Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S2) Amera Harpha #1


__ADS_3

Setelah kami selesai dengan sarapan kami, kami pun melanjutkan perjalanan menuju hutan Baltera dengan perjalanan yang tinggal 3 jam ini !


“Ao, aku sempat mendengar dari ka Iris, katanya Amera Harpha ini cukup tangguh ya ?”


“Ya, bukan hanya dia yang dijaga oleh Zoa merah bernama Aimon saja, tapi dia juga ahli dalam menggunakan 2 Pisau, dan lagi, ka iris juga sudah melihat kemampuan dia yang bisa memanfaatkan Mark Reaper nya seperti halnya saat aku menghadapi Monho !”


“Begituya, jadi teknik nya yang sangat cepat itu bahkan bisa membuat ka Iris kewalahan ! sepertinya kita tidak bisa meremehkannya !”


“Pada dasarnya, Kita tidak tau jalan pikir mereka saat kita menghadapi mereka, Namun, mereka – mereka itu pasti juga memiliki Persiapan tempur bukan ?!”


“Kurasa kau benar Ao, lalu Bagaimana menurutmu Ryu ?”


“Emm….Sampai sekarang setelah sekian lama aku memantau para Reaper itu, kurasa mereka memang mengabdi pada Tendo Agami, namun bagi Reaper Kelas Atas, kurasa mereka memiliki tujuan mereka masing – masing ?”


“Tujuan ?”


“Seperti halnya kasus Monho yang kudengar dari Genbu, saat itu Monho memiliki dendam tersendiri terhadap gadis bernama Rin itu bukan ? karna itu kalian memang pada dasarnya sudah ditakdirkan untuk menghadapi dia saat itu !”


Kurasa benar, Monho memang memiliki dendam dengan Rin, karna itu dia bergabung dengan Reaper dan berbuat sejauh ini…kurasa kami memang sudah tidak bisa lari dari baku hantam karna tujuan kami dan para Reaper yang berbeda


“Ahh ?! Hutan Balter sudah di depan mata !”


“baiklah ! ayo kita cari Reaper yang menyusahkan ka Iris itu ! tancap Gas lebih Cepat Ao !”


“Baik !”


“aku ingin susu…”


Aku pun tancap gas karna tujuan kami sudah ada di depan mata, dan pada akhirnya, setelah perjalanan yang cukup panjang, kami pun sampai di Hutan Baltera ini


“……Ini hutan yang cukup bagus ! jaraknya juga tidak terlalu jauh dari Benteng ! tapi kenapa belum di amankan ?”


“Mengenai itu, sebenarnya kami sudah sering kesini dan mensteril kan Hutan ini, namun entah kenapa Para Zoa itu terus bermunculan di Hutan ini !”


Jika yang dikatakan ka Alice benar, itu berarti di sini ada sejenis sarang para zoa itu, menurut data yang sudah kami dapat, Mother zoa yang kami lawan selama ini memiliki kemampuan untuk memproduksi zoa yang ukurannya Biasa, Jadi membasmi Mother zoa akan sangat berguna untuk menurunkan populasi Zoa di sekitar sini !


“itu berarti, ada Mother zoa di hutan ini ! kurasa kita harus lebih waspada saat menjelajahi Hutan ini !”


“Ao benar, kalau begitu Ayo memulai persiapan dan masuk ke hutan ini !”


“Baik !”


“Ok, Ok”


Kami pun melakukan persiapan dan masuk ke hutan ini dengan sangat waspada, Kudengar Amera Harpha suka dengan Serangan kejutan dan tipuan ! jika dia ada di huta ini, mungkin akan ada berbagai macam perangkap !


“......Alice ! Apa ada Zombie juga di hutan ini ?”


“kurasa sudah tidak ada, Para zombie sudah di basmi di hutan ini, tidak seperti Zoa, mereka ada batasan nya di setiap wilayah, Jika wilayah itu banyak penduduknya, Zombie nya akan sangat banyak, tapi tidak banyak orang yang mendatangi Hutan seperti ini !”


“…Begitu ya”


“ada apa Ryu ? sepertinya kau sedikit bingung ?”


“mungkin hanya kebetulan saja, tapi aku sedikit merasakan hawa seseorang disini, Berkah ku ini juga mempertinggi Sense ku, sehingga aku bisa merasakan hawa keberadaan seseorang atau adanya serangan yang membuatku dalam bahaya”


Sudah kuduga, teryata Ryu lebih hebat dari yang ku bayangkan, Mungkin aku harus memanggilnya Sensei juga !


“Baiklah Sensei Ryu !”


“Kenapa kau tiba – tiba memanggil ku sensei begitu Ao ?!”


“Tunggu !”


Ka Alice pun menyadari kalau ada 1 Zoa di depan kami yang sepertinya sedang mengawasi sekitar sini !


“1 Zoa ! akan ku bereskan !”


“Tunggu Alice !”


“Ehh ?! ada apa Ryu ?!”


Ryu pun menyiapkan HandGun yang sering dia gunakan itu, itu Handgun yang tidak ku ketahui, tapi kurasa itu sejenis Type peluru Berat seperti Killer 7 yang sama seperti senjata ku ini


“Ini kesempatan yang bagus untuk menunjukan kehebatanku, kurasa kalian juga akan mengetahui kalau aku ini bukan bocah biasa !”


“(ahh, jadi dia mengakui kalau dia itu bocah ya ?)”


“(ahh, jadi dia mengakui kalau dia itu bocah ya ?)”


“Zoa itu juga Cuma 1, dan Sense ku juga merasakan kalau tidak ada keberadaan Zoa lain di sekitar sini, Jadi kalian berdua lihat saja aku yang akan menghabisnya Ok ?!”


“baiklah Ryu, Coba Tunjukan kemampuan mu pada kam-”


DORRRRRR !!


“…….........Eh ?!”


“…….........Eh ?!”


Tiba – tiba Ryu sudah ada di belakang zoa itu dan menembak titik lemah zoa itu, yaitu kepala bagian belakang nya

__ADS_1


“aku sudah selesai !”


“KAMI TIDAK BISA MELIHATNYA TAU !”


“KAMI TIDAK BISA MELIHATNYA TAU !”


“Ahh, maaf ya, aku tidak boleh membuat Space telalu jauh saat aku menghentikan waktu, kalau terlalu jauh nanti Zoa nya akan bergerak dan seranganku bisa saja meleset !"


Kurasa aku memang tidak boleh meremehkan Seseorang yang bisa memainkan waktu, Sungguh menyeramkan


“Dengan ini kalian pahamkan, mungkin aku berguna di strategi awal pertempuran seperti ini, namun ada batasan nya juga, yaitu hanya bisa 5 kali pakai !”


“Baiklah Ryu, kami akan ingat – ingat itu, kau juga jangan terlalu banyak menggunakan Berkahmu, pakai saja jika keadaanya Genting !”


“Ok ! Sekarang, boleh aku minta susu lagi ?!”


“……..………”


“Sudah Berikan saja Ka Alice ! Ayo lanjut jalan !”


Kami pun melanjutkan perjalanan ke dalam Hutan ini, hanya dalam beberapa langkah saja, kami pun disambut dengan kerumunan Zoa yang berlari mengarah ke kami


“7 Zoa !”


“Ka Alice ! gunakan Sniper dan habisi beberapa ! aku yang akan Pancing mereka !”


“Ok !”


Aku pun mengeluarkan Katana Api ku, dan menebas mereka sehingga mereka mundur, ka Alice pun memanfaatkan kesempatan itu untuk menembaki para Zoa itu !


“Ahhh, Ini susu yang segar !”


“(jadi dia benar – benar Berguna di Awal saja ya ?!)”


“(jadi dia benar – benar Berguna di Awal saja ya ?!)”


“Hey Ryu ! Setidaknya Bantu lah aku dan Ao dengan Pistol mu itu ?!”


“Jika meleset dan kena Ao bagaimana ? kau mau tanggung jawab ?”


“SEPERTINYA KAU MEMANG BUTUH PELATIHAN LAGI !”


Karna Ryu tidak dapat membantu kami, kurasa aku tidak punya pilihan lagi selain memberiskannya ini Semua


“HYAAA!!”


“Ao ?!”


“……..Ternyata Ao itu, dia cukup tangguh ya ?”


“begitulah, Dia itu mendapat pelatihan dari Ka Iris dan juga ka Misa, aku pun merasa kalau dia itu bahkan lebih tangguh dariku !”


“Heyy !! Jangan kecewa hati seperti itu Alice !”


“Ryu ?”


“Setiap orang di dunia ini memiliki batasa dan juga talenta yang mungkin berbeda- beda ! jadi kau tidak harus iri dengan Ao seperti itu, kau juga pasti berguna dalam hal lain !”


“(b-Bocah ini, kata – katanya itu, apa dia mau menyemangati ku ?)”


“Seperti kebaikan mu memberikanku Susu setiap saat ! jadi, apa masih ada sisa sus-!!”


“SUDAH HABIS !”


“…………….”


Aku tidak tau apa yang mereka bicarakan di belakang sana, tapi aku sedang konsen dengan apa yang ada di depan ku ini dan serangan Terakhir ku ini, menebas leher zoa yang ke 6 ini


“Fyuu ! 6 sudah mati, dan 1 lagi sepertinya tembakan Sniper ka Alice tadi mengenainya ! Total 7 Zoa !”


Aku pun memadamkan api katana ku dan kembali ke tempat teman – teman ku


“Yaaa !! 6 Zoa memang cukup Merepotkan !”


“Terimakasih Ao ! maaf ya aku hanya bisa membunuh 1, ada Seseorang yang mengganggu ku tadi !”


“Maksud mu itu aku ya ?”


“Syukurlah kalau kau Mengakui nya Ryu....”


“Dan lagi Ao ! kita dalam keadaan yang cukup gawat karna persediaan Susu kita sudah habis !”


“….Be..Begituya ! kalau begitu kurasa kita harus cepat memeriksa hutan ini dan segera kembali !”


“Itu Ide bagus !”


“Baiklah….Ayo selesaikan ini !”


Kami pun melanjutkan mengitari hutan ini, setelah selama 2 jam kami berputar – putar, dan menghabisi Zoa yang muncul, kami pun kembali ke titik utama tempat kami Memarkir mobil tank kami, karna sepertinya Amera Harpha tidak ada di hutan ini


“Sepertinya dia tidak ada disini, dan lagi kita juga tidak menemukan adanya Mother Zoa !”

__ADS_1


“Tapi ada beberapa tanda kehidupan disini !”


“benarkah Ryu ?”


“ya, aku sempat melihat ada Bekas Api unggun yang ditutupi beberapa dedaunan, kurasa itu dilakukan seseorang untuk menyembunyikan kalau dia pernah ada di sana !”


“Begitu ya, kurasa itu pasti para Reaper yang sudah berpindah tempat ! untuk sekarang ayo kita kembali saja dan segera melapor ! mungkin team lain juga menemukan petunjuk !”


“Baik !”


“Ahh, aku juga setujuh ! (tapi, tanda di bekas api unggun tadi, ada dua batu yang digunakan untuk duduk di dekat api unggun, apa Reaper itu hanya berdua saja ? kurasa Reaper itu lebih mengutamakan untuk membuat kelompok besar !)”


“Ryu apa yang kau lakukan ? ayo cepat atau kau ditinggal loh !”


“Ahh, Aku datang !”


Kami pun kembali menaiki Mobil tank kami dan menuju perjalanan Pulang, setelah menempuh perjalanan pulang selama 5 jam, dan waktu menunjukan jam 4 Sore, aku menyadari ada sesuatu yang aneh


“Emm ? ka Alice ?! kenapa indikator Bensin nya masih Full ? apa kau tadi mengisinya ?”


“Ehh ?! Tidak tuh, kita kan tidak mebawa cadangan Bensin !”


“lalu kenapa Indikator bensinya masih saja fu-!!”


TREEMMMMMM…..


Tiba – tiba mesin dari mobil tank ini berbunyi dan mobil tank kami pun berhenti, dan membangunkan Ryu yang sedang tidur !


“Waaa !! Hey !! ada apa ?! kenapa kita berhenti ?!”


“Entahlah, kurasa mesih nya masih baik – baik saja dan Bensin masih full disini !”


“(kurasa…tidak mungkin indikator bensinya masih di 100% setelah kita menempuh jarak sejauh ini ! apa jangan – jangan ) !”


Aku pun mengetuk – mengetuk indikator Bensin itu dan Jarum yang di Full itu tiba – tiba jatuh ke Empty


“Sudah kuduga ! indikator bensinya Rusak !”


“Ahh ! kenapa kita mengalami hal seperti ini ! kita bahkan tidak membawa Bensin cadangan !”


“Kalian manusia memang teledor ya !”


“(diamlah Ryu !)”


“(diamlah Ryu !) Lalu, Bagaimana ini ka Alice ?”


“Emm…Oh, Bagaimana dengan bensin yang ada di Motor bike cadangan yang di tersimpan di belakang bagasi ?”


“Benar juga, mari kita lihat !”


Aku pun mengeluarkan Motor bike cadangan yang hanya bisa digunakan 1 orang ini, dan memeriksa apakah ada bensin yang tersisia


“……..Kita kurang beruntung ! Bensinya memang masih ada, Tapi (*Tok* *Tok*) dengan bunyi tanki bensin yang seperti ini dan berat motornya, kurasa ini hanya tersisi sekitar 1 Liter !”


“Ini buruk, mobil tank tidak akan bisa bergerak dengan bensin yang hanya 1 liter itu, minimal, kita harus memiliki 3 liter bensin kalau mau menghidupkan Mobil tank kembali !”


“apa tidak ada jalan lain Alice ?! lakukanlah sesuatu !”


“Ya, kalau begitu tidak ada jalan lain !”


Ka Alice pun memberikan ku drum kosong dan juga kunci motor bike ini


“Ao, carilah pombensin di dekat sini ! kurasa jika kau menemukan jalan raya, akan ada pom bensin disana ! biar aku dan Ryu menunggu disini !”


“Baiklah ! aku akan kembali secepat nya !”


“Ao ! kalau kau menemukan susu ! bawakan juga ya !”


“Baiklah lah Ryu ! aku berangkat dulu !”


Aku pun langsung saja mengendarai motor bike ini dan segera mencari pom bensin terdekat


“(kurasa di dekat sisi tidak ada kota, itu berarti lebih baik mencari jalan Raya untuk menemukan Pombensin !)”


Setelah menempuh jarak sekitar 20 menit, aku pun akhirnya menemukan jalan raya dan ternyata, tidak jauh dari jalan raya ini, ada pom bensin di depan pandangan ku ini


“Wahh ! Beruntung sekali !”


Aku pun langsung saja melaju menuju Pombensin itu, namun…Hal yang menejutkan pun tiba – tiba menarik perhatianku


“Hah ?!”


Aku langsung mengerem mendadak dan mataku melotot melihat ke depan sesaat, lalu berpindah pandangan ke samping kanan dan melihat seseorang yang sedang berlari sambil membawa sesuatu


“I…Itukan ?! Amera harpha !!??”


Dia pun berlari memasuki Desa yang sepertinya sudah ditinggali itu


“(bagaimana ini ?! apa ku kejar ?! atau tetap ke Pombensin itu ?! Tidak, tujuan utama misi ini adalah menemukan Amere harpha ! jadi...)”


Aku pun memutar laju arahku menuju desa itu dan mengejar Amere Harpha yang ada di depan mataku ini

__ADS_1


to be continue....


__ADS_2