Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S2) let's Find Our Path


__ADS_3

1 hari pun berlalu setelah kami berhasil menjemput teman baru kami Genbu, sepertinya dia baik – baik saja melihat banyaknya orang di Negara Zenexter ini. sebenarnya aku sedikit khawatir karna ini akan merubah lingkungan hidupnya, namun sepertinya genbu pun penasaran dengan cara manusia menjalankan kehidupannya, dan dia pun akhirnya mendapatkan perhatian khusus dari Pandora seperti halnya Suzaku.


Saat ini aku sedang ada di Weapon Store bersama dengan pak Apolo untuk memintanya memperbaiki Perlengkapan Ku


“Wah Wah ! lihat Katana mu ini ! apa yang kau lakukan sampai dia separah ini ? apa kau berhadapan dengan Zombie Regeneration lagi ?”


“Begitulah…”


“Aku sudah bilang kan padamu ! kalau lawan zombie itu jangan pakai pedang ! pedangmu akan cepat rusak !”


“Tapi aku tidak ada pilihan lagi pak Apolo ! dan lagi, Kelemahan zombie itu adalah harus dipenggal, tak lain harus pakai katana ku bukan ?”


“Hemm…pikirkan lah cara lain ! aku membacanya buku savior kalian, katanya dia juga bisa mati kalau dibakar bukan ?”


“Iya sih, Cuma itu akan sulit karna dia juga bisa bergerak cepat ! dan waktu itu, aku memakainya untuk melawan regeneration yang berada di dalam Air, karna itu aku tidak bisa membakarnya !”


“Hemm…kalau begitu mau bagaimana lagi, baiklah ! aku akan perbaiki ! biayanya 120 Petas !”


“Terimakasih ! ini ”


Syukurlah perbaikannya bisa dilakukan, aku tidak kehilangan katana kesayangan ku ini, tapi sebenarnya aku masih punya cadangan katana yang diberikan oleh ka Misa, tapi itu akan ku simpan baik – baik !


“Ngomong – ngomong bocah ! katanya kau baru saja menemukan Demi god baru ya ?”


“Yaa ! namanya Genbu dan dia sangat kuat, bahkan mungkin melebihi Suzaku !”


“begituya ! kurasa sekarang umat manusia sudah sangat terbantu dengan kedatangan mereka !”


“…………”


Apa kah benar begitu….


“emm ? ada apa bocah ?”


“ehh !? tidak ada apa – apa, kalau begitu aku akan ambil katana nya besok ya ! terima kasih sekali lagi pak Apolo !”


“Hoh ! Sering – sering datanglah kesini ya !”


Aku pun meninggalkan weapon store dan berjalan kembali ke kamarku sambil memikirkan sesuatu


“(memang benar apa kata pak Apolo, kalau ada 2 demi god yang berada di pihak kita ini, apakah umat manusia yang ada di Negara ini akan aman ? saat dia bicara seperti itu…satu – satu nya yang terpikir oleh ku adalah……)”


Aku menatap langit yang kian cerah dan tanpa satupun awan yang menutup langit biru itu


“(apakah pada akhirnya kita memang harus menghadapi Tendo Agami untuk mengakhiri mimpi buruk ini ? apakah itu hanya satu – satunya jalan ? apakah kita semua disini memiliki peluang untuk menang ?) huh…..banyak sekali pertannyaan ku ini ! dan salah satu cara untuk menghilangkan pertannyaan – pertannyaan itu adalah….melakukan semua yang ku bisa!”


Saat aku sedang berjalan, aku berpapasan dengan 2 orang laki – laki yang sedang mengobrol dan aku sempat mendengar percakapan mereka berdua


“hey ! cewe yang rebahan di bawah pohon itu cantik juga ya !”


“Apa yang kau bicarakan ! dia itu demi god yang sedang dibicarakan tau ! pasti dia sekuat Suzaku juga !”


“EHH ! jadi dia demi god baru itu ! padahal dia cantik, tapi karna dia demi god pasti dia mengerikan !”


Mereka pun melewati ku dan aku kepikiran sesuatu dengan percakapan mereka


“Demi god baru ? jangan – jangan !”


Dan benar saja, saat aku berjalan melewati jalan yang sedikit memutar ! aku melihat Genbu yang sedang tiduran di atas rumput dan sedang berteduh di bawah pohon besar


“(kenapa dia tiduran disitu ?)”


Aku pun menghampirinya karna sedikit penasaran


“Genbu ?”


“Emmm….Ao ?”


Aku pun duduk di sebelahnya, sedangkan dia tetap tiduran tanpa merubah posisi tidurnya


“kenapa kau tiduran disini ?”


“…Tempat ini….Nyaman !”


“kau kan mendapat kamar yang bagus seperti kamar Suzaku, kenapa tidak tidur di kamarmu saja ?”


“…..Aku….Kurang suka…..tempat….yang….tidak luas !”


Benar juga, selama ini dia berada di hutan yang luas, dia bahkan hidup disana sebelum kita menemukannya…itu artinya dia telah hidup sendiri di hutan selama 2 – 3 hari


“begituya…Baiklah biar ku coba juga !”


“….Ao ?!”


Aku pun tiduran di sebelah nya juga, ternyata disini begitu sejuk dan nyaman untuk bersantai


“kau benar ! ini lumayan nyaman dan angin pun berhembus sehingga membuat disini begitu sejuk !”


“…….hemm.…Benarkan….”


Seperitnya aku mendapatkan spot baru untuk beristirahat ! dan itu karna genbu yang tiduran disini


“…Ao….dimana….Tesa….dan teman – teman mu ?”


“mereka masih dikamar ! kan ini masih dalam hari libur anggota savior kami !”


“hari…libur ?”


“benar, saat kami melaksanakan pekerjaan Savior kami, setelah selesai kami akan diberikan libur untuk beristirahat selama 2 – 3 hari, dalam kasus ini kami mendapat libur 3 hari karna kami cukup lama untuk menjemputmu Genbu”


“...Begituya…kurasa…aku….merepotkan….kalian…semua !”


“jangan dipirkan Genbu ! kau juga sudah menjadi anggota savior sekarang ! tentu saja kau juga adalah teman kami”


“…………Emm..….”


Dia pun merubah posisinya menjadi duduk dan berhadap ke arah ku


“ada apa genbu ?”


“…itu….tentang teman…”


“iya ?”


“…aku…harus…bagaimana ?”


“Huh ?”


Apa maksudnya ? sepertinya dia cukup sulit untuk mengatur kata – katanya


“…aku…harus….seperti apa…kalau….teman ?”


“(ahhh ? kurasa dia memang tidak sepenuhnya mengerti semua kata – kata yang kami berikan…karna dia kehilangan ingatannya, dia jadi seperti gadis yang baru lahir ya)…ba…baru lahir ?!”


“Emmm ?”


“Ahh ! tidak ada apa – apa ! jadi emm, kau ingin tau harus bersikap seperti apa dengan teman ?”


“Hemm !”


Matanya bersinar – sinar dan aku tidak memiliki alasan lain untuk menolak ajakannya


“ba…baiklah ! bagaimana kalau bertemu tesa, noel dan rin di kamar kami, mungkin mereka akan membantu ?”


“…...baiklah !”


“ok ayo !”


Karna aku menyarankan nya seperti itu, aku pun membawanya ke kamar ku dan bicara pada teman – teman sekamarku


“karna itu…genbu ingin mempelajari tentang caranya bersikap layaknya teman ! mungkin kalian ber 3 bisa membantunya”


“Wahh ! Dengan senang hati Genbu !”


“Emm ! Noel juga akan membantu !”

__ADS_1


“………….”


Saat tesa dan noel menarik genbu untuk mengobrol, rin datang ke arahku dan dia bicara sambil bisik – bisik


“(Apa yang kau rencanakan Ao ?)”


“(Rencanakan ? tidak ada, aku hanya mengajaknya karna itu saranku ! kenapa kau was – was begitu ?)”


“(sebenarnya kalau boleh jujur ! aku tidak begitu mempercayainya !)”


“(dengan Genbu ?)”


“(iya, gerak – gerik nya yang bilang kalau ingatannya hilang itu sedikit aneh ! karna itu kita harus diskusikan dulu kalau kita mau bertindak, Ok ?!)”


“(emmm…baiklah !)”


Kita berdua pun menghadap ke arah mereka dengan sedikit senyuman


“Ao ! Rin ! Genbu bilang dia ingin berkeliling di sekitar Negara ini ! bagaimana ?”


Kami kembali berbalik dan berbisik – bisik kembali


“(dia bilang ingin berkeliling katanya !)”


“(itu tidak aneh bukan ?)”


“(itu lumayan aneh Ao ! apa lagi dia bilang di sekitar Negara ! itu artinya kan keluar benteng ini, suruh dia untuk keliling di dalam benteng ini saja !)”


“(kurasa memang yang dia maksudkan itu di dalam Negara deh ! tapi baik lah !)”


Kami kembali berputar menghadap ke arah mereka dengan sedikit senyuman


“Emm..boleh saja ! tapi karna kita sedang libur, jalan – jalan nya di dalam Negara saja dan tidak keluar – luar negara ! bagaimana ?”


“…..tidak….masalah….aku…menang….ingin berkeliling…di dalam saja”


“(sialan kau rin !)”


“memangnya kau mau berkeliling kemana Genbu ?”


“…me…melihat Baju !”


Aku pun kembali berbalik untuk berbisik ke Rin


“dia bilang ingin lihat – lihat ba- Emm….Rin ?”


“KALAU MAU LIHAT BAJUMAH ! SERAHKAN SEMUANYA PADA RIN SANG MANIAK BAJU INI! KALAU BEGITU AYO KALIAN SEMUA KITA BERANGKAT !”


“YEY !”


“YEY !”


“..Y…YE..Y!”


Merekapun berangkat dan meninggalkan kamar ini secepat kilat


“……..diskusinya..…rin ?”


“APA YANG KAU LAKUKAN AO ! KAU JUGA IKUT !”


“………Hahhh….iya iya aku ikut !”


Kami pun pergi ke mall untuk melihat – lihat pakaian, Sialan kau Rin ! kalau urusan belanja baju kau pasti melupakan tujuan mu sendiri ! untuk apa aku juga mengikuti alurnya tadi


“Lihat Genbu ! yang ini cocok untuk mu !”


“be..benarkah ?”


“iya ! ahhh..apa yang ini ya ? atau yang ini ya ?”


Sepertinya tesa juga sangat santai berhadapan dengan genbu…aku yang melihatnya di luar toko ini pun merasa nyaman juga walaupun mungkin aku harus berdiri di sini sekitar 1 jam


“Ohhh !”


“Emm ?”


“Ao !”


“Ahhh ! Yuna ! Ka Karau !”


Yuna pun langusung ber lari ke arahku dan ka krau mengikutinya dari belakang


“apa yang kau lakukan disini ? mengintip ?”


“Enak saja ! aku sedang menunggu mereka ?”


“Mereka ? Wahh ! mereka sedang belanja juga ya ?! dan itu genbu bukan ?!”


“yaa ! bagaimana kalau kau nimbrung dengan mereka juga yuna !”


“Ok ! aku kesana ya !”


Yuna pun juga masuk ke toko baju itu dan meninggalkan aku dan ka krau yang menunggunya disini


“bagaimana kabarmu Ao”


“cukup baik ka Krau ! bagaimana misi di kota Erise nya ? apa ada tanda – tanda dari Dokter Savria disana ?!”


“seperti bisa yang kami dapatkan hanya data – data pengobatan dan data – data tentang obat – obat percobaan saja ! kami tidak menemukan keberadaan dokter savria itu !”


“jadi apa memang dokter savria itu sudah mati ?”


“sepertinya kita tidak bisa membuat kesimpulan secepat itu ! memang pada dasarnya Dvine akses milik Tuan putri tidak bisa menemukannya…namun itu belum menjamin kalau Dokter Savria juga sudah mati !”


“sepertinya begitu ! dan alasan lain adalah…dia juga bergabung dengan para reaper !”


“emm ? apa para reaper juga tidak bisa dilacak dengan Dvine akses ?”


“kata ka Pandora sebagian besar tidak bisa ! namun ada beberapa juga yang terdeteksi !”


“Kenapa bisa begitu ?”


Aku pun menggelengkan kepala karna kau tidak mengetahuinya


“Begituya ! namun…sepertinya tenaga savior kita meningkat ya ! dia kah genbu yang lagi dibicarakan itu ?”


“yaa ! dia itu sekuat Suzaku ! dan dia juga tahan terhadap racun dan bakteri Hervana !”


“hem….dia cukup cantik dengan badan yang lumayan kekar seperti itu !”


“iya ! iya ! aku juga sempat berfikir seperti itu !”


“rambutnya panjang dan dia juga tinggi !”


“iya ! iya ! genbu memang pas dengan rambutnya yang panjang itu !”


“badan nya pun berotot ! dan warna pakaian dalam nya juga pas untuk nya !"


“iya ! iya ! warna pakaian da-Emm ? Apa ?!”


Aku melihat ke dalam toko dan ternyata genbu sedang berlari – lari dengan hanya menggunakan pakaian dalam saja, dan Tesa, noel, dan rin sedang mengejarnya


“GENBU ! JANGAN BERLARI – LARI SEPERTI ITU !”


“WAAA !! DIA MELOMPAT KE ATAS MEJA !”


“WAAA !! DIA MEROBEK BAJU DI RAK ITU !”


Ke hebohan pun terjadi di toko pakaian itu


“Se..sepertinya itu akan berat untuk mu Ao !”


“begitulah, mau membantu ku Ka Krau ?”


“dengan senang hati….aku menolaknya”

__ADS_1


Dan keributan itu pun diredakan dengan sedikit tamparan dan bekas pukulan di wajahku saat aku berusaha menenangkan Genbu


“jadi….bisa jelaskan kenapa kau seribut itu Genbu ?”


“…Pakaian dalam….mengerikan…sesak !”


“benar juga…genbu kan tidak memakainya saat aku memberikan dia baju waktu di hutan itu !”


“kau harus bisa terbiasa memakainya Genbu…tesa, noel dan rin sudah mati – matian membantumu kan”


“………..akan….ku usahakan….”


Dan akhirnya kami pun membeli beberapa pakaian dan event belanja pun selesai (akhirnya)


“kita membeli cukup banyak baju ya !”


“….Emmm..”


“ehem, Jadi tuan Ao ! bagaimana dengan pilihan baju yang kami pilih untuk genbu ini”


“(Rim mulai lagi deh !)…Emm?”


Yaa…kurasa genbu cukup bagus memakai baju one piece seperti itu ! pada dasarnya dia memang sudah cantik


“yaa ! itu pilihan baju yang bagus ! kau cocok memakainya genbu !”


“te…terimakasih”


“lalu, berikutnya kita mau kemana ?”


KRUKKKKKKKK…..


Bunyi suara perut yang kelaparan dari perut genbu pun berbunyi


“……Aku lapar !”


“(kami sudah tau)”


“(kami sudah tau)”


“(kami sudah tau)”


Kami pun seperti biasa memesan makanan di tempat langganan kami, dan aku kagetnya genbu makan dengan lahap dan hampir menghabiskan 6 piring steak


“ma…makanmu banyak juga genbu !”


“…I…INI….LEZAT….SEKALI !”


“begituya…syukurlah kalau begitu !”


Tiba – tiba dia berhenti dari makannya dan memegang tangan Tesa


“…te….tesa….Perutku !”


“Ahh ! itu karna kau kebanyakan makan sih ! aku akan mengantar genbu ke toilet !”


“Ahh, noel juga sekalian mau ke toilet juga !”


“Baiklah !”


Tesa, Noel, dan Genbu pun pergi ke toilet


“baiklah ! aku akan ke kasir dulu untuk membayar ini !”


“Ehh ? kau mau bayar semua ini ? jangan Ao, ayo kita patungan saja !”


“Tidak apa – apa ka Krau ! anggap saja aku yang teraktir kali ini ! tenang saja, uang ku cukup ko !”


Aku pun pergi ke kasir dan meninggalkan rin, yuna dan ka krau di meja makan


“Ao itu….apa dia punya banyak uang sampai meneraktir kita semua ?”


“begitulah….Ao tidak terlalu memakai uang nya untuk keperluan yang tidak penting ! begitulah sikapnya !”


“aku juga sempat berfkir begitu ! tapi kau sudah sangat tau seperti apa Ao itu ya Rin ?”


“yaaa…kita sudah cukup lama bersama…dan dia memang pria yang mau bersikeras untuk orang – orang yang ingin dia lindungi”


“Hem….begituya !”


“aku jadi sedikit itu padamu rin ! apa dia melakukan sesuatu yang bagus terhadap kalian ?”


“yaa, dia cukup hebat......Dalam memuaskan kita ber tiga !”


“HAH !!!”


“HAH !!!”


“dengan masakannya !”


“Hah……”


“Hah……JANGAN BICARA YANG ANEH – ANEH DONG RIN !”


“Hoh…kalian berfikir jorok tadi ya ?!”


“ITU KARNA KAU !”


“ITU KARNA KAU !”


“(aku memang mendengar nya dari kasir sini…tapi pasti rin membuat masalah lagi….)”


Setelah kami selesai dan hari sudah kian sore, ka krau dan yuna pun pamit dan kembali ke kamar mereka dan kita pun juga seharunya kembali ke kamar kami


“jadi ! bagaimana hari ini Genbu ?! apa yang tadi itu semua masuk ke dalam ingatanmu ?”


“…….Ingatan ? untuk apa ?”


“Ehh ?”


“pada dasarnya…dunia ini akan berakhir….untuk apa….ingatan seperti itu….harus di ingat….”


“Genbu ?!”


“Kenapa kau bicara seperti itu !”


“Noel juga kaget Loh !”


“.......Genbu tidak lah salah !”


“Ao !?”


Aku menatap langi dan melihat terbenamnya matahari dengan terbangnya beberapa burung dilangit


“Ingatan, itulah yang kita miliki sekarang ! dan dunia mimpi buruk seperti ini adalah yang harus kita hadapi ! tapi genbu, tidak ada yang bilang bahwa mimpi buruk akan terus – terusan berjalan ! dan ingatan yang berharga pun akan terus kita ingat”


“…Ma..Maksudmu…kau mau melawan…Tendo Agami ? Mustahil…kemungkinan menangnya mungkin tidak ada”


“hanya itu jalannya genbu ! dan tadi kau bilang kemenangan kita “mungkin tidak ada” ? itu berarti kemungkinannya tidak nol bukan ?”


“….Ao…”


“ingatlah baik – baik Genbu ! kita semua bertarung disini untuk melindungi teman – teman kita ! karna itu, apapun caranya pasti akan kami temukan”


“……...….”


Genbu melihat ke arah tesa, Noel, dan rin dengan tatapan yang cukup murung, tapi teman – temanku malah tersenyum ke arahnya


“kita sudah sejauh ini ! dengan bantuanmu…pasti kita berhasil genbu !”


Aku mengulurkan tanganku ke arahnya


“ayo kita cari akhir bahagia di mimpi buruk ini genbu !”


“…………Hem….akan ku bantu….Sebisa ku !”

__ADS_1


Pasti ada akhir dari setiap mimpi yang kami alami, dan tidak ada yang pernah bilang, kalau mimpi buruk pun akan berakhir dengan buruk ! sebisa mungkin, kami akan menemukan jalan yang tepat, untuk menemukan akhir bahagian kami semua !


to be continue.......


__ADS_2