
Perjalanan kamipun masih berlanjut untuk sampai ke kota Oboro, setelah 1 malam kami lewati, ini masih sekitar 1 hari lagi untuk sampai di kota Oboro
“kurasa aku sudah mulai mual !”
“kau kan kuat waktu perjalanan panjang kita menuju benteng waktu itu ! kenapa yang ini kau rasanya tidak nyaman melulu ?”
“karna waktu itu aku masih merasa lega ! sekarang aku seperti membuang – buang waktu saja dan tidak ada yang bisa dilakukan !”
“mau main Osama game lagi ?”
“tidak terima kasih !”
Tiba – tiba ka Iris menghentikan mobil tank ini dan sepertinya dia melihat sesuatu
“ada apa ka Iris ?”’
“lihatlah didepan !”
“Huh ?”
Dari depan kami ada segerombolan zombie yang mendekat, ka Iris menghentikan mobil ini karna mungkin saja jika mobil tank menerobosnya akan merusak mobil tank ini
“sepertinya bisa diterobos, tapi aku takut tank ini akan terkena dampaknya ! kalian semua, Ayo bereskan yang didepan sana !”
“Baik !”
Kami semua pun turun terkecuali Rin yang berada di atas tank untuk menembak snipernya dari jauh.
“apa aku harus menggunakan petirku ?”
“sebenarnya kekuatanmu petir atau listrik sih ?”
“emmm…mungkin bisa keduanya”
“berapa banyak yang bisa kau lakukan !”
“aku bisa menggunakan Rain Bolt untuk membunuh 6 zombie sekaligus, namun itu membuang 1 energiku !”
“…….ini bukan game suzaku ! tapi ya sudahlah, berapa banyak energi yang kau miliki ?”
“sekitar 12”
“gunakan saja dua kali untuk mengurangi jumlah mereka dan penghematan peluru kita !”
“hehehe ! Baik !”
Suzaku merapalkan Kekuatannya, dan benar saja ada sambaran petir dari langit yang menerjang 6 zombi itu.
“HEHEH !! SEKALI LAGI !”
Dengan kekuatan petirnya, Suzaku sudah menggosongkan 12 zombi hanya dalam beberapa detik saja !
“Hebat ! Hebat Suzaku ! kau berguna sekali !”
“sudahkan, aku kembali ke dalam ya”
“ehh ?”
DRAKKK !
Dia kembali masuk ke mobil tank dan menutup pintunya dan kembali memainkan PSP miliknya
“……..tapi sikapnya itu sedikit menyulitkan !”
“tidak apa – apa kan ka Iris ! dia sudah membantu banyak !”
“Baiklah ! Habisi sisanya !”
Kami pun melontarkan tembakan kami ke arah zombie – zombie itu, segenap…tempat inipun menjadi lautan darah dari para mayat zombie ini
“kenapa zombie berkumpul di daerah seperti ini, dan lagi mereka banyak sekali !”
“ada sekitar 30 zombie disini, ada di sini dekat dengan suatu wilayah ?”
Ka iris membuka map di Hp miliknya untuk melihat daerah yang dekat di sekitar sini
“hemm…Kurasa memang ada desa di sekitar sini ! tapi ini bukan tujuan kita ! kurasa kita lanjutkan saja perjalanan kita !”
“apa kita sebaiknya cek saja dulu ! siapa tau ada sesuatu disana ?”
“hemm….aku tau kau penasaran Ao, tapi kita memiliki tujuan lain disini !”
“Hey ! Lihat disana !”
Rin menyadari dari kejauhan, ada Zoa yang berlari ke arah lain dan anehnya zoa itu berlari sendirian
“Zoa ? dia berlari sendirian ?”
“Zoa itu….dia berlari ke arah desa yang ada di sekitar sini !”
“ka Iris ! aku merasa ada sesuatu disana, bisakah kita setidaknya mengeceknya ?”
“…..baiklah ! jika ada zoa disana, sepertinya memang ada sesuatu disana ! Ayo !”
Kamipun memutuskan untuk mendatang desa yang ada di sekitar sini, begitu sampai disana, desa ini sudah hancur seperti desa – desa lain…dan sepertinya desa ini hancur karna serangan zoa juga
“sudah kuduga memang tidak akan ada desa yang selamat !”
“tetaplah waspada ! dan ayo selidiki di sekitar sini !”
Kami pun turun dari tank mobil kami, dan berjalan memasuki desa ini
“sepertinya tidak ada tanda – tanda monster atau zombie di sekitar sini”
“……………”
“kurasa juga begitu, ini hanya desa yang sudah hancur dan ditinggali”
“…………….”
“ada apa ka iris ? aku merasakan Aura khawatir di sekitarmu !”
“…….aku merasa kita diawasi ! apa ini jebakan ?”
“Ehh ?”
“SESUATU DATANG !”
“Aghhhh !”
“Tesa !”
Tiba – tiba semacam peluru bisu menancap di leher Tesa, dan dari semak – semak dan rumah tua yang sudah hancur, muncul orang – orang yang sepertinya mereka juga manusia !
“hehehe !”
“tangkapan besar !”
“dewa pasti akan senang !"
“hem……(dewa ?)”
Seperti yang kuduga mereka orang – orang Reaper, sepertinya merea berhasil mengepung kita.
“kau tidak apa –apa Tesa ?”
“A….Aku….tidak bisa…Bergerak…”
“Noel ! jaga tesa dan sembuhkan dia !”
“i…Iya !”
Kami dikepung sekitar 7 orang disini ! dan mereka membawa beberapa senjata Pisau dan ada 1 yang menggunakan senjata api Type Pistol
“(bagaimana ini ka Iris ?)”
“(sepertinya mereka orang - orang dari Reaper ! tetaplah awasi yang memegang pistol itu Ao !)”
__ADS_1
“(Baik !)”
“(Suzaku !)”
“(tenang saja, Aku mengerti !)”
“Kalian datang dari benteng besar itu bukan ?! berani sekali kalian menantang dewa kami ! kalian semua akan mati Disini !”
Sepertinya yang memegang Pistol itu adalah pemimpin pasukan ini ! itu berarti dia yang paling berbahaya !
“Sekarang Suzaku !”
“HYAAA !!”
Suzaku kembali menggunakan Rain Bolt nya dan menyambar 6 orang tersebut, namun ketua yang memegang pistol itu berhasil menghindar dan juga satu lagi orang yang dibelakang yang memakai senjata bius juga tidak terkena target petir karna targetnya hanya 6 orang.
“Ao ! yang memegang pistol berhasil menghindar !”
“Akan ku tangani !”
Aku berlari ke arah ketua mereka itu dengan sangat cepat, sambil menyiapkan katana dan pistol Killer 7 ku
“Heh ! Berlari secara frontal ?! Matilah Kau !”
DORRRR !!! TRANGGGG !!!
“APA !”
Saat dia menembakan pistolnya ke arahku, aku menangkis pelurunya menggunakan katana ku, lalu menembak pistol miliknya dengan pistol ku hingga pistol miliknya terpental
“Aghhh !!”
“Heh ! Kau banyak Cela !”
Aku langsung menghantam kepalanya dengan bagian tumpul katanaku hingga dia pingsan
“fyuu…kurasa ini cukup !”
“Ao ! yang satu lagi berhasil Lari !”
“Apa !”
“Aku akan mengejarnya !”
“Tunggu, Rin !”
Aku mengejar rin yang berlari mengejar Reaper yang satulagi yang berhasil melarikan diri, karna para Reaper ini berlari dengan sangat cepat, Rin tidak mungkin bisa mengejarnya dan bahkan ini bisa saja jebakan. Akupun menangkap tangannya dan berasil mengejarnya
“Rin !”
“Ao ?! kita akan kehilangannya !”
“sudah lah Rin ! para Reaper itu larinya sangat cepat, kau tidak mungkin menejarnya ! dan lagi, bisa saja kau dipancing untuk mengejarnya dan masuk perangkap”
“…….kau benar…..maaf”
“syukurlah kalau kau mengerti !”
“tapi kenapa mereka selalu saja mengincar Tesa ?! ini sama kejadiannya saat dia diserang juga di gudang penyimpanan !”
“kurasa kau benar, ada kemungkinana tesa telah diketahui bahwa dia juga bisa mendengar suara Tendo agami, makanya orang – orang ini berusaha mengincarnya !”
“…..bukanya kau juga sama seperti tesa ? kenapa kau tidak di incar juga ?”
“……aku kurang tau, ayo segera kembali saja, Aku khawatir dengan Tesa”
“kau benar ! ayo kembali !”
Kamupun memutuskan kembali, dan saat kami sampai di tempat teman – teman, mereka semua memasang wajah ketakutan
“ada apa ? kenapa kalian bertampang seperti ini ?”
“Ao….Ini….”
“!!!”
Seperti yang kuduga, orang – orang yang kami tangkap ini mati dengan cara memuntahkan darah, ini kejadian yang sama seperti sebelumnya dimana mereka mendadak mati saat sudah tidak bisa kabur lagi
“aku tau itu Suzaku ! ini memang terjadi ketika kita berusaha menangkap mereka, mereka akan melakukan bunuh diri seperti ini !”
“sepertinya mereka semakin waspada saja ! ayo segera rawat tesa dan pergi dari sini sebelum bantuan musuh datang !”
“baik !”
Kami pun membawa tesa ke mobil tank dan melanjutkan perjalanan kami menuju titik utama kami, yaitu kota Oboro.
Setelah beberapa jam perjalanan, tesa pun sudah sadarkan diri dan bisa bergerak kembali
“Bagaimana keadaan mu Tesa ?”
“Sudah lebih baik Rin ! Penyembuhan Noel memang sangat membantu ! terimakasih ya Noel !”
“hehehe, Sama – sama !”
“ini ! minumlah yang banyak Tesa !”
“Terimakasih Yuna !”
“Ao ! tadi itu teknik yang hebat ! apa ka Misa yang mengajarkannya ?”
“ya…aku melakukan pelatihan dengan ka misa untuk menangkis tembakan peluru dengan jarak 10 meter ! kalau kau mau, aku bisa mengajarimu Erick !”
“Tidak terimakasih ! aku tidak se gila dirimu !”
“Gila ?”
Ka iris yang selesai memeriksa peluru bius yang tertancap di leher Tesa mendatangi kami di belakang sini
“ini type peluru bius baru ! namun racunya tetap saja cuma racun pelumpuh milik Monster Minic”
“sudah kuduga ! mereka memang memiliki keterkaitan kepada type monster !”
“yaa…ini sedikit menghasilkan informasi ! kita bisa menyimpulkan kalau mereka bekerja sama dengan para Monster namun tidak dengan para Zombie !”
“apa ada kemungkinan bakteri dari hervana bisa dimasukan ke dalam Peluru bius ?”
“……kurasa….Bisa saja dilakukan….tapi kita tidak melakuan penelitian seperti itu karna tujuan kita bukan untuk menyebarkan bakteri Hervana itu !”
“kau benar juga !”
“Tinggal beberapa jam lagi kita sampai di kota Oboro ! bagaimana dengan kondisimu Tesa ?”
“Tidak apa – apa ka Iris ! aku tetap bisa bertugas !”
“Baguslah ! tapi jangan pasakan dirimu ya !”
“Baik !”
“aku akan laporkan kejadian ini ke Pandora ! dan kembalilah persiapkan persiapan kalian !”
“Baik !”
Beberapa jam pun berlalu, Pada akhirnya kami sampai di kota Oboro walaupun ini keadaannya malam hari, sepertinya akan gawat kalau kita tidak segera menemukan tempat untuk beristirahat
“keadaan malam dan bahkan kita ada di tengah kota , kurasa cukup gawat kalau seperti ini ! kita harus cepat cari tempat aman ka Iris !”
“kurasa kau benar Narmaira ! ayo cari tempat yang aman untuk bermalam di kota ini !”
Kamipun mengitari gedung – gedung di sekitar sini, dan mencari tempat yang masih cukup bagus untuk ditinggali, dan kamipun menemukan satu gedung yang cukup bagus
“kurasa disini bagus !”
“…………”
“…………”
“…………emmm ?”
__ADS_1
“hem ? ada apa ? kenapa tidak turun ?”
Aku, Tesa, dan Noel sedikit kebingungan karna Tempat yang kami dapatkan adalah gedung penginapan yang bertuliskan “Love Hotel” di depannya
“anu…..ka iris ? apa tidak ada tempat lain ?”
“ini gedung paling bagus disini ! dan tenang saja ! kita akan tetap tidur berbeda kamar ! apa yang kalian pikirkan sih ?!”
"Pilihan bagus ka Iris ! Kau memang yang Terbaik !"
“(benar juga...dan ka narmaira sangat senang sepertinya)”
“(kenapa aku berfikir yang tidak – tidak tadi )”
“(Love Hotel ini apa ya ?)”
Kami pun masuk ke parkiran dan turun dari mobil tank kami
“ada kemungkinan masih berbahaya disini ! Suzaku, pasang Bold Hold mu di dini !”
“Baiklah ! apa aku juga perlu memasangnya di kamar kalian ?”
“Kau mau mati ?”
“………maaf…...”
“Ayo ! dan tetap waspada !”
Kami pun memasuki Love Hotel ini dan mencari kamar yang masih bisa ditempati !
“Baiklah ! kami para perempuan akan menempati kamar 101, dan kalian bertiga di kamar 102 !”
“baiklah kalau begitu ! jika ada apa – apa panggil saja kami !”
Kamipun para laki – laki memasuki kamar 102.
“…………”
“…………”
“…………”
Kurasa suasana ini sedikit membuat kami kecewa, karna pada kennyataannya kami bertiga akan tidur di kamar Love Hotel bersama – sama !
“Ao…..bukannya ini sedikit mengecewakan ?”
“te…tenang lah Erick ! kita kesini bukan untuk yang macam – macam ! kita hanya mau istirahat disini…Ok ?!”
“aku bawa 3 PSP ! ayo main bersama saja !”
“Kurasa tidak ada pilihan lain !”
“yaaa…ayo main saja !”
Lalu…kejadian di kamar para gadis pun sedikit berbeda !
“Wahhhh ! Kasurrrrr !!! Senangnya bisa tidur di kasur lagi !”
“yuna ! kita baru 2 hari di luar sini ! kau sudah bertingkah seperti ini telah selesai saja !”
"aku mandi duluan ya ! Rin mau mandi bersama ?"
"Tidak Terimakasih"
"Begituya....Noel ?"
"Noel juga nanti saja !"
".........Te........Tesa ?"
"aku juga mau istirahat dulu"
".........yasudah aku sendirian saja....."
Ka Narmaira pun memasuki Kamar mandi dengan perasaan sedih.
“memilih Hotel sebagai tempat istirahat adalah pilihan bagus ka Iris….em….Ka iris ?”
“emmm….Ahh…yaa….terutama aku menemukan sake yang lezat ini !”
Ka Iris sedang menikmati sebotol sake yang dia temukan di tempat penyimpanan Hotel ini !
“sa…sake ? kan Iris minum disaat seperti ini ?”
“tenang saja ! aku tidak mudah mabuk seperti yang kalian kira ! dan minum – minum adalah hobiku ! ayo kalian minum juga !”
“kami bertiga masih belum cukup umur ka Iris !”
“begituya ! sayang sekali, tapi ini dunia yang berbeda sekarang ! apa larangan minum di bawah umur masih berlaku ?”
“………”
“………”
“………”
Benar juga apa yang dikatakan ka Iris, walaupun kita melanggarnya, memangnya akan ada polisi yang menanyakan umur kita di dunia seperti ini ?
“a…..aku tetap tidak usah !”
“noel juga !”
“begituya ? bagaimana dengan mu Yuna ?”
“……kurasa….aku sedikit penasaran !”
“Yuna ?!”
“Kau masih dibawah umur tau !”
“pe…penasaran saja ! seteguk tidak masalah kan ?”
“ahahaha ! ya ! ya ! boleh saja ! ini minumlah !”
Yuna mengambil segelas sake yang dituangkan ka iris dan sepertinya dia memang mau meminumnya
“baiklah….akan kucoba….”
Glek….
“……….”
“ba...bagaimana rasanya ?”
“a...apa itu enak yuna ?”
“…………ENAK SEKALIIIIII !!”
“Ehh !”
“Ehh !”
“Lagi ! Lagi ! Ka Iris Lagi !”
“bagus ! Bagus ! ayo minum yang banyak !”
ka Narmaira pun selesai dari mandinya yang menyedihkan dan keluar kamar mandi dengan cepat
"aku sudah selesai nih ! WAH ! APA YANG BARU SAJA KU LEWATKAN DI SINI !
"Ayo kau juga minum Narmaira !"
"Mau ! Mau !"
“(sudah kuduga sake adalah ide buruk ! )”
“(mama….noel akan berusaha untuk tidak mabuk – mabukan)”
__ADS_1
dan kamipun beristirahat di Hotel ini untuk bersiap menuju pertambangan besok.
to be continue......