
Dipagi harinya, seperti biasa aku terbangun jam 5 pagi untuk bersiap – siap, kata ka iris kita akan berangkat sekitar jam 7 pagi, jadi aku masih memiliki cukup waktu
“(mungkin aku bersiap – siap saja dulu, biarkan mereka tidur sebentar lagi )”
Aku selalu memulai pagiku dengan pemanasan ringan, setelah selesai pemanasan aku bersiap – siap dengan perlengkapanku.
“(kurasa ini cukup)….hey kalian ayo bangun….Emm ?....Suzaku, kalau kau sudah bangun jangan malah ngegame di pagi hari gini !”
“Tenanglah….aku Cuma mengambil Login bonus ku”
“Erick ! Bangun Erick !”
“Emm….ohhh…sudah pagiya ?”
“Seperti biasa kau cukup sulit bangun pagi ya ? dan Suzaku, bagaimana dengan status di sekitar sini ?”
Suzaku mengeluarkan Bolt Hold nya dan melihat Titik- titik Bolt Hold lain yang dia sudah pasang di sekitar sini
“Emmm…Eh ? ada seseorang di mobil Tank kita ?”
“Siapa ?!”
“ohh…tenang saja ! itu Iris yang sedang mengangkut barang !”
“dia sendirian ?”
“yaa…dia sendirian”
“kemana yang lainnya ? akan ku periksa dulu ! kalian cepat bersiap – siap ya !”
Aku pun menghampiri kamar para wanita, dan sepertinya tenang sekali di kamar mereka, aku pun mulai dengan mengetuk pintu kamar mereka
“hey ! kita sudah harus bersiap – siap !”
Saat pintu terbuka, ternyata Tesa, Noel, dan Rin sudah siap di depan pintu
“Ao !”
“ohhh…kalian sudah siap rupanya ? emm….mana Ka Narmaira dan Yuna ?“
“Soal itu…mereka masih tertidur disana"
“masih tidur ?”
“Mereka semalam mabuk – mabuk kan ! aku juga saat itu sedang pergi ke mobil tank untuk memperbaiki Sniper ku ! apa jangan – jangan kalian berdua minum juga ?”
“Sudah kubilang aku tidak ikut – ikut`tan Rin !”
“Noel juga ! Noel masih di bawah umur !”
“sayang sekali, aku ingin lihat wajah kalian berdua yang sedang mabuk ! iyakan Ao ?!”
“jangan tanya aku !”
“ohhh..kami bertiga sudah harus membantu ka Iris ! kau bangunkan mereka ya Ao !”
“ehh ? Aku ?! kenapa tidak kalian saja !”
“kami tidak bisa membiarkan ka iris sendirian saja yang bersiap – siap ! sudah ya !”
“Tolongya Ao !”
“jangan macam – macam dengan mereka ya !”
“(jangan malah memancing Rin !)”
Mereka pun berlari menuju tempat parkir tempat mobil tank kami diparkirkan
“………….(baiklah ! kurasa membangunkan mereka cuma hal wajar saja)”
Akupun masuk ke kamar mereka dan kuputuskan untuk membangunkan Yuna terlebih dahulu
“Yuna…..Yuna ! bangunlah !”
“emmm….Eh ?! A……Ao !”
“Maaf aku yang membangunkan mu ! yang lain selain kau dan ka Narmaira sudah bersiap – siap di mobil tank”
“be….Begituya (Dia melihat wajah Tidurku !)”
“kau tidak apa – apa ? wajahmu memerah ?!”
“Ti ! Tidak ada ! Aku akan siap – siap Sekarang ! hey ka Narmaira ! ayo kita juga harus bersiap – siap !”
“emmm…….Ahhh…….Rin….jangan…..Disitu…..”
“………….”’
“………….”
Sepertinya ka narmaira bermimpi yang sangat indah, maaf kan kami yang akan mengganggu mimpi indah mu itu
“Ka Narmaira bangun !”
Yuna pun membangunkan ka Narmaira dengan cara memencet hidungnya hinga dia tidak bisa bernapas
“a….Aduh duh duh ! Jangan pencet hidungku dong ! emm….kenapa Ao ada disini ?”
“kalian sudah harus bersiap – siap ! ka iris dan yang lain sudah menunggu kalian !”
“Hahhh….kalian ini mengganggu mimpi indah ku saja ! padahal lagi asik – asiknya tuh !”
“Setidaknya, Yuna sudah menyelamatkan Rin walaupun itu hanya di mimpimu !”
“HAHHH ! Kuberitau ya ! Yang menyerang duluan di mimpiku tadi itu Rin ! Bukan Aku !”
“emm….memangnya itu bagus ?”
“yaaa....Ternyata Rin yang Agresif tidak buruk juga ! SANGAT MENAWAN !”
“(Sepertinya dia semakin memburuk !)”
“(untung saja aku membangunkannya !)”
Setelah bersiap – siap, akhirnya kami semua sudah berkumpul di tempat parkir ini
“ohhh….kalian sudah datang rupanya !”
“kepalaku ko sedikit sakit ya….dan anehnya aku juga tidak mengingat apa yang terjadi tadi malam !”
“emm ? bukanya kau semalam Min-!!”
Seketika Tesa dan Noel menutup mulut Rin.
“Kau mungkin hanya kelelahan saja Yuna !”
__ADS_1
“be…Benar ! Noel juga berfikir seperti itu !”
“y…ya….kurasa aku memang sedikit kelelahan !”
“(ka narmaira tolong juga jangan bilang apa – apa ya ?!)”
“(Iya - iyaa ! Aku mengerti !)”
“baiklah ! ayo segera berangkat sekarang ! menuju Tambangnya !”
“Baik !”
Kamipun melanjutkan perjalanan menuju tambang emas yang berada tidak jauh dari sini ! dengan perjalanan yang hanya 20 menit saja, kamipun sampai di pertambangan emas kota Oboro ini
“hemmm…ini memang sedikit aneh ! apa memang ada tambang emas di kota seperti ini ?!”
“kurasa ada kemungkinan seperti itu ! pasti karna kota Oboro ini dekat dengan perbukitan dan juga hutan !”
Kami menyenteri kedalam tambang emas ini, dan dalamnya benar – benar gelap gulita !
“jika kita kehabisan penerangan akan sangat gawat didalam ! Berapa jumlah senter yang kita miliki ?”
“kita disini ada 8 orang, jadi kita memiliki 8 senter dengan 8 batre cadangan juga !”
“Baiklah ! kita akan gunakan tiga dulu ! yang memegang senter Ao yang paling depan ! di bagian tengah Noel ! dan di belakang Erick ! apa semua sudah siap ?!”
“Persiapan Ok !”
“baiklah ! Ayo masuk dan tetap Berhati – hati !”
Kamipun memasuki pertambangan ini, dan sepertinya ini tambang yang sudah cukup tua ini sudah ditinggali
“Berhenti !”
“…..Zombie ya ?”
“Persiapkan senjata kalian !”
Kami semua mendengar suara langkah yang mendekat ke arah kami, dan benar saja ada 3 zombie yang berjalan ke arah kami
“Cuma 3 ya ?”
“Yuna ! pegang senterku dan arahkan ke arah mereka ! kita harus menghemat peluru disini !”
“o…Ok !”
Aku mengeluarkan katanaku dan seketika menerjang mereka dan menebas leher mereka dengan cepat ! karna pergerakan zombie akan kuat saat menyerang, sebisa mungkin akan bagus kalau melakukan serangan awal
“Sudah aman disini ! Ayo segera maju lagi !”
“ugh…sejak kapan Ao bisa sesantai itu menebas leher zombie ?!”
“pasti Misa sudah mengajarinya yang terbaik ! ayo…kita tidak boleh tertinggal dia !”
Kami pun memasuki tambang ini lebih dalam, banyak zombie dan zoa yang sudah kami habisi
“…….tidak ada tanda – tanda dari para Reaper disini !”
“sepertinya begitu….apa mereka memang tidak ada di sekitar sini ?”
“jangan lengah Erick ! kita tidak tau apa yang akan terjadi soalnya !”
“baik ka narmaira !”
“BERHENTI !”
“Jurang ?”
“sepertinya begitu ! tapi aku mendengar suara air mengalir di bawahnya ! pasti ada sungai kecil di bawah jurang ini !”
“apa kita bisa menyebrangnya ?"
“……jaraknya celahnya sekitar 5 meter !”
“Baiklah ! Biar aku membuka jalan ! Pegang tali ini !”
Ka narmaira memberikanku tali panjang, dan dia melompati jurang itu tanpa ragu dan berhasil ke sebrang jurang itu
“begituya ! jika kita memiliki beban di depan ! walaupun jatuh ke jurang kita akan tergantung dengan berat ka narmaira !”
“kalau begitu yang kurang yakin melompat pegang tali ini dan melompatlah !”
“Baik !”
Kami semua pun berhasil menyebrang cela Jurang ini dengan aman, walaupun tadi noel hampir saja jatuh
“ha…hampir saja Noel jatuh !”
“tenang saja Noel ! jika tadi memang kau jatuh, kami akan menarikmu ke atas !”
“ya….kurasa Noel memang merasa aman jika bersama kalian !”
“baiklah ! ayo lanjutkan menyusuri tambang ini !”
Beberapa menit kami semakin berjalan ke dalam, suzaku sepertinya mulai merasa ada sesuatu yang membuatnya penasaran
“Aku mulai merasakannya ! pasti Batu Hope ku ada disini !”
“itu berarti kita semakin dekat ! apa kau tau apa warna batu milikmu ?”
“kurasa warna Biru !”
“apa batu biru yang seperti itu ?”
Rin melihat dari kejauhan kalau di depan kami ada batu yang bersinar berwarna biru
“Iya ! Kurasa itu pecahan batu hope milikku !”
“Ayo Ambil ! Cepat !”
Kami berlari ke arah batu itu dan sepertinya misi kami mencari batu hope milik suzaku ini terselesaikan dengan lancar
“Akhirnya ! Kita menemukannya !”
“……aku merasakannya…ini memang pecahan milikku ! tinggal 2 pecahan lagi dan Batu hope ku akan terbuat !”
“baiklah ! ayo kembali secepat mungkin ke bentang !”
“Emmm ! Te…Teman – Teman ! Gawat !”
“Ehh ?”
Tanpa kami sadari ! gerombolan Zoa dan para Reaper mengepung kami dari belakang, sepertinya ini memang perangkap yang mereka buat
“jumlah nya banyak sekali !”
__ADS_1
“sepertinya ini perangkap yang mereka buat !”
“Tidak masalah !”
“Suzaku ?!”
Suzaku berjalan ke depan kami dan sepertinya emosinya sedikit tinggi
“aku sedang senang karna mendapat pecahan batu Hope ku disini ! KALIAN SEMUA MENGGANGGU !”
Tiba – tiba sambaran petir keluar dari tangannya dan menghanguskan 6 Reaper dan 2 Zoa sekaligus
“ayo habisi meraka !”
“aku suka semangat mu Suzaku ! Ayo Bantu dia !”
“Baik !”
Perang pembantaian terjadi disini ! karna tempat ini cukup besar dan disekitarnya terdapat jurang juga ! satu – satunya cara selamat dari sini adalah menghabisi mereka semua
DORRRR
“AGHHH !!!”
“(ughh....sudah kuduga aku tidak tidak tega untuk membunuh para Reaper ini !)”
“SIALAN KAU MANUSIA !! HYAAA !!!”
“(Ga..gawat )”
DORRR !!
“ka...ka iris ?!”
“jangan lengah yuna ! jika kau memang tidak bisa membunuh mereka, cukup tembak kaki mereka saja !”
“ma…maaf ! selanjutnya aku pasti akan menghentikan mereka !”
Sepertinya aku juga tidak bisa lama – lama memukul para Reaper ini menggunakan belakang katanaku ! apa aku memang harus membunuh mereka
“HEHE !! MATIKAU !!”
TRANGGG !!
Aku menepis serang pisau dari reaper itu dengan katanaku
“(Tidak ada waktu untuk berfikir di saat seperti ini ! jika aku lengah ! aku yang akan mati disini !)”
“HEHEHE !! KALIAN PARA MANUSIA YANG MENANTANG DEWA ! MATI SAJALAH KALIAN !”
“Berisik kau !”
“AGHHH !!”
Aku mendorong reaper itu dan menebas badannya dengan bagian tajamku…namun karna aku masih ragu, tebasannya tidak cukup dalam
“(sudah kuduga…karna mereka bertingkah seperti manusia….aku jadi ragu – ragu menebasnya !”
“HEHE !! TEBASANMU TIDAK SAKIT ! AKAN KU TUNJUKAN KEKUATAN BERKAH DEWA PADA-!!! AGHH !!”
“ehh ?”
Tembakan sniper rin mengarah ke arah tangannya, dan tangan reaper itu langsung berlubang
“Rin !”
“Fokus Ao ! Kau harus Fokus !”
“Baiklah !”
Aku memukul Reaper yang lagi kesakitan itu dengan belakang katana ku dan seketika dia pingsan
“Baiklah…selanjutnya ! Emm ?”
Aku melihat dari kegelapan ada Reaper yang memakai senjata bius yang sepertinya mengincar Tesa !
“(Gawat ! Dia mengincar Tesa lagi !) TESA ! BERLINDUNG !”
“Ehh !?”
JLEPPPPP !
Terlambat aku menyelamatkannya, ka iris dengan cepatnya mendorong Tesa dan melindungi nya. Peluru biusnya akhirnya menancap di lengan tangan kiri ka iris
“Ughh !”
“Ka Iris !”
Aku berlari seketika ke arah mereka dan saat aku berlari, Aku terkagetkan kalau di belakang mereka ada Mother Zoa yang bersembunyi di lorong Goa yang gelap
“AWAS DI BELAKANG KALIAN !”
“EHH !?”
“CIH !”
“KYAAA !!”
Ka iris mendorong Tesa ke arah teman – teman, dan sepertinya dia pasrah untuk terkena serangan dari Mother Zoa itu !”
“(CIHH !! TAK AKAN KUBIARKAN !)”
Aku meloncat dengan tenaga maksimalku dan menepis serangan Mother Zoa itu dengan katanaku
“Ughh !!”
“Ao ?!”
“k…kau…tidak apa – apa ka iris !”
GREGKKKK…..
“Ahh !”
“Ahh !”
Retakan dari tanah yang sedang kami injak ini terdengar, dan tiba – tiba tanah ini hancur karna tekanan dari serangan Mother Zoa. Kami berdua pun jatuh ke jurang bersama
“AO !! KA IRIS !!”
Saat kami sadari ada sungai di bawah kami, akupun mencoba meraih tangan ka iris agar kami tidak terpisah
“Ka….Ka iris ! Tangan mu !”
“Ughhh !”
__ADS_1
Kamipun pun tercebur ke sungai jurang ini, dan terbawa arus sungai yang cukup kencang ini
to be continue....