
Perjalanan kami pun cukup jauh untuk menuju hutan Balderix, mungkin ini akan memakan 1 hari perjalanan, dan ada kemungkinan kalau Monho sudah tidak ada disana, namun kita tidak bisa lagi mundur karna dia sudah sangat menyusahkan kami semua
“ka iris, berapa lama kita akan sampai disana ?”
“dengan bergantian mengawasi pilot otomatis dan tanpa berkemah, kurasa dengan 15 jam kita akan sampai disana lebih cepat !”
“apa sudah ada kabar dengan team ka Krau ?”
“dia sedang menuju jalan yang sama dengan kita, kurasa mereka tidak memiliki hambatan seperti di ikuti atau terhalang beberapa zoa atau zombie !”
“Begituya….tapi apa monho masih ada di hutan itu ? kita akan memakan cukup lama untuk sampai disana”
“Hemm…aku juga sempat memikirkan itu, pasti dia sudah pergi dari hutan itu !”
“Tidak !”
Tiba – tiba Rin dan Suzaku datang ke arah kami, dan sepertinya Rin memiliki sebuah petunjuk
“Kurasa dia masih ada disana !”
“bagaimana kau seyakin itu rin ?”
“saat aku, Erick dan Suzaku sedang menghadapinya, dia sempat bilang kalau dia mencari sesuatu di hutan itu ?”
“mencari sesuatu ?”
“yaa, Namun aku tidak tau apa itu, dan saat itu aku pun langsung menyuruh suzaku untuk membawa Erick kembali saja dengan berkah perpindahan miliknya, tapi dia malah membawaku juga !”
“Tindakan bagus Suzaku !”
“………………”
“ada apa suzaku ?”
“Ti..tidak ada !”
Entah kenapa suzaku diam saja tadi, apa ada sesuatu yang membuatnya kebingungan ?
“Pokoknya, walaupun monho sialan itu sudah kabur ! kita harus cepat – cepat mengejarnya !”
“…………..”
Lalu, perjalan kamipun sudah menempuh sekitar 8 jam dan kita sudah cukup dekat dengan team krau
“mereka seharusnya sudah cukup dekat sini ?”
“….Itu…Mereka !”
Saat kami selesai melewati jalan yang cukup menanjak ini, kami melihat mobil tank yang berjalan ke arah kami, kami pun langsung menghampirinya dan benar saja ka krau dan teman – teman turun dari mobil tank itu
“Ka krau, teman – teman !”
“RINNN !!!”
Dan kami pun akhirnya bertemu di tempat ini, Ka narmaira langsung saja memeluk rin dengan erat
“RIN ! SYUKURLAH ! AKU KANGEN !”
“ka narmaira ! Bagaimana dengan Monhonya ?!”
“Monho ?! kami berhasil lari darinya, tapi sepertinya dia tidak mengejar kami !”
“Cih ! itu berarti dia pasti sudah melarikan diri !”
Sepertinya rin semakin termakan emosionalnya, ini cukup buruk dengan keadaan nya yang seperti ini
“Suzaku ! bagaimana dengan keadaan Erick ?!”
“tenanglah Krau, setelah Erick dibawa ke ruang operasi dan menjalankan operasi, dia saat ini baik – baik saja, yang bisa kita lakukan adalah percaya dengan pengobatan medis kita dan juga kekuatan berkah milik noel !”
“begituya….Syukurlah !”
“Krau ! aku mendapat pesan dari Pandora ! kau, yuna, dan Ulf harus segera kembali, dan juga…apa kalian berhasil membawa jasad teman kalian ?”
“….tidak, kami tidak sempat membawa mayat Fred karna para Reaper keparat itu mengejar kami, Yuna dan aku pun sedikit terluka namun tidak parah !”
__ADS_1
“kau baik – baik saja Yuna ?”
“i…iya Ao, Walau luka ku tidak separah Erick !”
“bagaimana dengan mu Ulf ?”
“aku baik – baik saja, tapi dia merusak seluruh perlengkapan senjata ku !”
“bagaimana ini, ka Iris ?”
“….Hemm......Misa, narmaira, kalian ikut ?”
“Ya !”
“Tentu saja !”
“kalau begitu sesuai rencana…krau, yuna dan Ulf akan kembali ke benteng, karan kalian tau lawan kita kali ini bukan hanya monho saja, ada kemungkinan Amera Harpha menggunakan kesempatan ini untuk menyerang kembali benteng kita, karna itu setidaknya kalian yang terluka bisa diobati sejenak dan menjaga benteng !”
“……Baiklah !”
“……sepertinya tidak ada pilihan lain”
“………..”
“Emm ? ada apa krau ? kenapa diam saja ?”
“kalau itu perintah tuan putri, aku akan setujuh saja ! Tapi untuk misi kali ini…...Rin ! kau tidak kuizinkan untuk pergi kesana !”
Rin sedikit terkejut dengan apa yang ka krau bicarakan itu, dia sepertinya memiliki alasan tertentu kenapa dia menolak rin dalam misi kali ini…dan sepertinya aku tau alasan itu
“EHH ?! KENAPA ?! KENAPA KA KRAU ?!”
“kau adalah satu – satunya incaran monho itu, dan kau bahkan belum bisa mengontrol emosi mu itu selagi menghadapi monho, Sehingga Erick jadi terluka !”
“HAH ! ERICK TERLUKA KARNA AKU ? DIA SENDIRI YANG MELINDUNGIKU SEWAKTU AKU MAU MAJU UNTUK MENYERANG MONHO ! ITU SALAHNYA SENDIRI !”
“ITU KARNA KAU MENYERANGNYA TANPA PIKIR PANJANG !”
“TETAP SAJA ITU SALAHNYA SEN-!!”
Tamparan ka Misa pun melesat di pipi Rin
“Tenangkan dirimu rin ! kaulah yang salah karna mau menyerang monho yang ber armor itu hanya dengan menggunakan pisau milik mu, katanaku saja tidak berkutik dengan armor miliknya, bagaimana lagi dengan pisau kecil milikmu itu !”
“………………”
“Erick yang menyadari itu langsung melindungimu dari serangan Monho, harusnya saat ini kau berterimakasih terhadapnya ! bukan malah menyalahkan atas tindakannya itu !”
“………………..”
Jadi ini alasan rin jadi seperti ini, kurasa dia mau membayar semua yang dilakukan monho itu dengan tangannya sendiri…kalau begitu
“sepertinya apa kata krau benar, Rin ! kau juga ikut kembali bersama team krau saja !”
“…..Cih……Eh ?”
Aku pun berdiri di depan Rin karna saat ini, aku saja yang bisa membelanya
“aku tidak yakin dengan itu, biarkan lah Rin juga ikut dalam operasi ini !”
“Ao ?! kenapa ?”
“jika bukan rin yang menghadapi Monho langsung, akan buruk dengan mental dan juga tekad hidupnya saat ini…dia sepenuhnya menjadi Savior karna ingin menjadi kuat agar kejadian mimpi buruknya tentang adiknya itu tidak terulang lagi, dan kali ini dia memiliki kesempatan untuk menghadapi mimpi buruknya itu…jadi biarkan lah dia ikut dalam operasi ini ?”
“…….Ao”
“kau terlalu memanjakannya Ao ! akan ada korban lagi jika dia bertindak sendirian !”
“Tidak akan, karna…kami sudah berjanji untuk menghadapinya bersama ! benar kan Rin ?”
“Ao........Ya, aku sudah berjanji untuk bertarung bersama ! jadi, kumohon ka Misa ! izinkan lah aku ikut dalam operasi ini !”
“Emmmm….”
Ka misa sempat kebingungan dan melihat ke arah ka Iris
__ADS_1
“Percayalah dengan ucapan murid kesayangan mu Misa !”
“Emmmmm…hah…Baiklah ! dia tanggung jawabmu dalam misi kali ini Ao !”
“Serahkan padaku !”
“Baiklah ! kita tidak bisa membuang - buang waktu lagi ! Ayo segera berangkat !”
“Baik !”
Kami pun berpisah di titik ini dan melanjutkan perjalanan menuju hutan Balderix dengan tambahan anggota 2 orang, yaitu ka misa dan ka narmaira
“baiklah ! kau satu – satunya yang bisa menjelaskan dari awal yang terjadi di hutan itu Narmaira ! sekarang coba kau jelaskan”
“Baik ka Iris, pada awalnya team kami sedang memeriksa desa kosong yang ada di dekat hutan Balderix, namun saat pemeriksaan itu, kami melihat ada segerombolan orang yang berlari menuju hutan itu. Kami pun melakukan pemeriksaan di hutan itu, lalu tanpa kami sadari, tiba – tiba monster bernama monho itu menyerang kami dari belakang dan menebas leher Fred hingga dia tewas, aku seharusnya menyadari seseoang jika dia bersembunyi di belakang kami, yang bisa ku ketahui adalah, dia memiliki skill bertahan hidup yang cukup bagus dan memiliki aura keberadaan yang tipis sekali”
“Jika begitu ! kurasa dia akan sering melontarkan serangan kejutan ! jadi kuharap kita harus lebih hati – hati !”
“ya ! lalu setelah kejadian itu kami pun terpisah karna ada beberapa zoa dan Reaper juga yang muncul disana, pada akhirnya, Monho itu mengejar Erick dan Yuna disaat kami sedang membereskan beberapa reaper dan zoa”
“Lalu ?”
“di saat itu kami mencoba lari darinya, dan beberapa saat setelah kami sudah cukup dalam di hutan itu, ka misa tiba2 muncul di hadapan kami, dia bilang dia, suzaku, dan rin datang untuk menyelamatkan kami, dan sesuai dengan informasi nya, dia menyuruh kami untuk cepat – cepat kembali ke mobil tank !”
“Yaa, saat itu aku memberitahukan kalau lebih baik membagi team penyelamat menjadi 2 bagian, aku sendiri dan Rin bersama suzaku, tapi saat aku berhasil menyuruh team yang lain kembali ke mobil tank dan mencari rin dan suzaku, ternyata saat itu aku menemukan mereka dan Erick sudah kena tebas !”
“dan seterusnya, ka Misa berhadapan dengan Monho itu, dan mengulur waktu untuk kami ! tapi itu tidak terlalu lama ?”
“kau kalah Misa ?”
“hey hey Iris ! mana bisa aku menang melawan orang yang memakai armor seperi itu ! itu sama saja melawan King zoa yang memakai armor !”
Pantas saja ka misa tadi bilang dia tidak berkutik melawannya, jadi strategi menggunakan roket anti tank memang lah satu – satunya jalan
“lalu tentang kekuatannya apa itu benar ?”
“yaa ! dia mengeluarkan gelombang yang merusak elektronik, Hp milikku juga rusak, tapi aku tetap bisa menggunakan Shotgun ku walaupun itu tidak mempan juga ! dan lagi, ternyata rumor tentang dia dijuluki letnan bukanlah bualan belaka, karna para Reaper itu memang di commando olehnya !"
“begituya…jadi kita bisa mengambil kesimpulan kalau monho itu pemimpin para reaper, dan gadis misterius bernama Amera Harpha itu adalah pemimpin para zoa !”
“aku tidak mengetahui banyak tentang Amera Harpha tapi kalau monho memang tidak diragukan lagi !"
“Baiklah ! itu informasi yang cukup bagus Narmaira.....dan, Sampai kapan kau mau memeluk Rin seperti itu ?”
“TUMBEN SEKALI RIN DIAM SAJA SEPERTI INI ! AKU TIDAK BOLEH MELEWATKAN KESEMPATAN INI !”
Rin terlalu fokus untuk memikirkan cara melawan Monho sampai – sampai ka narmaira pun tidak dia pikirkan
“Ao ! apa menurutmu rencana ini akan berhasil ?”
“…..Aku kurang yakin Rin, tapi roket anti tank ini berhasil menghancurkan armor king zoa ! kurasa ini pasti bekerja !”
“dia memili kecepatan juga ! kurasa kali ini kita harus bergantung pada demi god kita !”
“Genbu ! kurasa kali ini kita akan berkerja sama lagi ya ?!”
“….Ya….Suzaku…..ayo….kita lakukan….”
“Baiklah ! ayo susun Strategi kita !”
Kami pun menyusun strategi dan memanfaatkan semua informasi yang sudah kami dapatkan, untuk mengalahkan sang letnan para reaper itu…yaitu Monho Barbarossa
Setelah cukup lama kami menanti, kami pun sampai di hutan ini pada pukul 4 pagi, tidak ada tanda – tanda keberadaan mereka di depan hutan ini, tapi menurut informasi, hutan ini benar – benar luas dan masih ada kemungkinan monho ada di dalam sini
“Bagaimana persiapan kalian ?”
“Semua sudah siap !”
“Semua sudah siap !”
“Semua sudah siap !”
“Baiklah, Persiapkan lah dirimu Monho ! Saatnya untuk Ronde ke Dua !”
to be continue.....
__ADS_1