Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S3) Side Story : Old Friend, old Rival


__ADS_3

Hari – hari pun kian berlalu, dan saat ini aku sedang menemani Noel di rumah sakit, dia sekarang ini sedang sangat sibuk karna harus selalu berada di sisi laki – laki yang kami temukan ini untuk memulihkan kondisi laki – laki ini sampai dia sadar, karna ini sudah 6 hari berlalu sejak kami berhasil menemukannya.


“Bagaimana Noel ? apa ada tanda – tanda dia akan sadar ?”


“……..sepertinya tidak, kondisinya memang sangat lemah, dan butuh waktu lebih lama lagi !”


“Begitu, ya. Kuharap ini tidak menjadi kejadian yang sama dengan kejadian Sheri beberapa waktu lalu”


“…hem…kau benar Ao ! semoga saja dia ini memiliki cukup waktu !”


Sebenarnya kami tidak bisa menyimpulkan nya seperti ini, tapi dengan kondisinya yang kami temukan sama persis dengan yang di alami Sheri waktu itu, ada kemungkinan kalau laki – laki ini juga tidak memiliki waktu yang banyak.


“Emmm ?”


Saat aku sedang memperhatikan tempat tidurnya, ada tulisan “Zero” di ujung tempat tidur ini


“Zero ?”


“Ahh, itu nama yang kami sepakat berikan ! karna saat Noel sedang memeriksa tubuhnya, Noel menemukan angka 0 di lengan kanannya, karna itu kami sepakat akan menamai laki – laki ini Zero saja !”


“begitu, ya”


Lalu tiba – tiba pintu ruangan ini pun di ketuk dan ternyata yang datang adalah Tesa


“Ao ! Noel ! aku bawakan makanan nih !”


“Ahh, Terimakasih Tesa !”


Noel pun mulai mengendus – endus karna dia sepertinya mencium bau yang enak


“Wahhh, baunya enak sekali ! kau bawa apa tesa ?”


“Ahaha, Hidung mu bagus juga ya Noel ! tapi kuharap kau jangan terlalu beraharap, karna aku Cuma buat roti lapis dengan isian daging saja ! ku panggang juga biar rasanya lebih lezat !”


“karna tesa sudah buat makanan, bagaimana kalau kau istirahat sebentar Noel ?”


“Benar juga, kalau begitu ayo makan sama – sama !”


Kami pun sejenak istirahat dan makan di sisi ruangan ini sambil tetap menjaga laki – laki bernama zero ini


“Tesa, Apa Rin tidak ikut bersamamu ? bukanya kalian berdua sebelumnya bersamaan di tenda ?”


“Ahh, kalau Rin tadi dia sempat dipanggil oleh Pak Apolo karna ada beberapa tugas yang harus di selesaikan, ingatkan kalau toko persenjataan milik pak Apolo sekarang sudah mulai kembali pulih ? karna itu mereka membutuhkan sedikit bantuan di sana agar proses pemulihannya akan lebih cepat !”


“Benar juga, kita memang secepatnya membutuhkan kembali pak Apolo untuk perawatan senjata kita ! agar katana ku tidak cepat rusak juga !”


“ngomong – ngomong soal senjata, sepertinya pak apolo juga memanggilku untuk segera memilih senjata yang lebih bagus !”


“Benarkah tesa ? memangnya senjata seperti apa yang kau mau gunakan ?”


“Emmm…entahlah, aku belum begitu memikirkannya !”


“Tesa - Tesa ! bagaimana kalau pakai Panah saja seperti ku ?!”


“ahahah, aku tidak sejago memanah seperti mu Noel !”


“Tenang saja ! aku bisa mengajari mu caranya memanah ! kita bisa minta bantuan Ao juga untuk latihan !”


“Ehh ? Bantuan ku ? aku juga tidak begitu bisa memanah loh !”


“Ahhh, bukan – bukan ! maksudku, kita membutuhkan mu sebagai target sasaran, tinggal kita taru apel di atas kepala Ao, dan itu akan menjadi latihan yang menegangkan !”


“itu cukup seram loh Noel !”


“itu cukup seram loh Noel !”


Saat kami sedang berbincang di sini, tiba – tiba seseorang yang ku kenal namun jarang ku temui pun datang ke kamar ini


“Ao ! apa kau di sini ?!”


“Ehh ? ka Eleina ? ada apa ?”


Jarang sekali pemimpin pelabuhan ka Eleina ini mendatangi ku, di tambah lagi, sepertinya dia datang dengan wajah yang sedikit khawatir…


“syukurlah kau ada di sini ! sekarang kau ikut aku dulu saja ke ruang Pandora !”


“B-Baiklah ! kalau begitu, Tesa, Noel, aku pergi dulu ya ! ku serahkan penjagaan Zero pada kalian !”


“Ok !”


“Serahkan saja pada kami !”

__ADS_1


Aku dan ka Eleina pun keluar ruangan dan segera berjalan menuju ruang ka Pandora, di pertengahan jalan pun aku menanyakan apa yang terjadi


“Anu…ka Eleina, sebenarnya apa yang terjadi ?”


“kita akan bahas semuanya di sana Ao, aku membawamu kali ini karna ini juga ada kaitannya dengan mu !”


“……Dengan ku ?”


Kami pun akhirnya sampai di ruangan ka Pandora, dan saat kami masuk, Suzaku juga sudah ada di ruangan ini


“Ahhh, Suzaku !”


“Ao, kau juga di bawa ke sini ?”


“Kau juga ?”


“Pandora memanggilku ke sini ! katanya ada urusan yang cukup gawat !”


“apa yang terjadi ka Pandora ?”


“……………sekarang ini, dengarkan apa yang akan ku jelaskan Ok ?!”


Ka Pandora pun berdiri dan mengambil semacam Tab yang cukup besar dari lacinya dan membawanya mendekat ke arah kami, dan saat dia menunjukan sebuah gambar di tab itu pada kami, terlihat kalau ada gambar sebuah Kapal yang terdampar dan benar – benar sudah rusak parah


“Kapal ?”


“Ya, Dvine Akses ku akhirnya menemukan lokasi kapal ini !”


“memangnya ini kapal apa ?”


Ka Pandora pun melihat ke arah ka Eleina dan ka Eleina pun memasang wajah yang kesal dan juga sedih


“……itu….adalah kapal dari awak pelabuhan ku, kapal yang digunakan nelayan untuk berlabuh !”


n-nelayan ?!


“Ehhh ?! Nelayan ?! jadi apa mungkin ?!”


“benar Ao, itu adalah kapal yang hilang saat penyerangan Zenexter beberapa waktu lalu, dan temanmu Leo juga ada di sana !”


“LEO !”


Mustahil ! jadi Leo. Leo berada di sana ! tapi dengan ke adaan kapal yang seperti itu ! jangan – jangan !


“aku juga ingin bilang begitu, karna itu aku membawa suzaku ke sini dan juga Eleina yang menjadi penanggung jawab pelabuhan, karna jarak kapal yang terdampar ini sangatlah jauh !”


“Begitu, ya. Jadi kalian membutuhkan berkah teleportasiku ya ?”


Dengan berkah milik suzaku, kita pasti bisa ke lokasi ini dengan cepat !


“dimana lokasi kapal nya ?”


Ka Pandora pun menujukan lokasi sekitar dan tempat kapal itu berada pada Suzaku.


“ini ! apa kau pernah ke sini ?!”


“……hem….sayang sekali aku tidak pernah ke sana, tapi kurasa itu dekat dengan kota Hounra yang pernah ku datangi sebelumnya !”


“Begitu, ya. Jaraknya dari kota Hounra ke kapal ini sekitar 2 Km, kalau jalan kaki akan membutuhkan waktu beberapa jam untuk ke sana, apa itu tidak apa – apa ?”


“Tentu saja ! kalau begitu Ayo segera berangkat Suzaku !”


“Kalian berdua ! berpeganganlah padaku !”


Aku dan ka Eleina pun berpegangan pada Suzaku, dikarnakan Suzaku hanya bisa membawa 2 orang, kana itu ka Pandora menyerahkan ini semua pada kami ber 3


“Jika kalian menemukan ada yang selamat ! segeralah berikan beberapa bekal pertolongan ini ! aku telah menyusun tas ini berisi perlengkapan untuk 3 hari !”


Ka Pandora pun menyerahkan tasnya dan aku pun membawanya !


“Baiklah ! kami segera berangkat !”


“hati – hati ya, jangan lupa untuk mengutamakan keselamatan kalian juga !”


“Baik !”


Suzaku pun melakukan teleportasinya, dan seketika kami sudah ada di kota Hounra.


“syukurlah kita sampai dengan selamat !”


“Ughh…aku sedikit mual ! apa – apa itu tadi !”

__ADS_1


“Kau harus terbiasa dengan itu Eleina ! karna kita akan kembali dengan cara yang sama !”


“Ugh..akan ku coba !”


Kota Hounra ini, juga menjadi salah satu kota yang berada sangat sauh dari markas, itu artinya Leo dan awak kapal lain sudah berlabuh sangat jauh dari markas akibat insiden penyerangan Zenexter ! pasti mereka tidak baik – baik saja


“ayo segera ke lokasi !”


Kami pun mulai berjalan ke arah lokasi tempat kapal itu terdampar dengan alat peta dari ka Pandora ini, sepertinya jaraknya memang cukup jauh, Kumohon…semoga kau selamat…LEO !


Kami pun sudah berjalan sekitar 1,5 Km, dan kami istirahat sejenak untuk minum saja karna kami membawa Suzaku yang staminanya tidak terlalu banyak


“Fyuhh, Terimakasih airnya Eleina !”


“apa kau sudah bisa jalan lagi ?!”


“Tenang saja, ayo kita lanjutkan ini, dari wajahmu itu aku tau kalau kau sangat khawatir dengan semua ini ! kita tidak bisa bersantai di sini lebih lama bukan ?”


“…..Hem…Terimakasih kau mau mengerti Suzaku !”


“Ao ! Aku sudah selesai Istirahatnya !”


Aku yang sedang mengawas di sekitar sini pun melihat mereka berdua kembali setelah suzaku memanggilku


“AYO !”


Kami pun kembali berlari, jaraknya sudah cukup dekat, tapi karna jalan kami ini sedikit mendaki dan menanjak, mungkin kapalnya terhalang oleh bukit – bukit yang kami harus lewati ini


“Apa masih jauh ?!”


“Seharusnya di sekitar sini !”


“Ao ! Itu !”


Ka Eleina pun melihat kapal nya, ternyata benar kapalnya terdampar di sebuah pantai kecil yang tertutup beberapa tebing di sekitarnya,


“AYO KE SANA !”


Kami pun berlari dengan sekuat tenaga menuju kapal itu, dan saat kami sampai di depan kapal ini, ke adaanya lebih buruk dari yang kami bayangkan


“HUH ?!”


“SIALAN !”


Kapalnya benar – benar dalam ke adaan yang hancur ! dan hal yang bertambah buruk adalah, ada beberapa zombie yang keluar dari kapan itu, zombie – zombie itu pun mendekat karna menyadari kahadiran kami


“(baiklah, sepertinya ini harus di bereskan !)”


Saat aku sedang menarik katana ku keluar dari sarungnya, ka Eleina pun tiba – tiba menghentikanku


“Ka Eleina ?”


“…..Mereka….Zombie – Zombie ini adalah awak kapalku, biar aku yang saja yang mengurus mereka !”


“……………….”


Ka Eleina pun maju dan mengeluarkan Pistol miliknya, dan tentu saja…


DOR ! DOR ! DOR ! DOR ! DOR ! DOR ! DOR !


Tembakan pun di lesatkan oleh ka Eleina, dengan sedikit air mata yang keluar dari mata nya itu…


“……………….”


Karna para zombinya sudah terkapar, dan ka Eleina hanya diam saja sambil melihat mayat zombie – zombie itu, aku pun mendekat ke arahnya dan menepuk pundaknya


“…….kau melakukan hal yang benar Ka Eleina…”


“….Aku tau…aku telah gagal sebagai atas mereka ! aku tidak bisa melindungi mereka yang ternyata tersesat dan meminta pertolongan ku !”


“kau melakukan sebisamu, kita memang tidak memiliki informasi mengenai mereka dan kita juga baru – baru ini memiliki sebuah kapal yang baru !”


“………………Maaf kan Aku....Odo, Kail, Rimero, Perneir, Haul, Lumein, Baal. Beristirahatlah dengan tenang !”


Bahkan dia mengingat teman – temannya walaupun sudah menjadi zombie seperti ini ! dia pasti kapten yang sangat hebat !


“Ini baru 7 orang, harusnya mereka ber 10 ! itu artinya…Leo, Roy, dan Vermote masih ada di sekitar sini !”


………….Leo.....


“AYO SEGERA CARI MEREKA !”

__ADS_1


to be continue.....


__ADS_2