Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
Secret Path #1


__ADS_3

Mobil tank kami melaju ke tempat tujuan kami dengan sangat cepat, dengan kecepatan ini, mungkin kita akan sampai dalam setengah hari, ini memang perjalanan yang jauh tapi ini merupakan sebuah petunjuk dari sang dewa dan juga dunia ini.


“ka Irsi, kenapa ka Misa tidak ikut ?”


“ahhh, Misa sedang mendapat misi lain untuk menyelusuri suatu tempat“


“sendirian ?”


“tentu tidak ! dia bersama team savior lain seperti Alice !”


“benar juga, tadi aku tidak lihat ada ka Alice !”


Saat aku sedang mengobrol dengan ka Iris, Para gadis – gadis yang berkumpul sedang melakukan sedikit diskusi.


“……hey Rin…”


“emm ? ada apa Tesa ?”


“apa Ao dan ka Iris sedekat itu ?”


“begitulah, dimata Ao, ka Iris adalah sosok seorang Savior yang dia idamkan ! makanya Ao sebisa mungkin menjadi kuat untuk menjadi sekuat ka Iris”


“begituya…”


“emmm…ada apa ini Tesa…..apa jangan – jangan kau cemburu Ao dekat – dekat dengan gadis lain ?”


“hemm….sikapmu sudah berubah dari yang pemalu menjadi seperti ini ya Rin !?”


“begitulah, aku tidak bisa terus – terusan menjadi diriku yang dulu…dan tanpa kusadari aku menjadi seperti sekarang ini karna mereka ada di sisiku”


“begituya…Syukurlah !”


“emmm….”


Noel terbangun dari tidur siangnya yang singkat, sepertinya dia terbangun karna mendengar Tesa dan Rin yang sedang mengobrol


“ada apa ? apa kita sudah sampai ?”


“belum, kurasa ini masih setengah jalan, maaf mengganggu tidurmu ya"


“tidak apa apaaaaa ! fyuhhh….Noel merasa segar kembali !”


“sepertinya kau kurang tidur Noel…bagaimana kalau tidur saja lagi karna perjalanan kita masih jauh ?”


“tidak ! Noel juga mau ikut mengobrol bersama !”


“begituya, ahahah”


Ka narmaira dan Yuna tiba – tiba datang mendekat ke mereka


“izinkan aku juga bergabung !”


“tidak ada yang mengundang ka Narmaira !”


“Jahat Rin !”


“apa yang kalian bicarakan ? apa kalian sedang membicarakan Ao ?”


“begitulah, pendengaran mu cukup bagus juga ya Yuna ?!”


“iyahahah begitulah ! ( jadi benar mereka membicarakan Ao ya…)”


Perjalan kami pun berlanjut ke tempat tujuan kami, sekitar 10 jam pun terlewat dan kami sampai di desa Lenton, kami semua pun turun dari mobil tank kami dan memeriksa kondisi sekitar sini


“jadi ini desa Lenton ya…ternyata benar sudah hancur lebur…..”


“kesini !”


“ehh ?”


Ka Krau dan Yuna berjalan berdua dan sepertinya ka Krau menyuruh kami mengikuti mereka


“kalian pergi sana ! aku yang akan berjaga disini !”


“baik ka Iris !”


Kami pun mengikuti mereka berdua yang sepertinya bergegas berjalan lumayan cepat dan menghampiri sebuah rumah yang sudah hancur lebur…di tanah Rumah itu tertera 2 batu nisan…apa jangan – jangan kuburan ini…


“ka Krau……ini”


“ya…..ini adalah Rumah ku dan Yuna !”


Yuna langsung membungkuk dan berdoa di depan 2 batu nisan itu


“ibu dan ayah kami adalah seorang petani…penghasilan keluarga kami tidak bisa dibilang cukup untuk ditabung dan hanya sebatas kebutuhan makan saja…karna itu aku dan Yuna mengusulkan untuk mencari pekerjaan di Zenexter untuk membantu mereka…kami pun pindah ke zenexter dan bekerja beberapa bulan disana…setelah kami kembali ke desa ini. kami memutuskan untuk membawa orang tua kami untuk tinggal disana….tapi, mereka malah menolaknya dan meyakinkan kami di desa inilah adalah rumah kalian. Mereka pun menolak untuk pindah dan menetap di desa ini…….sampai…”


“…..bencana itu datang ya ?”


“ya…terjadi gempa bersekala besar dan memunculkan para monster dan zombie di seluruh tempat…kami yang khawatir dengan keadaan desa kami tidak bisa berbuat banyak karna monster masih berkeliaran di seluruh area Zenexter…setelah keadaan benteng cukup aman, kemudian kami baru bisa datang ke desa kami dan ternyata kami sudah terlambat…desa kami sudah hancur dan kami tidak bisa menemukan seorang pun di desa ini…..”


Begituya….mereka kehilangan orang tua mereka dan juga tempat mereka tinggal sekaligus…apa yang mereka alami memang sangat berat.


“namun…kami berdua tidak dapat mundur lagi…tentu saja kami memang kehilangan kedua orang tua kami…tapi, bukan hanya kami yang kehilangan orang tua disini…kita semua mengalami hal yang sama !”


Semua orang disini mengangguk dan memegang perkataan yang dikatakan Yuna tadi…semua orang disini bangkit karna kehilangan orang yang disayangi…maka dari itu kita harus melawan dunia ini


“Ayo berdoa besama untuk orang tua ka Krau dan Yuna !”


“Ya !”


“hem…Terimakasih ya !”


Kami pun berdoa bersama dan kembali ke tempat ka Iris berada


“ohhh…kalian sudah kembali ! bagaimana Yuna ? Krau ?”


“terimakasih karna mau berkunjung ke sini dahulu ka Iris !”


“tenang saja ! karna ini dekat dengan desa kalian, tentu saja kita akan mampir sejenak ! baiklah ! karna sudah sore dan Hutan Foxter juga sudah dekat ! kita akan mendirikan tenda di sini saja !”


“baik !”


Karna sudah sore hari…kami mendirikan tenda kami disini dan beristirahat disini sejenak.


“keadaan disini cukup bagus ! tidak ada tanda – tanda Zoa maupun zombie di sekitar sini !”


“kurasa itu belum tentu Ao ! karna awalnya warga disini tidak ditemukan..itu berarti warga disini diserang oleh Zoa dan dibawa ke kandang mereka !”


“benar juga ! apa Zoa – zoa itu berada di hutan Foxter ?“

__ADS_1


“sepertinya begitu karna jarak dari desa ini ke hutan Foxter hanya 9 Km !”


“begituya….emm ?”


“Tesa…apa kau mau paprika ini ?”


“Noel ! tidak baik pilih – pilih makanan loh !?”


“kalau tidak mau buat ku saja !”


“ahhh ! terimakasih Rin !”


“(mereka santai sekali seperti sedang piknik saja !)”


“Tesa ! Noel ! kalian cukup tenang untuk situasi seperti ini ya ?”


“hehe..begitulah, Aku sudah terbiasa bertahan hidup seperti ini ka Iris !”


“benar juga ! kau dan Ao berhasil bertahan hidup selama 4 hari duluar benteng ya…bagaimana dengan mu Noel ?”


“emm….aku Cuma merasa aman jika bersama kalian !”


“bersama kalian apa bersama Ao huh !?”


“BER ! BERSAMA KALIAN !”


“ahahahha !”


Ka Iris masih suka saja bercada…sepertinya dia memang dilatih untuk bisa menenangkan kelompoknya disaat seperti ini


“Ao !”


“emm ? ada apa Yuna ?”


“apa kau mau bagian ku ?”


“ada apa ? apa kau sudak kenyang ? kita harus makan banyak untuk persiapan besok loh ?”


“tidak apa – apa ! aku memang sudah kenyang sekali, sayang bukan kalau dibuang ?!”


“begituya….baiklah aku makan ya !”


“ehehehe….”


“ada apa ?”


“tidak ada !”


Ya…jika makanan ini dibuang akan sayang kan…lebih baik aku makan saja


“baiklah ! penjagaan akan dilakukan bergantian ! istirahatlah yang maksimal karna besok kita mungkin saja akan menghancurkan sarang Zoa !”


“Baik !”


Setelah kami beristirahat. Ke esokannya di pagi hari kami langsung saja mengebut untuk menuju hutan foxter. Dengan jarak yang hanya 9 Km, kamipun sampai di hutan Foxter dalam 10 menit saja. kamipun langsung mengadakan penyusunan strategi sejenak


“Baiklah ! karna Noel penunjuk arah kita, noel akan selalu berada di tengah kerumunan, dan kita bagi menjadi posisi depan dan belakang !”


“Baik !”


“Emmm..apa ada senjata untukku ?”


“Tesa ! kau bisa menggunakan Blacktail ku ini !”


“ohh…ini pistol yang bagus ! tunggu ! Pistol ini kan….”


“ya ! itu pistol yang diberikan ka Iris padaku saat aku memutuskan untuk bergabung dengan Vermelia Rose !”


“kalau begitu jangan dong ! ini bukanya barang berharga mu !?”


“tidak apa – apa ! pistol inilah yang membuat ku kuat ! karna itu kau pasti akan aman juga saat memegangnya !”


“Ao……baiklah ! aku pinjam ya senjatamu !”


“bagaimana dengan mu Noel ?”


“a…aku belum pernah menggunakan senjata apapun !”


“kalau begitu Noel akan aku lindungi !”


“Aku juga !”


“Rin ! Tesa ! hehehe ! Tolong ya”


“aku juga mau dilindungi !”


“Ogah !”


“ka narmaira kan kuat !”


“tolong lindungi kami saja ya !"


“(aku ditolak mentah – mentah ya ?!)"


“baiklah Ayo jalan !”


Kami memasuki area hutan dengan menggunakan formasi 3 ! yaitu formasi saat membawa seorang survivers ! bagian depan dijaga oleh Krau dan Ka iris, lalu di bagian tengah ada Tesa, Noel, Rin dan ka Narmaira, lalu aku menjaga bagian belakang dengan Erick dan Yuna.


“Ao…”


“ada apa Erick ?”


“apa benar Noel memiliki kemampuan untuk menyembuhkan ?”


“begitulah….makanya itu kita tidak membawa team medis bukan ? sepertinya ka Pandora menginginkan para anggota mengakui kekuatannya itu….”


“begituya…apa yang terjadi dengan Noel sebenarnya ?”


“….entahlah….kurasa perlu waktu untuk mengetahuinya”


“Berhenti !”


Ka iris memberhentikan barisan karna muncul para Zoa di depan kami


“….ada berapa banyak ?”


“ada 6 ! sepertinya mereka Zoa yang bertugas berjaga !”


“lalu bagaimana ?"

__ADS_1


Ka Iris mengeluarkan Revolvernya !


“Tentu saja ! HABISKAN !”


Tembakan bertubi – tubi dari kami di lontarkan dan dalam hitungan detik saja 6 Zoa itu tewas seketika


“jika ada Zoa penjaga disini…itu artinya ada mother zoa yang memerintah mereka dan sarang Zoa itu sudah dekat ! Noel ! apa ini jalan yang benar ?”


“i…iya ! lurus saja dari sini !”


“baiklah ! ayo jalan terus dan tetap waspada !”


“Baik !”


Kami melanjutkan perjalan kami untuk menuju tempat yang Noel lihat. Setelah berjalan cukup jauh, kami sampai di tempat ujung hutan yang terpotong tebing yang terjal ini, dan dibawah tebing ini ada sungai yang alirannya cukup deras.


“hemm…apa disana tujuan kita Noel ?”


“……tidak salah lagi ! di sebrang tebing ini adalah tujuan kita !”


“Emm…lalu bagaimana kita menyebrangi tebing yang terjal ini…jika kita jatuh kita juga akan terseret arus sungai itu !”


“ka Iris ! disana !”


“emm ?”


Ada semacam jembatan tua yang ditemukan Yuna di ujung sana…kami pun bergegas menghampiri jembatan itu dan ini benar – benar jembatan yang tidak aman karna tidak memiliki pegangan di samping jembatan ini


“emmm…kurasa jembatan ini masih kuat ! ayo menyebrang dengan kapasitas 3 orang saja ! aku, krau dan…..emm….ada apa noel ? kenapa kau bersembunyi di belakang Tesa ?”


“a…anu….aku sedikit takut ketinggian !”


Ka Narmaira langung memegang tangan Noel dengan cepat


“tidak apa – apa gadis kecil ! ayo menyebrang bersama ku dan kau pasti aman !”


“e…ehh…baiklah !”


“(hem….ka narmaira tenyata orang yang Perhatian juga !)”


“(sial ! sekarang dia juga mengincar Noel !)”


“(hati – hati ya Noel…)”


“baiklah ! aku, krau dan Ao akan menyebrang duluan ! selanjutnya Erick, Noel, dan Narmaira, lalu terakhir Tesa, Yuna, dan Rin !”


“Baik !”


Kami bergiliran menyebrang jembatan ini…sepertinya jembatan ini memang masih cukup kuat…namun ada beberapa bunyi dari jembatan ini yang menghawatirkan…jadi kami tetap harus waspada


“Baiklah ! team Berikutnya !”


Erick, noel dan ka Narmaira menyebrang tanpa hambatan !


“fyuh…Tadi itu seram sekali ! Terimakasih karna memegang tanganku sangat Erat ka Narmaira !”


“SAMA – SAMA NOEL ! TERIMAKASIH YA !”


“ehh ?!”


“(untung saja noel tidak tau hobimu itu ka Narmaira !)”


“Baiklah ! Selanjutnya !”


“Baik !”


Kresekk….


“Hem ?”


Sepertinya aku mendengar sesuatu dari belakang kami.


“ada apa Ao ?“


“emm…sepertinya tadi aku mendengar ada sua- !! HAH !!”


Dari semak – semak muncul Mother Zoa yang sedang memegang mayat Zoa.


“Ka IRIS ! Mother Zoa muncul !”


“APA !”


Mother zoa itu mengambil ancang – ancang dan melempar mayat zoa itu ke arah jembatan !


“gawat ! dia mengincar jembatannya !”


“KALIAN ! CEPAT LARI !”


“eh ?!”


“eh ?!”


“eh ?!”


Sepertinya mereka terlambat menyadarinya ! zoa yang melayang itu sepertinya akan mengenai Rin…jika Rin terkena lemparan Zoa itu, pasti dia kan terluka parah !


“Cih !”


Aku berlari ke jembatan itu dan menarik Rin secepatnya ! Zoa yang melayang itu pun menghantam jembatan dan jembatannya pun hancur…aku yang sempat menarik Rin tadi melemparnya arah teman – teman yang sudah disebrang, tapi aku pun juga terjatuh ke sungai bersama dengan Tesa dan Yuna .


“KYAAA !!!”


“KYAAA !!!”


“KALIAN BERDUA ! RAIH TANGANKU !”


Aku berhasil meraih kedua tangan mereka dan kami pun tercebur dan terbawa arus sungai.


“AO ! TESA ! YUNA !”


“RIN ! JANGAN ! kau tidak boleh melompat !”


“TAPI ERICK ! MEREKA !?”


“Rin ! tenangkan pikiran mu ! kita hadapi yang ada di depan kita dulu ! lalu mencari mereka !”


“CIH, BAIKLAH !(Ao….Tesa….Yuna….Tolonglah, jangan Mati !)”


to be continue......

__ADS_1


__ADS_2