Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S3) To Find the Main Target !


__ADS_3

“Ao ! bangun Ao !”


Pagi – pagi begini tiba – tiba Tesa membangunkan ku, ini masih sektiar jam 5 pagi dan biasanya dia bahkan belum bangun


“Tesa ? ada apa ? tumben pagi begini kau sudah bangun ?!”


“Sudahlah ! ikut saja aku sebentar !”


Tesa pun menarik ku keluar dan menyuruhku melihat ke arah atas tembok di sector 1


“Itu ! di sana Ao !”


“Emm ?”


Bayang – bayang seseorang pun terlihat sedang berdiri di ujung tembok sector 1, dan sepertinya itu....


“Bukanya itu Genbu ?”


“Ahhh ! jangan – jangan dia mau bunuh diri ! TUNGGU GENBU ! AKU DATANG !”


“Hey, tunggu tesa !”


Karna tesa langsung berlari menuju Genbu, aku pun mengejarnya secepatnya, namun bayang – bayang genbu tadi, kurasa ada yang sedikit berbeda darinya


Kami pun akhirnya sampai di atas tembok, dan genbu masih berdiri di sana dengan aura yang sedikit berbeda


“………..”


“G-Genbu ?”


Dia pun menoleh balik dan kami kaget karna dia sedikit berubah dengan tatapan nya yang kini menjadi tenang, dan rambutnya yang menjadi panjang dalam waktu singkat


“Ahh, Pagi Tesa, Ao, ini pagi yang indah ya”


“Genbu…kau baik – baik saja ? aura mu sedikit berbeda ?”


“Ahh, aku juga baru mau bilang seperti itu Ao !”


“Ahahah, begitulah, karna aku berhasil membaca stone ku kemarin malam, saat aku bangun pagi ini aku merasakan tubuhku sedikit berbeda ! apa aku terlihat aneh sekarang ?”


“T-Tidak ! kau bahkan lebih Cool dan Cantik Genbu !”


“Ehehe, Terimakasih !”


Tesa benar, entah kenapa aura nya benar – benar berubah, kini genbu terlihat lebih dewasa dan mudah sekali tersenyum


“ini berkat kalian !”


“Ehh ?”


“Ehh ?”


“aku telah sadar akan sesuatu, dunia ini…kematian dan kehidupan….dan juga, Tendo Agami ! semua saling berkaitan dan terhubung, alasan di balik Tendo Agami membuat planet`s memori memang Sulit di pahami, Namun…kami sebagai demi god harus mewujudkan apa yang telah dia berikan pada kami”


“…….Genbu, apa maksud nya itu ?”


“…….Sejarah Ao !”


Sejarah ?! kalau tidak salah tendo agami memang bilang hal itu, jadi genbu telah mengetahuinya juga ya ?


“…….begitu, ya. sekarang kau telah paham alasan mu di bangkitkan di dunia ini ya ?”


“Benar, karna tendo agami sendirilah yang menginginkan hal ini ! Maka !”


Genbu pun melompat turun dari ujung tembok itu dan mendarat di depan kami dengan senyuman yang tulus


“Sudah saat nya kita melawan ! sejarah itu ! harus kita menang kan Ao !”


“Tentu saja ! dari awal, memang aku tidak berniat sedikitpun untuk kalah di dunia ini !”


“Hem, aku tau kau memang sangat bisa di andalkan Ao !”


“Hey ! Hey ! kalian berdua, kalian dari tadi bicarakan hal – hal apa sih ?”


“Ahaha, nanti akan ku jelaskan semuanya Tesa ! untuk sekarang, mari temui Pandora dulu dan membahas semuanya, ku dengar dia dan kru yang lain sudah sampai tengah malam kemarin, Ayo Ao, Tesa !”


“Ok !”


“b-baiklah”


Setelah mendapat keyakinan besar dari Genbu, kami ber 3 pun mendatangi ruang ka Pandora untuk membicarakan semuanya


“Permisi, ka Pandora ? ada yang mau kami bicarakan”


“……………”


Anehnya tidak ada respon apapun di ruang kerjanya ? apa dia masih tidur ? lagian ini juga masih sangat pagi dan kemarin mereka baru sampai tengah malam


“mungkin dia masih tidur di kamarnya”


“Benar juga, ka Pandora dan kru yang lain kan baru saja sampai kemarin malam”


Tiba – tiba pak sieg pun mendatangi kami


“Hoh…selamat pagi Ao, Tesa, dan Genbu !”


“pagi pak Sieg, apa ka Pandora masih tidur ?”


“ahh, Yaa ! setelah kembali kemarin malam, tuan putri langsung mengurus beberapa berkas di bagian intel nya, karna itu dia baru saja istirahat jam 3 pagi tadi”


Itu artinya, dia baru istirahat sekitar 2 jam, mungkin lebih baik membicarakan hal ini nanti saja dan biarkan dia istirahat dulu.


“kalau begitu, nanti saja kita menemuinya, ka Pandora baru istirahat 2 jam, lebih baik biarkan dia istiraha-“


“Ahh, aku lupa kalau Tuan putri menitipkan pesan ini pada mu Ao”


“Emm ? Surat ?”


Aku pun membuka surat dari pak sieg ini dan isinya hanyalah sebaris kata yang bertuliskan “Bangunkan aku kalau ada perlu” yang tertulis di kertas ini


“………….(dia tau sekali kalau hal ini bakal terjadi ya ?)”


“Apa isinya Ao ? Hoh ?! bukanya ini artinya dia minta di bangunkan ?”


“aku juga berfikir begitu tesa, tapi…ka Pandora baru istirahat 2 jam…kurasa ini sedikit-“

__ADS_1


“Jangan di pikirkan Ao, Pandora yang meminta sendiri untuk di bangunkan ! pasti dia ada tujuan tertentu juga”


“…hem, kau benar genbu, baiklah, ayo bangunkan dia ?”


“Mari, aku antar ke kamarnya !”


Pak sieg pun mengantar kami ke kamarnya, dan setelah sampai di kamarnya, pak sieg tiba – tiba berdiri di depan pintu masuk ini


“………….”


“Emm ? pak sieg ? kenapa tidak di buka ?”


“kalian bertiga saja yang masuk !”


“Ehh ? pak sieg kan asisten pribadi ka Pandora, kurasa pak sieg yang lebih berpengalaman mengurus ka Pandora bukan ?”


“Memang ! tapi, aku tidak mau kena lempar vas bunga lagi, jadi kalian saja yang masuk !”


“…….(tunggu ? apa itu maksudnya ini berbahaya ?!) b-baiklah !”


Aku pun mengetuk pintu nya agar ka Pandora setidaknya terbangun karna kedatangan kami


“Ka Pandora ! ini aku Ao, Tesa dan Genbu ! ada yang kami mau bicarakan ?”


“…………………”


Anehnya tidak ada respon apapun di ruang pribadinya ? Emm ? ini ? sepertinya de javu !


“sudahlah ayo masuk saja Ao”


“Ehh ? t-tunggu, Genbu ?!”


Genbu pun langsung membuka pintu dan untunglah tidak ada lemparan vas bunga atau semacamnya, sepertinya karna ka Pandora masih dalam ke adaan tertidur


“sepertinya dia masih tertidur !”


“Ayo masuk !”


Kami pun masuk ke kamar ini, ini ke 2 kalinya aku masuk ke sini, dan sepertinya kamar ka Pandora pun masih dalam tahap perbaikan,


“(kamarnya masih ada beberapa yang belum di perbaiki !)”


“Pandora ! ini aku Genbu ! ada yang harus kami bicarakan !)”


“……..Emm ?”


Ohh, Dia bangun rupanya


“Pandora ?”


“….Emm ? ahh…Genbu…ao…tesa….yaa…ada apa ?...datang ke..ma..r…Zzzzz”


“………..”


“………..”


“………..”


Sepertinya memang lebih baik membiarkan nya istirahat lebih lama lagi


“…………Hemm”


“Ehh ? t-tungu ! Genbu ?!”


Tiba – tiba genbu pun naik ke atas kasur ka Pandora, dia pun langsung saja menarik lengan ka Pandora dan menyentuh dagunya sambil mendekatkan wajahnya padanya


“Waaa !”


“Selamat pagi Pandora !”


“Ge-Genbu ?!”


“Maaf membangunkan mu pagi – pagi begini ! namun sesuai pesan yang kau tulis ! kami ada hal yang mau di bicarakan !”


“E-Ehh ? Ahh ! Ao dan Tesa juga datang ?”


Aku dan tesa pun kaget dengan tindakan Genbu.


“Ao…apa aku saja yang berkesimpulan kalau genbu jadi lebih agresif ?”


“…..sepertinya begitu…”


Setelah ka Pandora bersiap – siap, kami pun kembali ke ruang kerja ka Pandora, dan membicarakan ini sambil menyantap teh hangat dan beberapa roti untuk sarapan


“Silakan tesa, ini teh hangat mu”


“Ahh, terimakasih pak Sieg !”


“Jadi, Genbu sekarang sudah bisa membaca Stone miliknya dan kalian membangunkan ku di pagi – pagi begini ?”


“Emm, sebelumnya kami minta maaf karna membangunkan mu padahal kau baru saja tidur 2 jam ka Pandora !”


“…….Yasudahlah, nanti siang aku bisa istirahat lagi, selain itu ! Genbu, kau sepertinya mengalami perubahan ya ? Aura mu terasa berbeda dari biasanya”


“Ahaha, begitu kan ? tapi memang aku merasakan sedikit berbeda dari biasanya, kini aku merasa seperti sesuatu mengalir di dalam tubuh ku !”


“kurasa itu karna kau telah bekerja keras memahami stone mu sendiri Genbu ! jadi itulah hasil yang kau dapatkan !”


“Sepertinya begitu !”


“Lalu, apa yang mau kalian bicarakan selain ini ?”


“ini mengenai hal yang di katakana Seiryu, menurut Seiryu, katanya saat Genbu sudah bisa memahami stone miliknya, dia memiliki berkah untuk mendeteksi kehidupan, karna itu, bukanya itu akan sangat berguna dalam pencarian Dokter savria ?”


“………Seiryu bilang begitu ?”


“Yaa”


“………Sieg, bisakah kau panggil Seiryu ke sini ?”


“Di laksanakan !”


Beberapa saat setelah ka Pandora menyuruh pak sieg untuk memanggil Seiryu, akhirnya seiryu pun datang


“Memanggil ku ? Ohh ?!”

__ADS_1


Seiryu pun langsung berjalan ke arah genbu setelah sedikit kaget tadi, dan memandang ke arahnya


“…..Hem, begitu, ya. Selamat ya Genbu, akhirnya kau berhasil !”


“Semua juga karna bantuan mu Seiryu, Terimakasih !”


“Aku hanya mengajarkan mu semua yang ku tau, sisanya adalah berkat tekad mu sendiri genbu !”


“Ehehe, mau memang baik sekali Seiryu”


“Kalau begitu, langsung saja ! sepertinya aku tau apa yang mau kalian rencanakan !”


Setelah membicarakan semua rencana ini, kami pun berpindah ke lapangan terluas yang ada di zenexter, tepatnya lapangan di sector 4


“apa di sini bisa Genbu ?”


“Yaa, tapi aku tidak sepenuhnya yakin karna ini pertama kalinya aku menggunakannya, jangan terlalu berharap ya ?!”


“Tidak masalah, tapi kami percaya padamu Genbu ?”


“…..Hem, akan ku coba yang terbaik !”


Genbu pun melepas sepatu yang di gunakan nya, dan memasang kuda – kuda dengan konsentrasi yang tinggi sekali, aku yakin bukan hanya aku saja yang merasakannya, karna semua yang melihat genbu di sini terdiam dan fokus melihat ke arah genbu


“(aku bisa merasakannya kalau dia sangat fokus, dan itu kuda – kuda yang sempurna sekali !)”


“…aku mulai, ini mungkin akan sedikit seperti gempa ! tapi hanya sementara saja !”


“Ehh ?!”


“Ehh ?!”


“Ehh ?!”


“HYAAA !!”


BRUAKKKKK !!!


Tiba – tiba genbu pun menepuk tanah dengan cukup kencang, walaupun tanahnya tidak retak atau pun berlubang, kami semua di sini merasakan getaran nya yang bergoyang beberapa saat ! hebat sekali dia jadi sekuat ini !


“h-hebat ! dia seperti membuat gempa !”


“kau tidak perlu sekaget itu tesa, karna itu lah genbu yang sebenarnya”


“(benar – benar luar biasa genbu ! kau semakin kuat saja !)”


Setelah beberapa saat diam setelah menepuk tanah tadi, dia pun kembali berdiri dan berjalan mendekat kea arah kami


“Bagaimana genbu ?”


“Sepertinya berhasil, aku merasakan hawa kehidupan yang cukup jauh dari sini !”


“Dimana itu ?”


“jika di perkirakan dari tempat ku berdiri, letaknya di arah jam 10 ! dan jaraknya sekitar 700 – 800 Km jauh nya !”


“Sebentar genbu, Aktifkan Dvine Akses ! Memanggil Felicia !”


Ka Pandora pun mengaktifkan dvine akses nya, sebuah robot kecil yang terbang ini pun muncul dari dari langit


“[Felicia ! Siap Digunakan !]”


“Felicia ! lacak jaur arah jam 10 dengan jarak sekitar 700 – 800 dari sini !”


“[Perhitungan dilakukan !...........Perhitungan Selesai……lokasi terakhir dekat dengan 2 lokasi……kota Heilei dan bukit Ragnar]”


“Hem, kerja bagus Genbu ! sepertinya kita punya target sekarang ini !”


Informasi pun sudah di depan mata, tunggulah dokter savria ! kami pasti akan menemukan mu kali ini


To be continue….


---Extra---


“E-Emaaaaahhhh ! segarnya tubuh ku !”


“pagi ka Alice, apa tidurmu nyenyak ?”


“begitulah, dimana yang lain narmaira ?”


“mereka sudah mulai bekerja, ka alice kan baru saja sampai tadi malam, lebih baik istirahat saja dulu !”


“Ahh, kurasa tidak perlu, mungkin pagi ini akan terjadi sesuatu yang bagus !”


“sesuatu ?”


“Yaa, kami mendapat sedikit petunjuk tentang kak-Ahh, Tentang dokter savria ! karna itu ka Pandora sedang meneliti file yang kita dapat”


“Hoh…akhirnya ada petunjuk keberadaan dokter savria ya ? aku jarang mendapat misi tentang nya !”


“Ya, karna kita di bagi menjadi divisi yang berbeda – benda, kau tetap jalankan saja tugas mu Narmaira !”


“hehehe, di semangati ka Alice ! pasti akan terjadi sesuatu yang baik hari ini ! Ohh, sarapan sudah siap nih ! aku buatkan Nasi goreng spesial dari koki terbaik Narmaira ini !”


“Wahh ! kelihatannya lezat !”


BRUAKKKK !!!


“!!!”


“!!!”


PRANGGG !


“Ehh ?! G-Gempa ?! apa yang terjadi ?!”


“………Na….”


“Narmaira ?! Ohh ?!”


Terlihat 2 piring pecah dan nasi goreng yang berantakan di lantai


“NA-NASI GORENG KU !”


“NA-NASI GORENG KU !”

__ADS_1


__ADS_2