Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S2) Amera Harpha #2


__ADS_3

Setelah melihatnya memasuki sebuah desa yang aku tidak tau namanya, aku yakin kalau dia merencanakan sesuatu di desa yang sudah hancur itu, pasti dia menyiapkan pasukan zoa ataupun ada banyak reaper di desa itu, namun setelah memikirkan sebanyak itu, aku tetap mengikutinya


“(Ini mungkin bahaya ! bisa saja aku masuk ke markas para zoa ataupun Reaper ! tapi…..)”


Saat aku mengikutinya dari belakang dengan hati – hati, kurasa dia melewati desa yang sudah hancur ini dan tetap berjalan masuk ke hutan sebelah desa ini


“(mau kemana Dia ? dan lagi…Aku tidak melihat ada hawa – hawa reaper maupun zoa di sekitar sini, apa pasukan dia di hutan sebelah desa ini ya ?)”


Aku pun tetap mengikutinya dan menjaga jarak cukup aman agar dia tidak menyadariku aku mengikutinya, terlebih lagi aku tidak melihat Zoa merah miliknya itu ! kurasa saat ini dia benar – benar bisa di hentikan


“(Baiklah, karna aku tidak melihat zoa merahnya, kurasa saatnya aku menyerang nya)Emm ?”


Tiba – tiba aku pun sampai di ujung hutan dan tepatnya di persawahan pinggir hutan ini, ternyata dia sedang menuju rumah gubuk yang masih berdiri berada di ujung persawahan ini


“(……Rumah gubuk itu ya, tapi itu hanya rumah gubuk yang kecil, tidak mungkin ada pasukan di sana bukan ?)”


Dia pun masuk ke rumah itu dengan terburu – buru, aku pun masih bersembunyi di balik pohon ini dan menunggu adanya kesempatan


“(….ini sedikit tidak beres, akan ku tunggu sebentar)”


Setelah beberapa menit saja, dia pun keluar dan sepertinya sedang mencuci sesuatu seperti baju dan handuk di depan gubuk itu, karna aku semakin penasaran saja, aku pun mengeluarkan katanaku dan berjalan sampai ada di belakangnya


“Akhirnya aku menemukanmu ! Amera Harpha !”


“HAH ?! A…Ao ?! Kau ?!”


Dia pun terkegetkan dan tiba – tiba berpindah tempat menjaga pintu rumah gubuk itu


“……Begitu ya, kau menyembunyikan sesuatu disini ya ! pantas saja kau tergesah – gesah seperti itu !”


“Ugh ! AIMON !”


Tiba – tiba zoa merahnya itu pun melompat dari belakang rumah gubuk itu, dan sepertinya hanya zoa merah ini saja dan tidak ada zoa lain yang datang di sekitar sini !


“baiklah ! mari kita selesaikan ini Amera Harpha ! aku tau kau ini wanita, tapi jangan harapa aku akan menahan diri melawa-“


“kakak ?”


“Huh ?!”


“Huh ?!”


Tiba – tiba dari gubuk rumah itu keluar seorang gadis kecil yang wajahnya cukup pucat, dan tadi apa aku salah dengar ? dia memanggil Amera harpha itu….kakak ?


“Kakak ? ada apa ? siapa laki – laki itu ?”


“Hiyori ! Kenapa kau keluar ?! Tetap di dalam Saja Hiyori ! Jangan Khawatir, dia itu cuma teman kakak !”


“Teman ? lalu kenapa dia menodongkan pedang ke kakak ?”


“Emmm…Soal itu….”


“……………………..”


Entah apa yang harus ku lakukan sekarang, aku tidak tau sampai aku bingung sebenarnya apa yang terjadi disini


“Kakak….hi..Hiyori…merasa…..Pu-sing….”


“HIYORI !?”


Gadis kecil itu pun pingsan dan Amera menangkapnya, sepertinya gadis itu sedang sakit, wajahnya pun memang terlihat sangat pucat


“HIYORI ?! Oii, HIYORI ! SADARLAH HIYORI !”


Bukanya ini kesempatanku ?! saat ini amera harpha itu sedang sangat kesulitan, dan lagi zoa merahnya itu juga sedang tidak berkutik dan malah menjilati gadis kecil itu ! ini kesempatanku untuk menghabisinya ! tapi…..


“………………”


Aku pun mendekat dan berjalan ke arah mereka, Amera pun langsung memeluk Erat gadis bernama Hiyori itu dan zoa merah ini juga terlihat sangat marah dan sepertinya ingin melindungi mereka


“Mau Apa kau Ao !? Menjauhlah ! Aimon ! Lakukan lah sesuatu !”

__ADS_1


“GRRRAAAA !!”


saat zoa merah itu pun melompat ke arahku, aku pun menghindarinya sehingga aku berhasil melewati zoa merah itu, aku pun mendekat ke amera dan mengeluarkan sesuatu dari tas pinggang ku


“Hiiiii !”


“…......Ini !”


Saat dia sudah ketakutan dan menutup matanya sambil memeluk Hiyori, dia tidak menyari sampai dia membuka matanya dan melihat kalau aku mengeluarkan botol obat – obatan untuk gadis itu minum !


“Ehh ?”


“ini botol herbal yang bagus untuk demam, berikan saja pada gadis itu, kalau kau tidak mau ya buang saja !”


“……..Apa yang kau rencanakan Ao ?!”


“kau mau atau tidak ?!”


“……Ugh”


Dia melihat ke arah hiyori yang sepertinya kesakitan karna demam nya yang tinggi, dia pun langsung merebut botol Herbal di tanganku dan meminumkan nya pada Hiyori,


“….Ugh…ka..kakak ?”


“Hiyori ?! Syukurlah !”


Dia pun membawa Hiyori masuk ke dalam gubuk rumah itu lagi, dan meninggalkan ku dan Zoa merah ini di luar sini


“………..”


“GERRRRRRR”


“kau tidak menyerangku ?! hey zoa merah ?!”


“GERRRRRRR”


“kalau tidak salah namamu Aimon ya ? apa mereka begitu berharga bagimu ?”


Aku tidak mengerti apa yang zoa ini katakan, tapi karna dia mengangguk, kurasa dia mengetahui apa yang ku katakan tadi


“Begituya…..aku juga cukup bodoh bicara pada Zoa sepertimu”


Tiba – tiba amera harpha itu keluar dari rumah gubuk itu dengan wajah yang sedikit tersenyum


“Bagaimana keadaannya ?”


“……..Dia sudah lebih baik ! Ao, Ikut aku sentar ! Aimon ! kau jaga Hiyori ya !”


“HEMMM…MUUU !”


Sesuai apa yang dia bilang, aku pun mengikutinya dan sepertinya dia menuju hutan yang tadi kita lewati, namun aku tidak menurukan penjagaanku, dia masih tetap membawa kedua pisau belatihnya nya di belakang pinggang nya itu, ada kemungkinan ini sebuah perangkap dan dia menyerangku secara mendadak


“……………..”


“……………..”


Kami berdua hanya berjalan dan tidak bicara apa – apa, sampai akhirnya dia berhenti melangkah dan mengeluarkan satu pisaunya itu


“Hemm….?”


Dia pun tiba – tiba berbalik dan menubruk ku hingga aku jatuh ke tanah, lalu dia menindihku dan mengayunkan pisaunya itu ke arah dadaku, karna sepertinya ada yang aneh disini karna aku bisa membaca gerak - geriknya, aku pun menahan tangan nya yang mau menusuk ku ini dan menyadari sesuatu…


“……Apa yang kau lakukan Amera harpha ? kau mengayunkan pisaumu tapi tidak ada Tenaga sama sekali di ayunan mu ini !”


“Di..Diamlah ! ini hanya satu – satu nya jalan aku bisa bicara denganmu, kalau aku tidak melawan mu dan Tendo Agami melihat ku, Mark ku akan membakar Tubuhku dan Aku tidak mau itu !”


“…Begituya, karna itu kau melakukan sandiwara ini !”


“Heh…aku tidak sepenuhnya menahan diri Ao, kau saja yang sudah kaya Monster ! sebenarnya apa yang kau lakukan sampai sekuat ini !”


“Soal itu !”

__ADS_1


“Ugh !”


Aku pun mendorong nya balik dan situasi jadi berbalik saat ini, dia pun terjatuh dan aku pun menindihnya namun aku cuma menahan kedua tangannya saja


“Aku telah kehilangan banyak nyawa teman – teman ku ! dan itu terjadi karna aku lemah, karna itu aku harus menjadi kuat untuk melawan kalian – kalian ini !”


“Heh ! i..itu Alasan yang bagus !(dia kuat sekali !)”


“Lalu…siapa gadis itu ? Apa kau menculiknya ?”


Kami masih saling bicara dan saling menahan diri sampai kami selalu bergantian Tempat namun aku tetap menahan tenagaku


“Di…Dia Adikku !”


“Adik mu ?!”


“Benar, aku kehilangannya sekitar beberapa bulan lalu, setelah kami sangat jauh dan berhasil melewati berbagai macam bahaya di dunia ini, karna dia memang sakit – sakitan, dia pun tidak tahan dan pergi meninggalkan ku begitu saja ! Tapi !”


Dia pun kembali mendorongku dan kami sama – sama menahan tangan kami seperti orang yang sedang saling mendorong


“Aku Diberi tau kalau Tendo Agami bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati ! karna itu aku membawa mayat…Hi..Hiyori ke Altar pemanggilan untuk bisa dihidupkan kembali !( cihhh, Dia benar - benar kuat)”


Altar pemanggilan ? jadi benar apa yang dikatakan Suzaku mengenai Altar itu


“Aku sangat bersyukur Hiyori bisa dihidupkan, tapi syaratnya adalah aku harus bergabung dengan para Reaper itu ! aku pun tidak mempermasalahkannya ! Selama Hiyori ada di sisiku itu pun sudah cukup !”


“Tapi ! Kau membunuh banyak orang saat menjadi Reaper Bukan ?! lihatlah penjaga Benteng yang kau jadikan umpan waktu itu ! apa itu yang kau sebut demi Adik mu itu ?!”


“BENAR !”


Kami saling mendorong dan saat ini kami terpental dan menjaga jarak


“Pada dasarnya ! dunia ini sudahlah Hancur Ao ! karna itu kita memiliki alasan masing – masing untuk bertahan hidup bukan ?! aku cukup senang hiyori bisa hidup kembali dan berada di genggamanku walaupun dia tetap sakit - sakitan ! karna itu, semua yang menghalangi kebahagiaan ku ini akan ku Hancurkan !”


“…………………”


Dia pun menarik satu pisaunya lagi dan dia menggunakan teknik para reaper nya itu yang membuat mark nya menjalar ke seluruh tubuhnya itu


“Sekarang ! aku tidak akan menahan diri lagi Ao ! keluarkan semua yang kau bisa !”


“…………….”


Hujan pun tiba – tiba turun, dan aku pun mengambil katana ku dan mengayunkan katana ku lalu memasukkan nya kembali ke sarung nya, lalu aku mengeluarkan seluruh botol pengobatan yang ada di tas selempangku dan menarunya di depannya


“Ehh ?!”


“kali ini akan ku lepaskan kau, Amera Harpha ! Gunakanlah obat – obatan ini dan rawatlah Adikmu sampai dia sembuh ! lalu setelah itu, aku baru akan menghadapi mu dan mengakhiri semua ini !”


“…Kau…kenapa kau sampai berbuat sejauh ini Ao ?”


“………Seperti yang kau bilang, kita memiliki alasan masing – masing untuk bertarung bukan ? jika aku melawanmu dan kau tidak fokus karna memikirkan kondisi adikmu, itu akan menjadi pertarungan yang menurutku sia – sia !”


“………………”


“Rawatlah dia ! aku akan datang lagi kesini sampai adikmu itu sembuh !”


“……Tunggu Ao…..Aku…Tidak akan berterimakasih untuk ini !”


“Aku tidak butuh rasa terimakasihmu ! karna pada dasarnya, kita ini adalah musuh !”


Aku pun menunggalkan nya dan kembali ke motor bike ku yang berada di dekat desa yang ditinggalkan itu


“…....Ao…….”


Saat aku sudah sampai di motorku dan menaiki motor ini, genggaman tanganku pun mengeras sampai tangan ku benar – benar merah !


“(SIALAN !!! AKU TIDAK TAU APA YANG KULAKUKAN INI BENAR ATAU TIDAK ! TAPI AKU TIDAK MEILIKI PILIHAN LAIN ! AKU BENCI DIRIKU YANG PENAKUT INI !)”


Aku pun segera tancap gas dan meninggalkan Amera harpha yang padahal sudah ada di depan mataku ini, aku tidak yakin yang kulakukan ini benar, tapi aku rasa….Aku tidak punya pilihan lain selain yang ku lakukan ini….


to be continue......

__ADS_1


__ADS_2