
18 April 2028. Sudah hampir 1 tahun sejak dunia mimpi buruk ini dimulai, setidaknya sampai di pagi yang cerah ini, aku masih bisa melihat terbit nya matahari dari beranda kamarku ini, dan itu juga membuktikan bahwa aku masih hidup di dunia ini.
“(......tidak disangka aku bisa bertahan sampai sejauh ini…..Hans…ka Ted….teman – teman….demi kalian aku pasti akan segera menemukan jalan keluar dari dunia ini…dan itu pasti) Baiklah !”
“Ehmmm….”
Sepertinya saat aku sedang melihat terbitnya matahari di beranda kamarku ini, aku membangunkan Tesa karna tadi aku cukup keras berteriak nya
“Ohh..Ao ya ?”
“pagi tesa, maaf ya aku membangunkan mu”
“Tidak apa – apa, lagian ini juga sudah pagi kan ! Waaahhh ! mataharinya indah sekali ya ?!”
“akan lebih bagus kalau dilihat dari atap gedung resistens rest ini sih, tapi ini tidak buruk juga kan ?”
“..Hem…Kau benar !”
Tapi, mungkin kali ini aku sudah yakin kalau aku sudah cukup kuat untuk melindungi teman –teman ku, bukan hanya keselamatan tesa, noel, dan rin saja yang harus ku lindungi, tapi aku juga memiliki teman – teman yang berharga juga di Negara ini…karna itu aku tidak mau lagi kehilangan mereka
“baiklah Ao, ayo buat sarapan !”
“Hoh..ide bagus !”
Setelah tesa menyarankan ku untuk membuat sarapan, kami pun memasak sarapan bersama, sebenarnya ini adalah jadwalku untuk memasak, tapi jika tesa mau membantuku aku pun akan senang hati menerimanya
“Baiklah ! Apa yang kita mau masak ? kau ada rekomendasi Tesa ?”
“Emmm…Ahh, Hamburger ?!”
“Ehh ?! hamburger di pagi hari ?! apa kau yakin ?”
“memangnya kenapa ?”
“itu bisa membuatmu gendut kan ? taukan hamburger itu cukup banyak kalori nya !”
“Tidak masalah Ao, aku ini tipe orang yang aku sendiri tidak tau kemana makanan itu pergi !”
“Ohhh…begitu ya”
“Cih ! sudah ku duga !”
Tiba – tiba Rin muncul di depan kami namun hanya setengah muka saja, dia menutupi badannya di tembok dan bersikap seolah sedang mengintip kita
“Ri..Rin, kau disana rupanya...”
“aku cemburu sekali tesa memilik tubuh seperti itu ! aku semakin yakin kau memang type orang yang makanannya terjun ke Dada”
“Ma..mana ada yang seperti itu, ya..yakan Ao ?”
“………..benar ! (menoleh ke sisi lain)”
“LIHAT KE SINI BUKAN KE SANA !”
“apa yang kalian masak ?”
“Hamburger !”
“Hamburger ?! mau – mau !”
“tunggu sebentar lagi ya !”
Setelah beberapa menit aku dan tesa memasak, akhirnya 4 hamburger telah siap dan kami pun menyiapkannya di meja makan
“pagi ! baunya harus sekali ya ?”
“Pagi Noel ! ayo makan bersama !”
“Selamat Makan !”
Selagi asik menikmati sarapan kami, tiba – tiba layar sistem pelayanan kamar berbunyi, aku yang menyadari itu langsung menghampiri layar sistem itu
“Emm ? ini kan ?”
Ternyata ada notif kalau pembayaran kamar bulan ini belum dibayar, kalau tidak salah bukannya yang bulan ini harusnya sudah di bayar oleh Rin, apa dia lupa ?
“Oii Rin, kenapa kau belum membayar yang bulan ini ?”
“Ohh ! iya aku lupa ! tolong bayar saja Ao ! nanti aku ganti !”
“Hah ! kau ini ya…”
Aku pun keluar kamar sambil membawa Hp ku untuk melakukan peregistrasian ulang, sayangnya peregistrasian ulang tidak bisa dilakukan di dalam dan hanya bisa di depan pintu kamar ini
“Emm…4 orang dan 1 bulan…Pelayanan kamar pun diaktifkan…ok !”
“zxz…terimakasih, total pembayaran menjadi 750 petas....zxz”
“Baiklah ! bayar…bayar…Emm ?”
Setelah aku membayar sewa kamar ini, aku kembali ke dalam dan duduk di tempat meja makan kembali, namun aku masih saja memegang Hp milikku sambil melihati uang yang aku punya
“….Emmm…ahh….Ehhh ?”
“ada apa Ao ? kenapa kau melihat hp mu sambil kebingungan begitu ?”
“emm….aku hanya berfikir uangku sudah cukup banyak saja”
“Benar kah ? memangnya berapa ? paling – paling sama denganku karna kita memulai berkerja menjadi savior ini bersama kan ?!”
“tapi aku kan tidak memiliki hobi membeli baju seperti mu Rin !”
“ya paling tidak beda jauh juga kan ?!”
Sambil nyengir – nyengir, Rin pun kembali meminum teh hangatnya dengan perlahan
“memangnya kau punya berapa Ao ?”
“sekitar 63.800 petas !”
“PFFFTTTTT !!!”
“Waa !!”
“Waa !!”
“Waa !!”
Rin pun menyemburkan teh dari mulutnya dan membasahi seluruh wajahku
__ADS_1
“A..APA ! 63.800 PETAS?! Itu kan setara….satu….dua…63 juta-an kan ?!”
“………Rin….”
“Ahh, maaf !”
Dia pun mengelap wajahku dengan sangat pelan – pelan dan kembali duduk di kursinya Namun dengan tetap bersemangat
“JADI ! APA ITU BENAR AO !?”
“…....Lihat saja sendiri !”
Aku menunjukan hp ku ke mereka yang bertuliskan kalau aku memiliki Petas senilai 63.800
“WAH !”
“Hebat !”
“Banyak sekali Ao !”
“aku pertamanya juga bingung kenapa bisa sebanyak ini, tapi setelah ku pikir – pikir lagi, mungkin memang bisa sebanyak ini karna aku tidak pernah membeli barang mahal apapun dengan uang itu !”
“Benarkah ?! Coba ku periksa !”
Rin berlari ke lemari penyimpananku dan saat dia membukanya, dia memasang wajah heran
“Ehhh ?! Pakaian…beberapa barang pribadi….2 katana dan 1 pistol magnum killer 7 ?! itu saja ?!”
“aku kan sudah bilang kalau aku tidak banyak membeli barang – barang mahal kan ?”
“hoh….”
Dia kembali ke meja makan dengan wajah yang masih Shock
“jadi ! apa yang akan kau lakukan dengan uang sebanyak itu Ao ?”
“memangnya ini sebanyak itu ya ? kalian memang punya berapa ?”
“aku ada 8.270 petas !”
“Noel ada 6.580 petas !”
“jangan Tanya aku, aku yakin saldo ku tinggal 6.000an karna kemarin sehabis dari rumah sakit aku belanja beberapa barang dengan ka Alice”
“(bukanya kemarin kau baru saja depresi dengan kejadian monho bukan ?!)”
“lalu – lalu ?”
“Emm….kalau di totalkan dengan uang kalian, mungkin sekarang kita memiliki sekitar 80 juta-an bukan ?”
“di total ? memangnya apa yang kau mau beli ?”
“Tentu saja sebuah rumah !”
“Ah !”
“Ah !”
Sepertinya tesa dan noel mengingat kembali percakapan kita sewaktu pertama kali kita membahas untuk membeli rumah untuk 7 orang
“kita kan sudah janji kalau kita sudah mencukupi uangnya, kita akan membeli rumah bukan ?”
“Ao…..”
“Tidak masalah ! lagian, itu juga untuk keperluan kita bersama bukan ?!”
“Yeyyyy ! RUMAH !”
“Rumah ya ?! Noel sudah tidak sabar !”
“Ka..kalau begitu ! Ayo sekarang kita periksa harga rumah di Resisten Hope !”
“Ayo !”
“Ayo !”
“(mereka semangat sekali ya !)”
Kami pun bersiap – siap dan segera menuju Resisten Hope, kita sudah hampir setahun ini tinggal di resisten rest ini, kuharap dengan uang yang kita punya, kita bisa membeli rumah untuk ber 4 dulu, lalu melakukan renovasi kembali agar leo, bu jili, rika dan karin bisa bergabung dengan kita
“kita sampai !”
“Ohhh ! tempat yang luas ya ? dan ada berbagai macam rumah disini !”
“yang bagaimana yang mau kau cari Ao ?”
“setidaknya bisa untuk 4 orang dulu, dan bisa di renovasi ulang !”
“kalau begitu, ayo Tanya – Tanya di bagian pengurusnya !”
“ayo !”
Kami pun menuju pengurus perumahan ini dan kian bertanya, apa kah dengan uang kita yang sekarang ini sudah mencukupi untuk membeli rumah
“selamat datang di Resisten Hope ! ada yang bisa saya bantu ?!”
Aku dan Tesa pun duduk menghadap orang ini, sedangkan Rin dan Noel berdiri di belakang kami
“kami berencana untuk membeli rumah ? apa ada rumah yang cukup bagus untuk 4 orang dan bisa di renovasi nantinya ?”
“Renovasi ? untuk apa kalau bisa saya Tanya ?”
“kami berencana mau membeli rumah yang besar dan cukup untuk 8 orang, tapi karna ku yakin itu akan mahal, jadinya kami membeli rumah yan bisa selalu di renovasi saja !”
“Ohh ! pemikiran yang bagus..emm..Tuan ?”
“Ao !”
“Baiklah tuan Ao ! kalau tentang itu kurasa rumah ini akan membuatmu cukup senang !”
Dia pun memberikan lembaran tentang detail sebuah rumah yang menurutku cukup bagus
“Waa ! ini cukup bagus kan Ao ?!”
“Mana – mana ?!”
“Noel juga mau lihat !”
“(rumah dengan taman yang tidak terlalu besar dan ada 2 kamar serta toilet lantai atas dan bawah, dan ada ruang tamunya segala pasti ini akan bagus…tapi…)”
__ADS_1
Aku melihat ke lembaran itu dan disitu bertuliskan kalau harga rumah ini 170.000 Petas !
“…………….”
“……Wah…..”
“….Mahal ya !”
Mereka ber 3 yang melihat harga itu langsung terdiam dengan harga yang terpapang di sana
“apa tidak ada rumah yang lebih murah lagi ?”
“ini sudah harga rata – rata untuk rumah dengan 4 orang, kami juga memiliki rumah dengan kapasitas 2 orang dengan harga 100.000 Petas !”
“(begitu ya…uang kami sedikit lagi akan sampai di situ, tapi itu pun hanya untuk rumah yang 2 orang)”
“aku membaca beberapa hal tentang resisten hope ini ! bahwa katanya rumah – rumah disini tidak boleh di cicil ya ?”
“benar ! tuan putri Pandora sendiri yang mementukan ketentuan itu, karna rumah – rumah disini pun terbatas, kami tidak menyediakan pembelian dalam cara seperti itu !”
“…..baiklah ! terimakasih atas informasinya ya ! kami akan kembali lagi kapan – kapan ke sini"
"sama - sama tuan Ao ! kami akan tunggu kedatangan anda kembali !"
Kami pun keluar dari gedung pengelola reseisten hope ini dan mengeluarkan helaan nafas kami
“..Hah….”
“..Hah….”
“..Hah….”
“..Hah….”
“sepertinya masih terlalu cepat untuk mempunyai rumah ya ?”
“jangan menyerah Tesa ! kuyakin beberapa bulan lagi kita bisa membeli rumah itu !”
“ka..Kalau begitu ! Aku harus menahan diri untuk tidak membeli baju lagi ! kurasa…kalau…aku bisa menahannya…”
“semangat Rin ! Noel pasti akan mencegah mu !”
“..hey….itu juga berlaku untuk mu loh Noel !”
“Upss….benar juga…hehe !”
“yasudah….ayo kembali…”
Kami pun berjalan kembali ke resisten rest, namun di tengah perjalanan setelah hampir menuju gerbang keluar dari resisten Hope ini, aku melihat seseorang yang sudah lama ku tidak lihat
“Emmm ? hey…hey Rin ! Itukan ?!”
“Felix bukan ?!”
“Felix ?”
“Felix ?”
Aku dan rin pun menghampiri felix, tesa dan noel yang tadi sedikit kebingungan pun mengikuti kami menghampiri dia yang sedang menunggu di depan gerbang resisten hope ini
“Felix !”
“Emmm…Ohh ! Ao dan Rin kan ?! sudah lama sekali kita tidak bertemu ya !”
“Ya ! sudah lama sekali ya, aku mendengar kabar kalau kau keluar dari savior ?”
“yaa..begitulah, walaupun aku sudah tingkat 2 savior, kurasa aku memilih pekerjaan yang aman saja !”
“Begitu ya,Ohh..benar juga ! felix, ini Tesa dan Noel ! mereka teman sekamar ku !”
“hallo !”
“Salam kenal !”
“ahh, aku sudah tau tentang mereka berdua, mereka cukup terkenal di kalangan savior kan ?”
“begitu ya ?! Lalu, kenapa kau memutuskan untuk meninggalkan Savior ?”
“Ehh ! kalau soal itu…”
Tesa, Noel, dan Rin jadi penasaran tentang itu, karna itu mereka jadi melempar pertanyaan pada felix
“ada apa ? apa jangan – jangan kau mengidam penyakit yang parah ?”
“pa..pasti dunia luar begitu menyeramkan ya?! noel saja sebenarnya juga sedikit takut !”
“apa kau ketakutan dan memutuskan untuk melarikan diri ?”
“Shiii !! Rin ! itu tidak sopan !”
“….itu…Soal itu…”
“SAYANGGG !”
Tiba – tiba seorang perempuan yang cukup cantik mendekat ke arah kami dan memeluk pergelangan tangan felix itu
“Maaf ya aku terlambat ! kau menunggu ku di sini ya ?!”
Tesa, Noel, dan Rin mulai memasang wajah ke heranan dan mulai sedikit risih
“Ehh ?!”
“Sa..sayang ?”
“fe..felix ?! Si..siapa dia ?”
“Soal itu…karna aku sudah menikah dan dia adalah istriku !”
“aku Istrinya Felix, Laura Cecil ! salam kenal ya !”
Mereka ber 3 pun terdiam sejenak, tapi ternyata felix menikah ya, aku harus ucapkan selamat untuk nya karna aku pun juga tidak enak tidak tau tentang pernikahan mereka !
“ohh ! begitu ya ! kau keluar dari savior karna sudah menikah ya, ku ucapkan selamat ya fel-!”
“MENIKAHHHH ?!”
“MENIKAHHHH ?!”
“MENIKAHHHH ?!”
__ADS_1
Dan keributan pun terjadi di perumahan ini (dan aku bahkan kaget ternyata noel bisa kaget juga seperti itu)
to be continue......