Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S2) Family problem


__ADS_3

Lalu, ke esokan harinya sesuai apa yang ka Alice katakan, aku sudah sampai di sector 2 ini jam 6 pagi, saat aku melihat di sekitar sini, ternyata dia sudah siap dengan motor bike di sebelahnya


“Pagi ka Alice !”


“Ahh ! Ao, Pagi ! Apa kau sudah siap ?”


“jadi, bagaimana rute kita ?”


Dia mengeluarkan Hp miliknya dan menunjuk kan rute yang akan kita tempuh dan menjelaskannya padaku


“pertama kita harus menuju gedung dokter Savria ini dulu untuk mengambil beberapa file, lalu setelah itu, kita akan lebih cepat sampai di gedung milik pak Charles dengan melewati hutan hounro, mungkin perjalanan kita akan memakan waktu 9 jam, karna itu, untuk jaga – jaga aku juga membawa tenda”


“Baiklah, apa kau yakin kita hanya berdua saja ?”


“Apa kau mau mengajak seseorang lagi ? aku tidak keberatan dengan itu sih”


“emm…tidak ! kurasa kita berdua sudah cukup ! kalau begitu ayo segera berangkat”


Kami menyiapkan dan mengikat peralatan di belakang jok motor bike kami, lalu aku menaiki motor ini dan memanaskan nya sambil mengecek kondisi motor ini


“Apa kau benar – benar bisa menggunakannya ?”


"ini hanya motor ka alice ! tidak ada yang berbeda dengan motor – motor lainnya !”


“Yaa, tapi yang kudengar ini lebih sulit untuk digunakan dibandingkan dengan mobil tank ! dan lagi katanya kecepatannya juga sangat cepat !”


“kurasa….aku akan baik – baik saja ! sudahlah ayo naik saja, kita akan segera berangkat !”


“….Baiklah !”


Ka alice pun naik ke belakangku namun tiba – tiba dia memeluk perutku dengan sangat Erat hingga aku menyadari ada sensasi aneh di punggungku ini


“A…anu…ka Alice ?!”


“Emm ? ada apa ?”


“bu..bukan nya kau terlalu kencang memeganggnya ? dan lagi….”


“aku tidak mau jatuh dari motor ini ! sudahlah, Cepat jalan !”


“..o…Ok !”


Aku pun tancap gas dan motor bike ini melaju dengan sangat cepat, dan sepertinya ka Alice senang dengan yang seperti ini


“WAAAA !! INI BAGUS AO !”


“A..APANYA ?!”


“LEBIH CEPAT LAGI !”


“BAIKLAH !!”


Aku lebih menancapkan gas ku sampai motor ini standing dan perjalanan kami pun berlanjut


Saat kami sudah berjalan cukup jauh dan sampai di jalan besar, Aku pun menghentikan laju motor ku karna ada masalah yang kita hadapi di depan


“Ada apa Ao ?”


“sepertinya ada sedikit masalah di depan !”


Ka alice melihat ke depan dan disanalah ada sekumpulan zombie yang menghalangi jalan.


“tidak bisa kau terobos saja ?”


“mungkin bisa kalau jumlahnya hanya puluhan !”


“hem….”


Dia pun turun dari motornya dan menyiapkan snipernya sambil tiduran di lantai jalan untuk mendapatkan posisi menembak


DORRR ! DORRR ! DORRR


Berulang kali dia menghabisi zombie – zombie itu dengan snipernya dan beberapa zombie pun tumbang


“apa perlu bantuan ?”


“Tidak usah, kau di motor saja Ao !”


“Emm ?”


Aku menyadari sesuatu, sepertinya rintikan hujan sudah mulai turun dan menandakan akan segera hujan


“Ok, sudah beres ! bagaimana Ao ?”


“Emmm…sepertinya sudah bisa diterobos, dan lagi, kita harus cepat – cepat cari tempat teduh karna mungkin saja sebentar lagi akan turun hujan !”


“Begituya…aku sempat melihat ada pom bensin di depan sana ! ayo !”

__ADS_1


Ka Alice pun melompat ke motor dan akupun tancap gas untuk segera menuju ke pom bensin itu, namun sepertinya kami sedikit terlambat karna hujan pun turun sangat deras disaat kita sudah dekat dengan pom bensin itu. Sampai di pom bensin, aku pun memarkir motor kami di minimarket pom bensin ini, dan tentu saja baju tempur kami pun sudah basah kuyup


“Kenapa hujan di saat seperti ini sih !”


“Bersabarlah Ao, kita meneduh saja dulu disini !”


“aku akan carikan handuk kering di minimarket ini, apa ada yang ka Alice inginkan juga ?”


“Umm…mungin minuman hangat akan bagus !”


“ok !”


Aku pun masuk ke minimarket nya dan melihat kanan kiri untuk melihat kondisi


“(Hem.…hanya 2 zombie ya !)”


“Graaaa !”


Aku pun menarik katana ku dan menebas leher zombie itu, dan satu zombie lagi yang menyadariku dan mendekat ke arahku, kutembak kepalannya sampai berlubang


“(sepertinya sudah beres, sekarang mencari yang dibutuhkan !)”


Aku pun mengambil sesuatu yang dibutuhkan dan juga mengambil minuman kaleng dengan kadaluarsa yang masih jauh untuk diberikan ke ka Alice, dan saat aku kembali ke ka alice yang ada di luar minimarket ini, aku melihat dia sedang memandangi hujan dengan tatapan kosong dan sepertinya sedang memikirkan sesuatu


“……..ka Alice….”


“Emm ? Oh, kau dapat minumannya ?”


“ini tidak terlalu hangat sih, tapi ini masih bagus untuk diminum !”


“Terimakasih Ao !”


Aku pun duduk di sebelahnya, dan masih penasarang dengan apa yang dia pikirkan tadi..


“…apa ka Alice suka hujan ?”


“Ya, bisa dibilang begitu…tapi hujan yang ini sedikit menyeramkan karna ini hujan dari Tendo agami bukan ?”


“aku kurang yakin dengan itu, tapi karna dia dewa di dunia ini…kurasa benar – benar saja !”


“ahahaha, kalau kau tidak yakin seperti itu bagaimana dengan ku Ao !”


“Ka alice….”


“Emm ? ada apa ?”


“…………..”


Dia meminum seteguk minumannya dan sepertinya sedang berfikir dengan apa yang dia akan bicarakan


“apa yang sebenarnya kau bicarakan Ao ?”


“KA ALICE !”


“…………….sense mu bagus juga ya, kurasa ka iris dan ka misa melatihmu dengan sangat baik”


“jadi memang benar ada yang kau sembunyikan ?”


“…..tentang itu…hanya ka Pandora, ka iris dan ka misa yang tau, kuharap kau tidak membeberkan hal ini dengan yang lain Ok ?”


“Aku janji !”


Dia pun memberikan sisa minuman kaleng itu kepadaku,


“kau tau bukan kalau pamanmu pak Charles yang selama ini mereawatmu ternyata memiliki ikatan dengan dokter Savria ?”


“Ya, aku tau”


“apa kau tau sesuatu tenang paman mu ?”


“tidak banyak ! soalnya aku kehilangan beberapa ingatan sampai aku masuk SMP, yang ku ingat tentang masa lalu sebelum SMP itu Cuma kenyataan kematian ke dua orang tuaku dan pak Charles lah yang selalu mengurusku”


“........begituya…ternata kita memang senasip”


“Senasip ? apa maksudmu ?”


“Alice Angelo ! itu lah nama lengkap ku !”


Saat dia menyebutkan nama panjangnya, aku pun kaget karna aku mengingat lagi kalau nama panjang dari doker Savria adalah Savria Angelo


“A…Angelo ?! itukan ?!”


“Ya ! Dokter Savria adalah kaka ku ! setelah orang tuaku meninggal, kaka ku lah satu - satunya keluargaku !”


“apa yang terjadi ? kenapa kalian tidak bersama ?”


“saat kaka ku sibuk dengan pekerjaannya, dia memutuskan untuk memasukan ku ke negara zenexter ini, aku pun dilatih oleh ka Iris untuk masuk perguruan militer di Negara ini, sesekali setiap bulan dia memang mendatangiku untuk melihat kondisiku…namun saat itu, aku tidak tau apa yang dikerjakan kaka ku sampai aku mengetahui faktanya dari ka Pandora kalau selama ini dia melakukan penelitian manusia dan sudah memakan banyak korban !”

__ADS_1


“...…jadi alasanmu dengan semua ini”


“jika pak Charles memiliki kaitan dengan dokter Savria ! pasti aku juga akan menemukan petunjuk yang kucari selama ini ! aku yakin aku juga bisa mememukan Kaka ku !”


Tidak disangka ka alice tenyata harus mengalami hal berat seperti ini, aku jadi tidak habis fikir apa yang akan terjadi kalau dokter Savria masih hidup dan mereka pun saling bertemu


“kalau begitu, sepertinya tidak ada pilihan lain ! kita harus cepat – cepat sekarang !”


“Ao…..hem.....kau benar ! ayo kita lanjutkan !”


Hujan pun kian berhenti dan kami melanjutkan perjalanan, kami pun berhasil sampai di tujuan peratama kami yaitu gedung dokter Savria ini


“kau tunggu disini saja Ao, di gedung ini sudah tidak ada data – data penting tentang kaka ku, aku hanya mengambil file yang ketinggalan saja”


“Ok”


Dia pun masuk ke gedung ini dan akupun berjaga – jaga di sekitar sini


“(ini kota yang tidak besar, namun ada beberapa gedung yang cukup besar disini, apa ini Cuma kota untuk pekerja saja ?) Emm ?”


Aku melihat ada beberap zombie yang mendatangiku dari jalan yang sudah ku lewati tadi


“(jaraknya sih masih jauh, tapi aku tidak tau berapa lama ka Alice akan mengambil filenya) Ahhh, menyusahkan saja…”


Aku pun menembaki zombie – zombie yang masih jauh itu dengan killer 7 ku, kurasa ini akan memakan banyak ammo tapi kalau dibiarkan bisa bahaya juga


“Baiklah ! sepertinya pakai katana saja agar hemat amunisi !”


DREMM


“Huh !?”


BRUAKKKK !!


Tiba – tiba dari toko yang berada sebelahku, keluar zombie gergaji mesin yang menghancurkan pintu toko itu dan mengarahkan gergaji nya padaku !


“CIH !!”


Aku pun melompat ke belakang dan gergaji mesin nya menghantam tanah


“GRAAAA !!!”


“………..…”


Aku tidak suka ini, aku benci melihat zombie yang memegang gergaji mesin


“Kau ! Membuatku Muak Saja !”


Aku menembaki zombie itu namun seperti biasa dia cukup kebal dan juga dia melindungi kepalanya dengan gergajinya, saat dia semakin mendekat ke arahku, dia pun menghempaskan gergaji mesinya ke arahku, namun aku sudah sangat mengingat serangan dari zombie ini dan melakukan sleding melewati kolong nya, di saat yang bersamaan aku menebas kaki kirinya


“GRAAAA !!”


“maaf saja ya ! kenunculanmu ini membuatku naik darah ! aku tidak akan segan – segan !”


Aku pun menyalakan api di katanaku dan melempar bensin ke zombie itu, dia pun basah akibat bensin nya dan langsung saja ku menyambarnya dengan katana apiku


“GRAAAA !!”


“HYAAAA !”


Saat dia kepanasan akibat terbakar, aku pun menebas lehernya hingga kepalnya terlempar jauh


“..........ka ted, Ajaranmu akan selalu ku ingat…”


Mayat zombie gergaji nya pun hangus terbakar dan karna kejadian ini aku kembali lagi teringat dengan ka ted


“Ao ! kau tidak apa – apa ?!”


“Ka Alice ?! apa sudah selesai mengambil file nya ?”


“Ya, sudah semua ! Tapi..….Ao, Air mata itu ?”


Aku pun mengelap air mata yang keluar begitu saja dari mataku ini


“hanya bekas hujan saja ! dan lagi, kurasa kita harus segera pergi dari sini”


“ini…zombie gergaji ya ?! kau menghabisinya ?”


“ya ! tapi ada bebeapa zombie yang mungkin akan menuyusul kita”


“baiklah, aku sudah dapat yang ku inginkan ! ayo segera menuju tempat pamanmu !”


“Baik !”


Kami pun kembali ke moter bike kami dan melanjutkan perjalanan menuju gedung kerja milik pamanku…


to be continue......

__ADS_1


__ADS_2