
Setelah jasad ka Krau melewati proses otopsi, kami pun membuat acara pemakaman untuk mengenang dan menghormati jasa - jasa ka krau. Yuna yang sudah cukup tenang namun masih tidak bisa berhenti menangis itu menaru bunga yang dia bawa di atas peti mati ka krau
“Kakak, maaf kan aku yang tidak menjadi adik yang baik untuk kakak ! aku tidak begitu kuat dan berani untuk bisa menjadi seperti kakak ! Tapi…Aku akan terus melanjutkan apa yang harus ku lakukan ! yaitu mengakhiri dunia yang keji ini untuk mu ka ! Jadi, aku akan baik – baik saja sekarang ini ! karna aku tidak lah sendirian, dan kami semua disini memiliki Tujuan yang sama !”
“……………”
Itu benar ka krau…Yuna yang sekarang tidak selemah yang kau lihat beberapa tahun lalu ! Yuna dan kami semua pun juga sama ! ingin terus berkembang agar mendapat kan akhir yang kami semua inginkan !
Lalu, hujan pun turun dan acara pemakamam pun selesai, sajad ka krau pun juga sudah dikuburkan dan sekarang ini aku sedang sendirian berada di depan makam ka krau
“…………Ka krau”
Kenapa hal ini terjadi padamu, padahal semuanya sudah bisa sampai sejauh ini, tapi kenapa dunia ini mengambil ka krau secepat ini ! aku bahkan masih mengingat wajah ka krau saat pertama kali dia menyelamatkan kami semua yang di serang gerombolan zombie dan zoa
“Hoh…Sudah ku duga kau masih di sini Ao !”
“Ka Iris….”
Ka iris pun mendekat ke arah ku dan berdiri di sebelahku dengan payung yang dia bawa, tapi badanku sudah sepenuhnya basah karna aku tidak membawa payung
“Kau bisa kena demam loh !”
“Tenang saja, aku tidak selemah itu untuk bisa terkena demam di saat seperti ini !”
“Heh….begitu kah !”
Kami pun sama – sama memandang makam ka Krau ini…
“Ka Iris…”
“Emm ?”
“sekarang ka Iris sedang sedih kan ?”
“Tentu saja, aku kehilangan salah satu murid terbaiku, tidak ada guru yang tidak sedih melihat murid nya sendiri bahkan mati lebih cepat dari pada Gurunya !”
“……………….”
“Krau memiliki pendirian yang hebat ! dia melakukan semua ini bukan untuk mencari apa akhir dunia ini, tapi untuk membalas apa yang dunia ini lakukan pada desa nya itu ! walau pun ini terdengar buruk karna dia hanya ingin balas dendam saja, tapi dia melakukan itu karna dia menyayangi warga desanya dan juga keluarganya !”
“lalu…apa yang harus ku lakukan lagi…terlebih apa yang akan terjadi pada yuna nanti nya ?”
“Soal itu ! kita – kita ini lah yang harus melakukan sesuatu Ao ! karna kita sama – sama anggota savior. Ini !”
Tiba – tiba ka Iris memberikanku sebuah payung lipat, ternyata dia menyimpanya selama ini
“jadi kau bawa payung lipat ?!”
“Begitulah, sekarang cepatlah kau temui Yuna, dia ada di tenda nomer 22 bersama dengan yang lainnya !”
“……Baiklah !”
Aku pun mengambil payung lipat itu dan membukanya.
“Lalu, apa ka Iris juga ikut ?”
“……….Tidak, saat ini….biarkan aku berdua saja dengan krau !”
“……….Baiklah”
Aku pun berjalan ke tenda nomer 22, kurasa ini tenda yang dijadikan sebagai perkumpulan karna memang pada dasarnya tenda nomer 20 – 23 dijadikan sebagai tenda perkumpulan. dan begitu aku sampai disana, Noel, Rin, Tesa, ka Narmaira, Erick, Rika dan Karin sedang menenangkan Yuna
“Ahh, Ao !”
“Maaf aku terlambat tesa ! bagiamana ke adaan Yuna ?”
Aku pun meliahat Yuna yang masih saja duduk dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menunduk
__ADS_1
“dia masih seperti ini sejak kami kembali dari pemakamannya ka krau”
Aku pun membungkuk dan mencoba bicara padanya untuk membuatnya baikan
“Yuna…”
“…………………..”
Dia bahkan tidak menjawab ku, sepertinya dia benar – benar terpukul karna kehilangan ka krau, walaupun saat di pemakaman tadi tekad nya itu sudah cukup kuat, tapi ini tidak mengubah fakta kalau Hal ini tidak membuat Yuna benar – benar kepikiran
“Aku tau, kau benar – benar menyayangi ka krau, kami semua juga sangat menghormati ka krau, tapi kau harus tegar Yuna, ka krau juga pasti sudah melakukan yang terbaik dalam misinya !”
“…………………..”
“(sepertinya ini memang butuh waktu)”
SREKKKK
Tiba – tiba ka Alice pun masuk ke tenda ini dengan badan yang basah, dia juga terlihat kalau habis berlari – lari karna nafasnya tidak beraturan dan bajunya terkena beberapa lumpur
“hah..hah…hah..”
“Ka Alice ?”
Dia pun langsung menghiraukan ku dan berjalan mendekat ke depan Yuna !
“Yuna, dengarkan apa yang akan ku bicarakan ini !”
“……………”
“Yuna ?!”
“…………..”
“HEYYY ! LIHAT AKU !”
Ka alice pun langsung merangkul bahu yuna dan membuatnya menatap ke arah nya !
“K-Ka Alice ?”
“aku tau kau sangat terpukul dengan hal ini, karna aku juga sama terpukulnya sepertimu ! Krau adalah teman seperjuanganku, kami memilik kenangan bersama, berjuang bersama, senang bersama, kesal bersama ! karna itu kau harus tegar dan cobalah untuk bangkit Yuna !”
Tesa pun langsung merangkul kembali yuna karna dia merasa ka Alice terlalu berlebihan
“Ka Alice ! sudah cukup, biarkan lah yuna untuk seperti ini dulu ! apa tidak boleh yuna setidaknya untuk beberap hari dia meluapkan kesedihanya ?!”
“……Soal itu, itu tergantung pilihan yuna sendiri !”
“Ehh ?”
Yuna pun kembali melihat ke arah ka Alice dengan tatapan yang tidak biasa.
“Apa maksud nya itu ka Alice ?”
“Yuna, kakak mu krau, tewas oleh seorang yang bernama Hana ! aku tadi sempat menyelidikinya ke ka misa dan yang lainnya, katanya ternyata benar hana itu satu – satunya yang memiliki keahlian untuk merakit dan memodifikasi bom ! karna itu, saat aku sedang menyelidiki keberadaan hana ! aku yakin dia pasti berada tidak jauh dari lokasi tempat aku menemukan jasad kakak mu itu”
jadi ini semua ulah Hana ?! sudah kuduga kalau dibiarkan begitu saja, mereka berdua pasti akan melakukan sesuatu !
“Apa itu benar ka Alice ?”
“ini baru kemungkinan saja, tapi…ini tergantung dari keputusan mu Yuna ?! apa kau akan ikut dengan ku mencarinya, atau kau mau di sini saja dan murung sepanjang hari dan membiarkan dia melarikan diri ?”
Yuna pun diam sesaat, dan tiba – tiba dia pun langsung berdiri dengan tatapan yang sangat teguh
“Aku ikut !”
Setelah menentukan tujuan kami, kami ber 6 ini, Aku, Yuna, Rin, Erick, Ka Narmaira, dan ka Alice pun menghadap ka Iris untuk melaporkan tentang misi ini
__ADS_1
“begitu ya, jadi kalian memutuskan untuk mengejar Hana ?!”
“benar, apa ka iris memperbolehkan misi ini ? ini juga hasil keputusan ku dengan yuna juga !”
“Kau benar – benar setujuh dengan apa kata Alice ini Yuna ?”
“Ya, aku tidak bisa membiarkan dia hidup lagi, aku akan mengambil apa yang dia ambil dariku !”
“hoh…tapi apa kalian yakin ? ini bisa saja mejadi jebakan yang telah dia siapkan !”
“kami akan sepenuhnya hati – hati, dan tenang saja ka iris ! kali ini kami akan membawa alat pendeteksi untuk mendeteksi adanya bom !”
“Emmm…begituya, kalau begitu akan ku laporkan ini dulu ke pandora apakah kalian di izinkan pergi atau tidak !”
“Aku mengizinkan merka !”
Tiab – tiba ka Misa pun masuk ke ruangan ini dengan sendirinya
“Ka Misa !”
“Aku mengizinkan mereka, dan kau tidak perlu khawatir Iris, aku akan ikut dan mengawasi mereka ! dan juga, ini saat yang tepat untuk Ao juga !”
“Aku ?”
Ternyata aku melihat kalau ka misa datang dengan membawa sarung hitam yang biasa digunakan untuk membawa katana di belakangnya, dan dia pun mengeluarkan sebuah katana dari sarung hitam itu dan menunjukannya padaku
“Ao ! katana mu sudah siap !”
Katana yang sama persis dengan apa yang ku pakai sebelumnya, katana apiku kini telah kembali padaku
“Katana ku, akhirnya selesai juga !”
“katana punyaku juga telah selesai ! mari kita cari wanita pencari masalah itu ! dan kita hajar dia !”
Denga persiapan yang sudah matang, kami yang akhirnya ber 7 ini pun berangkat menuju tempat kejadian ka Alice menemukan sajad ka krau, dalam misi kali ini pun di pimpin oleh ka misa, dan sayangnya para demi god tidak bisa ikut dalam misi ini karna mereka memiliki tugas lain juga untuk menemukan Stone tendo agami yang tiggal 2 lagi
“Ao, kenapa Tesa dan Noel tidak ikut ?”
“Tesa baru saja sembuh dan masih dalam tahap pemulihan, dan Noel juga memiliki tugas untuk mendampingi para demi god !”
“begituya, sayang sekali kita kali ini bermisi tanpa adanya demi god !”
“Jangan berfikir seperi itu Erick, walaupun memang bagus kalau ada meraka, tapi kita tidak boleh terus mengandalkan mereka, dan lagi…sepertinya yuna juga ingin menyelesaikan ini dengan kemampuanya sendiri !”
“Hoh…kau benar !”
Aku dan Erick pun menatap yuna yang sepertinya berbeda dari sebelumnya, wajahnya kini benar – benar sangat tajam dan tatapnya cukup kuat ! dia sepertinya benar – benar akan dendam dengan Hana
“(dia bertekat sangat kuat ya ?!)”
“(dia bertekat sangat kuat ya ?!)”
Tiba – tiba ka Narmaira pun langsung memeluk Yuna
“Tunggu Ao ! Erick ! kenapa kau menatap Yuna dengan mata sepeti itu ?! kau nanti membuatnya takut tau !”
“Kau yang lebih menakutkan tau !”
“Kau yang lebih menakutkan tau !”
Saat ka Narmaira masih memeluk Yuna, Yuna pun melihat ke arah kami dengan tatapan yang masih tajam itu
“Ao, Erick, Tenang saja…aku baik – baik saja ! kalian tidak perlu se khawatir itu !”
“B-Begituya, Syukurlah kalau begitu, kan Ao ?”
“Ehh ? Ahh, Iya !”
__ADS_1
Kuharap ini akan baik – baik saja, melihat Yuna yang seperti ini, aku jadi teringat kejadian Rin yang sedang menghadapi Monho dulu ! Rin menembak tanpa henti ke arah monho bahkan saat Monho sudah tidak bernyawa ! aku tau itu tidak lah patut dilihat ! namun mau bagaimana lagi, Amarah juga…yang membua kami berhasil sampai sejauh ini !
to be continue.....