
Peperangan ini pun dimulai, Satu Tembakan Roket Anti Tank dari kami melesat masuk ke markas mereka dan membuat ledakan yang cukup besar, tapi ini bagian dari strategi untuk membuat musuh menyadari kedatangan kami
“Setelah ini, biarkan kami yang meladeni mereka, Ao ! Seiryu ! kalian jalankan misi kalian !”
“Ok”
“Siap !”
Ka Narmaira dan Tesa pun mendekat ke arahku, dan kami pun sudah siap untuk menyelinap masuk ke dalam Markas Mereka ini
“(ini markas yang besar, pasti todoroki berada di area yang cukup dalam !) baiklah, apa kalian berdua siap ?”
“Tentu !”
“Ayo kita cari manusia Air yang menyusahkan itu”
“tunggu Ao !!”
Tiba - tiba saat kami sudah mau berangkat. Seiryu pun memanggil ku
“ada apa ryu ?”
“Jangan….Tunjukan belas kasihan pada musuhmu !”
“.……Aku tau, Tenang saja, Ini tidak akan menjadi kejadian seperti Amera dulu, kali ini, Todoroki harus di Hentikan !”
“Baguslah kalau begitu, Semoga Berhasil”
“Kau juga Seiryu !”
Kami pun berpisah di sini, team ku mencari Todoroki, dan Team Seiryu mencari keberadaan Hana
“Ao, apa kita tetap akan menjalankan Rencana mu ?”
“Yaa ! apa ada yang membuatmu kepikiran ka Narmaira ?”
“.….Tidak, Rencana mu memang cukup bagus, yang ku tidak suka adalah karna kau ingin menghadapi Todoroki sendirian !”
Sudah ku duga ka Narmaira akan membahas mengenai itu, tapi karna todoroki memang sulit dikalahkan, aku tidak ingin Tesa dan Ka Narmaira terlibat dengannya
“Jangan Khawatir ka Narmaira, Serahkan saja dia padaku seperti halnya kau selalu percaya padaku !”
“Hem, Aku tidak meragukan mu ! ya kan Tesa !”
“Benar Ao, tentu kita percaya padamu kalau kau sampai seyakin itu bisa menang melawan Todoroki”
“Baguslah, Emm ?”
Saat kami melaju dan ingin masuk ke dalam markas musuh dari sudut belakang, Ternyata di sini pun di jaga oleh Reaper
“Ao !”
“.……(4 Reaper menjaga pintu belakang, kurasa ini tidak masalah) Kita Habisi !”
“Baik !”
“Baik !”
Dengan tembakan dari ka Narmaira dan Tesa, aku berhasil melaju dan menerobos ke pertahanan para reaper itu, dan menebas mereka satu persatu
“HYAAA !”
“Tesa…jangan lihat !”
“Ehhh ?!”
Di saat ka Narmaira sedang menutup mata Tesa, tebasan ku pun berhasil membunuh 4 Reaper sekaligus
“.……..(tidak ada belas kasihan lagi, aku harus bertarung untuk teman - teman ku) Ayo !”
“Ayo Tesa !”
“T-Tunggu ka Narmaira, Aku tidak bisa melihat Jalan !”
Kami pun berhasil masuk dari pintu belakang, dan berhasil menyusup masuk
“Apa Terminal kalian masih berfungsi ?”
“Iya ! aku bisa mendengar suara mu Ao !”
“aku juga !”
“Bagus, setidaknya kita masih bisa berkomunikasi di dalam sini walaupun kita berpencar, sesuai rencana, ayo cari tempat kendali milik mereka dahulu, agar membantu teman - teman yang sedang di medan depan !”
“sepertinya markas ini cukup besar, akan sulit mencarinya !”
“Emm ? Ao ! seseorang datang !”
“.…..ayo bersembunyi”
Kami pun mencari tempat bersembunyi, dan ternyata yang lewat adalah seorang reaper sendirian
“(Reaper ini tidak terlihat kuat, dan lagi dia sendirian dan bahkan tidak membawa senjata) Baiklah !”
“Tunggu Ao !”
“Ada apa ka Narmaria ?”
“Hemm…Aku punya akal !”
__ADS_1
Ka narmaira pun menjelaskan rencananya untuk berpura - pura menjadi sekutu Reaper dan menanyakan informasi di sekitar markas ini.
“Kurasa rencana itu cukup berbahaya ka Narmaira !”
“benar, bagaimana kalau dia malah menyerangmu ?!”
“Tenang saja, ini lah saat nya aku menunjukan pesona wanita ku pada musuh - musuh ku !”
“(Memangnya itu diperlukan ?)”
“(Memangnya itu diperlukan ?)”
Sesuai rencana, aku dan tesa pun tetap bersembunyi di sisi ruangan ini, dan ka narmaira dengan santainya menghampiri Reaper itu
“Yoo ! maaf ! boleh aku bertanya ?”
“Huh ? bertanya ? dan lagi, kenapa kau ada di sini ? musuh sedang menyerang di bagian depan bukan ?!”
“sebenarnya aku di suruh Tuan Todoroki untuk mengecek ruang kendali, tapi aku tidak punya kunci masuk nya !”
“.…………Ruang kendali ?”
Gawat, apa dia curiga karna ka Narmaira menanyakan hal yang mencurigakan ?!
“Begituya, Ruang kendali utama di sector 6 memang hanya di pegang oleh Hanzo, tapi kurasa Hanzo saat ini sedang ada di sector 3 karna sedang memeriksa persenjataan !”
“Begituya…”
“Ngomong - ngomong, aku jarang melihatmu, kau cantik juga rupanya, apa kau Reaper baru ?”
“Hoho…Begitulah, aku juga pertama kali melihatmu, kau cukup tampan juga !”
“Iyahaha, Banyak yang bilang begitu !”
“(bagaimana mereka bisa seakrab itu oii !)”
“(bagaimana mereka bisa seakrab itu oii !)”
Mereka sepertinya membicarakan hal lain, tapi kurasa ka narmaira mendapatkan informasi yang cukup berguna
“kalau begitu nona, Bagaimana kalau kita minum - minum sehabis penyerangan ini selesai ! mungkin di ruangan ku akan lebih menyenangkan !”
“Wahh, Boleh - Boleh ! aku akan ke sana begitu aku selesaikan urusanku !”
“Hahahah, Pasti akan menyenangkan ! kalau begitu sampai ketemu nanti malam !”
“Yaa !”
Reaper itu pun berjalan melewati ka Narmaira, di saat itu, ka Namaira pun menarik Pistol miliknya, dan tentu saja...
DORRRR !!
“...…sampai ketemu lagi di dunia yang lebih baik..…dan itu juga kalau kau wanita !”
Kami berdua pun langsung menghampiri ka narmaira
“informasi yang cukup bagus ka narmaira, itu artinya kita harus sector 6 saja langsung untuk menerobos masuk ke ruang kendali”
“Tembakan ku tadi mungkin akan mengundang reaper lain ke sini, Ayo ! kita harus bergegas !”
“Baik !”
“Ok !”
Kami pun melanjutkan tujuan kami, karna di sekitar ruangan tadi ada Peta yang menunjukan dimana letak - letak sector, kita pun tau kalau ruangan Kendali utama ada di sector 6, tapi tentu saja, tidak mudah menuju ke sana
“Cihh !”
Dan benar saja, kami pun di ikuti beberapa Reaper dan Zoa yang sudah menyadari keberadaan kami
“mereka cepat juga !”
“tetaplah Berlari Tesa !”
“Ini juga sudah lari sekuat ku !”
DOR ! DOR ! DOR !
Tembakan dari kami pun sepertinya berhasil memperlambat mereka, tapi kita tetap masih di kejar
“Cihh ! mereka ngotot sekali !”
“Tetap berlari dan menembak, sedikit lagi kita sa-!!”
“!!!”
Tiba - tiba, sebuah lubang pun muncul di tempat kami berdiri
“JEBAKAN !”
“WAA !”
“SIALL !”
Aku pun langsung merespon dengan menarik Tesa dan Ka Narmaira dan melempar mereka ke depan
“Waa !”
“Hyaaaa !”
__ADS_1
Dan tentu saja, aku pun jatuh dan masuk ke lubang perangkap ini
“A...Aoo ?!”
“Sial ! kenapa dia malah menyelamatkan kita ! Tesa ! kita harus tetap berlari !”
“Tapi Ao ?!”
“Dia pasti baik - baik saja ! kita harus percaya padanya bukan ?!”
“.…..(Ao…Semoga kau selamat) baiklah !"
Begitu ku sadari sepertinya tesa dan Ka Narmaira selamat, aku pun langsung menarik katanaku dan mencoba menancapkan nya ke tembok lorong ini agar tekanan ku jatuh berkurang
“UGHHHH !!”
Katana ku pun bergesekan dengan tembok lorong ini, namun tiba - tiba aku pun sudah menyentuh tanah
“Syukurlah…(ku kira ini adalah lorong perangkap dan di bawahnya ada jebakan, Tapi sepertinya ini sebuah lorong lain !)”
Aku pun melihat ke adaan sekitar, naik ke atas kembali sepertinya tidak mungkin, dan hanya ada 1 lorong saja di depan ku ini.
“(sepertinya ini jalan satu - satu nya) Baiklah !”
Aku pun melewati jalan lorong ini, dan mencari jalan keluar
“Emm ?”
Saat aku menyadari kalau jalan ini hanyalah sebuah satu lorong, ternyata semua ini telah di siapkan oleh seseorang
“.…………….”
Dan di saat sudah sampai ujung lorong ini, sebuah ruangan terbuka yang luas langsung terlihat di depan mata
“.…….(ini….)Emm ?”
Dan seseorang pun berdiri di tengah - tengah lapangan luas ini, dan dia adalah todoroki
“.…..(jadi dia merencanakan ini rupanya, Baiklah)”
Aku pun langsung menekan tombol di katana baruku dan mulai berjalan mendekat padanya
“Rupanya kau datang mendekat ! Kukira kau akan langsung lari ketakutan !”
“Lorong di belakangku ini hanya satu jalan menuju ke tempat ini, dan itu berarti semua ini adalah rencana mu bukan ?”
“Hem, begitulah, di tempat ini tidak akan ada yang mengganggu kita, tidak satupun temanmu, ataupun Reaper lain yang akan mengganggu pertarungan kita di sini !”
Jadi dia benar - benar mau mengakhiri semua ini dengan tanding 1 lawan 1 ?! sepertinya ini bisa menjadi hal baik untuk ku ladeni
“Begituya…”
Aku pun menarik katana api ku di hadapannya
“bagaimana kalau kita segera mulai saja permainan mu ini ?”
“.…sebelum itu, Ada yang mau ku tanyakan padamu Ao !”
“...Tanyakan ?”
Dia tidak terlihat mau menyerang secara dadakan, dan aku tidak merasakan ada hawa keberadaan lain disini
“Kudengar dari Tuanku Rion, kalau kau adalah salah satu subjek yang membuat kegagalan terlaksananya Planet`s memori”
“(kegagalan Planet`s meori ?)”
“Tuan Rion sangat bersikeras untuk segera berhubungan dengan Tendo Agami, karna itu dia pergi menemui nya di altar pemanggilan !”
“(seperti apa yang sudah direncanakan, jadi Rion benar - benar ada di sana !) heh, informasi yang tidak terduga, tapi kenapa kau berikan informasi itu dengan cuma - cuma ?”
“Hem, kau pikir aku tidak tau kalau kalian para manusia sudah mengetahui nya ?!”
“(Cih…)”
“yang jadi masalah bukanlah itu, Tapi KAU !”
“huh ?”
“Tuan Rion bilang kau dan Tendo agami memiliki ikatan yang sulit di jelaskan ! karna itu Tuan Rion meminta ku untuk membunuhmu ! Sekarang katakan padaku, apa yang kau lakukan dengan Tendo Agami ?!”
“(apa yang dia sebenarnya katakan ? tapi…kurasa aku bisa memancingnya) Heh…kau tidak tau ya ? sayang sekali”
“kurasa memang tidak ada gunanya aku bicarakan ini……Bersiaplah Untuk mati Ao !”
Dia pun langsung mengeluarkan pisaunya, Disinilah…Disinilah tempat dimana aku tidak boleh ragu sedikitpun
“...Hem, Kau lah yang harus bersiap diri Todoroki !”
“HUH ?! AHAHA !! Kau yakin sekali bisa menang dariku, Akan ku katakan padamu Ao ! aku dan Rion adalah Reaper Terpilih, yang artinya kita mendapat tetesan berkah dari Tendo agami ! ini lah kekuatan sang dewa !”
Jadi begitu ya…dia dan Rion memang sangat kuat karna mendapat tetesan berkah dari tendo agami, tapi..
“Heh, Begituya….Kalau begitu, Akan ku tunjukan Juga, Semua keseriusanku, Untuk MENGALAHKAN MU !”
“HEH ?! COBA SAJA KALAU KAU BISA !!!”
“BAIKAH, INI DIA !”
Semua hasil latihanku, semua hasil jerih payahku, dan semua air mata yang sudah menetes ini. Demi semua itu, aku harus mengalahkannya !
__ADS_1
to be continue....