
Hari pun menjadi gelap bertandakan malam akan datang, kami menyalakan Api dan memasak beberapa sisa makanan yang kami dapatkan, sedangkan Yuna masih tertidur di tenda perempuannya.
“ka Alice, Bagaimana kondisi yuna ?”
“kurasa racunya sudah hilang dan dia sudah membaik, tapi lebih baik biarkan dia beristirahat, kau tidak usah khawatir Ao !”
“Syukurlah kalau begitu”
“apa itu berarti besok kita akan menyerang sarang Minic nya ?”
“emmm….kurasa menyerang sarang minic cuma akan membuang banyak amunisi saja ! lebih baik biarkan saja dan melakukan pelatihan terakhir besok !”
“pelatihan terakhir ? maksud ka misa besok kita akan meninggalkan hutan ini ?”
“ya...kondisinya tidak terlalu baik disini, ayo segera menyelesaikan latihan kita dan pergi dari sini”
“baiklah ! emm !?”
Yuna pun keluar dari tenda wanita, sepertinya dia sudah baikan sekarang
“Yuna !”
“maaf membuat kalian semua kerepotan ya”
“jangan dipikirkan Yuna ! kau pasti laparkan, ayo makan ini”
“Baik ka Misa !”
Yuna pun duduk dan makan bersama kami disini, sepertinya dia terbangun karna kelaparan. Setelah makan dan berdiskusi sejenak, ka misa langsung membuat kelompok untuk berjaga
“baiklah, sekarang aku akan bagikan kelompok untuk berjaga, kelompok pertama berjaga selama 5 jam, yaitu Ao, Aku, Erick, dan Rin. lalu selanjutnya yang menjaga sampai pagi adalah Alice, narmaira, dan Sebastian.”
“Tunggu ketua, kenapa aku tidak berjaga ?”
“kau kan baru saja sembuh, lebih baik beristirahat saja untuk latihan besok !”
“itu benar Yuna ! kau istirahat saja”
“tidak, aku sudah cukup istirahat dan kondisiku sudah membaik. Ka misa ! izinkan aku juga untuk berjaga !”
“emm…baiklah jika kau memaksa, kau akan masuk ke kelompok Ao, dan aku akan masuk di kelompok Alice”
“Terimakasih ka Misa !”
“baiklah yang kelompok 2, kalian sudah dapat waktu istirahat ! sekarang boleh bubar !”
Ka alice dan ka misa masuk ke tenda mereka. Ka Sebastian masih sedikit berolahraga,dan….dimana ka narmaira ?
“emmm ?”
Aku melihat ka narmaira yang berjalan sendirian ke dalam semak – semak dan sepertinya dia membawa Hp nya, aku pun mengikutinya.
Saat aku berhasil menemukannya, dia ternyata sedang menelfon temannya Diane. Dia sepertinya memang masih menghawatirkan Temannya, lebih baik tidak menguping pembicaraan mereka.
“sebaiknya aku kembali !”
Saat aku kembali ke tenda, Yuna sedang duduk sendirian di depan api unggun, aku pun menghampirinya.
“Yuna !”
“ehh ! ohhh…Ao, bikin kaget saja !”
“dimana Rin dan Erick ?”
“Erick sepertinya ketoilet, dan Rin sedang mengecek persediaan di dalam tenda !”
“begitu ya….”
Aku pun duduk di sebelahnya dan dia memberikan ku secangkir teh hangat
“mau ?”
“ahhh, Terimakasih”
“………………”
“emm…minum teh didepan api unggun memang sangat nikmat”
“emm…Ao”
“iya ?”
“Te…terimakasih telah menolongku waktu itu ! dan…..itu…...tentang kau menghisap racun dan membuka bajuku….”
“!!!”
Aku hampir tersedak teh karna aku kaget dia membahas itu dan aku teringat bahwa yang ku lakukan itu terlalu berlebihan.
“ahhh ! tentang itu ya ! maafkan aku ya yang tiba – tiba membuka bajumu dan melakukan hal itu !”
“apa….kau melihatnya ?”
Melihat apa !? melihat apa yang dia maksudkan !? jika yang dia maksudkan melihat dan poinnya adalah saat aku membuka bajunya, yang pasti melihat itu kan…..
“a…..aku…..se…sedikit melihatnya !”
“…………….”
Dia pasti marah dan mungkin saja akan menghajarku.
“ahhhahah ! kau terlalu jujur Ao !”
“ehh ?”
“saat itu tidak ada cara lain selain membuka bajuku kan ? lagi pula, kau melakukan itu untuk menolongku, aku tidak marah ko !”
“be…begituya, syukurlah kalau begitu ! tapi jika ada sesuatu yang bisa ku lakukan sebagai permintaan maaf, akan akan melakukan sesuatu !”
“benarkah ?”
“iya ? katakana saja ?”
“emmm….kurasa, Bagaimana kalau pijatan ?”
“pijatan ?”
“iya ! tempat di sengat minic ini membuat punggungku pegal – pegal ! mungkin dengan sedikit pijatan pegalnya akan hilang”
“Ok ! Baiklah !”
“…….….”
Seperti yang disuruhnya, aku memijat bagian punggung nya..dan benar saja bagian punggungnya memang sedikit kaku
“……..em…..”
“punggungmu memang sedikit kaku, dan bagaimana pijatan ku ? apa enak ?”
“….em…..i…..iya….teruskan saja……”
“emm ?”
Saat aku memijatnya, entah kenapa wajah Yuna jadi memerah
“Yuna ? ada apa ? wajahmu jadi memerah, Apa kau demam lagi ?”
“Su…Sudahlah ! teruskan saja !”
“ba...baiklah !”
Karna dia menyuruhku untuk meneruskannya aku melanjutkan pijatan ku dan sepertinya dia lumayan menikmatinya.
“Ahh !!!”
“emm ?”
Yuna seketika menarik badannya dan sedikit menjauh dari ku
__ADS_1
“ada apa yuna ?”
“ohhh ! Yuna dan Ao !”
Dari belakang, Rin datang ke arah kami dan membawa sedikit kayu bakar
“ohh…Rin ! mencari kayu bakar ?”
“yaa…api nya harus tetap menyala untuk penerangan dan kehangatan”
“apa Erick belum kembali ?”
“entahlah, dia tadi bilang ke toilet, benarkan yuna ?”
“……….”
“yuna ?”
“Ehhh ! i…iya ! Erick ke toilet tadi !”
“ada apa yuna ? wajahmu sedikit merah !”
“Ehh ! emm…pa…panas ! hanya kepanasan saja !”
“kau kan baru sembuh, jangan terlalu memaksakan tubuhmu yuna !”
“aku tau Rin ! tapi aku yakin aku baik – baik saja, Lagian aku tidak mau merepotkan kalian semua terus ! kita ini satu team bukan ?”
“kau benar ! kalau kau yang bilang begitu kurasa kau akan baik – baik saja”
“lalu bagaimana Yuna ? apa mau dilanjutkan ?”
“TI..TIDAK USAH AO ! SUDAH CUKUP !”
“lanjutkan ? lanjutkan apa ?”
“TIDAK ADA APA APA RIN ! KAMI TADI HANYA MENGOBROL SAJA ! BENARKAN….A…..O !”
“ehh ! ahhh…iya, maksudnya obrolan tadi !”
Entah kenapa tiba – tiba yuna jadi marah – marah ! apa pijatan ku tidak enak ?
Setelah Beberapa saat kemudian, ka Sebastian dan Erick datang menghampiri kami
“Erick ! dari mana saja kau ?”
“ahahha, maaf tadi aku lama di toiletnya, dan saat kembali aku bertemu ka Sebastian yang sedang latihan”
“hem…latihan dibawah sinar bulan ! itu keren bukan ?”
“(tidak juga….)”
“(bukanya sama saja ?)”
“(memang ada pengaruhnya ya ?)”
“ditambah lagi, tadi aku lama karna aku sekalian menuangkan Tetoxin lagi di sekitar sini”
“begituya…baguslah kalau begitu”
“kalau begitu, aku akan kembali ke tendaku, selamat berjaga ya kalian semua !”
“Ok !”
Ka Sebastian kembali ke tendanya karna ini waktu dia beristirahat dan bukan jam dia berjaga
“Yuna ! bagaimana kondisimu ?”
“sudah membaik ! maaf merepotkan mu ya Erick !”
“syukurlah kalau kau sudah membaik”
“tapi…sepertinya kita tidak boleh lagi meremehkan minic walaupun dia type monster lvl 1”
“Rin benar ! memang dia bukanlah ancaman jika jumlahnya hanya sedikit, namun jika bergelombolan seperti kejadian hari ini. Itu sangat berbahaya !”
“benar apa yang dikatakan Yuna ! menghadapi semuanya seperti itu sangatlah sulit ! sepertinya kita harus membuat strategi !”
“itu ide yang bagus ! selagi kita berjaga, ayo memberikan beberapa pendapat tentang strategi baru”
Saat kami sedikit berdiskusi tentang strategi baru, ka Narmaira pun sepertinya selesai menelfon temannya dan datang ke arah kami
“MAAF AKU LAMA !”
“ka narmaira ! sudah selesai menelfon temanmu ?”
“ehhh ? bagaimana kau tau Ao ?”
“yaa...aku sempat mendengar suara tadi !”
“ketahuan ya…ahahah”
“bagaimana kondisi teman mu ?”
“dia sudah lumayan membaik, Tenang saja ! dan terlebih lagi apa yang kalian diskusikan disini !”
“kami membuat strategi baru ? ka narmaira mau juga bergabung !”
“boleh – boleh ! tapi sebentar saja ya ! aku juga butuh istirahat”
Dan begitulah, malam ini kami menyusun starategi dan saling berbagi pendapat. Ke esokan harinya, kami semua melakukan meditasi lagi selama 3 jam seperti biasa. Dan saat kami selesai meditasi, ada pesan dari ka Misa yang menyuruh kami datang ke titik dia berada.
“ini….apa ini akan menjadi pelatihan terakhir itu ?”
“kurasa benar ! ayo ganti baju dan cepat ke titik ka misa berada !”
“baik !”
Kami bersiap – siap dan menyelusuri hutan untuk menuju tempat ka misa, begitu kami mengikutinya, ternyata kami sampailah di tepi tebing hutan ini dan ka misa sudah menunggu kami di tepi tebing itu
“yoo….kalian datang juga !”
“ka misa ! apa kau memanggil kami kesini untuk pelatihan terakhir ?”
“tidak juga ! lihat lah apa yang ada di belakangku !”
Memang pemandangan dari tebing ini sangat indah ! sejauh mata memandang, hijaunya hutan ini begitu memberikan kesejukan pada mata kami
“lihatlah ! dunia begitu luas dan indah ! di dunia yang indah namun kejam ini, kebeasan adalah milik semua orang !”
“emm ?”
Ada apa ini…Sepertinya aku menyadari sesuatu yang tidak beres, dan ada yang salah dengan tekanan suasana disini.
“……..Alice !”
“iya ?”
“coba kau mendekat kesini”
“emm…? Baik !”
Ka alice berjalan mendekat ke arah ka misa dan karna ka misa hanya memanggil ka Alice, kami masih menunggu di bekang sini
“ada apa ka misa ?”
“HEH !”
“Huh !!!”
SRATTTTTT !!!!
Seketika ka misa menebas ka Alice menggunakan katanannya dan kami melihat banyak darah yang keluar dari tebasan itu.
“Aghh….”
Brukkk
__ADS_1
Ka alice seketika langsung rubuh dan benar saja, banyak darah yang keluar dari tubuhnya sehingga membuat genangan darah di tanah !
“A….APA YANG KAU LAKUKAN KA MISA !”
“….Kalian semua bodoh sekali tertipu sampai sejauh ini ! dengan jarak yang jauh dari benteng ! tidak akan ada yang menyelamatkan kalian !”
Ka misa mengangkat katananya yang penuh darah, dan menunjukannya ke arah kami
“Bagaimana ini ! apa kabur ? atau melawannya ?”
“Kabur ? itu tidak akan bisa ! aku sudah sepenuhnya tau seluk beluk hutan ini ! dan sayang sekali kunci mobil kalian aku yang pegang ! kalian semua akan mati disini !”
“cihh ! Sepertinya tidak ada pilihan lain !”
“Apa kau serius ka Sebastian ? yang kita lawan itu bahkan lebih buruk dari ratusan Zoa !”
“Tidak ada pilihan lain Yuna ! setidaknya kita menang jumlah !”
“ka Misa ! aku kecewa padamu ! aku juga akan menghadapimu !”
“ka narmaira juga ! kurasa sebaiknya kita lari saja !”
Begituya…aku sedikit paham situasi ini
“Ao…bagaimana ini ! kita sudah kehilangan ka Alice ! apa aku langsung tembak saja dengan Sniper ku ?”
“tenanglah Rin ! Serahkan padaku !”
“ehh ? tunggu !? Ao !?”
Aku maju meninggalkan teman - temanku di belakangku dan berhadapan dengan ka Misa
“hoh…ada apa ini ! kau mau mati duluan Ao ? berjalan sendirian di hadapanku ?”
“………”
Aku mengambil killer7 ku dan pisau combat macet ku, dan menjatuhkannya ke tanah
“……..apa maumu ?”
“…….ka Misa ! Bunuhlah aku juga !”
Seketika rin langsung berteriak ke arahku !
“APA YANG KAU KATAKAN AO ! CEPAT KEMBALI SAJA KESINI ! CEPATLAH !!”
“tengan lah Rin ! sudah aku bilang kan, serahkan saja ini padaku !”
“………..”
“jadi ka Misa….bunuhlah aku ! dan tolonglah biarkan teman – teman ku semua selamat !”
“AO JANGAN GEGABAH !”
“begituya, tapi sudah terlambat untuk negosasi dengan ku ! kau akan mati duluan Ao !”
Ka misa melaju cepat ke arahku dan mengayunkan Katana nya ke arahku
“AO !!!!”
“………”
Saat ka misa mengayunkan katana nya. Katana nya berhenti tepat di dekat leherku.
“…..…..”
“Hem…..”
Ka misa menarik katananya lalu memasukkan ke sarungnya dan dia bertepuk tangan
“HEBAT ! HEBAT AO ! tak kusangka kau bahkan tidak bergetar ketakutan padahal aku sudah seseram itu !”
“Ao !”
Teman – teman ku langsung mendekat ke kami berdua
“ka Misa ! apa yang sebenarnya kau lakukan ?”
“hem ? tentu saja pelatihan bukan ?”
“Sampai membunuh ka Alice ?”
“siapa yang dibunuh ?”
“KA ALICE !”
Ka alice seketika berdiri dan sepertinya dia baik – baik saja, walaupun memang bajunya berlumuran darah !
“kau tidak apa – apa ka alice ? darah itu ?”
“tenang saja ! ini darah palsu, aku baik – baik saja tanpa terluka sedikitpun”
“ka misa….ini….”
“yaa…ini scenario yang aku buat dengan Alice ! dan sepertinya Ao menyadarinya bukan ?”
“sebenarnya tidak sepenuhnya aku menyadarinya ! kalian benar – benar menyusun ini sangat matang sehingga aku kurang yakin ini setingan atau bukan”
“lalu kenapa kau tidak bergetar sedikitpun saat aku mau menebasmu !”
“apa yang kau bicarakan ka misa ! tentu saja ! karna aku mempercayai kalian semua bukan !?”
“Ao….”
“kalian adalah teman – teman ku yang ku percayai ! karna itu aku yakin kalau ka Misa tidak mungkin melakukan hal ini !"
“hebat sekali….semakin lama, kau memilik mata yang bagus Ao ! sekarang kalian paham bukan ? dinginkan lah kepala kalian ! dan yakinlah bahwa kalian tidak bertarung sendirian. Percayalah pada teman – teman kalian dan hadapilah dunia ini bersama !”
Ini adalah pelajaran yang sangat hebat ka misa ! kau memang guru yang hebat dan aku percaya itu !
“tapi hebat sekali kau menyadarinya Ao ! apa scenario kami ada yang salah ? kuyakin ini sudah sangat bagus !”
“tidak ! aku menyadari sesuatu yang salah saat aku memandang ka Alice !”
“ehh ? aku !”
“iya…dada ka Alice seharusnya nya tidak sebesar itu”
“ehh !?”
“disitulah aku menyadarinya….ada yang mengganja-AGH!!!”
Ka alice langsung memukul kepalaku dengan sniper nya !
“itu sakit ka Alice !”
“KAU SANGAT ANEH MENYADARINYA DI BAGIAN ITU !”
“ahahaha sudahlah ! pelatihan kali ini sudah terselesaikan ! selamat untuk kalian semua !”
Dengan begitu pelatihan kami pun terselesaikan. Ini pelajaran yang hebat ! dan juga sangat dibutuhkan
“Baiklah ! ayo berkemas dan kembali ke benteng !”
“Baik !”
“emm ?”
Saat kami ingin berjalan kembali ke tenda, Tiba – tiba Hp miliki ka narmaira berdering.
“ehh ? dari rumah sakit ? ada apa ya ? hallo ?.......................eh ?”
“ada apa ka Narmaira ?”
“a……Ao……Temanku….”
Dia pun menjatuhkan Hp miliknya dan apapun kabar yang dia dengar itu…….ini menandakan akan terjadi sesuatu yang buruk !
__ADS_1
to be continue.......