Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S3) The Nightmare Will Never End


__ADS_3

“……………………...”


Di ke esokan harinya akupun terbangun dari mimpiku, namun…walau pun aku bisa bilang itu adalah mimpi. Tapi kenyataan ini tidak berubah karna saat ini aku memang hidup dalam mimpi buruk ini


“Ugh….bu jili ! Maafkan Aku !”


Aku masih mengingat dimana kematian bu jili berada di depan mataku sendiri, dan aku sampai kehilangan kendali dan malah merepotkan ka Misa dan ka Iris ! Tapi…..


“(Ini….sebenarnya apa yang terjadi dengan diriku ini…)”


Keanehan yang terjadi disini adalah, aku mengetahui semua kejadian kemarin, Ka Misa yang mau melawan king zoa menggunakan teknik mitsuruginya, dan ka Iris yang membawaku sampai menemukan sebuah kendaraan, bahkan aku mengingat kalau kemarin malam ka Iris dan ka Misa berusaha menghangatkan tubuhku dengan pelukan mereka….tapi kenapa aku mengetahui semua itu…


“Hem…kurasa aku harus membicarakan ini dengan mereka !”


Aku pun keluar tenda dan tiba – tiba Aimon datang ke arahku


“GRAUU !”


“Aimon ! Syukurlah kau baik – baik saja !”


“GRAUU !”


“kau tau dimana ka Iris dan ka Misa berada ?”


“GRAU ! GRAU !”


Aimon pun berlari ke arah hutan, aku pun mengikutinya karna sepertinya dia memang menuntunku dan memberikanku arahan dimana ka Iris dan Ka Misa berada


“(aku tau kalau mereka keluar pagi – pagi sekali, tapi saat itu aku yakin kalau aku masih pingsan) hah...ini semakin membingunkan saja !”


Lalu, saat aku sudah di dalam hutan, aku mendengar suara ka Iris dan ka Misa dari arah Sungai, aku pun langsung saja menghampiri mereka yang berada di sungai di belakang semak – semak ini


“Ka Misa ! ka Iris ! ada yang ingin ku bic-Ehh ?!”


“Ohhh ?”


“Emmm ?"


te..ternyata, mereka sedang mandi di sungai ini, walaupun mereka tidak telanjang bulat, tapi ini bukan nya aku sudah keterlaluan dan malah terlihat seperti aku sedang mengintip mereka ?


“A…Anu..ma…MAAF AKU MENG-“


“Ahh, Ao ! Syukurlah kau sudah sadar !”


“bagaimana kondisimu ? kau merasa baikan ?”


“(Tunggu – Tunggu ! mereka harusnya tidak merespon seperti itu kan ?!)”


Karna sepertinya mereka tidak malu – malu, aku jadi merasa ada yang salah disini, karna itu aku putuskan untuk berbalik dan langsung duduk di atas rumput ini


“ke-Kenapa kalian mandi di saat seperti ini ?”


“yaa, badanku penuh keringat semua ! aku jadi pingin mandi dengan air segar saja, hehehe !”


“kalau aku cuma karna di ajak Misa saja !”


“B-Begituya, kalau begitu ada yang ingin ku bicarakan dengan kalian ! apa kalian sudah selesai mandi nya ?”


“Hohh ! Tentu ! ayo Iris !”


“Hemm, baiklah”


Mereka pun kembali memakai pakainan mereka dan kami kembali ke tenda untuk mendiskusikan masalah ku ini


“Jadi ? apa yang kau mau bicarakan Ao ?”


“........mengenai itu…..”


“apa kau masih kepikiran dengan kematian Jili ?”


“………..Ya, sedikit. Tapi ini juga masalah yang berbeda !”


“mungkin kau harus mendengar cerahan dari Misa dulu !”


“Ehh ?”


“Misa ! Silakan !”


Aku pun menyadari kalau ka misa sedang duduk diam sambil menutup matanya, dia sangat fokus dengan pikiranya itu, aku bisa merasakan aura keseriusan nya

__ADS_1


“AO !”


“i-iya ?!”


“dengarkan apa yang akan ku katakan ini !”


“Baik !”


“kau itu adalah murit ku dan murit Iris juga ! sebagai guru mu, kami tidak ingin kehilangan murit yang telah kami latih dengan sangat baik, aku bahkan kagum kau bisa sekuat ini sekarang !”


“…………...…”


“tapi masalahnya, kau masih lemah, kau masih termakan Emosi manusia mu dan hatimu mengendalikan dirimu hingga kau tidak terkendali, itulah sifat lemah manusia !”


“……apa ka iris dan ka misa tidak merasakannya ?”


“Apa maksudmu ?”


“Teman…sahabat…orang yang berharga telah hilang di hadapan kalian ! bahkan dia mati dengan sangat mengenaskan di depan mata kalian ! jika terjadi hal itu…apa yang kalian lakukan ?”


“…....tentu saja kami juga akan bersedih dan Marah, kau ingat bukan kejadian saat pertama kali saat aku sadar kau akan mati dan aku mengaktifkan blood rush ku ?”


Ohh.. kejadian beberapa bulan lalu, saat King zoa menyerang benteng ! benar juga, saat itu ka Misa juga kehilangan kendali dan malah membahayakan diri sendiri


“saat itu aku sama sepertimu, termakan emosi dan kehilangan kendali ! itu juga semakin sulit karna aku mewarisi darah Blood Rush ini, sehingga emosiku semakin menaik saat sedang bertarung !”


“begituya, lalu bagaimana caramu mempertahankan emosi mu itu ?”


“……Emm…..kuakui itu sulit, bahkan dengan latihan sekalipun !”


“KA MISA !”


Aku pun langsung memopang kedua bahu ka misa dan meyakinkan dia kalau aku juga tidak ingin seperti itu lagi


“Ka misa ! Aku ingin menjadi lebih kuat ! kalau kejadian seperti kemarin terjadi lagi padaku, aku yakin aku tidak akan bisa melindungi teman – temanku seperti aku kehilangan bu jili !”


“…….kau yakin ? untuk bisa melakukan teknik ini tergantung dari keyakinan dan kemauan dirimu sendiri !”


“…..Aku yakin !”


Ka misa menatapku dengan tatapan serius, lalu dia melihat ke arah ka Iris, seperti dia menunggu jawaban dari ka iris juga


“…..hem...baiklah ! karna Iris dan aku setujuh ! kami akan melatih mu Ao !”


“T-TERIMAKASIH BANYAK ! KALIAN MEMANG GURU TERBAIK KU !”


“Tentu ! (hal seperti ini enak juga !)”


“yang semangat ya Ao ! (misa sepertinya keasikan dipuji !)”


Dengan ini…aku akan menjadi semakin kuat, aku tidak boleh kehilangan siapapun lagi ! ini adalah janjiku dengan orang – orang yang telah mengorbankan dirinya di dunia ini ! Bu jili, aku akan menjadi semakin kuat !


“Baiklah…sekarang masalah melatihmu akan ku bicarakan dengan Iris nanti, lalu..kau tadi ada yang mau di bicarakan kan Ao ?”


“Ahh, Benar juga ! sekarang saatnya aku menjelaskan ini ! Ehem..”


Aku pun menarik napas yang dalam, karna sepertinya ini juga akan menjadi sedikit tidak masuk akal dan membingungkan mereka


“kalian tau sendiri kemarin itu aku pingsan dan tidak sadarkan diri bukan ?”


“Benar ! Iris lah yang membawa tubuhmu waktu itu !”


“Ya, memangnya ada apa Ao ? kau menyadari sesuatu ?”


“…..mengenai itu, sebenarnya aku mengetahui kejadian kemarin saat aku sedang pingsan ! dari ka Misa yang mau menghadapi king zoa menggunakan tekniknya, dan juga ka Iris yang membawa ku sampai menemukan kendaraan motor untuk melarikan diri !”


“……E..Emmm….Ao ?! boleh aku bertanya sesuatu ?”


“Tentu ka Iris !”


“sampai mana kau mengetahui kejadian kemarin ?”


“aku mengetahui semuanya sampai aku terbangun Pagi ini !”


“Ehhh !!!”


“Ehhh !!!”


“Emm ? ada apa ?! kenapa ka Misa juga kaget begitu ?”

__ADS_1


“J-Jadi…k-kau juga ingat…waktu kami…me-menghangatkan tubuhmu juga ?”


“…………………….”


“…………………….”


“………………….…”


……………………………………………………………………………………


“ma-maaf ! aku mengingat nya !”


“(KAMI GAGAL SEBAGAI GURU NYA !!!)”


“(KAMI GAGAL SEBAGAI GURU NYA !!!)”


“Ta-Tapi, yang jadi masalah sekarang adalah yang terjadi padaku, kenapa aku mengingat semua kejadian itu bukan ?”


“Benar juga, aku juga yakin saat memeriksa tubuhmu, kalau kau benar – benar tak sadarkan diri dan terluka cukup parah !”


“karna itu aku ingin menanyakan pada ka Iris, apa saat itu mataku benar – benar tertutup ?”


“aku sangat yakin kau masih pingsan bahkan saat kita sampai di dalam tenda !”


Kalau begitu, yang kupikirkan sejauh ini mungkin ada benarnya juga


“hem…itu berarti apa yang ku pikirkan mungkin benar !”


“Me-Mengenai apa ? (kumohon jangan bahas yang tadi malam !)”


“yang melihat semua kejadian itu bukan lah diriku, aku juga merasakan kalau ingatan kemari itu sedikit berbeda dengan ingatan yang lain !”


“Berbeda bagaimana ?”


“pada dasarnya, ingatan manusia akan terus teralur seperti sebuah jalan yang panjang dan berliku, tapi ingatan ku kemarin ini, saat aku sedang memikirkannya, semuanya langsung terpapang begitu saja !”


“Hemm….jadi maksudmu saat kau mau mengingat salah satu kejadian kemarin, kau malah mengingat semua kejadian kemarin ?”


“Benar !”


“Itu…Itu berarti, ingatan mu yang kemari itu, diterima langsung oleh otakmu, sehingga itu membuat kesimpulan kalau kau menerima ingatan itu bukan kau mebuat ingatan itu !”


“…..aku juga berfikir seperti itu ka misa”


Benar, ingatan kemarin ini sedikit berbeda, aku juga setujuh denan pendapat ka misa itu yang menegaskan kalau ingatan kemari ini diterima oleh otak ku dan bukan aku yang membuatnya


“Sepertinya…memang terjadi sesuatu pada diriku ini…apa sebenarnya yang dilakukan pamanku pak Charles dan dokter Savria Angelo terhadap tubuhku ini !”


“….ya, kita tidak akan tau apa – apa, kita ini bukan ilmuan bahkan bukan dokter seperti mereka ! satu – satu nya jalan adalah, menemukan Savria Angelo secepatnya !”


Benar juga, kalau tidak salah, orang yang mengaku – mengaku diriku di dunia putih itu juga bilang kalau aku harus segera menemukan dokter Savria Angelo secepatnya


“kursa kau benar ! kita harus menemukan Dokter Savria kalau kita mau mengetahui tentang tubuhku ini !”


“baiklah ! semua masalah telah selesai ! tapi jangan lupa kita juga memiliki beberapa masalah lagi disini !”


Ka Iris pun mengeluarkan peta yang dia bawa


“seperti yang kalian lihat, Negara zenexter kita sudah hancur, dan menurut rencana Pandora, kita semua akan dipindahkan ke persembunyian darurat yaitu desa Zenexte ! masalahnya adalah kita tidak mempunyai kendaraan lagi, dan kita berlawanan arah munuju desa Zenexter nya ! saat ini kita ada di sini !”


Benar juga, kita berada sangat jauh dari desa Zenexter, karna ka Iris membawa kami kabur ke arah yang berlawanan !


“dengan jalan kaki, kita akan menempuh jarak salama 10 hari ! tapi jika kita memiliki kendaraan atau semacamnya, mungkin dalam 2 hari saja kita akan sampai !”


Perselisihan yang jauh sekali, kurasa kita harus mencari kendaraan saja !


“kurasa akan lebih baik kalau kita punya kendaraan saja !”


“benar apa kata Ao, kurasa tidak akan ada salahnya mengecek kendaraan di sekitar sini ! atau kembali ke Negara Zenexter dan mengambil beberapa kendaraan !”


“Baiklah ! mari kita lakukan ini ! aku juga tidak ingin tinggal diam diri saja setelah mereka menghancurkan benteng kita ! ayo segera bersiap diri ! Ao ! Iris !”


“Baik”


“Ok”


Kami pasti akan merebut kembali apa yang telah kalian ambil, dan untuk itu aku harus menjadi lebih kuat juga !


to be continue.......

__ADS_1


__ADS_2