukup stabil”
Tiba – tiba Rin datang ke arah ka Pandora dan sepertinya dia menyadari sesuatu
“Ka Pandora ! Ada sesuatu di kejauhan sana ! Sepertinya ada alat yang besar !”
“APA !”
Ka Pandora melihat ke arah kejauhan menggunakan mode hawk eye nya, dan benar saja dari kejauhan itu terlihat ada alat pelempar batu besar dan beberapa orang reaper yang ada disana
“REAPER ! sudah kuduga mereka juga bertindak !”
“Itu Mangonel yang cukup besar ! pasti akan melempar batu yang cukup besar juga !”
“harus ada yang menghentikan itu !”
“serahkan padaku !”
Sepertinya Suzaku sudah pulih setelah Noel mengrecoverinya, dia pun bangkit lagi dan entah kenapa wajahnya seperti seorang yang sedang marah
“Suzaku !”
“aku yang akan menghancurkan Mangonel – mangonel itu, setelah itu aku akan ke tempat Ao dan yang lainnya untuk membantu mereka !”
“Baiklah ! aku mengandalkanmu ! Rin kau juga kembalilah ke posisimu dan kembali bantu mereka !”
“baik !”
Suzaku berjalan ke sebelah ka Pandora dan bersiap – siap untuk menuju tempat para reaper itu
“apa ada tanda – tanda dari Tendo agami ?”
“Tidak ada ! aku belum melihat tanda – tanda dia datang !”
“sepertinya dewa itu sedang menontoni kita !”
“kurasa begitu…faktanya bahwa Tendo agami adalah dewa air dan juga kehidupan ! pasti dia ada di sekitar sini !”
“…..hanya itukah yang kau ketahui tentang dia ? kau belum tau ya ?”
“belum tau apa ?”
“Tendo agami itu….adalah dewa kesenangan dan juga keserakahan kau tau !”
“Hah !”
Suzaku melompat dari atas tebing tembok dan melaju sangat cepat menuju para reaper yang menyiapkan Mangonel yang sudah siap untuk ditembakkan
“(Cih….Sepertinya aku sedikit terlambat !)”
Mangonel itu pun meluncurkan 5 Batu besar yang melaju ke arah tembok zenexter
“HYAAAA !!!”
Suzaku yang menyadari itu pun menghancurkan satu batu yang dekat dengan dia, namun masih ada 4 batu yang terbang menuju benteng !
“(aku hanya bisa menghancurkan 1 ! selebihnya bergantung padamu Pandora !)”
Suzaku pun melanjutkan tujuannya untuk menghancurkan biang dari semua ini, yaitu tempat para reaper mengoperasikan mangonel itu, sedangkan ka Pandora sedang memikirkan sesuatu untuk mengentikan batu besar yang sedang menuju benteng itu
“Felicia !”
“[………XHX…….2 batu di paling kanan terlalu jauh….Hancurkan saja 2 yang di kiri dan tengah !]”
“SIALAN !”
Ka Pandora pun bergegas mengambil 2 roket anti-tank dan berlari menuju tengah tembok
“ERICK ! TANGAP INI DAN TEMBAK YANG TENGAN !”
“TU ! TUNGG-!!”
BLANGG !!! Roket yang besar itu membentur kepala Erick
“a…...”
“KA PANDORA ! TOLONG JANGAN LEMPAR BENDA BERAT SEPERTI INI ! AKU TIDAK SEKUAT DIRIMU !”
“TIDAK ADA WAKTU ERICK ! CEPAT BIDIK BATU YANG DITENGAH ITU !”
“BAIKLAH !”
Erick membidik batu yang ditengah, sedangkan ka Pandora membidik batu yang ada di kiri
“Siap !? TEMBAK !”
BOMMMM !!
2 roket anti-tank melaju ke arah batu besar dan menhancurkan batu, tapi ke adaanya masih cukup buruk disini
“SERANGAN DATANG ! SEMUANYA JANGAN ADA YANG DI UJUNG TEMBOK DAN BERPEGANGANLAH PADA SESUATU !”
2 batu yang berada di paling kanan menghantam tembok sector 2, getarannya cukup kencang seperti terkena gempa bumi
“Cih ! Felicia ! status ?!”
“[……XHX…Tembok sector 2 mengalami kerusakan 26 % ! kekokohan masih cukup tinggi !]”
“Fyuhh….Syukurlah ! sisanya aku serahkan padamu suzaku !”
Saat itu suzaku yang sudah sampai di tempat para reaper itu
“si…Siapa orang ini ?!”
“Di…Dia dewa kah ?”
“beraninya kau menantang dewa kami !”
Suzaku dengan wajah seramnya sudah muak dengan semua ini, diapun langsung saja menyambar reaper – reaper itu dan merusak mangonel mereka
“Kalian benar – benar menyusahkan ! aku sudah muak dengan dewa – dewa yang kalian sebut itu ! baiklah…selanjutnya membantu Ao dan yang lainnya !”
Disaat itu kami yang sedang menghadapi king zoa sudah cukup kewalahan, memang kita bisa menghindari setiap serangannya, namun itu juga berarti untuk zoa ini karna kita juga tidak bisa menembaknya dengan roket anti-tank karna dia selalu saja menghindarinnya
“Se…Sepertinya kita memang membuatnya sukup sibuk….Tapi…”
“SEKARANG ! TEMBAK !”
2 roket anti-tank ditembakkan dan lagi-lagi dia menghindari roket itu
“ini akan sia - sia jika serangan kita juga tidak mengenainnya”
“Ada apa Ao ? kau sudah cukup kelelahan sepertinya !”
“sepertinnya aku memang masih jauh dibelakangmu ka misa ! bagaimna kau bisa memiliki stamina yang banyak seperti itu ?”
“asalkan ada semangat ! stamina ku ini tidak akan habis Ao !”
“tapi sepertinya situasinya cukup buruk disini !”
“yaa…Roket anti-tank kita hanya mengenainya 1 kali dan hanya merusak armor tangan kanannya saja !”
Ka iris pun datang menghampiri kami setelah sedikit berunding dengan tentara
“Sepertinya kita harus melakukan sesuatu !”
“kau benar iris ! sisa berapa roket yang kita miliki ?”
“hanya tinggal 3 ! yang dimiliki oleh masing- masing tentara itu !”
“dia masih memiliki armor di tangan kirinya ! itu berarti dia masih bisa menahan 1 serangan kita lagi !”
Tujuan utama dari misi kita adalah menghancurkan armor milik king zoa itu, sisanya tinggal mengharapkan serangan last hope milik ka Pandora…kalau begitu !
“aku ada sedikit rencana….”
“Ao ?! apa itu ?”
“setelah berulang kali menghindar dan melihat serangannya, aku menjadari bahwa dia tidak dapat berputar dengan cepat !”
“berputar ?”
“benar ! badan yang sebesar itu pasti memiliki kelemahan yaitu sulit untuk berputar dan berjalan mundur ! maka ?!”
“serangan dari belakang akan sangat ampuh ya ?”
“Baiklah ! kalin ini serahkan pada ku dan Misa ! Ao kau siap – siap menembak dengan roketnya !”
“Baik !”
__ADS_1
“Ok ! AYO IRIS !”
“HEH ! KITA HAJAR DIA !”
“(mereka masih saja tetap seram) Baiklah ! Hey ! berikan aku satu roketnya !”
Ka Misa melaju ka arah king zoa itu, saat king zoa nya ingin memukulnya, dia membelokan pergerannya dan melompat kesamping king zoa itu dan menebasnya ! setelah menebasnya, kini posisinya ada di belakang king zoa itu
“LIHAT KEMANA KAU !”
DAR DAR DAR DAR
Ka iris pun menembak dari depan dan membuat king zoa itu kebingungan dengan arah pertahanannya
“HEY ! HEY ! AKU DIBELAKANGMU LOH ! LIHAT LAH KESINI !”
Sambil ka misa menebas – nebas armor belakan zoa itu, walaupun serangannya tidak cukup berdampak besar, tapi tujuan dari serangannya bukan itu !
“SEKARANG ! AO !”
“MAKAN INI !”
Aku menembakan roket anti-tank ke arah badan king zoa itu, namun karna pergerakannya zoa ini cukup cepat, dia berhasil menangkisnya dengan tangan kirinya
“CIH ! DIA BERHASIL MENAHANNYA !”
“TIDAK APA – APA ! DENAGAN INI DIA TIDAK MEMILIKI ARMOR LAGI DI TANGANNYA !”
“HAH ! AO !”
“EMM ?!”
King zoa itu sepertinya marah dan melaju ke arahku dengan sangat cepat
“Dia menuju ke arah ku ! baiklah, yang harus ku lakukan adalah menghi-!!”
Cleppp
“….….Eh ?”
Saat aku menyadarinya, Bahuku tiba –tiba tertancap pelur bius yang ternyata dari arah salah satu tentara itu, dan benar saja ternata 1 di antara ke 3 tentara itu adalah reaper !
“(a…aku tidak dapat bergerak…Racun minic kah ?)”
“AO ! MENGHINDAR !”
“HAH !”
DUAKK !!
Pukulan king zoa pun membentur tubuhku, aku pun terpental jauh hingga menubruk tembok zenexter hingga tembok ini berlubang
"AGHHH !!!"
“Ao !”
"Ao !"
Ka iris menembaki king zoa itu dan zoa itu melompat mundur ke belakang, lalu dia dan ka misa berlari ke arah tubuhku yang sepertinya sudah tidak bergerak sedikitpun. Disaat yang bersamaan, para tentara pun bertindak
“K…KAU ! KAU REAPER YA ?”
“BERANI SEKALI KAU MENIPU KAMI !”
“HEHEHE…SATU MATI ! BERIKUTNYA KALIAN JUGA AKAN MAT-!! AGHH !!”
Tiba – tiba suzaku langsung menindih tentara reaper itu hingga dia tidak dapat bergerak
“Cihh…Reaper yang menyamar kah ?! Apa kalian berdua juga reaper ? Perlihatkan Pinggul kalian !”
“Bu…bukan ! kami asli tentra benteng ! Lihat !”
“a…aku juga bukan reaper !”
“…..tidak ada mark di pinggul kalian, berarti kalian aman”
“Heh…HEHEHE…SUZAKU SANG DEMI GOD KAH ?”
“DIAMLAH !”
“AGHHH!!!”
Suzaku mengleluarkan listriknya dan menggosongkan reper itu hingga tewas
“awasi king zoa itu ! aku ke Ao sekarang !”
“Baik !”
“Baik !"
Suzaku pun menuju ke arah tubuhku yang sudah tumbang
“Iris ! bagaimana keadaan Ao ?”
“Suzaku ! Ao….Tidak bernafas !”
“APA !”
Suzaku mengecek keadaan tubuh ku sekali lagi, dan dia menyadari bahwa aku tidak lagi bernafas
“Baiklah ! bawa Ao ke Noel sekarang !”
“Baik !”
Suzaku membawa tubuku kembali ke atas benteng
“Semoga kau bisa diselamatkan Ao ! baiklah…emmm…tunggu ! dimana misa ? Mis-!!”
“…………….”
Ka misa berdiri di depan king zoa itu…dia mengenggam katananya sangat erat hingga keluar darah dari tangannya
“(Misa !)”
“Takbisa dimaafkan….BERANI SEKALI KAU MENYAKITI MURIT KESAYANGAN KU !"
GRAAAAA !!
Saat zoa itu berusaha memuku ka misa, dengan cepatnya ka misa menghindarinya dan berpindah ke bawah king zoa itu, lalu dia menebasnya hingga zoa yang besar itu terpental
“(ga…gawat ! misa terkena Blood rush nya ! aku harus menghentikannya !)”
Yang tidak dapat dimengerti adalah, serangan ka misa kali ini sangatlah tidak masuk akal, karna tebasannya membuat king zoa itu terkena benturan dan terpental, ditambah dia juga semakin cepat dan gerakannya sangat tidak beraturan
“(ha…harus ku hentikan….kalu tidak mungkin dia juga akan mati ! tapi….waktu dia terkena blood rush, Pandora saja terluka saat menghentikannya…Apa..Apa yang harus ku lakukan)”
“BERANI SEKALI KAU MEMBUNUH MURIT KU ! KAU AKAN MATI JUGA MOSTER SIALAN ! AKAN KU CONGKEL MATAMU ! AKAN KU CABIK – CABIK KELUAR ISI PERUTMU ! KAU AKAN MATI MOSTER SIALAN !”
“(Murit ?! itu berarti pemicunya adalah Ao ! Kumohon Ao ! kau harus tetap hidup !)”
Suzaku yang membawaku pun sampai di atas tembok
“NOEL ! NOEL KEMARILAH ! AKU JUGA BUTUH MEDIS DISINI !”
“Ada apa !”
Ka paula, ka Melissa, dan Noel yang melihat tubuh ku langsung saja mendatangiku
“APA YANG TERJADI DENGAN AO !”
“No..NOEL ! CEPAT KAU PULIHAKAN AO ! dan Paula ! Melissa ! tolong periksa kondisinya !”
“A...Akan ku lakukan ! Melissa bantu aku !”
“baik !”
Noel langusng saja menggenggam tanganku dan melakukan recoverinnya, sedangakan ka Paula dan Melissa melakukan penyembuhan dan pemeriksaan
“………….”
“bagaimana Paula ? apa Ao baik – baik saja !”
“…d…..dia…dia tidak bernafas….Ao sudah…”
BRAKK !
Tesa tiba – tiba menjatuhkan senjatannya dan kaget dengan apa yang ka paula bicarakan
“A……Ao….Ao sudah…Tidak !”
Tesa berlari ke arah tubuhku dan terus menerus berusaha untuk menyadariku
“AO ! KAU JANJI UNTUK TETAP HIDUP BUKAN ?! TAPI KAU MALAH MELANGGAR JANJI KITA ! AO ! BUKA MATAMU AO ! AOOO !!!”
“……………………………”
Dan lagi…kali ini aku tidak sadarkan diri…
“…………………………...”
Ini terjadi lagi…ini pernah terjadi saat aku tergigit oleh zoa waktu itu
“………………………Emm”
Ruang putih yang menyelimuti seluruh mata dan juga kekosongan….
“O…Ok ! apa kali ini aku sudah mati ?”
“(hemm...Entahlah !)”
Sekali lagi dia muncul lagi…seseorang yang mirip dengan ku
“kau ! muncul lagi !”
“(tidak ! seharusnya kaulah yang tidak datang ke sini !)”
“Sebenarnya siapa kau ini ? apa maumu muncul di hadapanku !”
“(sudah aku bilang kan kalau aku dalah kau ! dan kau adalah aku !)”
“benarkah ? kalau begitu jawab pertannyaanku ! kenapa aku bisa sampai di sini lagi ?”
“(emm….Sekarat ?)”
__ADS_1
“ehh…yaa…itu benar…tapi karna apa aku sekarat ?”
“(hemm….ohh….tidak bisa bernafas karna tertekan dada seorang wanita)”
“hemm...kau cukup mesum rupanya !”
“(benarkah ?)”
“Terlebih lagi ! itu membuktikan bahwa kau tidak tau apa yang terjadi di dunia ku ! itu menandakan kau bukan diriku ! siapa kau sebenarnya ?!”
“(………Soal itu……belum waktunya kau mengetahuinya !)”
“Hah ?”
“(saat kau semakin tau tentang dunia ini ! aku akan memberitau mu, karna itu….kau belum ditakdirkan untuk mati, Ao Vorgimorto !)”
“Vo…Vorgimorto ? apa itu ! namaku adalah Ao Stevel !”
“(hem...sekarang bangunlah !)”
“TUNGGU !”
“ EHH !!!”
Aku pun terbangun dan kaget karna banyak orang yang mengerumuniku
“A..AO ! SYUKURLAH KAU SELAMAT AO ! SYUKURLAH !”
Tesa pun langsung memelukku dan menangis tanpa henti
“Te…tesa ? Noel dan Rin juga ! Tunggu ! aku selamat ?”
“Syukurlah Ao ! sepertinya pentembuhan Noel berhasil ! Syukurlah kau berhasil Noel ?!”
“E…Ehh…begitulah Rin (kuyakin penyembuhanku tidak bekerja ke tubuh yang sudah mati..…Ao….kau)”
“Ao !”
“ka Pandora !”
“bagaimana keadaanmu ?”
“aku…tidak merasakan sakit sama sekali di tubuhku !”
“………….(dia….)”
“aku masih sanggup melawan king zoa itu ! Biarkanlah aku perg-!!”
PLAKK !
Aku kaget karna tesa menamparku cukup keras
“te...tesa ?”
“SUDAH HENTIKAN AO ! SEBERAPA MAU LAGI KAU MEMAKSAKAN DIRIMU LEBIH DARI INI ! AKU SUDAH MENGIRA AKU KEHILANGAN MU AO !”
“……..Tesa…Tenanglah ! aku masih ada disini ! dan selagi aku masih bisa bertarung ! akan ku lakukan sebisa mungkin ! Demi tempat Tinggal kita !”
“De...demi tempat tinggal kita ?!”
“benar ! itukan alasan kita bertarung !”
“………..kau benar ! tapi biarkan aku bersamamu kali ini !”
“aku juga ikut !”
“noel juga !”
“aku juga akan bersama mereka ber 4.…jadi…gimana pendapatmu Pandora ?”
“…baiklah….dan Ao ! aku juga meminta bantuanmu juga !”
“Baiklah ! apa itu ?”
Saat itu, ke adaan di bawah sini sudah cukup berbahaya, ka misa sudah cukup banyak mengeluarkan darah dan sepertinya dia tetap tidak lelah – lelah
“…Sepertiya…aku tidak punya pilihan lain selain menembak nya ! maaf misa ! aku tidak punya pilihan lain”
Saat ka iris mencoba mengarahkan senjatanya ke arah ka misa, suzaku pun memegang senjatanya
“tenaglah iris !”
“Suzaku ?!”
“biarkan lah Ao yang melakukannya !”
“Ao !”
Aku berjalan ke arah ka misa yang sedang berhadapan dengan king zoa itu
“MATI KAU ! MATI KAU SIALAN ! BAYARLAH DENGAN APA YANG KAU LAKUKAN TERHADAP MURI-“
“Ka Misa !”
“T……..a…....Ao ?!”
“itu benar ka misa ! aku baik – baik saja !”
Ka misa melepas katananya dan berlari ke arah ku dan langsung memeluk ku
“Ao ! kau memang murit yang kurang ajar ! membuatku sangat khawatir !”
“maafkan sifatku yang seperti ini ! tapi aku baik – baik saja sekarang ka misa !”
“hem….syukurlah kalau begitu !”
“kalian berdua ! di belakang kalian !”
Zoa itupun menyerang kami berdua dan kami berhasil melonpat ke belakang
“KAU ! MENGGANGGU SUASANA HATIKU !”
“ka misa ?”
“tenanglah ! kali ini aku marah karna hatiku ! dan bukan dengan darahku !”
“hem…baguslah kalau begitu !”
“Kali ini ! ayo habisi Moster Zoa ini !”
“Baik !”
“Baik !”
“Baik !”
“Baik !”
“Baik !”
“Baik !”
Kami pun membabi buta menyerang king zoa itu ! dengan panah ledakan dari noel, tembakan dari tesa, sniper dari rin, dan 2 tebasan katana dari aku dan ka misa ! serta kilatan perit dari Suzaku,serangan yang bertubi - tubi ini benar – benar membuat king zoa ini kewalahan
“Makan ini !”
Ka iris pun yang bertugas menembakan roket anti- tank mencoba menembaknya sekali lagi ! kali ini king zoa itu menahannya dengan tangan kirinya dan tangan kirinya pun gosong dan terluka
“Cih ! tingal 1 peluru lagi !”
“Ka iris ! berikan padaku !”
“ini perluru terakhir Ao !”
“aku tau ! karna itu percayalah padaku !”
“baiklah ! tunjukan yang kau bisa Ao !”
“ka Misa !”
“Ok !”
Aku melaju bersama dengan ka misa, kali ini aku menyalakan katana apiku dan melemparnya ke arah kepalannya, dia pun menangkisnya dengan tangannya
“Sekaran ka Misa !”
“Berikan Tanganmu !”
Aku mengunakan tanganku untuk meluncurkan ka misa ke arah kepala zoa itu dan ka misa menangkap katana ku yang terhempas tadi dan berhasil berdiri di atas king zoa itu
“kita lihat apa kau bisa menahan yang satu ini ! HYAAA !!!”
GWAAAA !!!
Ka misa menggunakan ke dua katannya dan menebas armor kepala zoa itu ! dan ini lah waktu yang tepat
“Skak mat ! king zoa !”
Setelah ka misa melompat menjauh dari king zoa, tembakan roket anti-tank ku meluncur ke arah badannya dan meledak di tubuhnya, menghamburkan armor – armor di tubuhnya. Kami semua yang dibawan sinipun meneriaki satu nama dengan sangat kencang
“SEKARANG ! PANDORA !”
“Felicia ! Aktifkan last Hope Sekarang !”
“[XHX…Last Hope Diaktifkan….XGX]”
BLAMMMMM !!!!
Langsung saja dari langit keluar sebuah gelombang laser besar yang menerjang king zoa itu ! cahanya sangat silau dan panas ! untung saja ka pandora sudah memberi tau kami untuk menghindar dangat jauh saat last hope akan aktif !
“Waaaa !”
“HE…HEBAT !! INIKAH LAST HOPE !”
“RIN ! JANGAN DILIHAT !”
Setelah cahaya itu menerjang king zoa sekitar 7 detik, tanahnya pun berlubah cukup besar, dan mayat king zoa yang tinggal menyisakan badan bagian bawah dan tulang rusuk yang memanjang ke atas pun rubuh
“ki…kita….?!”
“KITA BERHASIL !!”
“WEAHHHH !!!!”
__ADS_1
Akhirnya king zoa ini pun tumbang dan sepertinya misi kita melindungi tempat tinggal kita yaitu zenexter ini telah terselesaikan
to be continue....season 2 pun dimulai....