
Persiapan kami pun sudah matang, dan tempat musuh beradapun sudah ada di depan mata, ini mungkin akan menjadi pertempuran yang lumayan rumit, karna yang kita hadapi adalah reaper yang bisa mengendalikan Zoa, kurasa pasti akan banyak zoa dan reaper disini
“Ayo !”
Setelah persiapan pun selesai, kami pun masuk ke dalam hutan ini dengan sangat hati – hati, karna amera harpha pasti memasang perangkap di hutan ini
“Aku yang akan di depan, aku sudah tau betul perangkap yang pasti dia siapkan !”
“baiklah Ao, kami mengandalkan mu !”
Kami berjalan masuk dan terus kedalam hutan ini, namun ke adaanya berbeda dari yang ku duga
“…..bukannya, ini terlalu sepi ?”
“ya, aku tidak mendengar suara apapun ! Ao ! benarkan ini tempatnya ?!”
“Seharusnya benar disini ! (apa…dia memang berbohong untuk menghadapi ku di tempat tebing itu ? dan melarikan diri dengan Hiyori ? kalau begitu…kurasa…)”
“Aduhh !”
Tiba – tiba noel menabrak Rin yang berhenti mendadak
“a..ada apa Rin ? ko berhenti mendadak ?”
“…..kalian ! Coba diam sebentar dan jangan bersuara !”
“Emm ?”
Karna Rin menyuruk kami diam, kami pun tidak bersuara dan berhenti berjalan
“……………..(Emmm ?!)”
Krak !
“(suara apa itu ?)”
Seperti sesuatu besi yang di hancurkan, dan suara sesuatu benda keras yang di banting
“Suaranya…..dari belakang kita…”
“TUNGGU ! JANGAN – JANGAN ?!”
Kami pun segera kembali dengan kecepan maksimal, dan ternyata benar kalau Mobil Tank kami pun dirusak oleh 1 Mother Zoa
“MOTHER ZOA !”
“Kenapa mother zoa bisa menyerang tank ?! bukanya Tank nya dilapisi Tetoxin ?!”
“li..lihat Rin ! Hidung Zoa itu !”
Noel menyadari kalau Zoa itu memiliki hidung yang sudah berdarah dan juga banyak luka disana
“Begituya, Zoa ini tidak dapat mencium Tetoxin nya ! Kalau begitu !”
“…....Ao !”
Genbu pun menarik bajuku dan dia ingin kalau kita melakukan itu
“Genbu ?! Baiklah !”
Aku menarik katanaku keluar dari sarungnya, dan memegang katanaku dengan kedua tangan, disaat itu genbu pun langsung melompat ke katanaku dan aku melempar genbu ke arah mother zoa itu
“HYAAA !!”
Mother zoa yang menyadari itu langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya, tapi mother zoa itu tidak tau kalau yang ada di depannya itu adalah Demi God
DUAKKKK !!
Pukulan kuat dari genbu pun langsung mematahkan tulang tangan dari mother zoa itu, sehingga zoa ini tidak punya pertahanan lagi selain tubuhnya yang besar
“Sekarang !”
“SERAHKAN PADA NOEL !”
Noel pun mearik busur panah berwarna merah dari belakang punggungnya dan menghenpaskan anak panah itu ke arah kepala zoa itu
JLEBBB ! DUARRRR !!!!
Saat anak panah itu menancap di kepala zoa itu, tiba – tiba panah itu meledak, kurasa dia baru saja menggunakan panah peledak yang dia dapat dari pak Apolo
“Panah Peledak kah ?! Hebat Noel !”
“Ehehe, Noel belum sempat menggunakannya selama ini ! dan kali ini sepertinya berhasil !”
Mother zoa itu pun langsung tumbang, benar saja, ledakan tepat di kepala pasti cukup untuk menumbangkan Mother zoa sekalipun, setelah mother zoa ini mati, aku pun langsung mengecek keadaan mobil tank yang sudah dirusaknya ini
__ADS_1
“Bagaimana Ao ?”
“Tidak bisa ! ini sudah rusak parah, dan tidak bisa diperbaiki dengan peralatan yang kita miliki sekarang, kurasa…..”
“Ya, kita harus mita bantuan Pandora mengenai ini, ayo ambil beberapa barang yang dibutuhkan dan kembali ke hutan !”
“Baik !”
Kami pun menambahkan persiapan amunisi karna mobil tank ini sudah tidak dapat digunakan lagi sebagai tempat Poin Save, dan kami pun melanjutkan kembali penyelusuran kami ke dalam hutan ini
“(yang tadi itu pasti ulah amera Harpha ! kurasa dia memang mau mengulur waktu untuk mempersiapkan sesuatu yang besar !)”
“ada apa Ao ?”
“Tidak ada, Jangan hilangkan pengawasanmu ka Narmaira !”
“Tenang saja ! saat ini mataku sangat fokus melihat sekeliling !”
“Aku mengandalkan mu (dan jangan melirik ke arah Rin terlalu banyak ya)”
Saat kami berjalan sudah cukup dalam ke hutan, aku pun menyadari sesuatu dan menyuruh semuanya berhenti
“BERHENTI !”
“Emmm ?! ada apa Ao ?”
“……(dia disini ! aku bisa merasakan hawanya !)”
Aku menoleh ke kiri dan kanan melihat sekitar, karna aku merasakan hawa membunuh yang cukup kuat
Srrrekkk….
“DI ATAS !”
Seketika aku mengeluarkan katanaku dan menangkis serangan kejutan dari amera harpha ini, dia pun muncul dengan serangan pertama
“wahh ! Hebat Ao !”
“Cihh !”
Kami pun sama – sama menghempaskan senjata kami dan saling terpental
“Amera Harpha ! kau akhirnya muncul juga ya !”
“(sikapnya memang benar – benar berbeda saat dia menghadapi kami, apa dia ber kepribadian ganda ?)”
“dan lagi, apa kalian yakin hanya datang ber 8 orang saja ? kalian seperitnya meremahkan ku ya ?”
“Amera harpha ! kau sudah tidak bisa lari lagi ? kali ini kami semua akan mengeksekusi mu !”
“Mengeksekusi ?! oii ! oii ! itu terdengar seperti kalian berada di jalan yang benar saja, kenapa tidak bilang kalau kalian ingin membunuhku ?”
Dia bisa mengejek kata – kata dari Ka Iris, kurasa dia memang hebat dalam tipuan kecil sekalipun
“Baiklah ! akan ku ulang lagi kalau itu maumu ! Kali ini kami semua akan membunuh mu !”
“hehe, itulah yang ingin ku dengar dari Iris sang pemimpin Savior ! dan lagi, Ao….”
“……………”
“jadi….kau benar – benar datang ya ?”
“kita sudah berjanji untuk mengakhiri semua nya di tebing itu bukan ? apa aku salah datang ke tempat yang bahkan kau rencanakan ini ?”
“…..…Begituya”
Tiba – tiba dia memasang wajah cukup lega dan melihat ke arah atas
“Sepertinya…kau…memang harapan ku !”
“Hah ?”
dia pun menodongkan pisaunya ke arahku dan mengeluarkan wajah yang cukup serius
“Kau ! Kau sudah terlalu banyak melihat ku Ao ! kali ini ayo kita selesaikan semuanya di Tebing Hebanera tempat kita akan bertarung !”
“Heh ! Boleh saja ! tapi apa maksudmu aku telah banyak melihat mu ?! apa kau pernah melihatmu telanjang ?”
Tiba – tiba wajah Amera sedikit memerah
“Ka..Kau ini ya ! Kau ini benar – benar Polos yang berbahaya ! kurasa teman – temanmu pasti juga kesusahan dengan sikapmu itu !”
“Hah ?! mana mungkin ! benarkan teman - teman ?!”
“hem…aku setujuh dengan nya!”
__ADS_1
“aku juga !”
“noel juga berfikir demikian !”
“Oiii ! kalian ada di pihakku kan ?!”
Amera hapha pun langsung memasukan ke dua pisaunya ke dalam sarung yang berada di pinggulnya
“Kalau begitu ! langsung saja kita mulai pertarungan ini ! Siapapun yang menentang Tendo Agami ! adalah Musuh bagi para Reaper !”
Dia pun menjentikan jarinya persisi seperti tendo agami menjentikan jari juga ! Ini buruk ! aku tidak suka jentikan jari itu ! kurasa akan ada hal gawat yang akan terjadi !
DUMM ! DUMM ! DUMMM !
“i..ini kan ?”
“gawat ! ini benar – benar Gawat Ao !”
“Yang benar saja !”
Lalu…hal yang kami takutkan pun muncul dari belakang Amera Harpha…Benar, Monster yang kami takuti dan mejadi satu – satunya masalah terbesar sejauh ini ! yaitu KING ZOA !
“Ki..KING ZOA ?!”
“Kalian akan tau seberapa mengerikan nya para reaper dan juga zoa ! KING ZOA ! HANCURKAN MERAKA !”
“GRAAAAA !!”
“gawat ! semuanya ! menghindar !”
King zoa itu pun menghempaskan pukulan kuat itu ke arah kami, memang kami semua bisa menghindarinya, tapi daya hancurnya mampu menghancurkan tanah hutan ini dan menumbangkan beberapa ratus pohon yang ada di sekitar sini, bahkan kekuatan hantaman nya sampai membuat longsor di hutan ini
“(Cih ! yang benar saja !)”
Aku pun berhasil berpegangan ke pohon yang hampir tumbang ini, tapi ke adaanya jadi kacau begini !
“TEMAN – TEMAN ! KALIAN TIDAK APA – APA ?! HEY ! JAWABLAH ?!”
“Ka..Kami baik – baik saja Ao ! Tapi…Ka Narmaira terkena hantaman kayu dan tangan kananya terluka !”
Itu suara Erick ! kurasa meraka baik – baik saja, Tapi…masalahnya adalah yang kami hadapi saat ini, apa ada kemungkinan kami bisa menghadapi king zoa tanpa Roket anti tank ?!
“Cih ! Sepertinya tidak ada pilihan lain !”
Saat aku ingin melompat ke arah king zoa itu, tiba – tiba seseorang menghentikan ku
“Ehh !? Genbu ?!”
“….Ao…..saat ini.....itu…bukan musuhmu !”
“Ehh ?!”
“Saat ini….Amera lahh…yang…harus kau…hadapi !”
“Genbu !”
“Ao !”
“ka Iris ?!”
Suara ka iris terdengar sampai sini, aku juga melihatnya walaupun dia cukup jauh
“Kau dan genbu ! kejarlah Amera harpha ! biar kami yang hadapi King zoa ini !”
“Tapi itu mustahil ka Iris ! kalian nanti hanya ber 6 saja !”
“hehehe, jangan remehkan kekuatan teman – teman mu ini Ao ! kami disini juga bertarung untuk mu ! karna itu kau hadapi lah Amera Hapha ! Biarkan kami yang membuka jalan untuk mu !”
“….ka iris..teman – teman !”
Aku melihat ke arah teman – teman ku, namun mereka malah tersenyum dan seolah berharap padaku...aku tidak bisa menghilangkan harapan mereka itu
“BAIKLAH ! Aku pasti akan mengalahkan Amera Harpha !”
“baguslah kalau begitu ! Sekarang cepat Pergilah ! biar kami yang menahan king zoa ini !”
“Baik ! Ayo genbu !”
“Ok !”
Kami pun segera menuju ke tempat yang telah ditentukan Amera hapha, yaitu tebing Hebanera yang ada di depan kami ini
“(teman – teman ! kumohon ! jangan ada yang mati !)”
to be continue.........
__ADS_1