Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(FS) Seal The Fate #3


__ADS_3

“Matilah Kau !”


“Cihh !”


Setiap serangannya, setiap gerakannya, aku melihat dengan jelas dan kurasa aku bisa menghindarinya, tapi kalau begini terus….


SRASTTT !!


“(Ughh)”


Aku pun melompat mudur setelah terkena besetan pisaunya di lengan kiriku, ini memang tidak seberapa, tapi dia berhasil melukai ku


“Ku akui kau semakin gesit dan tangguh Ao, tapi sayangnya semua usahamu akan sia - sia”


“Sia - sia katamu ?”


“Hehehe, Saat ini ! tidak ada yang akan menyaksikan mu di sini, kau akan mati dan tidak ada yang melihat akan perjuangan mu !”


Dia ini, percaya diri sekali kalau aku akan mati di sini, Tapi…


“(aku harus tenang, karna saat ini yang ku butuhkan adalah mengulur waktu, hingga mendapat timing yang tepat untuk menebasnya !)”


dia memang unggul saat ini, dan di pertarungan ini aku pun tidak bisa kabur darinya. Namun, saat ini yang harus ku lakukan adalah mengalahkannya !


“HYAAA !!”


TRANGGG !!


Tebasan ku pun ditepis dengan mudahnya.


“(Dia menepis serangan ku ?!)"


“Kau masih saja besar kepala Ao ! kau tidak sadar kah ?! setiap serangan mu kau akan semakin dekat dengan kematianmu !”


“Itu lebih baik dari pada aku mati tanpa perlawanan ! majulah Todoroki !”


“(Bocah ini !) Hem ! Matilah !”


Saat aku menebas katana api ku padanya, katana ku pun menembus badanya dan seketika dia memutar dan menebas punggung ku, tapi untungnya katana buatan dokter savria ku simpan di punggungku


“Hem, begituya…jadi kau punya katana lain sekarang”


“(aku tidak boleh bicara sembarangan…) Ini adalah pertarungan besar ! tentu saja aku butuh katana cadangan untuk mengalahkan mu !”


“Heh….pemikiran bagus, tapi itu akan sia - sia !”


Dia pun kembali menebas ke arahku, namun karna aku tidak bisa menebasnya sama sekali, dia memiliki banyak kesempatan untuk melukaiku


“(tahan ! aku harus menahan nya !)”


“AHAHAH ! Mau sampai kapan kau bertahan Ao !”


Dengan segenap gerakannya, usahaku untuk menghindari serangannya sepertinya tidak semulus yang ku kira, badanku sudah dipenuhi dengan luka sayatan pisaunya


“Hah…hah…hah”


“Sudah ku bilang bukan, kalau kau terus menyerang, maka kematian akan semakin dekat padamu, kenapa tidak lari dan minta bantuan saja !”


“.…………….Huh ?!”


Apa yang dia bicarakan tadi…apa dia…sedang meremehkan ku ?!


“Kalau kau lari, aku masih bisa main kejar - kejaran dengan mu bukan, ayo lah Ao, lebih lah untuk menghibu-”


“hehe…..”


“(Emmm ? apa dia barus tertawa ?) Kau…”


Dia ! Dia meremehkan ku…aku yang telah berjuang dengan penuh penderitaan ini…diremehkan oleh nya?!


“Ehehe..…AHAHAHAAH !”


“.……………….(begituya, dia jadi gila rupanya) kau pasti sudah kehilangan akalmu ya Ao !”


“haha, menurutmu begitu ? tapi kau tau, sepertinya hari ini aku merasa sedikit berbeda dari biasanya !”


“.……..Huh ?”


Kemarahan…..Kebencian….Rasa sakit…Kesenangan…kesedih, Semua tiba-tiba terbayang di benakku


“Kau tau Todoroki, saat ini pasti kau bingung melihat ku yang seperti ini”


“.……..”


“Saat aku semakin sadar dengan apa yang telah kau lakukan selama ini, itu semakin membuat kepalaku telah tercampur aduk akan semua hal”

__ADS_1


“Kau ?”


“Rasa sakit…kesedihan…dan hal - hal lainya teringat ketika aku sedang berhadapan denganmu saat ini, itu membuatku muak, namun aku sudah berfikir kalau rasa ini tidaklah buruk juga !”


“(bocah ini…jangan - jangan)”


“Setelah aku sadar akan hal ini, aku selama ini telah melupakan apa yang menjadi tujuanku bertarung hingga sampai sejauh ini aku bertarung dengan mu !”


….…..Benar……Balas Dendam……..


“BALAS DENDAM ! BENAR ! itu lah yang harus ku lakukan ! Balas dendam kepada dunia yang sudah mengambil semua hal berharga yang ku punya !”


“Heh….(dia bisa masuk ke mode seperti itu rupanya) Kalau begitu tunjukan yang kau bisa Ao !”


Aku harus lakukan ! Katana pemberian dokter Savria ini juga sudah siap, katana The Blizz ini harus ku gunakan ! walaupun aku tau dampaknya…tapi Balas Dendam ini harus ku Selesaikan !!


“kali ini ! aku pasti akan membunuhmu, TODOROKI !!!!”


“JANGAN BANYAK BICARA !!”


Kami berdua pun melompat bersamaan dan saling menyerang satu sama lain,


SRATSS ! SRATSS ! SRATSS !


“HYAAA !!!”


“Hemmm (dia tidak gentar padahal aku sudah 3 kali mengirisnya dengan pisauku)”


Dengan hentakan keras, aku pun berhasil mementalkan Todoroki ke belakang dengan katanaku ini


“Heh ! ada apa ? apa yang tadi terlalu keras untuk mu ?!”


“(bocah ini ) sudah cukup Ao, kali ini aku akan menebas mu sampai kau mati !”


Dia serius, tatapan nya itu, aku sudah memancingnya terlalu jauh ! satu serangan ini dan ini penentu segalanya ! jika salah sedikit saja dan ini tidak mengenainya ! ini adalah kekalahan ku !


“(ka Misa…Ka Iris…Ka Pandora, Tesa…Rin…Noel…Teman-teman ! akan ku kerahkan semuanya dalam satu serangan ini ) MAJULAH !”


“.……Matilah, AO !”


Kami pun melompat secara bersamaan dan saling berhadap-hadapan, satu tebasan ini akan menjadi penentu segalanya


“HYAAAA !!”


“HYAAAA !!”


“.………….”


“.………….”


Aku pun menyadari kalau katana ku dan pisau miliknya pun saling terpental


“(SERI ?! TIDAK MUNGKIN ?!)”


“(SEKARANG !!)”


Saat aku menyadari dia juga ingin mengambil kembali pisau cadangannya, aku pun mengambil katana The Blizz di punggungku, indikator dari sarung katana ini menandakan 100 % yang artinya aku sudah bisa menggunakannya


“heh ? kau kira katana itu bisa mengenai-Huh ?!”


“MAKAN INI ! FROST BITE !!!”


Dengan tarikan katana yang keluar dari sarungnya, dan dengan tekanan dari Biang Es yang sangat dingin ini, satu tebasanku pun mengakibatkan Badai Es yang membuat setengah ruangan ini pun membeku


“hah…hah…hah”


Ruang ini pun mendadak dingin, dan tentu saja, aku pun tau konsekuensi nya menggunakan katana ini sampai 100 %


“(dokter savria bilang kalau memakainya sebanyak 30 % saja, tapi saat aku sadar aku harus menggunakannya 100 %, aku memakai semua bahan kimia atau apalah itu yang di buat dokter savria ini… dan pada akhirnya)…..”


Aku pun menyadarinya todoroki sepenuhnya membeku, dia sudah benar - benar tidak bisa bergerak lagi, tapi…begitu juga dengan lengan kananku yang membeku juga


“(aku sudah tidak bisa merasakan tangan kananku yang membeku ini, dan aku tidak bisa kembali bertarung dengan lengan membeku saat ini)”


Sepertinya, aku pun membutuhkan bantuan dia lagi


“.…..Sepertinya….memang aku membutuhkanmu….Volgimorto…..”


Di saat itu tesa dan Narmaira


“.….Bagaimana tesa ?”


“.……..Hem, sepertinya kita berhasil lari darinya”


“Fyuhh…..keras kepala sekali Reaper tadi itu ! menyusahkan saja”

__ADS_1


“.………(Ao)”


“Kau pasti mencemaskan Ao bukan ?”


“.……Begitulah”


“Percayalah pada Ao, dia selama ini tidak pernah kalah dari musuhnya bukan ?”


“Tapi ka narmaira tau sendirikan, dia mungkin saat ini sedang berhadapan dengan todoroki, makhluk yang bahkan tidak bisa di lukai itu ! bagaimana Ao bisa menang darinya ?”


“Pstttt, diam !”


“Emm ?”


Tesa dan narmaira yang bersembunyi di balik gudang mendengar langkah seseorang berjalan, namun ka narmaira menyadari kalau ini langkah hanya 1 orang saja


“hanya satu orang, akan ku bereskan, dia berjalan dari kanan dan mendekat ke mari, setelah ku bunuh dia, kau jaga jalan yang kiri ya tesa !”


“.….baik !”


“penurut sekali, aku suka !”


“tolong serius sedikit ka narmaira !”


Langkah itu pun semakin dekat menuju persimpangan ke arah gudang ini


“bersiap, satu, dua, tiga !”


Saat ka narmaira melompat dari balik lemari dan langsung menodongkan shotgun nya pada musuhnya, tiba - tiba ka narmaira pun terkaget kan


“Ehh ?!”


“ka narmaira, ada apa ? Ehh ?”


Ternyata, orang itu adalah Ao


“Ao !”


“Ao !”


“ka narmaira ! tesa ! mengagetkan saja ! aku baru saja mau mencari kalian !”


“syukurlah kau baik - baik saja A-”


Plukk


Tesa pun melompat ke pelukan Ao


“Ao….Syukurlah…kau baik - baik saja !”


“sudah ku bilang bukan, aku tidak akan mati semudah itu, kau terlalu cemas Tesa”


“syukurlah….syukurlah Ao”


“.……………….”


Narmaira pun menyadari ada yang aneh dengan Ao, tapi bukan karna dia curiga kalau dia ini bukan Ao, tapi…


“Ao….kau ini Ao bukan ?”


“Emm ? kenapa kau malah bicara begitu ka narmaira ?”


“.…...kalau begitu coba sebutkan, apa yang ku suk-”


“Perempuan kan ?”


“Perempuan kan ?”


“.…..…kau tidak usah menjawab juga tesa !”


“aku tau ka narmaira pasti curiga kalau Ao ini adalah todoroki yang menyamar bukan ? tapi tenang, aku tau betul kalau ini Ao yang asli saat aku memeluk nya !”


“.……b-begituya !”


“yasudah, syukurlah aku juga menemukan kalian berdua, sekarang ayo kita cepat ke sector 6 untuk menyusup ke ruang kendali markas ini !”


“Baik !”


Ao dan tesa pun mulai berjalan menuju sector 6, sedangkan narmaira


“.….(Ao…Sudah ku duga, kau memang…..)”


“Ka narmaira kami tinggal loh !”


“.…..Aku datang !”

__ADS_1


To be continue………


__ADS_2