Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(FS) The Time has to be Ready !


__ADS_3

Ao ! kau di dalam ?”


“Ka misa ?”


Pagi hari saat aku dan teman setenda ku sedang berberes - beres, ka misa pun datang, di lihat dari keringat nya, sepertinya dia sehabis lari pagi


“ada apa ka misa ? Apa ka misa butuh teman lari pagi ?”


“Ahh, bukan itu, kalau lari pagi tadi aku sudah di temani Narmaira !”


“B-Begituya (pasti dia memiliki niat lain) Jadi, ada apa ?”


“sebenarnya kau dan aku hari ini di panggil oleh Dokter Savria untuk ketemu dengan dia di area Gudang senjata !”


“Benarkah ? ko aku tidak di beri tahu ?”


Apa Dokter savria lupa memberitahuku ? kurasa tidak ada kata - kata harus menemuinya hari ini saat kita kemarin bicara.


“Entahlah, kurasa dia dapat hal baru ! jadi Ayo !”


“Baiklah, Aku duluan ya, Noel, Rin, Tesa !”


“Ok”


“Ok”


“hati - hati ya !”


Aku dan ka misa pun menuju Gudang tempat penyimpanan senjata, sekarang gudang ini di pegang oleh pak Apolo yang mengurus persenjataan para Savior dan tentara Negara.


“Ohhh ?!”


“Emm ?!”


Saat aku dan ka misa sudah ada di dekat gudang, kami pun melihat kalau Byakko dan ka Iris juga ada di pintu masuk


“apa mereka juga di panggil ?”


“Kurasa begitu…ayo hampiri mereka !”


Kami pun menghampiri mereka yang sepertinya menunggu di depan gudang


“Byakko ! ka Iris !”


“Wahh ! murid kesayanganku datang rupanya !”


“misa…dan Ao juga, jadi kalian pun juga di panggil oleh dokter itu ya ?”


“Begitulah…apa ka Iris tau sesuatu ?”


“Kurasa begitu, sebenarnya Pandora tadi bilang kalau dia di panggil juga, tapi dia sibuk dengan berbagai hal ! jadi dia cuma titip pesan padaku saja ! di Bilang “kalau menurut kalian semua setuju juga ! aku pun akan ikut setuju” begitu katanya, kurasa dia sudah tau sesuatu”


Benar juga, itu artinya dokter savria sudah menjelaskan suatu hal itu pada ka Pandora, kurasa mungkin ini ada kaitannya dengan kami semua


Tiba - tiba pintu gudang pun terbuka, dan tentu saja Dokter savria pun muncul


“Kalian akhirnya kumpul ! kenapa tidak masuk ?! Ayo Cepat !”


Kami pun sejenak melihat satu sama lain, tapi karna sepertinya dia tidak mencurigakan juga…Kami pun akhirnya masuk ke dalam


Saat di dalam pun, aku melihat pa apolo yang sedang mempersiapkan peralatannya, dan yang mengejutkan aku pun melihat kalau di atas meja depan pak apolo itu, ada pedang “Blaze” milikku yang tergeletak di sana


“Pedang “Blaze” ku !”


“Hoh ! akhirnya kau datang Ao !”


“Pa Apolo ! mau di apakan pedang ku ini ?”


“tenanglah - tenanglah, dengarkan dulu kata Savria itu !”


Dokter savria pun berjalan ke sebelah pak Apolo, dan mulai bicara


“memang bagus kalau kau memiliki pedang besar seperti ini Ao, setelah ku lihat, kemampuan daya ledakannya sangat membantu dan kuakui pembuatan pedang ini sangatlah bagus !”


“.……begitulah, Lalu ?”


“Tapi kau tau kendala dari pedang ini bukan ? kau bahkan jarang menggunakannya !”


“.….Ya, memang daya tempurnya sangat kuat, tapi saat aku membawa pedang ini, itu akan sangat memakan Beban tubuhku, dan lagi…pedang ini sangat efektif melawan Zoa, tapi memang pedang ini cepat sekali rusak !”


“.……..Karna itu…inilah ide yang ku sarankan padamu Ao ?”


“Ide ?”


Apa yang dia mau lakukan pada pedang “Blaze” pemberian dari para guru ku ini ?!


“Aku akan ubah pedang ini menjadi Katana ! itu sudah sesuai dengan Style mu bukan ?”


“.…….Aku tau, kau pasti berfikiran begitu karna katana ku patah akibat pertempuran sebelumnya bukan ?”


“Hem, itu juga…tapi saat ini katana patah mu itu sedang di perbaiki juga oleh pak Apolo !”


“Ehh ?!”


aku pun menoleh pada pak apolo


“Masih dalam perbaikan Ao ! jadi bersabarlah !”


“Kalau begitu ! kenapa kau memperbaiki katana padahku, tapi juga mau merubah pedang ku ini menjadi katana ?”


“.……………….”


Dia pun berjalan mendekat ke arahku, dan menepuk pundakku


“Saat ini…Kau Membutuhkan Senjata untuk menghadapi Todoroki !”


“!!!”


Senjata…Untuk menghadapi Todoroki ?!


“Saat ini Todoroki sangatlah merepotkan, ditambah lagi aku tau kau memiliki dendam padanya ! karna aku pun juga memiliki hal yang sama dengan mu !”


“.….maksudmu tentang Aria ya ?”


“..…………Dia...Dia jugalah Prajurit Pure inverno yang ku banggakan ! ditambah lagi Todoroki juga masih sangat sulit di hentikan, di situlah aku akan buatkan kau katana yang satu ini !”


Dia, sangat bersikeras dengan hal ini, Dia sampai ingin membuatkan katana baru untuk ku, ditambah lagi…karna dia bilang katana buatanya ini bisa mengalahkan Todoroki


“Apa kau yakin katana buatan mu nanti bisa mengalahkan todoroki !”


“.….Percayalah padaku sama seperti aku mempercayai mu Ao ! dan lagi, aku mengumpulkan guru - guru mu di sini untuk mendengar semuanya sekaligus mendapat kan izin dari mereka ! karna ku dengar ini adalah pedang pemberian dari guru - guru mu !”


“.…………”


Aku pun berbalik dan melihat ke arah ke 3 guruku


“.……Ka Iris…”


“itu sudah jadi milik mu ! jadi gunakan saja untuk bertarung Ao !”

__ADS_1


“.……Byakko…”


“jika itu bisa menjadikan mu lebih kuat ! keputusan ku pun akan sama dengan Iris !”


“.…….Ka Misa…..”


Ka Misa pun mendekat ke arahku dan mengepalkan tangannya dan memukul dadaku dengan pelan


“Gunakan lah katana itu untuk menang melawan Todoroki ! sama seperti aku nanti yang akan menang melawan Rion juga !”


Mereka….memeberikan ku izin, ka pandora pun pasti juga akan berfikiran sama ! aku pun kembali berbalik, Dan…..


“Tolong ! buatkan lah katana terhebat agar aku bisa menghadapi Todoroki ! Dokter savria ! Pak Apolo !”


Aku pun menunduk pada mereka berdua.


“Hem ! itu yan aku ingin dengar dari mu Ao ! serahkanlah hal ini padaku dan pak Apolo ini !”


“Hehehe ! saat nya bekerja !”


Mereka pun memulai pembuatan katana mulikku itu, dan kami ber 4 pun dipaksa keluar oleh mereka, karna pembuatan katana itu pun memakan waktu beberapa hari !


“Jadi…apa yang kita lakukan di luar sini sekarang ?”


“Aku harus kembali ke Pandora dan membantu nya ! Bayy !”


“Ahh ! aku juga ingat kalau ada janji dengan Leo ! aku duluan ya !!”


Ka Iris dan Byakko pun pergi duluan karna ada masalah masing - masing


“.……jadi Ao ?”


“apa ka misa sedang senggang ?”


“Begitulah !”


“Mari sarapan dengan kami saja dulu di tenda !”


“Ahh ! ide bagus !”


Kami pun berjalan kembali ke tenda, saat di perjalanan, ka misa pun tiba - tiba berhenti di pohon yang subur berkat berkah genbu waktu itu.


“.…………….”


“Pohon itu kembali subur berkat berkah milik Genbu ! karna Genbu suka sekali dengan pohon itu !”


“.………Ao”


“Ya ?”


“apa sehabis sarapan nanti kau senggang ?”


“Ehh ? Y…ya, kurasa iya !”


“bagaimana dengan teman - teman mu ?”


“kurasa hanya Rin yang mendapat tugas siang ini”


“Begituya….kalau begitu ayo kembali ! aku sudah cukup lapar !”


“.………….”


Sepertinya….Ka misa ada yang ingin di sampaikan


Setelah sampai tenda, ternyata Rin sudah duluan pergi untuk misi ke sector 2 nya, karna itu saat ini kami ber 4 sarapan bersama.


“Hey Noel…Tesa...Kalian berdua sedang senggang kan ?”


“Ada apa ka misa ? dan noel, telan roti itu dulu ! ”


“kalau kalian berdua juga senggang, maukan kalian ber 3 temani aku ke Hutan Monokuri hari ini ?”


Hutan Monokuri ? sepertinya itu tempat dulu saat kami semua berlatih bersama ka misa tentang Emosional Training


“Boleh saja ! apa ka misa mau latihan di sana ?”


“...….Begitulah”


“Noel sih mau saja, kalo Ao ?”


“.……Yaa, Ayo ke sana”


Perasaan ku sedikit tidak enak dengan ini, apa yang ku rasakan ini sebenarnya ? apa jangan - jangan ka misa…..


Setelah makan, kami pun menuju Sectror 1 untuk meminjam 1 mobil tank.


“permisi !”


“Apa kami bisa meminjam 1 mobil tank ?”


Selagi Tesa dan noel memanggil pengurus mobil tank, aku pun menarik killer 7 ku dan menodongkannya di belakang kepala ka misa


“jangan bergerak ka misa !”


“.……………”


Tesa dan Noel yang menyadari kejadian ini pun menjadi panik


“Ehh ?! Ao ?!”


“Apa yang kau lakukan Ao ?!”


Aku harus memastikan hal ini, apa benar dia….


“Hem, kewaspadaan yang bagus Ao, memang tidak salah mencurigai ku yang memang terlihat mencurigakan ini !”


“Ka misa ! jika kalau kau benar - benar ka misa ! tolong pastikan hal itu pada kami !”


“.……Baiklah”


Dia pun berbalik dan menunjukan padaku tangan kanannya, lalu melukai tangan kanannya itu dengan kuku di tangan kirinya


“.…….Maaf, aku mencurigai mu ka misa !”


“Tidak apa - apa, memang gerak - gerik ku cukup mencurigakan !”


Jika dia berdarah karna hal itu, itu sudah menunjukan kalau dia bukan Todoroki, karna hingga saat ini, Todoroki pun tidak pernah terlihat terluka dan mengeluarkan darah dari setiap serangan kami, karna saat kami menembaknya, dia pasti tembus dan menjadi seperti cairan


“Lalu, kenapa ka misa seperti terlihat cemas, hingga terlihat mencurigakan begitu ?”


“Sudahlah, aku akan bicarakan semuanya pada kalian, saat kita sampai tujuan !”


“.…….Baiklah, Ayo tesa, Noel !”


“Hah….”


“Baiklah !”


Kami semua pun berangkat menuju hutan monokuri, Perjalanannya pun kami tempuh dengan mobil tank ini selama 1 jam

__ADS_1


Setelah sampai di sana, terlihat ada beberapa zombie yang mengikuti kami, tapi ka misa pun langsung turun begitu saja dari mobil tank, dan menyuruh kami mengikutinya


“Ao, apa kau yakin ka misa baik - baik saja ?”


“Percayalah padanya Tesa, Ayo ! jangan sampai kita tertinggal !”


Kami pun mengikutinya dan syukurlah hutan ini sudah cukup aman, Sampai kami pun terhenti di atas tebing luas,


“(tempat ini…tempat saat ka misa menunjukan pada kami tebasan nya pada ka Alice, yang ternyata itu akting mereka)”


“Kau mengingat tempat ini kan Ao ?”


“Begitulah, kenapa ka misa ingin kami ke tempat pelatihan kita dulu !”


“....Noel….Tesa….bisakah kalian mundur sejenak dan awasi kami berdua !”


“Ehh ?”


“Begituya, ka misa mau latingan dengan Ao rupanya, Tapi…kenapa harus di tempat ini ka misa ?”


“.……ada, yang mau aku coba”


Ka misa coba ?


“Apa itu ka misa ?”


“.….Aku, ingin mencoba mengaktifkan kembali Blood Rush ku !”


“(Eh ?!)”


“Jangan !”


“Tidak boleh ka misa !”


Tesa dan Noel pun langsung mendekat ke ka misa dan mencoba menghentikannya


“Tidak boleh ka misa ! kau tau kan dampak dari menggunakan Blood Rush mu !”


“benar ! bukan hanya membahayakan dirimu sendiri ! tapi teman - teman sekitarmu juga bisa dalam bahaya, Noel tidak setuju !”


Setelah ka misa mendapat teguran dari Tesa dan Noel, aku melihat kalau wajahnya itu sedikit putus asa, dan kurasa…ka misa memang bersikeras ingin menggunakan Blood Rush miliknya…apa jangan - jangan ka misa ingin menggunakan blood rush nya itu untuk….


“.……B-Begituya, Sebenarnya aku juga berfikir begitu, sudah kuduga memang cara ini akan berbaha-”


“Apa ka misa, mau menggunakan blood rush milik mu, Untuk melawan Rion ?”


“.……..Aku”


Ka misa pun berbalik badan dan melihat pemandangan di hadapannya


“Aku tidak pernah ragu dengan apa yang ku hadapi, Tapi…karna kedepannya aku harus menghadapi orang yang memiliki ikatan dengan ku ! aku harus menggunakan seluruh kemampuan ku untuk melawannya”


“.….Apa itu berarti, ka misa tidak yakin menang melawan Rion dengan kekuatan ka misa yang sekarang ?”


“.…….tidak menggunakan Blood Rush yang sudah menjadi satu dengan darahku ini, itu sama saja aku menahan diri Ao !”


“Kau ingat kan janjimu, kalau kau akan menghadapi Rion bersama dengan Genbu dan Byakko !”


“Itu benar ! karna itu saat ini aku ingin melakukannya kembali ! agar aku tau siapa lawan dan siapa kawanku !”


Sepertinya ka Misa benar - benar serius, Kalau begitu…..


“.……..Baiklah !”


“Ao ?!”


“Kau serius ?!”


Kalau ka misa yakin dengan hal ini, aku pun harus mempercayainya, aku pernah melihat dengan blood rush nya itu ! itu memang mengerikan, namun aku sebagai muridnya harus membantunya


“Tesa, Noel, Mengertilah, Ini lah jalan yang ka misa ambil ! karna itu aku akan sepenuhnya mempercayainya !”


“.…….kalau Ao bilang begitu !”


“Apa ada yang Noel dan Tesa bisa bantu ?!”


“Kalau begitu, Maukah kalian kembali ke mobil tank dan mengambil perlengkapan pengobatan dan juga Tenda ? Saat ini, Biarlah Aku yang meladeni Ka Misa !”


“.…Baiklah !”


“Kami akan secepatnya kembali !”


Tesa dan Noel pun kembali menuju Mobil tank untuk mengambil perlengkapan, sedangkan…Aku yang di depan ka misa ini, Menarik katana cadangan yang di pinjamkan oleh ka misa ini


“Baiklah….Apa ka misa siap ?”


“.……………………”


“Ada apa ka misa ?”


“Kau….Kau yakin dengan hal ini Ao ?!”


“Apa aku terlihat meragukan bagimu ka misa ?”


Setelah bicara begitu, ka misa pun sedikit terkejut dan lalu tersenyum,


“Baiklah ! Kau memang murid yang keras kepala !”


“..…….(ini dia !)”


Ka misa pun menarik katana nya dengan cepat, lalu membeset tangannya sehingga mengeluarkan cipratan darah, Namun…bukannya kesakita, ka misa hanya terdiam dan tiba - tiba matanya menjadi sedikit kemerahan !


“(tidak di sangka aku melihat ka misa yang mengeluarkan Blood Rush nya lagi !)”


“INI DIA !”


dia pun melesat denga cepat ke arahku dan melakukan tebasan yang cukup kuat, secara respon aku pun menepisnya


TRANGG !!!


“UGH !”


Dengan sekali tebasan saja, aku merasakan getaran yang sangat kuat pada katana ku, bahkan aku merasa sakit di kedua tangan ku ini


“(benar - benar Kuat !)”


“.………Ada apa…”


“?!”


“Kau yang memaksaku masuk ke dalam Status ini Murid ku !”


“.………………”


“jadi, Mohon jangan kecewakan ku !”


Ka misa masih masih bisa mengendalikan dirinya, kalau begitu...


“Hem, Tentu saja Ka misa ! akan ku tunjukan apa yang bisa dilakukan oleh murid mu ini ! Bersiaplah juga !”

__ADS_1


Ini Semua pun untuk ka misa ! agar dia bisa menjadi dirinya sendiri !


To be continue……


__ADS_2