Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S3) Fight for Our Home #3


__ADS_3

Hari pun berlalu, saat ini kami semua ada di tenda perawatan karna Kemarin Rin tiba – tiba pingsan dan kami pun membawanya kesini, namun di pagi ini, syukurlah dia sudah sadarkan diri dan kondisinya membaik


“Sudah ku bilang kan, kalian ini terlalu khawatir, kenapa sampai membawaku ke tenda perawatan begini ?”


“Yaa mau bagai mana lagi, kami khawatir karna kau tiba – tiba pingsan mendadak Rin !”


“Benar rin ! noel juga khawatir karna kau mendadak Pingsan !”


Tesa dan Noel benar – benar khawatir terhadapnya, memang benar rin tiba – tiba diberi kekagetan itu dengan kemunculan adiknya Laila…Tapi…


“Saat itu aku hanya kaget saja, tiba – tiba adikku ada di depanku…aku..aku hanya tidak tau apa yang harus ku lakukan….”


“Rin….”


Melihat kondisi saat ini, aku memiliki beberapa kesimpulan dengan kejadian tadi malam, yang jadi malah adalah…apakah Rin mau menghadapinya atau tidak..sebab, mungkin ini bukan kenyataan yang rin bayangkan.


Aku pun berjalan mendekat ke mereka bertiga.


“Tesa…Noel…Sudahlah, kalian harus istirahat juga, kalian berdua kan menjaganya semalaman, kali ini serahkan saja rin padaku dan kalian bisa istirahat ! lihat, ada kantung mata di bawah mata kalian berdua !”


“Ehh ! B-Benarkah ? gawat ini !”


“K-kalau gitu, Noel juga ikut kata – kata Ao saja”


Setelah mereka berdua menyemangati Rin untuk cepat sembuh, mereka pun kembali ke tenda kami untuk istirahat.


“Jadi…..”


“Emm ?”


“ada apa ? pasti ada yang mau kau bicarakan kan Ao ?”


“Hemm..sudah ku duga kau langsung tau ya, Apa kau sudah baikan ?”


Rin pun mendadak turun dari tempat tidurnya, dan memakai kembali pakaian tempurnya. Namun saat dia telah selesai memakai bajunya, dia terdiam dan tidak menoleh ke arah ku


“………Ao……Aku….”


“Aku tau, karna itu saat ini mari kita bicarakan hal ini !”


“………..Baiklah….”


Kami pun keluar tenda dan menuju pinggiran sugai yang ada di desa zenexter ini, setelah sampai, rin pun menuju sebuah bunga yang mekar di pinggiran sungai dan berjongkok di sana sambil melihat bunga itu


“Wahhh…..”


“Rin ! jangan sentuh bunga itu, itu bunga Flomoia yang kalau getah batangnya terkena kulit akan gatal - gatal”


“……hebat juga ya…kau bahkan tau tentang bunga ini Ao…”


“Apapun yang bisa di jadikan informasi akan berguna di duna ini, walaupun getah dari bunga Flomoia ini gatal terkena kulit, tapi kelopak bunga nya jika di tumbuk dan di tempelkan di luka, itu akan meredakan luka nya ! bunga ini cukup berguna bukan ?”


“……………….”


“…..Ah”


Benar juga, kenapa aku malah membahas bunga ini, seharusnya aku membahas apa yang terjadi semalam itu


“Rin….”


“sepertinya…yang menghadapi masa lalu bukan hanya kau dan tesa saja ya, Tapi aku malah di pertemukan lagi oleh adikku sendiri !”


“Rin….”


“Ao, apa yang harus ku lakukan ? apa aku harus menghadapi adikku sendiri ? bukanya ini sama seperti yang kau rasakan saat akan menghadapi ka ted ?”


“…………….”


Dia memang benar, tapi, bebannya tentu akan sangat berat di posisimu saat ini Rin.


“Rin, dengarkan Aku, aku memiliki beberapa kesimpulan kalau reaper yang tadi malam itu bukan adikmu !”


“…………..”


“kau ingat bukan kalau saat aku mau menembak dia, ternyata dia tiba – tiba menghilang ! tapi aku menyadari kalau tempat dia menghilang ada genangan Air, dengan begitu, aku yakin kalau kemampuannya berhubungan dengan Air !”


“…..kalau soal itu, bukanya itu malah mejelaskan kalau adikku saat ini memiliki kemampuan Air itu bukan ?”


“Kurasa Tidak !”


“Ehh ?”


“ingat kalau aku lah yang pertama kali menyadari dia datang, dia saat itu, dengan ke biasaan mu yang tidak tidur dengan selimut, seharusnya dia tau kalau Kau ada di sana, Tapi dia malah sadar kalau kau adalah rin saat aku sedang bicara padamu waktu itu !”


“………Mungkin…adikku lebih memilih menyelesaikan misinya terlebih dahulu…kau yang bilang sendiri kan kalau target dari adikku adalah Noel !”


“Eghh….s-soal itu”


Gimana ini, kalau dia bilang seperti itu, aku jadi kesulitan menjelaskannya, kalau manusia yang menjadi reaper berkemungkinan memiliki ingatan masalalunya !


“….Dengar rin, ada beberapa kemungkinan reaper memiliki ingatan masa lalunya, seperti kejadian Leo, atau bahkan kejadian seperti saat kau menghadapi Monho bukan !”


“……Umm..”


“karna itu, jika dia adalah adikmu, aku yakin kalau pertama yang dia akan datangi adalah kau rin ! jadi cobalah mengambil kesimpulan lain kalau dia itu bukan adikmu !”


Rin pun diam sejenak, dan memikirkan apa yang harus dia lakukan sambil melihat bunga Flomoia yang ada di depannya itu


“Hem…”


“Rin ?”


“kau ini ya Ao, memang kau tidak pernah berubah !”


“Tunggu..apa maksudnya itu ?”


“ahahah, Tidak ada – tidak ada ! Tenang saja Ao, walaupun itu berat, tapi aku akan mencoba menerima apa yang kau katakana itu Ao, sejujurnya…aku sangat kaget melihat sosok adikku yang tiba – tiba muncul di depan ku itu, dan terus saja kepikiran sampai sekarang, karna itu, aku....."


“Rin !”


“waa !"


Aku pun mendekat ke arahnya dan membangunkan tubuhnya dari posisi jongkok nya, dan membalikan badan nya agar melihat ke arahku lalu menepuk ke dua pundaknya !


“kita ini memiliki beban yang sama bukan ?! kau harus menghadapi kenyataan yang belum pasti itu, dan aku harus menghadapi Ka ted juga ! karna itu…"


aku pun menjulurkan tangan ke depan Rin


“Mari bertarung bersama Rin ! bantulah aku menghadapi ka ted ! begitu juga aku akan membantu mu menghadapi reaper itu ! mau dia itu adikmu atau bukan ! kau tetap tidak akan bertarung sendirian rin !"


“Ao….”


Inilah keputusan ku, dan aku tau kalau Rin akan menerima hal ini ! Sebab, kita sudah berusaha sampai sejauh ini bersama – sama ! kita tumbuh dan menjadi sekuat ini dengan kekuatan kita bersama !


“Hemm…Baiklah, sepertinya kau memang selalu butuh bantuan ku ya ?”


“Oii !”

__ADS_1


“ahaha…..Ao !”


“Emmm ?”


Bersama dengan kelopak bunga Flomoia yang terhembus angin dan bertebaran di belakangnya itu, dia pun tersenyum ke arahku dengan senyuman nya yang tulus itu.


“Terimakasih ya, atas kebaikan mu selama ini !”


“……Ohhh…”


Aku pun cukup terkejut melihat hal itu ! senyuman ini, sepertinya jarang sekali aku lihat !


“tidak perlu sungkan Rin ! kita – kita ini memang harus saling membantu bukan ?”


“Eheheh, kau benar !”


“Hem…Dan lalu…”


“emm…Yaa…”


Kami berdua pun menatap ke pohon di sebelah kami dan berkata


“Sampai kapan kau akan melihat kami ka narmaira ?”


“Sampai kapan kau akan melihat kami ka narmaira ?”


“Ahahah, Ketahuan ya !”


Ka narmaira pun keluar dari persembunyiannya dan mendatangai kami


“Iyahaha, aku jarang sekali melihat senyuman Rin yang seperti itu, jadi tidak tahan melihatnya ! Hebat sekali kau bisa membuat Rin tersenyum seperti itu Ao ! Kau mengerikan !”


“(itu pujian ?)”


“S-Sudahlah, ada apa sampai ka narmaira datang ke sini ? ka narmaia masuk di Team khusus tuan putri bukan ? kalau begitu pasti….”


“Benar ! Benar ! tuan putri memanggil kalian Berdua ! Ayo !”


Setelah itu, kami bertiga pun menuju ruang ka Pandora, tapi entah kenapa saat kami sampai di sini, ka Pandora terlihat begitu berenergi dan bersemangat


“Ahh ! kalian akhirnya datang ! maaf ya, aku baru tau kejadian kalian semalam karna aku sudah tertidur kemarin !”


“T-tidak masalah, tapi…ada apa ka Pandora ? kau terlihat bersemangat sekali ?!”


“ahh, itu mungkin karna tubuhku sudah tidak pegal – pegal lagi dan enak untuk di gerakan !”


“KALIAN TAU ! Itu karna semalam Aku dan ka Pandora tid-!”


Ka Pandora dengan kecepatan penuh langsung berada di belakang ka narmaira dan menodongkan pistolnya ke kepala ka narmaira !


“kau mau mati ?!”


“ha…ma-maaf !”


Sepertinya…terjadi sesuatu dengan mereka, apa ka narmaira berulah lagi ?


“pokoknya, alasan ku memanggil kalian untuk membahas kejadian semalam itu ! apa kalian mau ?”


“…….Rin ?”


“aku tau Ao, baiklah, kami akan jelaskan, tapi sepenuhnya mungkin akan di jelaskan Ao !”


Kami pun mulai mejelaskan apa yang terjadi semalam dengan ka pandora ! sekitar 10 menit kami menjelaskan di meja makan ini sambil menyantap sarapan yang di buat pak sieg


“Begituya, ini pasti berat untuk mu Rin ?”


“dengan penjelasan yang kalian berikan, itu artinya saat ini terdapat 4 reaper yang harus kita hadapi. Rion ! Hana ! Ted ! dan satu lagi yang namanya belum kita ketahui !”


“…………..Kalau soal itu, Tuan putri bisa menyebutnya dengan nama “Laila” saja !”


“Rin !”


“…...bukanya itu nama adikmu ? kau yakin ?”


“Ya, ada kemungkinan kalau dia memang adikku, tapi kemungkinan itu belum sepenuhnya benar ! karna itu, Tuan putri bisa memakai nama itu saja dulu !”


“…….Baiklah !”


Tadinya aku mau marah karna dia membahas nya lagi dan menyimpulkan kalau reaper itu adalah adiknya ! tapu kurasa karna dia membicakan hal itu dengan sangat tenang, kurasa kali ini aku harus menahannya !


“apa ada informasi tambahan ?”


“Emm..soal it-!””


“Diam lah rin ! aku saja yang bicara pada ka Pandora ! nanti kau malah bicarakan hal – hal yang mengenai adikmu itu lagi !”


“…..(Ao…) hem..baiklah !”


“sejauh ini, informasi yang kami tau hanyalah sampai kemungkinan berkahnya, dan tujuan siapa yang reaper itu incar !”


“Baiklah, kalau begitu aku akan cari tau lagi tentang reaper ini, Terimakasih ya kalian berdua ! sekarang kalian boleh kembali”


“Baik !”


“Baik !”


Kami pun keluar ruangan ka pandora ini, dan tiba – tiba kami bertemu ka Misa di lorong ini


“Ahh, Ao ! ternyata kau ada di sini !”


“ka misa ?”


Ka misa pun mendekat ke kami dan menarik tanganku


“Ayo ! byakko dan Iris juga menunggu mu di ruang latihan !”


“Ehh ? sekarang ?”


“Iya ! Ayo !”


“Ehhh, Tapi…."


“tidak apa – apa Ao ! aku akan kembali saja ke tenda dan menemui tesa dan Noel ! kau pergi saja dengan ka misa !”


“Hemm, Baiklah ! jangan memaksakan diri mu dan istirahat saja ya !”


“Tentu”


“Kalau begitu rin ! kupinjam Ao nya ya !”


“Silakan saja ! jangan sampai rusak ya !”


“Tenang saja !”


“(apa aku ini semacam barang pinjaman ?)”


“Ayo Ao !”

__ADS_1


Ka misa pun menarik ku ke tempat pelatihan, dan ternyata benar byakko dan ka iris ada di sini juga !


“Emm..sebenarnya kenapa kita berkumpul di sini ? bukanya kita tidak ada jadwal latihan bersama ?”


“Ao, dengarkan apa yang akan di sampai kan misa ini !”


“apa yang akan di disampaikan misa ini, merupakan hasil ke putusan kami ber 3 !”


Apa yang terjadi, kenapa ka iris dan Byakko bicara seperti itu.


“…..Ao !”


“Iya ?”


Ka misa pun berjalan mendekat ke arahku, dan sepertinya dia menggenggam sesuatu di tangannya, tapi ternyata, sesuatu yang dia genggam itu pun di tunjukan di depanku, Dan itu adalah…


“K-kunci ini ?! jangan – jangan !”


“Selamat Ao ! kau sudah melampaui hasil ajaran kami ! tidak ada yang bisa kami ajari lagi ! karna itu, sesuai janji kami bertiga, setelah kami berhasil melatih mu sampai hal yang kami bisa ! kelulusan dari kunci ini pun akan kau dapat kan ! terimalah !”


Tangan ku pun bergetar menerima kunci ini, karna….karna kunci ini ! penentu dari semua latihan ku !


“d-dengan ini ! a-aku !”


Ka iris pun mendekat ke arah ku, dan menaru tangannya di atas kunci yang sedang ku terima ini


“kau merupakan murit ku yang sangat ku sayangi, kau gigih, pantang menyerah, dan menerima semua latihan ku dengan baik ! aku senang kau sudah sekuat ini Ao !”


Byakko pun mendekat ke arah ku, dan menaru tangannya juga di atas kunci yang sedang ku terima ini dan juga tangan ka iris


“walaupun aku demi god, dan juga gurumu yang terakhir ! tapi kau tidak pernah membuat ku bosan dan selalu saja membuatku terkejut ! Kau murid ku yang paling hebat Ao !”


Lalu, ka misa pun menaru tangannya di atas kunci yang sedang ku terima ini dan juga tangan ka iris maupun Byakko


“Kemampuan mu bukan lah untuk dirimu sendiri, dengan tekad mu yang ingin melindungi orang lain itu ! jalan itu lah yang membuat mu sampai sejauh dan sekuat ini Ao ! terimalah kekuatan yang kami berikan ini padamu ! dan gunakanlah sebaik mungkin !”


Aku pun…meneteskan air mataku, dan melihat kalau hasil kerja kerasku akan berakhir disini ! Aku…


“T-Terimakasih ! Terimakasih atas semua yang telah kalian berikan ! Aku…Aku..”


“Ahahah ! jangan malah menangis Ao !”


“kau ini, kenapa jadi cengeng begini !”


“Hemm…mungkin kau akan berhenti menangis setelah kami berikan ini padamu !”


Ka Iris pun mengambil benda yang ada di punggung nya itu, dan memberikannya padaku


“i-ini ?!”


“selamat atas kelulusanmu ! gunakan lah kekuatan baru mu ini Ao, kami ber 4 lah yang mendesain ini dan pak Apolo lah yang membuatnya !”


Aku pun membuka sarung yang menutupi benda ini, dan ternyata ini adalah sebuah pedang mesin yang cukup besar, dan bukan sebuah katana


“Pedang mesin ?!”


“Yaa, Ini adalah pedang khusus yang bisa menembak Api ! lihatlah, ada “Trigger” yang biasanya ada di pistol bukan ?! dengan ini kau bisa menembakan sebuah plasma Api Biru !”


I..Ini luar biasa ! hebat sekali ada senjata seperti ini !


“tunggu, tapi kalian bilang ber 4 ?”


“Yaa, Pandora juga ikut serta dengan pembuatan ini ! agar kau menjadi lebih kuat Ao !”


Ka Pandora….


“Gunakanlah…sebaik mungkin ya….Ao Stevel !”


Mereka ber 3 pun tersenyum padaku, dan ternyata senjata ini juga buatan ka pandora juga, pantas saja senjata ini bisa sehebat ini


“Aku….”


Aku pun mengayunkan pedang ini, dan berjanji di depan mereka ber 3


“aku….pasti akan berhasil mencari jalan yang kita ingin capai ! dengan kekuatan dari guru - guru terhebat ku ini berikan ini !”


Persiapan sudah sangat maksimal, semua guru ku telah melulus kan ku, Itu artinya ! tinggal meraih tujuan yang ku inginkan ! lihat saja Tendo agami ! aku akan hadapi dunia mu ini dengan seluruh kekuatan yang ku punya !


To be Continue.....


----Extra----


“Kalau begitu, Misa, Iris, Ao ! bagaimaan dengan perayaan mabuk – mabuk kan dan makan – makan untuk merayakan kelulusan murid kita ?!”


“Ehh ?!”


“apa yang kau bicarakan Byakko, tentu saja itu tidak bisa ! besok misi kita sudah di mulai !”


“ahh, benar juga, lalu bagaimana ini ?! pasti ada perayaan yang menyenangkan kan ? masa kita tidak membuat perayaan untuk Ao ?”


“Emm..Byakko, kurasa dengan kunci ini dan senjata hebat ini. kurasa ini sudah menjadi perayaan ku yang sangat hebat ! jadi kurasa tidak usah mengadakan pesta atau semacam-“


“JANGAN AO ! PESTA TETAPLAH PESTA !”


“Tapi..”


“Sudahlah jangan melawan Byakko, lihatlah Ao, dia sudah sedang dengan hadiahnya ! apa lagi yang kurang ?”


“kau ini ya iris ! kau memang tidak memiliki niat untuk mabuk – mabuk kan Ya ?! makanya kau dari tadi menentang rencana ini ?”


“sudah ku bilang itu karna kita besok sudah memulai misi kita ! apa aku harus teriak di telinga mu ini !”


“Hah ?! maksudmu kau mau bilang aku ini budeg huh ?!”


“Aku tidak bilang begitu !”


“(k-kenapa mereka jadi bertengkar begini ?)”


“cihh, kalau begitu, mari kita dengan keputusan dari misa saja ?!”


“hoh...Boleh saja ! Misa ! apa jawaban mu ?”


“…….Emm…kalau begitu, karna tidak boleh mabuk – mabuk kan…jadi…..”


“Jadi ?”


“Jadi ?”


Setelah ka misa memutuskan nya, kami pun berpindah ke tempat makan di desa zenexter ini dan memesan 4……4 mangkok Ramen.


“Kalau begitu, Selamat makan !”


“(kenapa malah Ramen ?)”


“(kenapa malah Ramen ?)”


“(kenapa malah Ramen ?)”

__ADS_1


__ADS_2